Masyarakat Gayo, NAD menyebut tempat memasak dengan kata dapur. Kamus bahasa Aceh-Indonesia (Abu Bakar et. al., 2001:159) mengartikan kata dapu sebagai dapur sebagai ruangan untuk memasak dan tungku. Kata dapu sering digabungkan dengan kata rumoh sehingga menjadi rumoh dapu, yang berarti ruang dapur di belakang rumah Aceh. Tulisan ini menggunakan kata dapur untuk menunjuk ruang yang digunakan untuk memasak sedangkan tungku merujuk pada perapian untuk mengolah makanan. Masyarakat Aceh menganggap dapur sebagai ruang pribadi yang hanya boleh dimasuki anggota keluarga. Adalah hal yang tidak sopan jika ada seorang tamu yang masuk ke dapur. Bahkan, anggota keluarga pria yang baru, misalnya menantu, baru boleh masuk ke dapur bila sudah menjadi anggota keluarga selama bertahuntahun Atau paling tidak ketika pasangan suami istri tersebut sudah mempunyai dua atau tiga anak. Fungsi Dapur: Tempat menyimpan peralatan...
Masyarakat Suku Aneuk Jamee, NAD menyebut tempat memasak dengan kata dapue. Kamus bahasa Aceh-Indonesia (Abu Bakar et. al., 2001:159) mengartikan kata dapu sebagai dapur sebagai ruangan untuk memasak dan tungku. Kata dapu sering digabungkan dengan kata rumoh sehingga menjadi rumoh dapu, yang berarti ruang dapur di belakang rumah Aceh. Tulisan ini menggunakan kata dapur untuk menunjuk ruang yang digunakan untuk memasak sedangkan tungku merujuk pada perapian untuk mengolah makanan. Masyarakat Aceh menganggap dapur sebagai ruang pribadi yang hanya boleh dimasuki anggota keluarga. Adalah hal yang tidak sopan jika ada seorang tamu yang masuk ke dapur. Bahkan, anggota keluarga pria yang baru, misalnya menantu, baru boleh masuk ke dapur bila sudah menjadi anggota keluarga selama bertahuntahun Atau paling tidak ketika pasangan suami istri tersebut sudah mempunyai dua atau tiga anak. Fungsi Dapur: Tempat men...
Masyarakat Suku Tamiang, NAD menyebut tempat memasak dengan kata dapur. Kamus bahasa Aceh-Indonesia (Abu Bakar et. al., 2001:159) mengartikan kata dapu sebagai dapur sebagai ruangan untuk memasak dan tungku. Kata dapu sering digabungkan dengan kata rumoh sehingga menjadi rumoh dapu, yang berarti ruang dapur di belakang rumah Aceh. Tulisan ini menggunakan kata dapur untuk menunjuk ruang yang digunakan untuk memasak sedangkan tungku merujuk pada perapian untuk mengolah makanan. Masyarakat Aceh menganggap dapur sebagai ruang pribadi yang hanya boleh dimasuki anggota keluarga. Adalah hal yang tidak sopan jika ada seorang tamu yang masuk ke dapur. Bahkan, anggota keluarga pria yang baru, misalnya menantu, baru boleh masuk ke dapur bila sudah menjadi anggota keluarga selama bertahuntahun Atau paling tidak ketika pasangan suami istri tersebut sudah mempunyai dua atau tiga anak. Fungsi Dapur: Tempat menyimpan pe...
Kanet bagi masyarakat gayo disebut kuren, aneuk jamee menyebutnya pariuk, sedangkan di dalam bahasa Indonesia disebut periuk. Bentuknya bundar dan pada mulutnya lebih kecil serta terdapat bibir sebagai tempat penahan tutupnya. Ukuran sebuah kanet tidak sama besarnya dari ukuran paling kecil sampai yang besar. yang didasarkan kepada muatan isinya. Untuk membedakan ukuran maka disebutlah terdapatlah sebutan kanet asoe sikaj (berisi lebih kurang satu kaleng susu beras), asoe sicupak (3 kaleng susu beras) dan kanet asoe siarae (berisi 1 bambu beras). Karena kanet dipergunakan untuk kebutuhan dapur rumah tangga maka ukurannya hanya terdiri dari 3 ukuran. Kanet dibuat dari tanah liat dengan mempergunakan teknik putar di atas mal yang dipergunakan sebagai acuan. Setelah kering, kemudian dibakar baru kemudian siap untuk dipakai. Kanet dipergunakan khusus untuk menanak nasi. Sebuah kanet dapat dip...
Blangong atau dalam bahasa Indonesia disebut belanga. Di dalam masyarakat gayo disebut belanga dan masyarakat Aneuk Jamee balango. Bentuknya bundar dengan mulut besar atau dengan kata lain antara bagian bawah dan atas sama besarnya. Ukurannya berbeda-beda ada dari ukuran'yang paling kecil sampai ukuran yang besar. Dari yang berukuran isi 1 kaleng susu air sampai 10 bambu air. Blangong dipakai untuk tempat memasak sayur atau menggulai ikan dan daging. Seperti halnya dengan kanet, blangong juga dibuat dari tanah liat dengan teknik yang sama. Untuk memperoleh blangong caranya sama dengan kanet, ada yang dibeli di pasar dan ada yang didapat dari penjaja yang membawa ke kampung. Pada penjaja selain bisa membeli dengan uang. dapat pula diperoleh dengan sistim barter (tukar barang dengan barang) dengan memberikan padi. beras, asam sunti (asam belimbing) dan lain-lain. Hal-hal yang berhubungan dengan pemakaian. pembersihan. penyimpanan dan memperba...
