Kemerdekaan Indonesia
283 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Mercon Bumbung
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Permainan ini dikenal dengan sebutan meriam bambu di sejumlah daerah di Indonesia. Namun di beberapa daerah lain, permainan ini biasa disebut dengan nama lain. Di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, permainan ini disebut Mercon Bumbung. Permainan ini biasa dilakukan oleh para anak laki-laki pada saat Bulan Ramadhan mendekati Idul Fitri. Permainan ini terinspirasi dari senjata yang dipakai oleh orang Portugis pada saat mereka berupaya menduduki wilayah nusantara pada abad ke 6. Pada masa itu, para masyarakat tertarik kepada sebuah meriam yang dipakai oleh bangsa Portugis. Akhirnya, permainan ini pun diwujudkan dalam bentuk meriam yang terbuat dari bambu. Cara membuat: 1. Mula- mula sediakan batang bambu dan potong dengan ukuran panjang 1,5-2 meter atau 3-4 ruas dan diameter bambu berukuran 4 inci 2. Kemudian,permukaan batang bambu dilubangi dengan jarak sekitar 10 cm dari pangkal batang bambu. Besarnya diameter lubang dikira-kira sebesar ibu        j...

avatar
OSKM_19818003_Haikal Sayyid Difa
Gambar Entri
Budaya Berbahasa Pasemon dalam Sehari-hari
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Hidup tanpa ada yang menasehati dijamin akan terasa kurang akan sesuatu, hidup ini tidaklah selalu berada diatas, tidak selalu benar dan tanpa kesalahan atau kekurangan yang harus diperbaiki. Untuk memperbaiki hal tersebut orang terdekat dari kita biasa menasehati kita agar kesalahan tersebut tidak diulangi kedepannya dan dapat merubah kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.  Menurut pengalaman pribadi, orang yang biasa menasehati kita ialah sang ibu. Ibu bagaikan seorang guru yang dapat menasehati kita dengan cara-cara yang tak menyakiti hati namun tetap dapat tercapai tujuannya. Ibu penulis merupakan seorang wanita yang tumbuh besar di keluarga dengan adat jawa yang kental akan budaya menasehati dengan sindiran halus yang dinamai oleh pasemon.  Pasemon merupakan istilah yang digunakan dalam masyarakat jawa untuk menasehati ataupun menyindir seseorang untuk mengingatkannya jika ia dirasa sudah bertindak diluar etika. Bahasa pasemon biasa digunakan sejak jaman d...

avatar
OSKM18_ 16618390_Rifqi Asyraf Wardono
Gambar Entri
Kain Batik di Pasar Beringharjo
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Yogyakarta merupakan salah satu destinasi kota wisata dalam negeri yang sering diminati oleh warga lokal maupun mancanegara. Keanekaragaman wisata yang ditawarkan oleh kota Yogyakarta membuat para wisatawan tertarik untuk menjelajahi kota tersebut.  Banyak sekali tempat wisata di Yogyakarta yang sudah sangat terkenal dan menjadi destinasi wajib bagi para wisatawan seperti, Keraton, Candi Borobudur, dan lain-lain. Destinasi wisata belanja di Yogyakarta juga sangat beraneka ragam sehingga oleh-oleh khas Yogyakarta menjadi bermacam-macam. Salah satu tempat wisata belanja yang cukup terkenal adalah Pasar Beringharjo, pasar yang menjual beraneka macam barang. Pasar Beringharjo terletak di daerah Malioboro. Contoh barang-barang yang dijual di Pasar Beringharjo adalah aneka kain batik, rempah-rempah, dan jajanan pasar. Aneka kain batik sering dijadikan para wisatawan sebagai oleh-oleh khas Jogja. Kain batik di Pasar Beringharjo juga terkenal karena harganya yang “murah meria...

avatar
OSKM18_19718055_Ghifary Aufar
Gambar Entri
Cara Memasak Sate Kere Khas Jogjakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Sate Kere Khas Jogjakarta   Sate kere merupakan salah satu makanan tradisional khas Jogjakarta. Disebut sate kere karena dalam bahasa Indonesia kere berarti miskin, karena sate ini tidak terbuat dari daging, melainkan terbuat dari tempe gembus atau gajih sapi yang memang harganya sangat murah jika dibandingkan dengan sate berbahan daging atau ayam. Walaupun berbahan dasar tempe atau gajih yang murah meriah, namun untuk urusan rasa sate kere tak kalah dengan sate daging. Mau tahu resep membuat sate kere khas Solo yang sangat terkenal ini ? Langsung saja kita simak resepnya. Bahan-bahan : 1. 300 gr tempe gembus/gajih sapi, potong dadu atau sesuai selera 2. 250 ml air kelapa 3. 2 lembar daun salam 4. 2 cm lengkuas, memarkan 5. 1 buah asam jawa 6. 100 gr gula merah, sisir 7. Minyak goreng secukupnya 8. Tusukan sate secukupnya Bumbu yang dihaluskan : 1. 5 butir bawang mer...

avatar
Oskm18_19718389_raffi alfarizi
Gambar Entri
Arti dan Makna yang Terkandung dalam Lukisan Becak
Ornamen Ornamen
Daerah Istimewa Yogyakarta

