ANGKLUNG Indonesia tidak hanya kaya akan alamnya, tapi juga segala budaya, seni, dan pertunjukan yang beragam dari setiap daerah yang ada, Seperti halnya alat musik. Dari Sabang hingga Merauke, berderet macam-macam alat musik yang memiliki keindahan dan keunikan. Bunyi atau suara yang diciptakan dari alat-alat musik tradisional dinilai dapat memikat dan memukau segala penjuru dunia. Salah satu alat musik tradisional Indonesia yang telah mendunia ialah angklung. Angklung merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari tahan pasundan. Istilah Angklung memiliki dua pengertian yang berbeda yaitu sebagai alat musik dan sebagai bentuk seni pertunjukan. Angklung ialah sebuah alat musik yang ter- buat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan. Sebagai bentuk seni pertunjuk- an, Angklung merupakan sebuah bentuk seni pertunjukan yang menggunakan alat musik yang disebut Angklung. Kata “angklung” sendiri berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu “angkleung-angkleung” yang...
Bandung adalah kota metropolitan yang secara geografis bagian dari wilayah Provinsi Jawa Barat. Bandung memiliki banyak nama. Satu di antaranya yang legendaris adalah Kota Kembang. Padu padan 'Bandung Kota Kembang' bermakna Bandung Kota Bunga. Dalam gambaran kata per kata, Kota Bandung pada saat itu memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan hiasan bunga yang tumbuh subur. Seperti itulah pengertian sebagian besar masyarakat akan makna sebutan 'Bandung Kota Kembang'. Dalam sudut pandang sejarawan, sebutan 'kota kembang' mengarah pada kekaguman para bangsawan Belanda terhadap gadis – gadis Kota Bandung zaman dahulu kala, yang kecantikannya mereka analogikan sebagai keindahan kembang atau bunga. Bandung juga terkenal dengan kota yang memiliki banyak ciri khasnya tersendiri. Terutama dalam bidang kesenian. Banyak seniman – seniman yang lahir di Kota Bandung. Salah satunya adalah Bapak Gugum Gumbira. Beliau merupakan seorang pegiat seni yang menaruh perhatiannya pada seni tari trad...
Seni maen Bola Leungeun Seuneu atau biasa dikenal dengan kata BOLES berasal dari Seni Budaya Nyonyoo Seuneu abad ke XIII – XV Masehi pada masa Kerajaan Padjadjaran. Kesenian ini tercatat pada Kita Suwasit Museum Prabu Siliwangi yang berlokasi di Pondok Pesantren Prabu Siliwangi Dizkir Al Fatg kota Sukabumi. BOLES pada zaman Kerajaan Padjadjaran dipertunjukkan di acara-acara penyambutan kedatangan Raja dan juga upacara-upacara dari Kerajaan Padjadjaran yang mana pertunjukkan ini menonjolkan unsur seni juga olahraga. Secara detailnya, Bola Leungeun Seuneu (BOLES) adalah gerakan pencak silat dalm mengawali juga mengakhiri pertunjukkan Seni Maen Boles. Pada masa Kerajaan Padjadjaran, senI BOLES ini berasal dari permainan Maung Bodas yang isinya adalah permainan memainkan bola api. Bola tersebut berasal dari kelapa sudah tua lalu dikupas kulitnya, kemudian kelapa tersebut dibentuk menyeruapi bola. Setelah itu, bola dari kelapa tersebut direndam di dalam minyak tanah selama kurang lebih...
"Olahan Kedelai Khas Cianjur" Cianjur memiliki banyak sajian kuliner khas yang bisa dijadikan untuk oleh-oleh. Diantaranya, yaitu ada mochi, manisan, tauco, dan lain sebagainya. Namun oleh-oleh yang paling banyak diburu dan diminati oleh masyarakat luar yaitu adalah tauco. Tauco merupakan bumbu makanan yang terbuat dari biji kacang kedelai yang telah direbus lalu dihaluskan dan diaduk dengan tepung terigu yang kemudian didiamkan hingga tumbuhnya jamur atau fermentasi. Fermentasi tauco itu sendiri ada dengan direndam menggunakan air garam, yang kemudian dijemur di teriknya matahari selama beberapa minggu sampai tercium aroma tauco yang khas dan warna nya berubah menjadi coklat kemerahan. Tauco ini kaya akan protein dan biasa kacang kedelai itu bisa dijadikan sebagai bumbu masak maupun penyedap makanan. Sejarah tauco di cianjur ini ada sejak tahun 1880-an. Pencetus yang pertama kali mendirikan tauco di cianjur yaitu Tan Ken Yan. Namun, jika sebagian dari kita apalagi generasi...