Peune di dalam bahasa Indonesia dapat diartikan piring. Masyarakat menyebutnya capah sedangkan di masyarakat Aneuk Jamee disebut cobek. Peune bentuknya seperti piring dan ukurannyapun sebesar piring makan, sebagai bahan bakunya untuk membuat peune dipergunakan tanah liat. Fungsinya yang paüng utama dipergunakan sebagai piring tempat makan. Di dalam kegiatan dapur peune juga berfungsi sebagai tempat menggiling bumbu masak yang bersifat lunak seperti asam sunti (asam belimbing, cabe rawet dan lain-lain. Selain itu kadang-kadang difungsikan juga sebagai tempat untuk memeras santan kelapa. Peune dapat diperoleh dengan cara membeli di pasar atau menukarkan dengan barang-barang lain pada saat penjaja membawa ke kampung. Hal seperti ini telah diterangkan seperti cara masyarakat memperoleh kanet, blangong dandang. Berkenaan dengan cara memakainya yang perlu diterangkan di sini hanya pada saat difungsikan untuk menggiling bumbu masak. Bumbu masak diletakkan...
Aweuek dalam bahasa gayo disebut senuk dan dalam Aneuk Jamee disebut sandoak, di dalam bahasa Indonesia disebut irus. Bentuk aweuek hampir menyerupai sebuah sendok dengan tangkainya yang lebih panjang. Besarnya aweuek sangat tergantung kepada besar kecilnya tempurung kelapa yang dipergunakan sebagai bahan bakunya. Pada umumnya tempurung kelapa yang akan dipergunakan dipilih yang berdiameter 10 cm. Tangkainya lebih panjang dari ukuran sendok biasa dan yang sering kita ketemukan atau yang umum dipakai berkisar antara 25 — 30 cm. Untuk tangkai bahannya dapat dipergunakan bambu, kayu atau batang pinang yang telah dibentuk dengan sistim meraut. Bagian yang kecil dimasukkan ke tempurung yang telah diberikan 'oerlobang. Aweuek dipakai untuk mengaduk sayur dan gulai yang sedang dimasak dan sekaligus berfungsi untuk mengambilnya sesudah masak. Selain itu juga dipakai untuk mengambil nasi dalam periuk, menggoreng ikan, dan lain-lain. Untuk memperole...
Belanga di Aceh disebut blangong. Belanga merupakan salah satu perkakas memasak. Belanga merupakan salah satu perkakasan memasak bagi masyarakat Asia. Belanga telah lama ada dan telah digunakan masyarakat semenjak Zaman Neolitikum. Pada umumnya, belanga diperbuat daripada tanah liat, tetapi di dalam Hikayat Hang Tuah disebutkan terdapat pula belanga dari besi. Merupakan peralatan dapur tradisional yang bahan bakunya berasal dari tanah liat. Bentuknya bundar dengan mulut besar, antara bagian atas dan bawah sama besar kadang di desain dengan dua kuping sebagai pegangan ataupun tanpa pegangan dibagaian atasnya. Di Jawa belanga lebih umum disebut dengan kuali sedangkan di daerah Aceh belanga sering disebut dengan blangong (Sulaiman, 1993/1994:19). Belanga digunakan sebagai tempat untuk menanak nasi, memasak sayur, memanggang ayam, merebus singkong dan hasil bumi lainnya ataupun juga merebus air. Belanga dibuat denga...
Geunuku alat untuk mengukur kelapa yang lazim dipakai orang Aceh disebut geuneuku. Ada pula orang menyebutnya geuneuku atau geudungku atau geuleungku. Dalam masyarakat adat gayo menyebutnya dengan nama kukuren serta masyarakat adat Aneuk Jamee menyebutnya dengan nama kukuran. Di dalam bahasa Indonesia disebut kukuran kelapa. Geuneuku termasuk perkakas dapur yang sangat penting. Tanpa adanya sebuah geunuku belumlah sempurna sebuah dapur rumah tangga di Aceh. Geunuku terbuat dari sebuah balak kayu di mana pada ujungnya ditancapkan sebuah besi pipih bergerigi seperti mata gergaji yang di nama ini mata geunuku atau gigoe geunuku. Bentuknya seperti seekor snak binatang yang pendek kakinya tanpa kepala. Panjang dari depan sampai ke belakang lebih kurang 50 cm dengan tingginya sekitar 20 cm. Geunuku di dalam masyarakat Aceh dipergunakan untuk kukuran kelapa. Sebagai alat pengukur kelapa pemakainya sangat sederhana sekali. Orang yang akan meng...