Ngarasulkeun Ngarasulkeun adalah kegiatan atau upacara yang dilaksanakan dalam rangkaian pesta khitanan atau pernikahan. Kegiatan ini ditemukan di Kampung Cijoged, Desa Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kegiatan Ngarasulkeun merupakan rangkaian kegiatan sebelum acara pesta khitanan dan pernikahan yang dilakukan oleh keluarga yang mempunyai acara dengan maksud agar acara yang akan dilaksanakan berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Adapun kegiatan Ngarasulkeun pada umumnya dilakukan 1 (satu) hari sebelum pesta diadakan. Tata cara Ngarasulkeun adalah sebagai berikut : Pemilik acara akan mengundang ustaz atau tokoh agama untuk memimpin acara Ngarasulkeun yang biasanya dilakukan pada waktu sore hari yaitu setelah Sholat Ashar atau Sholat Maghrib. Pemilik acara mengundang para tetangga dan kerabat dekat untuk hadir pada acara Ngarasulkeun. Pada acara Ngarasulkeun umumnya pemilik acara akan menghidangkan 1 ekor bakakak dan j...
Salat rebo wekasan atau bisa disebut dengan salat tolak bala merupakan salah satu ritual yang dilakukan di salah satu daerah di Garut, Bayongbong, Sukamenah. Asal usul ritual ini disebutkan dalam suatu kitab karangan Abdul Hakim kudus, yang dimana dalam kitab tersebut menjelaskan bahwa turun pada tiap tahun ratusan ribu malapetaka dan puluhan ribu bahaya pada setiap hari rebu atau rabu terakhir pada bulan safar. Bahkan ritual ini tidak ada pada saat masa Rasulallah, demikian juga pada masa khalifah para sahabat setelah Rasulallah. Salat ini dilaksanakan pada hari rabu terakhir pada bulan safar, kira-kira pukul 6.30 sebanyak empat rakaat seperti salat biasa. Surat yang dibaca setelah surat Al-Fatihah adalah Al-Kautsar sebanyak 17, surat Al-Ikhlas sebanyak 5 kali, Surat Al-Falaq 1 kali, dan surat An-Nas 1 kali. Setelah melaksanakan salat, kita membaca doa salat rebo wekasan sebanyak tiga kali.
Acara Lamaran Pernikahan tentunya selalu disertai dengan prosesi "seserahan" dimana pihak calon mempelai pria memberikan barang-barang berupa: alat ibadah, kosmetik, perhiasan, tas atau sekedar buah-buahan kepada pihak calon mempelai wanita. Prosesi ini merupakan simbol bahwa calon mempelai pria sudah mampu menafkahi calon mempelai wanita. Kegiatan ini sudah menjadi ciri khas dari acara lamaran pernikahan di seluruh Indonesia. Begitu pula di Kampung Muara. Selain "seserahan", ada prosesi lain yang harus dilakukan saat lamaran yaitu "bawaan". Tidak jauh berbeda dengan "seserahan", "bawaan" dilakukan dengan memberikan barang-barang dari pihak calon mempelai pria kepada pihak calon mempelai wanita. Yang membedakan kedua kegiatan tersebut adalah jenis barang yang diberikan. Pada prosesi "bawaan", calon mempelai wanita boleh meminta perabotan rumah tangga seperti lemari, kasur, dll. dari pihak calon mempelai pria sesuai kemampuan mereka untuk menunjang kehidupan kedua calon mempelai...
Caca burane (atau sering disebut juga caca burange) merupakan salah satu permainan dari tanah Sunda yang dimainkan dengan cara dinyanyikan atau dalam bahasa Sunda kawih. Permainan ini dilakukan minimal oleh 3 orang tapi lebih baik jika dilakukan banyak orang. Untuk melakukan permainan ini dibutuhkan 1 orang yang berperan sebagai penebak yang akan membungkuk di tengah peserta lain, sedangkan peserta lain akan menyanyikan lagu dan menyembunyikan barang yang di kepal di tangan mereka. Ketika bernyanyi, peserta akan menyembunyikan barang di salah satu tangan peserta. Setelah lagu berakhir ,penebak yang membungkuk akan bangun dan menebak dimana barang itu di sembunyikan. Jika penebak benar, maka orang yang menyembunyikan harus bergantian menjadi penebak. Sedangkan jika penebak salah, maka ia tetap akan menjadi penebak. Lirik lagu permainan : Caca burané Burané tali gobang Gobang pancarané Anak gajah bebayuné Jing gojing l&eacut...
