Seorang kepala suku sekaligus panglima perang bergerak dengan gagah perlahan menuju padang rumput yang cukup luas. Coretan hitam dari arang dioleskan di wajahnya, mahkota kebesaran pun dipakai di kepalanya, wajahnya begitu sadis tetapi tampak penuh wibawa. Bapak Yali, begitu ia biasa dipanggil, dengan penuh kewaspadaan mengawasi setiap gerakan yang ada di padang rumput tersebut. Mata yang terpicing, anak panah yang terarah dan siap dilesatkan menemani Bapak Yali hingga kaki sebuah menara pantau yang terbuat dari rumpun kayu. Kemudian, dengan lincah Bapak Yali memanjat menara tersebut hingga sampai di puncaknya. Ia terus waspada pada setiap gerak-gerik yang terlihat, ia berfirasat kelompoknya akan segera diserang. Firasat Bapak Yali tidak salah. Tiba-tiba dari balik semak rerumputan muncul sepasukan prajurit bersenjata tombak dan panah menyerang. Penyergapan sedang terjadi. Bapak Yali pun meneriakkan komando perang bagi pasukannya yang sudah bersiap dari dalam tembok kampun...
Barong Rampog berasal dari kata barong dan rampog . Barong berarti binatang buas. Rampog berasal dari kata rampongan atau rampog yang berarti ‘kerayah’ atau ‘berebutan’. Jika ditelaah lebih dalam lagi, barong rampog memang merupakan bentuk penggabungan dua budaya, antara budaya tari Barongan dan tradisi Rampogan Macan. Rampogan Macan merupakan tradisi Blitar yang populer pada abad 18 – 19 M. Rampogan Macan jika diartikan secara bahasa artinya berebutan harimau. Tradisi ini biasanya dilakukan di alun-alun kota dengan mempertontonkan pertandingan antara harimau dan banteng. Yang kalah adalah hewan yang terbunuh. Dalam pertandingan ini, harimau kerap kali menjadi pihak yang kalah. Biasanya ia mati dengan luka di sekujur tubuhnya karena tertusuk tanduk banteng. Tidak cukup sampai di situ, saat macan sudah tergolek tidak berdaya, orang-orang yang ada di sana akan mengarahkan tombaknya ke tubuh harimau sampai mati. Tradisi Rampogan Ma...
Lohidu adalah tradisi lisan Gorontalo yang disampaikan oleh seorang penutur diiringi oleh alat musik semacam gitar. Lohidu mencakup tiga hal, yakni tempat, pelaku, dan kegiatan. Tempat yang dimaksud adalah tempat penelitian yakni provinsi Gorontalo. Tempat berupa tempat penampilan lohidu, baik di sawah/kebun, di danau, di pasar, di pesta, dan tempat pertunjukan seni. Pertimbangan pemilihan tempat-tempat ini dikarenakan fenomena budaya lohidu sebagai produk budaya arenanya yang berada pada tempat tersebut. Pelaku adalah mereka yang melakukan aktivitas budaya seperti tukang lohidu dan penonton. Pelaku lohidu variatif, statusnya dilihat dari aspek pekerjaan, pendidikan, dan tempat tinggal. Sedangkan kegiatan merupakan bentuk penampilan untuk menghilangkan rasa lelah setelah bekerja atau sambil bekerja dan kesenian rakyat yang ditampilkan sebagai hiburan rakyat dan mengisi acara seni di pesta, keramaian, atau acara sosial politik. Sumber: https://kebudayaan.ke...
Terbuat dari ra'arete yang ditambahkan daun temu ireng dan digoreng. Sumber: "Ragam Indonesia" Trans 7
Kentau adalah jenis kidung Kenyah yang dibawakan untuk menghibur hati. Kentau dapat diuraikan melalui dua aspek. Pertama, dilihat dari situasi pada saat kentau dibawakan; dan, kedua, dari cara melantunkan sebuah kentau. Situasi Saat Kentau Dilantunkan Kentau dapat dikelompokkan berdasarkan situasi pada saat kentau dilantunkan. Istilah yang digunakan untuk subklasifikasi kentau adalah dayung 'lagu”. Jenis dayung yang ditemui pada saat penelitian ini adalah : Dayung Arui, yaitu dayung yang dilantunkan pada saat memanggil orang agar keluar dari amin mereka dan berkumpul di usei, beranda”, untuk menyambut tamu atau untuk bersantai. Dayung Badetiang, yaitu dayung yang dilantunkan untuk menghibur hati dan biasanya dapat pula digunakan untuk mengiringi tarian. Dayung Ajau, yaitu dayung yang dilantunkan pada saat ada kegiatan di ladang, misalnya pada saat uyen umaq 'membuka ladang', menugal menanam', maupun pada saat padei muding ...
