Gulai sie manok adalah salah satu masakan khas Aceh. Makanan ini memiliki satu keunikan, yakni dengan menambahkan bumbu khas Aceh yang tidak ada di daerah lain, yaitu U Neulheu atau kelapa parut yang disangrai dan dihaluskan. Dengan adanya u neulheu ini, akan menambah cita rasa dari masakan ini sendiri. Masakan ini biasanya disajikan sebagai hidangan utama waktu acara-acara istimewa seperti pernikahan, akikah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan hari-hari penting lainnya. Bahan-bahan: 1 ekor ayam kampung, dicabut bulunya hingga bersih, dan cuci dengan air 25 gr uneulheu (kelapa sangrai) Sedikit minyak untuk menumis Garam secukupnya Bumbu bumbu: 10 buah cabai merah kering, direndam 5 butir kapulaga 3 buah bawang 3 siung bawang putih 3 butir kemiri 3 buah kembang lawang 3 lembar daun salam 2 sdm biji ketumbar 2 sdm jintan 2 batang daun teumeurui (...
Timphan adalah penganan kecil sejenis lepat yang berasal dari Aceh. Bahan untuk membuat timphan tergolong sangat simple, terdiri dari tepung, pisang, dan santan. Semua bahan ini kemudian diaduk-aduk sampai menyatu dengan rata. Lalu dibuat memanjang dan di dalamnya diisi dengan serikaya atau kelapa parut yang dicampur dengan gula. Kemudian adonan ini dibungkus dengan daun pisang dan dikukus (rebus tanpa direndam air) selama satu jam. Timphan umumnya disajikan dalam acara-acara formal sebagai kudapan, seperti dalam pesta pernikahan dan hari-hari besar umat muslim di sana, seperti Hari Raya, dllMakanan ini juga cocok sebagai teman minum kopi atau teh hangat. . Berikut ini ulasan lengkap bagaimana proses pembuatan penganan khas masyarakat Aceh ini. Bahan-bahan Bahan Kulit : 100 gr tepung keto 50 gr 65 ml kara...
Makanan satu ini merupakan makanan tradisional Aceh yang sering dijadikan menu utama saat hari raya. Namanya adalah Kue Timpan. Kue Timpan adalah salah satu kue tradisional yang berasal dari daerah Aceh. Kue satu ini termasuk jenis kue basah yang terbuat dari bahan dasar ketan dan pisang raja. Di dalamnya biasanya terdapat berbagai varian isi seperti parutan kelapa atau srikaya. Kue Timpan ini merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di Aceh, dan sering disajikan sebagai menu utama saat hari raya. Keunikan Dan Keistimewaan Kue Timpan Salah satu keunikan dari Kue Timpan ini adalah bahannya yang terbuat dari campuran ketandan pisang. Perpaduan dua bahan ini tentu akan menghasilkan perpaduan rasa yang unik dan sangat khas. Selain itu didukung dengan isi kue yang terbuat dari bahan parutan kelapa atau srikaya tentunya membuat makanan satu ini semakin terasa istimewa. Cita Rasa Kue Tim...
Bubur kanji rumbi identik sebagai menu buka puasa di Aceh. Bubur ini biasanya dibuat dalam jumlah banyak sekaligus di mesjid-mesjid besar. Menjelang buka puasa, bubur lalu dibagikan ke masyarakat sekitar. Adalah wilayah Kabupaten Pidie yang paling banyak menyajikan bubur kanji rumbi selama ramadan. Namun bubur ini juga mudah ditemui di desa-desa lain di Aceh. Biasanya pembuatan bubur kanji rumbi di mesjid difasilitasi pemerintah setempat. Ada dana khusus untuk membuat bubur ini dalam jumlah banyak setiap hari. Tampilan bubur kanji rumbi mirip bubur ayam. Bedanya, bubur beras ini diberi tambahan isian seperti potongan daging dan udang. Ada juga sayuran seperti kentang dan wortel. Mengenai bumbu, ada banyak pemakaian rempah pada sajian bubur kanji rumbi. Diantaranya kunyit, jahe, lada, cabai, bawang, dan daun sop. Kabarnya perlu keahlian khusus untuk meracik bubur kanji rumbi. Takaran penggunaan bahan dan bumbunya harus pas agar cita rasanya tetap enak meski...
