Pembuatan petis udang mengunakan bahan yang cukup sederhana yaitu dengan mencampur kaldu dari kepala udang yang sudah disaring (setelah direbus kurang lebih 2 jam ) dengan cara memisahkan kaldunya dari sisa kepala masih ada,kemudian dicampur dengan gula merah dari aren secukupnya dan ditambhkan sedikit garam dan vetsin. setelah itu diaduk terus menerus sampai menjadi petis. Dalam perkembangannya olahan petis udang paser ini tidak hanya disukai orang suku bajau saja,akan tetapi disukai masyarakat paser sehingga menjadi kuliner khas paser dan diharapkan dapat dipatenkan menjadi warisan budaya baik skala nasional maupun internasional. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=6291
Worasyu berasal dari kata oras, yang artinya induk dari papeda bungkus, sedang yu berarti menyanyi. Jadi worasyu dalam artinya yang pertama, melambangkan rejeki yang berlimpah-limpah, sedang pengertian yang lain adalah pengangkatan status sosial dan derajat wanita yang berhasil memelihara ternak babi yang jumlahnya mencapai 30 sampai 80 ekor. Pemeliharaan babi disebut wotiaken. Besar-kecilnya penyelenggaraan upacara worasyu itu sangat tergantung dari hasil yang diperoleh. Bila hasilnya sedikit, biasanya diadakan upacara sederhana yang disebut worasnasi, yaitu mengadakan penguburan papeda bungkus atau Finukhu dan tepung sagu sebagai sesajen kepada fowor. Fowor atau roh adalah salah satu ciptaan dari Dewa Chaimbo kepercayaan masyarakat Arso yang berada di Kabupaten Jayapura yang sekarang telah dimekarkan menjadi Kabupaten Keerom. Masyarakat yang mendiami wilayah Jayapura tidak asing lagi dengan papeda bungkus karena merupakan warisan budaya turun temurun. Finukhu (papeda bungkus)...
Jambi Kota Seberang terkenal dengan kuliner tradisionalnya, baik yang berupa masakan maupun kue-kue. Kue ketan goreng merupakan kue tradisional yang berasal dari sana dan merupakan salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan. Sesuai dengan namanya, kue ini bahan baku utamanya adalah beras ketan. Resep kue ini adalah sebagai berikut: 1 kg beras ketan 1 liter santan kentang wortel 1 ons udang kering Bawang merah Bawang putih Ketumbar Merica 2 butir telur 2 sendok tepung terigu Cara membuat: Sebelum memasak beras ketan, terlebih dulu dibuat adonan isi. Untuk membuat adonan isi, kentang dan wortel setelah dikupas, dicuci bersih, lalu dipotong-potong dengan bentu petak-petak kecil. Setelah itu, ditumis bersama bawang merah putih yang sudah dihaluskan, dan udang kering. Bubuhi sedikit garam, merica dan ketumbar bubuk. Setelah matang, angkat dan sisihkan. Beras ketan setelah dicuci, dimasak dengan santan y...
Makanan atau pangan merupakan kebutuhan yang esensial bagi manusia. Keberadaan makanan tersebut dibutuhkan untuk menyusun tubuh, sebagai sumber energi, dan zat tertentu untuk mengatur proses metabolisme. Makanan merupakan salah satu unsur kebudayaan yang dipunyai oleh manusia. Kenyataannya, pengolahan bahan-bahan mentah hingga menjadi makanan, perwujudan, penyajian, dan cara-cara mengkonsumsinya senantiasa berhubungan dengan berabagai aspek sosial budaya suatu masyarakat. Beberapa diantaranya terkait dengan sistem ekonomi, sistem pelapisan sosial, dan sistem nilai budana. Eksistensi makanan dalam khidupan suatu masyarakat tidak terbatas hanya untuk memenuhi kepentingan tersebut. Ada nilai sosial atau makna lainnya yang tersirat dibalik rasa, warna dan bentuk suatu makanan.Nilai-nilai tadi terkristalkan melalui proses pemaknaan masyarakat sesuai dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan transendennya. Wujud akhir dari proses tersebut adalah terciptanya jenis dan bent...
Makanan atau pangan merupakan kebutuhan yang esensial bagi manusia. Keberadaan makanan tersebut dibutuhkan untuk menyusun tubuh, sebagai sumber energi, dan zat tertentu untuk mengatur proses metabolisme. Eksistensi makanan dalam khidupan suatu masyarakat tidak terbatas hanya untuk memenuhi kepentingan tersebut. Ada nilai sosial atau makna lainnya yang tersirat dibalik rasa, warna dan bentuk suatu makanan. Nilai-nilai tadi terkristalkan melalui proses pemaknaan masyarakat sesuai dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan transendennya. Wujud akhir dari proses tersebut adalah terciptanya jenis dan bentuk makanan berikut peruntukannya, seperti makanan untuk upacara adat atau kenduri, makanan untuk persembahan kepada entitas supernatural, dan makanan dibuat pada saat-saat tertentu. Makanan merupakan salah satu unsur kebudayaan yang dipunyai oleh manusia. Kenyataannya, pengolahan bahan-bahan mentah hingga menjadi makanan, perwujudan, penyajian, dan cara-cara...