Tidau adalah kidung yang meratapi kematian seseorang. Oleh sebab itu, tidau atau menidau tidak pernah didahului oleh kata kentau maupun dayung, misalnya dayung menidau. Menidau ini biasanya dilakukan oleh kerabat terdekat almarhum. Akan tetapi, kini tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menidau sehingga sekarang menidau tidak selalu dilakukan oleh kerabat terdekat almarhum, melainkan oleh seseorang yang memiliki ke mampuan menidau. Amai Petangkit adalah orang yang memiliki keahlian menidau ini. Isi mipet dalam tidau adalah mengenang kembali amal dan ibadah yang telah dilakukan almarhum selama hidupnya. Selain itu, tidau berisi pula tuntutan bagi roh almarhum agar tidak tersesat di alam baka dalam perjalanannya menuju Alau Malau atau uraq arau surga. Sekali lagi terlihat, keunikan kidung suku bangsa Kenyah ini, mipet bergantung pada amal ibadah yang dilakukan almarhum semasa hidupnya. Dengan sendirinya, tidak ada mipet yang sama bagi menidau ini. Tidau penuh dengan u...
Angkong adalah gong kecil tidak pernah digunakan sebagai alat komunikasi bunyi, tidak pernah ditabuh. Angkong berfungsi sebagai alat komunikasi lambang, tanpa harus bunyi mampu memberi kesan angker dan terhormat bagi yang menggunakan maupun yang melihat saja. Fungsi angkong terutama adalah wadah darah kurban babi atau ayam, yang khusus bagi orang lelaki yang pulang sehabis mengayau, kini upacara tersebut masih dilakukan dengan fungsi yang berubah, yaitu sebagai tanda penghormatan paling mulia bagi pejabat pemerintahan-tahan yang disambut resmi. Upacara mamat diselenggarakan oleh semua orang lelaki warga desa tua maupun anak kecil. Angkong dalam keadaan biasa, berfungsi sebagai tempat duduk sehari-hari bagi orang tua lelaki dari golongan bangsawan (paren). Interpretasi : bahwa angkong dalam cakrawala tata ruang budaya Kenyah berfungsi sebagai alat komunikasi visual yang mempertegas perbedaan status sosial dan gender seseorang dalam lingkungan sosial budaya Kenyah. Sumber:&n...
Pulau Bali sangat kental akan budaya; dari gamelan hingga motif batik. Singa Barong ialah salah satu motif kain yang berasal dari Bali. Batik motif Singa Barong ini biasanya digunakan dalam proses upacara adat Bali. Motif Batik Bali memakai kain mori dan memiliki ciri khas berupa aroma yang berbeda dengan batik lain. Aroma ini berasal dari bahan-bahan pewarna alami, seperti kulit kayu dan bahan yang lainnya. Bobot dari kain batik ini terasa lebih berat daripada kain batik yang lain. Makna Batik Motif Singa Barong Makna motif batik singa barong berdasarkan nama dan sejarahnya dimana singa barong merupakan sejenis binatang mitologis atau ajaib karena dalam budaya jawa maupun Bali kata “barong” memiliki arti ajaib. Keajaiban wujud singa tersebut dapat kita lihat dari berbagai unsur yang merupakan penggabungan antara singa atau macan (tubuh, kaki, mata), garuda (bersayap), gajah (berbelalai), dan naga (mulut menyeringai dengan lidah yang me...
Subak adalah sebuah organisasi yang dimiliki oleh masyarakat petani di Bali yang khusus mengatur tentang manajemen atau sistem pengairan/irigasi sawah secara tradisional. Sistem subak telah menjadi salah satu kekhasan Provinsi Bali. Sistem pengairan yang berkembang dalam pengaruh nilai-nilai ajaran Hindu yang kuat ini menjadi sebentuk kearifan lokal yang membuat masyarakat petani dapat serasi dengan alam untuk memperoleh hasil panen yang optimal. Diperkirakan sistem subak telah dikenal masyarakat Bali sejak abad ke-11 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada temuan Prasasti Raja Purana Klungkung (994 Saka/1072 M) yang menyebutkan kata “kasuwakara”, yang diduga merupakan asal kata dari “suwak”, yang kemudian berkembang menjadi “subak”. Sumber sejarah lainnya adalah Lontar Markandeya Purana. Dalam naskah yang menceritakan asal muasal desa dan Pura Besakih ini terdapat cerita mengenai pertanian, irigasi, dan subak. Hal ini mengindikasikan eksis...