Ledhug Suro merupakan serangkaian acaran yang berasal dari Magetan, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati tahun baru agama islam (hijriyah) atau bisa disebut juga dengan perayaan Bulan Suro. Kegiatan ini dilaksanakan 1 minggu sebelum tahun baru islam. Sama Seperti daerah-daerah lain acara ini dimeriahkan oleh berbagai macam pertunjukan, seperti contoh pewayangan dan tari tradisional daerah setempat. Namun perayaan ini berbeda dari derah-daerah lainnya, yang membedakan adalah alat musik yang digunakan selama acara ini berlangsung. Masyarakat Magetan menyebutnya dengan alat musik "Ledhug". Ledhug merupakan gabungan dari 2 kata, yaitu lesung dan bedug. Lesung merupakan sebuah peranti dari kayu yang berfungsi untuk menumbuk padi dan bedhug sebuah alat komunikasi tradisional yang berfungsi untuk memberikan sebuah penguman/pemberitahuan kepada khalayak ramai. Kemudian masyarakat Magetan mengkolaborasikannya seolah-olah menjadi menjadi...
Andum Berkah Bolu Rahayu merupakan salah satu acara di Magetan untuk merayakan tahun baru islam. Acara ini merupakan puncak dari acara Ledhug Suro yang diadakan setahun sekali. Sebelum acara ini dimulai, Bolu Rahayu yang sudah di hias sedemikian rupa diarak dari Pendopo Surya Graha mengelilingi kota Magetan, diikuti oleh pasukan berkuda yang mewakili dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Magetan yang kemudian disusul oleh kereta hias dengan diiringi musik tradisonal yaitu Gamelan. Dalam acara ini bukan hanya Bolu Rahayu yang disediakan tetapi ada makanan lain seperti ampyang, enting-enting dandan emping yang juga merupakan makanan khas dari Magetan. Acara Andum Berkah Bolu Rahayu ini memiliki sejumlah kepercayaan yang dimiliki oleh masyarakat Magetan. Sebagian masyarakat Magetan memiliki kepercayaan bahwa siapa saja yang mendapatkan bolu rahayu ini akan mendapatkan berkah sepanjang tahun, maka tak heran jika sebagian masyarakat Magetan rela berdesak-desakan untuk mendapatkan bolu ra...
Taman Krida Budaya Taman Krida Budaya Jawa Timur adalah tempat khusus yang diperuntukkan sebagai tempat apresiasi budaya-budaya Jawa Timur. Di tempat ini seringkali ditampilkan berbagai seni Jawa Timur-an antara lain wayang, sendra tari, pentas musik gamelan, reog ponorogo dan masih banyak lagi. Tidak hanya digunakan sebagai tempat apresiasi seni, kadangkala tempat ini juga digunakan untuk tempat ibadah sementara seperti Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Selain tempat ibadah, tempat ini juga seringkali digunakan untuk gedung serbaguna seperti tempat pameran dan tempat resepsi pernikahan. Lokasi dari Taman Krida Budaya yaitu di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang terkenal sangat strategis sehingga cukup mudah dijangkau dan banyak modal transportasi umum. Taman Krida Budaya memiliki bentuk arsitektur yang dominan sentuhan khas daerah jawa timur-an seperti atap Joglo, pendopo dll....
Surabaya adalah kota yang dikenal sebagai kota Pahlawan pada umumnya. Banyak juga peninggalan bangunan dan budaya pasca-perang 1945 dahulu kala. Banyaknya budaya yang masuk saat penjajahan menjadikan Indonesia, terutama Surabaya ini menjadi kaya akan budaya nya yang beragam. Tidak hanya tercampur oleh budaya mancanegara, namun budaya antar daerah pun mempengaruhi satu sama lainnya. Tidak terkecuali budaya tarian. Meski kota Surabaya terlihat sebagai kota pahlawan dan semangat akan gotong royong nya yang tinggi berkat Arek-Arek Suroboyo, namun banyak yang masih belum mengetahui bahwa Surabaya sendiri memiliki budaya tradisional khas nya sendiri. Di Jawa Tengah sendiri ada banyak budaya tradisional khas nya, namun banyak yang mengira bahwa Jawa Timur sendiri minim- atau bisa disebut mempunyai budaya tradisional yang tidak sebanyak Jawa Tengah. Adalah Tari Hadrah Jidor, tarian yang termasuk pengembangan Islam di Nusantara yang dicampur oleh seni musik khas hadrah. Tarian ini...