Amamaihi atau sagu tindis adalah makanan yang diolah, dari bahan dasar tepung sagu. Dimana tepung sagu berasal dari emplur atau sari pati sagu dari pohon sagu, yang banyak tumbuh di Papua, termasuk juga Mimika (daerah tempat masyarakat Kamoro bermukim). Cara Pembuatan: Adapun cara pembuatan Amamaihi atau sagu tindis ini adalah pertama-tama tepung sagu diberi air lalu diayak/disaring, kemudian sagu yang telah disaring tersebut disimpan/diendapkan dulu, lalu sagu dimasak, lalu ditindis pake tempurung (seperti pembuatan kue panekuk). Adapun fungsi dan kegunaan Amamaihi atau sagu tindis ini adalah sebagai makanan. Selain itu, biasa juga dipemerkan, pada saat ada pameran budaya. Sehingga tidak jarang, cukup banyak yang ingin membelinya, dan ini menjadi pemasukan tambahan bagi masyarakat. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=6377
Linopi adalah salah satu kuliner atau makanan tradisional yang ada di Minahasa dan termasuk dalam kategori kue tradisional. Bahan dasarnya adalah sagu atau yang disebut towang (bahasa Tontemboan) dan opa (bahasa Tombulu). Selain sagu yang menjadi bahan kelengkapan lainnya dalam membuat kue tradisional ini adalah kelapa dan gula merah (gula aren). Karya budaya ini sebagai makanan tradisional oleh orang Minahasa biasa disajikan di waktu pagi hari dan sore atau petang hari dan dapat dinikmati semua orang baik laki-laki maupun perempuan kecuali balita. dapun proses pembuatannya juga menarik dan unik. Jaman dahulu sebelum masyarakat minahasa mengenal kompor (minyak tanah ataupun gas) mereka memasak kue Linopi ini dengan menggunakan api bara (dari kayu atau tempurung juga sabut kelapa), dan sampai saat ini masih ada juga yang memasak Linopi dengan cara tersebut Dengan demikian untuk menghasilkan kue tradisional Linopi masyarakat menggunakan dan memanfaatkan...
Bahan : Daging dan lemak babi Bumbu rempah dan dedaunan Jahe Cabai Cara membuat: bagian daging dan lemak hewan babi yang sudah dibersihkan terlebih dahulu dipotong-potong dengan ukuran kira-kira dua kali tiga cm , kadang dengan ukuran yang lebih besar sekitar tiga kali lima sentimeter atau menurut selera masing-masing. Kemudian siapkan rempah-rempahnya khas Minahasa, berupa daun kemangi, daun kunyit, serai, jahe, kucai, batang/daun bawang, daun jeruk dan cabai. Jahe dan cabai dihaluskan dengan cara atau diulek. Rempah-rempah dedaunan (daun kucai, daun bawang) dan rerumputan (serai dan daun kemangi dirajang halus kemudian dicampurkan dengan bahan dasar yang sudah dipotong-potong sebelumnya dan jangan lupa ditambahkan juga garam secukupnya, sesuai selera masing-masing. Siapkan bambu yang masih mentah (muda/hijau) untuk dijadikan wadah masak, bagian ujungnya dirapikan agar tidak melukai si pengolah. Bahan yang sudah dicampur bum...
SAUT WAWI merupakan kuliner hasil olahan dari bagian tulang rusuk hewan babi yang telah terlebih dahulu diambil bagian dagingnya, lemak perut dan jeroan/dalaman serta lemak di dalam perutnya yang dicampur dengan bagian dalam batang pisang yang dirajang halus. Sama seperti kinetor dan kuliner Tonsea lainnya, saut wawi ini diberi bumbu berupa aneka macam dedaunan/rerumputan yang biasanya dijadikan bumbu masak di Minahasa serta jahe dan cabai yang kemudian dimasak dengan menggunakan wadah bambu. Bahan: 1. Rusuk Babi 2. Batang pisang 3. Bumbu Cara membuat: bagian tulang yang berisi rusuk dengan lemak perut, jeroan serta lemak di dalam perut yang sudah dicuci bersih terlebih dahulu dipotong-potong dengan ukuran panjang kira-kira tiga hingga empat sentimeter. Kemudian siapkan rempah-rempahnya, berupa daun kemangi, daun kunyit, serai, jahe, kucai, batang/daun bawang,daun jeruk dan cabai. Jahe dan cabai dihaluskan dengan cara diulek atau ditumbuk. Cabai...