Tari Mallatu Kopi (Mallattu Kopi, Malattu Kopi) Tarian ini berasal dari Tanah Toraja, tarian ini melambangkan masyarakat saat memanen/memetik kopi. Biasanya dibawakan oleh 6 gadis, diiringi oleh musik dari gendang dan seruling. Busana yang digunakan berupa pakaian adat toraja, dengan tambahan selendang yang dikalungkan di leher serta bakul dari anyaman daun lontar. Selendang digunakan untuk mengumpulkan kopi saat dipetik, dan akan disimpan di bakul saat kopi yang terkumpul sudah banyak. #OSKMITB2018
TRADISI MA’NENE, RITUAL GANTI PAKAIAN MAYAT DI TANA TORAJA Sudah sejak lama, Tana Toraja dikenal oleh masyarakat dengan tradisi dan ritual yang amat unik. Mulai dari makanan, bentuk bangunan, serta tradisi perayaan orang mati yang dikenal menghabiskan uang hingga 1 Milyar Rupiah. Nah, di artikel ini akan dibahas mengenai tradisi Ma’Nene,yaitu tradisi merawat dan mengganti pakaian mayat/jenazah. Ma’nene bisa mempunyai dua arti. Orang Toraja umumnya memahami nene atau nenek, sebagaimana lazimnya di tempat lain, sebagai orang tua dari orang tua kita atau orang yang sudah sepuh. Namun, di Tonga Riu, nene artinya mayat. Mau sudah berusia senja atau masih belia saat meninggal, panggilannya sama-sama nene. Dengan imbuhan ”ma” di depannya, Ma’nene bisa diartikan sebagai ”merawat mayat”. Trades Ma’Nene dilakukan masyarakat untuk menunjukan kehormatan dan kasih sayangnya. Tradisi dimul...
Pallubasa (atau Pallu Basa, Palu Basa) adalah makanan tradisional yang berasal dari Makassar, ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Hidangan berkuah ini terbuat dari sapi atau kerbau, biasanya bagian tenderloin, sirloin, dan/atau jeroan, yang direbus dalam waktu yang lama, lalu disajikan dengan kuah yang dibumbui serundeng kelapa dan kuning telur. OSKMITB2018
Pa'piong adalah makanan khas Toraja, yang dimasak dengan bambu. Pa'piong itu isinya ada sayur miana atau biasa kami sebut Bulu Nangko, lalu dicampuri dengan daging babi, ayam, atau ikan. Rasa sayur miana itu agak pahit. Sehingga biasa orang Toraja suka menambahkan darah babi untuk menambahkan cita rasa dalam masakan tersebut. Cara memasak nya juga sederhana. semua bahan dicampuri, lalu dimasukan bumbu bumbu seperti bawang putih, bawang merah, jahe, potongan serai, dll. Setelah semua tercampur, bahan akan dimasukkan ke bambu lalu dibakar. Pa'piong dapat kita jumpai di acara pesta orang mati atau acara syukuran lainnya.
Sebuah gapura di kota pesisir Sulawesi Selatan, yakni kota Bantaeng
Ada satu makanan penutup yang seringkali menjadi makanan penutup yang paling dicari-cari pada sebuah perhelatan. Entah itu pernikahan, acara formal, maupun acara-acara lainnya. Adalah sebuah makanan penutup yang berbahan dasar pisang dan kacang tanah. Sanggara' Balanda, adalah makanan yang berbahan dasar pisang yang tengahnya diisi dengan campuran margarin, gula, dan kacang tanah goreng yang telah ditumbuk. Sanggara' dalam bahasa Makassar sendiri berarti "Pisang", dan Balanda berarti "Belanda". Jajanan pisang ini telah ada sejak lama di tanah Sulawesi. Julukan ini mulai menyebar setelah kedatangan orang-orang Belanda di Indonesia. "Sanggara' Balanda" adalah sebutan atas makanan ini bagi orang Belanda pada zaman itu, yang sekarang diadopsi menjadi sebuah kultur khas. Ciri khas dari makanan ini adalah penggunaan pisang raja yang telah matang. Tidak boleh menggunakan pisang yang lain, karena tidak cocok secara aroma, tekstur, dan rasa. Pembuatannya juga mengha...
Upacara mayat berjalan di Tana Toraja yang sekaligus menjadi budaya tersebut dikenal dengan nama Ma'Nene. Upacara adat tersebut dilakukan dalam rangka mengganti pakaian mayat para leluhur. Terbilang unik dan khas, mengingat ritual Ma'nene dilakukan khusus oleh masyarakat Baruppu, di pedalaman Toraja Utara. Ritual Ma'nene dilakukan setiap tiga tahun sekali dan biasanya dilakukan pada bulan Agustus. Hal tersebut mengingat upacara Ma'Nene hanya boleh dilaksanakan setelah musim panen yakni yang jatuh pada bulan Agustus. Masyarakat adat Toraja percaya jika ritual Ma' Nene tidak dilakukan sebelum masa panen, maka akan sawah-sawah dan ladang mereka akan mengalami kerusakan dengan banyaknya tikus dan ulat yang datang tiba-tiba. Prosesi Ma'Nene itu sendiri diawali dengan mengunjungi lokasi tempat dimakamkan para leluhur masyarakat setempat yakni di pekuburan Patane di Lembang Paton, Kecamatan Sariale, ibu kota Kabupaten Toraja Utara, seperti yang dilansir dari...
Massureq Tradisi seni dan kebudayaan dari Sulawesi Selatan Massureq berasal dari suku bugis. Massureq terdiri dari kata Ma dan Sureq . Ma dalam Bahasa Bugis adalah suku kata yang menandakan sebuah kegiatan, sementara Sureq disini adalah kata benda. Maka massureq jika diartikan secara keseluruhan adalah suatu kegiatan membaca sureq atau naskah. Adapun naskah yang biasanya dibacakan adalah semua episode atau tereng dalam epos I La Galigo, Meongpalo Karellae dan beberapa naskah lainnya. Filosofi terciptanya tradisi massureq berawal dari kebutuhan masyarakat bugis akan hiburan, dan pengetahuan terkait naskah-naskah Bugis. Massureq sendiri merupakan pendukung eksistensi atau keberadaan naskah-naskah Bugis. Karena melalui massureq , naskah tersebut dapat dengan mudah diwariskan dan dipahami isinya dengan cara yang lebih menghibur. Bahasa yang digunakan adalah bahasa suku bugis yaitu aksara lontara. Saat ini, massure q masih ser...
Cawiwi merupakan makanan khas dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Cawiwi adalah istilah Bugis dari Belibis yang menjadi bahan utama makanan ini. Belibis sendiri termasuk dalam kelompok unggas yang sejenis dengan itik. Cawiwi khas Sidrap digoreng dan disajikan dengan sambal. Kuliner ini menjadi salah satu incaran pendatang yang berkunjung ke Sidrap.