Makanan tradisional satu ini merupakan salah satu jenis makanan berkuah yang khas dari Aceh . Namanya adalah Kuah Pliek U . Kuah Pliek U adalah makanan tradisional sejenis masakan bersantan yang khas dari daerah Aceh . Makanan satu ini sekilas hampir mirip dengan Gulai hanya saja isinya berupa sayuran dan kuahnya terbuat dari bahan khusus. Kuah Pliek U merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di daerah Aceh, khususnya di daerah pesisir timur Aceh. Selain dikonsumsi sehari-hari, Kuah Pliek U juga sering disajikan pada acara-acara tertentu dan menjadi salah satu menu special yang digemari oleh warga di sana. Konon Kuah Pliek U sudah menjadi makanan favorit masyarakat Aceh sejak jaman dahulu. Nama Kuah Pliek U diambil dari salah satu bumbu dasar dalam membuat makanan ini yaitu “ Pliek U ” atau yang lebih dikenal dengan Patarana . Pliek u sendiri merupakan sisa kelapa yang minyaknya sudah diperas. D...
Rapai Pase Kayu, Kulit Rapai Pase termasuk alat musik pukul. Permainan alat musik ini digelar pada malam hari dan dimainkan oleh sekita enam puluh orang. Irama yang selaras sangat indah mengiringi syair bernafaskan agama Islam dan nasehat hidup yang ditampilkan dalam kesenian Rapai Pase.
Teganing Bambu Teganing termasuk alat musik sitar tabung (idio-kordofon). Teganing dimainkan dengan cara bagian yang berdawai dipukul dengan peguel (stik) dan dalam waktu bersamaan lubang dibawahnya juga dipukul. Teganing khusus dimainkan oleh beberapa orang (gadis-gadis pada saat bersantai di lepo / rumah adat pada waktu sore atau malam hari.
Makanan ini layak menjadi target buruan ketika berada di Pulau Weh, Aceh, Sate Gurita namanya. Salah satu penganan yang menjadi ciri khas Kota Sabang. Gurita memang mudah ditemui di sekitar perairan dangkal Pulau Weh. Dengan daging yang sedikit kenyal dan gurih berbalur bumbu kacang sederhana, sate ini menjadi santapan nikmat dan cocok sebagai pengisi perut yang lapar di malam hari. Di beberapa pedagang, Sate Gurita Bumbu Padang jadi alternatif pilihan cita rasa Sate Gurita. Bumbu Padang ini sama seperti bumbu pada sate padang lainnya yang terdiri dari paduan cabai merah, kunyit, serta jintan yang dikentalkan dengan tepung beras dan sagu. Kedai atau warung yang menjual sate gurita umumnya dapat ditemui di Pujasera Kota Sabang. Ada sekitar lima kios yang menyajikan jenis santapan ini. Selain di Pujasera, di dekat Gedung Sabang Fair dan gerbang masuk ke Sabang Hill kita juga dapat menemukan kedai yang diberi nama 'Kedai Bang Wan' dan letaknya tidak jauh dari...
Kopi Aceh berasal dari Belanda yang dibawa seorang pengusaha Belanda pada abad XVII lewat Batavia dan masuk ke Aceh. Kopi Arabica umumnya dibudidayakan di wilayah dataran tinggi Tanah Gayo, termasuk Takengon, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. Sedangkan di Kabupaten Pidie (terutama wilayah Tangse dan Geumpang) serta Aceh Barat, masyarakat lebih menyukai mengembangkan kopi Robusta. Aceh yang mempunyai kondisi alam yang subur, ditambah cuaca yang mendukung, telah membuat tanaman kopi Aceh tumbuh menjadi komoditas yang bermutu tinggi dan menguntungkan. Indonesia menjadi pengekspor biji kopi terbesar keempat di dunia, dan Aceh merupakan salah satu penghasil kopi terbesar dan telah mampu menghasilkan sekitar 40% biji kopi jenis Arabica tingkat premium dari total panen kopi yang ada di Indonesia. Masyarakat Aceh tidak dapat dipisahkan dari kopi. Karena itulah, kedai kopi akan banyak kita temui di berbagai pelosok negeri berjuluk Serambi Mekkah ini. Baik siang maupun malam, berbagai l...