Gedung Sate atau dalam bahasa sundanya Gedong Sate adalah sebutan dari masyarakat Jawa Barat khususnya masyarakat Bandung untuk kantor pemerintahan provinsi Jawa Barat. Letaknya berada di Kota Bandung tepatnya di Jalan Diponegoro No. 22. Gedung sate mulai dibangun pada tanggal 27 Juli 1920 di zaman pemerintahan kolonial Belanda. Pada zaman pemerintahan kolonial dulu, bangunan ini disebut dengan Gouvernments Bedrijven. Bangunan ini diarsiteki oleh Ir. J. Gerber yang merupakan seorang arsitek muda ternama lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland serta Ir. G. Hendriks dan Ir. Eh De Roo yang menjadi sebuah tim ahli dari Belanda. Ide untuk membangun gedung Sate awalnya dari penilaian kolonial Belanda bahwa Batavia sudah tidak pantas menjadi Ibu Kota karena berbagai perkembangan yang terjadi pada saat itu. Rencana awalnya, Gedung Sate dibangun untuk dijadikan pusat pemerintahan kolonial Belanda, karena mereka berpendapat bahwa iklim di Bandung mirip dengan iklim di Perancis Selatan saat seda...
" Cerdas musikal dengan berlatih calung : Seri PAUD PP - Paud dan Dikmas Jawa Barat, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Cerdas musikal dengan berlatih calung : Seri PAUD. [Video] [img] Video Seri PAUD, Cerdas Musikal Dengan Berlatih Calung.mp4 - Published Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial. Download (93MB) Abstract Di video kali ini pak Karlan dan pak dede berkunjung ke desa warga untuk melihat dan berlatih bagaimana Seni Tradisional Calung di terapkan di masyarakat. Alat musik Calung sendiri adalah alat musik tradisional dari Jawa Barat dan memiliki bentuk yang hampir serupa dengan angklung. perbedaan mendasar adalah terletak dari cara memainkannya. Jika Angklung di goyang untuk menghasilkan bunyi bunyian, calung harus dipukul untuk menghasilkan bunyi bunyian. Video ini juga menjelaskan bagaimana kecerdasan anak PAUD dalam menyerap nilai nilai budaya terutama dalam karya musik tradisional Calung ters...
" Seri PAUD : belajar kearifan lokal dengan bermain Dogdog Lojor PP - Paud dan Dikmas Jawa Barat, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Seri PAUD : belajar kearifan lokal dengan bermain Dogdog Lojor. [Video] [img] Video Seri PAUD, Belajar Kearifan Lokal Dengan Bermain Dogdog Lojor.mp4 - Published Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial. Download (94MB) Abstract Video ini menjelaskan tentang asyiknya belajar bermain Dogdog Lojor bersama masyarakat. Dogdog lojor adalah alat musik tradisional jawa barat yang dimainkan dengan cara di pukul. PErmainan alat musik Dogdog lojor biasanya dimainkan bersamaan dengan serangkaian angklung dan alat musik lainnya sehingga menghasilkan bunyi yang luar biasa indah dan khas jawa barat. dengan memperkenalkan kearifan lokal kepada anak anak usia dini mencerminkan bahwa kita telah mampu membentu nilai nilai budaya didalam diri anak anak kita dan juga menambah wawasan sang anak....
" Seruling peninggalan Abah Ridwan, Ridwan (2018) Seruling peninggalan Abah. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta. ISBN 9786024375218 [img] Text Seruling Peninggalan Abah-Ridwan-Final.pdf Download (4MB) Abstract Seruling peninggalan Abah bercerita tentang seorang anak bernama Dio. ia mempunyai seruling bambu yang merupakan peninggalan Abah yang paling berharga. Kemana pun ia pergi, seruling itu akan selalu menemaninya meskipun tak pernah lagi dimainkannya. Dio tidak memainkannya karena khawatir bayangan Abah muncul dan membuatnya bersedih kembali. ITEM TYPE: Book SUBJECTS: Pendidikan > Siswa Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Bacaan siswa SMP Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Sastra Indonesia Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan > Cerita rakyat Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Alat Musik Tradisional Pendidikan > BUKU DIVISIONS: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan DEPOSITING U...
" Daeng Soetigna : Bapak Angklung Indonesia Sjamsuddin, Helius and Winitasasmita, Hidayat (1986) Daeng Soetigna : Bapak Angklung Indonesia. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Jakarta. [img] Text DAENG SOETIGNA Bapak Angklung Indonesia.pdf - Published Version Download (6MB) | Preview Official URL: http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.ph ... Abstract Nama Daeng Soetigna tidak dapat dipisahkan dari kepeloporannya sebagai inovator ""angklung"", suatu instrumen musik dari bahan bambu yang semula khas daerah Parahiangan. Berkat ketekunan, bakat serta pengetahuannya tentang musik secara mendalam, angklung telah berhasil diangkatnya menjadi milik nasional, yang ditampilkan secara massal tidak saja dalam momen-momen seni yang bersifat nasional, tetapi juga pada tingkat-tingkat internasional. Daeng Soetigna adalah seorang seniman sekaligus seorang pendidik. Penguasaannya terhadap instrumen-instrumen musik Barat dan daerah baik teoritis maup...