Becak adalah moda transportasi tradisional beroda tiga yang banyak dijumpai di Indonesia dan juga sebagian Asia. Meskipun di beberapa kota penggunaan becak sudah dilarang, namun keberadaan becak ini dapat ditemukan di beberapa kota di Indonesia. Becak selain menjadi alat transportasi dan alat utama mata pencaharian, kerap kali digunakan sebagai media penyampaian gagasan/ide. Ungkapan gagasan ini selanjutnya dikenal sebagai lukisan becak. Gambar-gambar yang dilukis ataupun tulisan yang dituangkan pada angkutan becak, bukan hanya sekedar lukisan atau gambar biasa saja, namun dibaliknya terkandung maksud-maksud tertentu yang kasat mata. Di kota Yogyakarta masih banyak ditemukan becak-becak dengan lukisannya yang khas. Meskipun keberadaannya saat ini semakin berkurang akibat dari banyaknya moda transportasi yang lebih modern, namun becak-becak dengan lukisan khas ini masih tetap bertahan. Biasanya lukisan ini terdapat pada slebor, sandaran kursi penumpang dan dibalik sandaran ku...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Asal Mula Tradisi Klothekan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tradisi Klotekan ini berasal dari Tanah Jawa dan Bali yang dilakukan dengan memukul lesung, kentongan dan/atau batang pohon kelapa pada saat gerhana bulan atau Matahari. Tradisi ini sudah mulai luntur, namun masih dilakukan di Gunungkidul, Jogjakarta. Seperti yang dituturkan oleh sesepuh dari Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Mbah Jo, "Masyarakat disini percaya tentang fenomena gerhana matahari dan bulan ialah adanya raksasa yang memakan matahari,". "Kami mempersiapkan teropong dan kentongan untuk melestarikan tradisi dari nenek moyang ini. Tradisi ini dapat dimaknai dari sisi budaya, bahwa nenek moyang memiliki budaya yang kaya. Salah satunya tradisi kentongan ini," ujar Mbah Jo. Diceritakan bahwa pada zaman dahulu terdapat sesosok raksasa atau masyarakat Jawa biasa menyebutnya dengan sebutan 'Buto' yang bernama Kala Rahu. Kala Rahu merupakan anak dari Dewi Sinhika dan Maharsi Kasyapa. Rahu dengan Bathara Wisnu adalah satu ayah beda ibu sehing...

avatar
OSKM18_16418158_VIGO DENIS RADESTIAN
Gambar Entri
Sejarah Desa Ambarketawang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Ambarketawang adalah sebuah kelurahan yang terletak di kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Nama Ambarketawang memiliki arti bau harum yang memenuhi angkasa. Nama ini diambil dari nama pesanggrahan Sultan Hamengkubuwana I, yang terletak di desa ini.   Menurut sejarah, akibat perjanjian Giyanti pada tahun 1755 yang memecah Kerajaan Mataram Islam menjadi Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunana Surakarta, dibangunlah Kraton Yogyakarta. Saat proses pembangunan kraton, untuk sementara Sultan Hamengkubuwana I dan keluarganya tinggal di sebelah barat kota Yogyakarta yang dikenal sebagai pesanggrahan Ambarketawang. Maka setelah pembangunan Kraton Ngayogyakarta selesai, Kraton Ambarketawang ditinggalkan, dan hanya dijaga oleh seorang Demang. Situs bekas Kraton itu dianggap keramat, sehingga setiap Kamis Pahing diadakan tirakatan. Pada bulan Jawa Sapar, diadakan upacara Saparan dengan acara pokok menyembelih bekakak, untuk memperingat...

avatar
OSKM18_16518229_Madiha Ainayya Faizzati
Gambar Entri
Kesultanan Yogyakarta
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu dari 34 provinsi di Indonesia, Yogyakarta menyandang status sebagai daerah istimewa berkenaan dengan sejarah berdirinya provinsi ini pada masa lampau. Menurut Babad Gianti, Yogyakarta atau Ngayogyakarta (bahasa Jawa) adalah nama yang diberikan Paku Buwono II (raja Mataram tahun 1719-1727) sebagai pengganti nama pesanggrahan Gartitawati. Yogyakarta berarti Yogya yang kerta,  Yogya yang makmur , sedangkan  Ngayogyakarta Hadiningrat  berarti  Yogya yang makmur dan yang paling utama.  Sumber lain mengatakan, nama Yogyakarta diambil dari nama (ibu) kota  Sanskrit Ayodhya  dalam epos Ramayana. Dalam penggunaannya sehari-hari, Yogyakarta lazim diucapkan Jogja(karta) atau Ngayogyakarta (bahasa Jawa).  Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta sudah mempunyai tradisi pemerintahan karena Yogyakarta adalah Kasultanan, termasuk di dalamnya terdapat juga Kadipaten Pakualaman. Daerah yang memp...

avatar
OSKM_19818090_Mardhiya Ghina Salima
Gambar Entri
Jamu Gandring, Sebuah Legenda Jogjakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Cerita mengenai Jamu Gandring ini sangat terkenal di kalangan orang-orang Jogja tempo doeloe, tepatnya sekitar tahun 70an. Jamu Gandring ini adalah sebuah makanan seperti permen yang berbentuk seperti kelereng, yang terbuat dari jahe, tepung, kayu manis, dan cengkeh. Disebut jamu gandring karena makanan ini dijual oleh seorang yang bernama  Mbah Gandring dan hanya ada satu di Jogjakarta. Mbah Gandring menjual Jamu Gandring ini dengan memikulnya di bahu berkeliling kota Jogjakarta. Dan dahulu, harga yang dipatok oleh mbah gandring hanyalah 2,5 rupiah untuk 20 biji jamu gandring. Hal yang paling khas adalah teriakan mbah gandring ketika berkeliling menjual jamu. Dengan nada rendah yang lantang simbah akan berteriak "Jaa....muu...ja..muuuu...jamuu..nee...jamu... gandringggg...", sehingga menghasilkan suara yang konon cukup menyeramkan. Selain itu juga, simbah memikul jamu gandring ini dengan membawa semacam wayang orang di kedua sisinya. Konon, cerita tentang Mbah...

avatar
Oskm18_16518339_fabianus