Aweuek dalam bahasa gayo disebut senuk dan dalam Aneuk Jamee disebut sandoak, di dalam bahasa Indonesia disebut irus. Bentuk aweuek hampir menyerupai sebuah sendok dengan tangkainya yang lebih panjang. Besarnya aweuek sangat tergantung kepada besar kecilnya tempurung kelapa yang dipergunakan sebagai bahan bakunya. Pada umumnya tempurung kelapa yang akan dipergunakan dipilih yang berdiameter 10 cm. Tangkainya lebih panjang dari ukuran sendok biasa dan yang sering kita ketemukan atau yang umum dipakai berkisar antara 25 — 30 cm. Untuk tangkai bahannya dapat dipergunakan bambu, kayu atau batang pinang yang telah dibentuk dengan sistim meraut. Bagian yang kecil dimasukkan ke tempurung yang telah diberikan 'oerlobang.
Aweuek dipakai untuk mengaduk sayur dan gulai yang sedang dimasak dan sekaligus berfungsi untuk mengambilnya sesudah masak. Selain itu juga dipakai untuk mengambil nasi dalam periuk, menggoreng ikan, dan lain-lain. Untuk memperoleh sebuah aweuek karena bahan bakunya sangat mudah serta teknik pembuatannya yang sederhana sering mereka membuat sendiri, atau kadangkadang ada pula yang meminta tolong untuk dibuatnya oleh tetangga. Sesungguhpun demikian ada pula orang untuk mendapatkannya dengan cara membeli.
Membersihkan aweuek sangat mudah yaitu dengan mencucinya. Aweuek yang tidak dipakai atau yang telah dibersihkan digantung ditempat gantungan yang disebut salang. Salang yang dipakai sebagai tempat gantungan aweuek ini dibuat dari rotan. Berbeda dengan kanet, blangong dan peune jika telah rusak tidak dapat lagi diperbaikinya, tetapi aweuek selalu hal rusaknya pada tangkai seperti terbakar atau patah tangkainya masih bisa diganti dengan tangkai yang lain. Jika batok kelapa yang pecah hal ini tidak akan dipakai lagi.
Sumber: Buku Dapur dan Alat-Alat Memasak Tradisional Propinsi Daerah Istimewa Aceh
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...