Si Kabayan Ngala Tutut Cerita rakyat adalah cerita yang berkembang dalam masyarakat suatu daerah, yang pada umumnya disebarkan oleh masyarakat daerah itu dari mulut ke mulut atau secara lisan. Salah satu cerita rakyat terkenal di Jawa Barat adalah cerita tentang si Kabayan. Kabayan merupakan tokoh imajinatif yang berasal dari Jawa Barat, di mana ia terkenal akan wataknya yang lucu dan suka melakukan hal tak terduga. Si Kabayan mempunyai seorang wanita pujaan hatinya yang bernama Nyi Iteung. Nyi Iteung menyukai Kabayan karena watak Kabayan yang lucu dan menghibur. Dalam kebanyakan cerita rakyat ini, tokoh yang sering muncul antara lain si Kabayan, Nyi Iteung, dan mertua perempuan Kabayan. Sifat dan watak Kabayan yang lucu tersebutlah yang membuat cerita rakyat khas Jawa Barat ini menjadi salah satu cerita rakyat yang disukai oleh masyarakat Sunda. Secara keseluruhan, cerita rakyat ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari si Kabayan yang disertai dengan berbagai tingka...
Ayam Guling adalah makanan dengan bahan dasar ayam yang diolah dengan berbagai macam bumbu rempah dan dibaluri saus yang dibuat dengan resep rahasia. Ayam Guling adalah makanan khas Cirebon yang unik. Kalau berkunjung ke Cirebon, sangat disarankan untuk menyicipi hidangan ini. Berikut adalah resep dari Ayam Guling Cirebon : Bahan yang dipakai didalam Ayam : Setengah bongkol bawang putih (potong dua bongkol bawang putih) Setengah biji jeruk nipis Setengah siung bawang bombay dipotong dadu (bisa diganti bawan merah secukupnya) Bahan yang dipakai untuk olesan Ayam : 5 siung bawang putih (cincang halus) Garam Merica 100 gram kemangi (ditumbuk) 7 sdm mentega 1 sendok makan minyak zaitun Cara membuat : Memasukkan bumbu ke bagian dalam ayam Mengoleskan bumbu diluar ayam Memanggang ayam #OSKMITB2018
Peuyeum adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari provinsi Jawa Barat. Peuyeum dibuat dari singkong utuh yang dikupas kulitnya, dikukus, lalu diberikan ragi untuk berfermentasi sehingga menghasilkan peuyeum. Kebanyakan orang menganggap bahwa peuyeum dan tape singkong merupakan satu hal yang sama, padahal sebenarnya berbeda sedikit, dimana peuyeum bersifat lebih kering dibandingkan tape singkong, membuat ketahanan peuyeum lebih lama daripada tape singkong. Hal ini pun menjadi alasan mengapa peuyeum biasa ditampilkan dan dijual dengan cara digantung. Peuyeum sangat banyak dijumpai di perkotaan di Jawa Barat khususnya di tempat-tempat wisata, karena peuyeum termasuk makanan yang jarang ditemukan di luar Jawa Barat. Peuyeum juga merupakan bahan dasar dari makanan tradisional Sunda lainnya seperti colenak. Untuk satu buah peuyeum dapat dibuat dengan bahan-bahan seperti: 1 buah singkong utuh (Ukuran kecil saja) 5 bungkus kecil ragi Air secukupnya...
Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Provinsi Jawa Barat. Alat musik yang berkembang di Tatar Pasundan ini dibunyikan dengan cara digoyangkan untuk menghasilkan berbagai nada. Bahan baku utama untuk membuat angklung adalah bambu sehingga proses pembuatan angklung memerlukan waktu yang cukup banyak. Berikut adalah langkah - langkah pembuatan angklung : 1. Pemilihan Bambu Untuk membuat angklung tidak sembarang bambu bisa dipakai, hal tersebut akan berefek pada nada yang akan dihasilkan angklung nantinya. Bambu yang dipakai haruslah berumur minimal 4 tahun hingga 6 tahun. Dipotong dari 2 -3 jengkal dari permukaan tanah ketika musim kemarau agar bambu tidak memiliki kandungan air yang banyak. Lalu, disimpan kembali selama 1 minggu agar tidak memiliki kandungan air dalam bambu tersebut. Setelah seminggu, bambu dipotong dengan berbagai ukuran yang diperlukan. Kemudian, bambu disimpan selama 1 tahun untuk mencegah bambu dari hama. Proses ini bisa d...
Bermain merupakan hal yang biasanya dilakukan anak anak. Sebelum ada permainan pada beragam perangkat modern seperti sekarang, anak anak biasanya bermain dengan teman sebaya,membuat alat bermain dari barang bekas ataupun dari bahan yang tersedia di alam, dan bisa juga didukung dengan lagu. Lagu ini biasanya berisi lirik yang berhubungan dengan permainan,diulang ulang, lalu dinyanyikan saat permainan berlangsung sehingga membuat suasana menjadi riang. Salah satu permainan tradisional sunda yang menggunakan lagu adalah Meuncit Reungit. Anak anak biasanya bernyanyi sambil menghangatkan badan di depan kumpulan sampah yang dibakar, atau kebetulan ada orang yang sedang membakar sisa2 sampah plastik pada waktu malam hari menjelang maghrib atau isya sebelum mereka berangkat mengaji atau sholat ke masjid. Lagu sebagai berikut Di dieu meuncit r eungit Di dinya meuncit domba Di dieu beuki leungit Di dinya beuki loba Ka ditu meuncit domba Ka dieu meuncit...