OSKM18 16018175 M. Nizar Zulmi Berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi pada bulan Rabiul Awal penanggalan Islam, ada sebuah tradisi unik dan menarik yang bisa dinikmati. Tradisi tersebut untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Masyarakat Banyuwangi menyebutnya Tradisi Muludan Endog-endogan. Endog dalam bahasa Indonesia berarti telur. Telur tersebut direbus dan diletakkan pada tusukan bambu kecil yang dihias dengan kembang kertas yang disebut dengan kembang endog. Nantinya kembang endog akan ditancapkan pada jodang, yaitu pohon pisang yang juga dihias dengan kertas warna-warni. Biasanya dalam satu jodang berisi 27, 33 ataupun 99 kembang endog. Kemudian jodang-jodang yang sudah ditancap kembang endog akan diarak keliling kampung, bisa dipanggul ataupun menggunakan becak serta diiringi dengan alat musik tradisional seperti alat musik patrol, terbang, ataupun rebana. Setelah diarak keliling kampung, jodang akan diletakkan di serambi m...
Jaran Kencak Jaran kencak adalah tarian dari Jember Jawa Timur. Jaran kencak artinya adalah kuda yang menari. Bagi masyarakat desa Jember bagian selatan mempunyai kegemaran unik. Masyarakat di sana bilamana punya hajatan baik itu khitan maupun nikahan. Mereka selalu menggelar pertunjukan jaran kencak untuk menghibur para tamu yang diundang. Pertunjukan ini mampu menarik perhatian kalangan masyarakat. Tarian ini unik dan pakaianya pun nyentrik. Riasan dalam tarian ini biasanya menggunakan riasan manten atau penungganya. Selain keunikan tarian kuda dan penunggangnya, jaran kencak juga didukung dengan musik tradisional yang khas. Alunan music yang dimainkan mampu menyihir kuda-kuda sampai menari atau menggoyang-goyangkan badan dan mengangguk-anggukkan kepala. Instrument musiknya terdiri dari alat music tradisional khas jawa, diantaranya gendang, gong, trompet dan kenong. Pemusik biasanya sebelum memainkan alat musiknya melakukan ritual terlebih dahulu, yang mana diyakini un...
Dalam menggelar sedekah bumi, tradisi ucapan syukur, masyarakat menanti-nanti kegiatan pertandingan olahraga tradisional gulat okol. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20181013173045-243-338256/foto-menengok-tradisi-gulat-okol-di-surabaya/1 Sekilas, olahraga tradisional ini mungkin mirip dengan Sumo, olahraga tradisonal Jepang yang sudah mendunia. Namun, olahraga itu yang bernama gulat okol itu memiliki keunikan tersendiri. Gulat ini dimainkan di atas sebuah ring yang sudah dipenuhi dengan tumpukan jerami. Pantauan Suarasurabaya.net , para peserta pun harus memakai ikat kepala dan ikat pinggang serta bertelanjang dada. Ikat pinggang ini digunakan sebagai pegangan untuk menjatuhkan lawan dalam pertandingan. Jadi, para peserta tidak bersentuhan langsung dengan tubuh lawan. Gulat okol hingga saat ini tetap dilestarikan. Desa Dukuh Bungkal, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, merupakan salah...
Menurut cerita, suatu ketika Baginda Raja pergi kedesa pocong. Ia keluar masuk desa untuk mengetahui keadaan desa. Ketika sampai di suatu tempat, beliau bertemu dengan seorang gadis desa yang menjadi bunga desa di desa tersebut. Masyarakat pocong menyebutnya dengan sebutan Nye Pocong. Tidak lama kemudian,karena Raja itu berkuasa, kemudian Nye Pocong dijadikannya istri. Setelah beberapa lama Baginda Raja Bangkalan mempunyai anak laki-laki dengan Nye Pocong. Anak laki-laki yang baru lahir itu oleh Baginda Raja Bangkalan diberi nama Ke’ Lesap. Namun, dengan kehadiran buah hatinya tersebut Baginda Raja Bangkalan pergi dari desa pocong dan kembali ke kerajaan meninggalkan istri dan anaknya. Sunguh kasihan Ke’ Lesap itu karena sudah ditinggalkan ayahnya sejak ia mulai belajar bicara. Ayahnya,Baginda Raja Bangkalan tidak pernah mengunjungi desa pocong lagi, karena itu Ke’ Lesap tidak tahu siapa ayahnya. Ketika Ke’ Lesap bermain dengan teman-temannya di des...
Tari Sanjaya Rangin (https://pacitanku.com) Tarian sanjaya rangin ini adalah buah karya dari koreografer kenamaan dari Kecamatan Ngadirojo, pasangan Edi Suwito-Adi Peni dengan dibantu Kasim sebagai penata musik pada tahun 2013. Tari Sanjaya Rangin berkisah tentang kiprah Raden Panji Sanjaya Rangin dalam upaya untuk mengubah hutan belantara menjadi sebuah wilayah. Adapun, Raden Panji Sanjaya Rangin sendiri merupakan seorang tokoh yang berilmu yang digunakan sebagai senjata untuk melakukan babad alas Lorok. Lorok merupakan wilayah eks kawedanan yang mencakup tiga kecamatan yaitu Tulakan, Ngadirojo, dan Sudimoro. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/10/tarian-tradisional-pacitan-jawa-timur/