jawa tengah
2.310 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Candi Surowono
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Candi Surowono terletak di Desa Surowono, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Candi Surowono terbuat dari batu andesit yang direkatkan satu sama lain dengan sistem gosok sedangkan untuk fondasi, Candi Surowono menggunakan bata. Denah Candi Surowono berukuran panjang 7,8 m dan lebar 7,8 m. Di tubuh candi, terdapat relief cerita Arjuna Wiwaha dan Bubuksah Gagang Aking. Pada bagian kaki candi memuat relief Ramayana sedangkan di pipi tangga candi bercerita binatang.   Candi Surowono atau Candi Bloran berdenah bujur sangkar terdiri dari bagian  batur , kaki, tubuh dan atap candi. Bagian atap, kaki dan sebagian tubuh candi dalam keadaan baik, sedangkan tubuh bagian atas dan atap candi sudah rusak. Diduga Candi Surowono ini adalah Candi Surabhana yang disebut dalam Kitab Negarakertagama.   Menurut kitab ini, Candi Surabhana dibangun oleh Bhre Wengker Wijayarajasa, yang pada tahun 1361 M dikunjungi oleh Hayam Wuruk dalam perjal...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Candi Tegowangi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Kabupaten Kediri merupakan salah satu tujuan wisata budaya yang memiliki potensi peninggalan sejarah yang menarik. Sebagai kawasan bekas kerajaan kuno, Kediri menyisakan beberapa buah cand. Salah satunya adalah Candi Tegowangi. Candi ini terletak di Dusun Candirejo, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada di timur laut Kota Kediri ± 24 Km atau 4 Km dari Kota Pare.   Untuk menuju candi ini tidak tergolong sulit karena Jalan Pare – Papar cukup halus aspalnya. Penanda untuk masuk lokasi candi ini dari jalan tersebut adalah pertigaan SDN Tegowangi ke utara melewati Kantor Desa Tegowangi.   Lingkungan candi ini merupakan kawasan pemukiman yang masih tergolong asri. Di sekeliling Candi Tegowangi terdapat beberapa pohon sonokeling ( Dalbergia latifolia ) dan pohon sengon ( Albizia chinensis ), dan tepat di sebelah utara candi ada lapangan milik Desa Tegowangi.   Menuru...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Candi Sumberawan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Candi Sumberawan terletak di Dukuh Sumberawan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi ini kurang lebih 6 Km dari  Candi Singasari .   Untuk menemukan candi ini, pengunjung bisa mengikuti papan penunjuk arah dari perempatan di dekat  Candi Singasari  ke arah utara. Namun, menjelang lokasi Candi Sumberawan, pengunjung akan sedikit tidak yakin untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi candi tersebut. Karena selain papan penunjuk arah yang begitu kecil juga jalan yang menuju ke sana kurang meyakinkan mengingat jalannya kecil laksana pematang sawah ( galengan ) di sepanjang sungai kecil yang mengalir deras dan jernih.   Akan tetapi, setelah sampai di lokasi, pengunjung akan berdecak kagum akan pemandangan di sekitar Candi Sumberawan. Sederetan pepohonan pinus dengan semilir angin Gunung Arjuna yang diselingi pohon-pohon besar menjulang, menambah eksotisme lokasi tersebut. Seraya menghilangkan capek usai p...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Asal Usul Kota Pasuruan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Kota Pasuruan terletak ditepi pantai dan merupakan kota Bandar kuno. Pada jaman Erlangga kota ini disebut "PARAVAN" sedang pada jaman sejarah tiongkok disebut "GEMBONG".  Konon ada orang dari negeri Blambangan yang bernama kiai Gedee Menak Soepethak menjadi Raja di Pasuruan, yang kemudian digantikan oleh orang Surabaya bernama Kiai Gedee Kapulungan yang memenangkan peperangan. Demikian kejadian berikutnya Kiai Gedee Kapulungan digantikan oleh Kiai Gedee Dermoyudo dari Kartosuro, dimana dalam menjalankan Pemerintahannya wafat dan digantikan oleh anaknya yang juga bernama Dermoyudo. Kiai Gedee Dermoyudo lari ke Surabaya dan lolos dalam perang melawan Mas Pekik, serta dalam pelariannya dia wafat dan dimakamkan di pemakaman Bibis Wetan Kantor Pos Surabaya. Dengan demikian Mas Pekik menjadi Raja di Pasuruan, kemudian wafat dan digantikan oleh Onggojoyo.    Tahun 1671 – 1686 Pasuruan dibawah pemerintahan Onggo Djoyo, yang berasal dari ke...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Candi Kidal
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Candi Kidal terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, atau sekitar 29 kilometer sebelah timur Kota Malang. Candi ini memiliki ukuran panjang 10,8 meter, lebar 8,36 meter, dan tinggi 12,26 meter (setelah dipugar dari tahun 1986 hingga 1990). Diperkirakan tinggi aslinya adalah 17 meter.   Secara vertikal, candi ini dapat dibagi menjadi kaki candi, tubuh candid an atap candi. Di bilik candi tidak ditemukan arca kecuali yoni, di tengah-tengah ruangan. Yoni ini pun ketika ditemukan sudah berada di luar ruangan, diduga berasal dari ruangan candi. Sebuah arca Siwa yang sekarang berada di Royal Tripical Institute, Amsterdam, diperkirakan berasal dari Candi Kidal. Arca tersebut tingginya 1,23 meter digambarkan dengan sikap berdiri, dan memiliki empat tangan. Tangan kanan bagian belakang memegang  aksamala , tangan kiri belakang memegang cemara. Kedua tangan depan ditekuk di muka dada, telapak tangan kiri terbuka menghadap ke atas,...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Asal Usul Kota Ponorogo Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Awal mula berdirinya Kadipaten Ponorogo dimulai ketika Raden Katong sampai diwilayah Wengker , kemudian memilih tempat yang memenuhi syarat untuk pemukiman yaitu di dusun plampitan Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan. Siapakah Bethoro Katong? dari catatan sejarah Ki Padmosusastro generasi 126 menyebutkan Bathoro Katong dimasa kecilnya bernama Raden Joko Piturun atau disebut juga Raden Harak Kali. Beliau adalah salah seorang putra Prabu Brawijaya V dari garwo pangrambe ( selir yang tinggi kedudukannya ) .   Lambang Kota Ponorogo Sumber: https://www.google.co.id/ Bethoro Katong adalah adik lain ibu dengan Raden Patah Setelah menjadi Adipati di Ponorogo bergelar Adipati Bethoro Katong. Kebesaran Wengker pada jaman Mojopahit ditandai dengan adanya prasasti berupa sepasang batu gilang yang terdapat didepan gapura kelima di kompleks makam Batoro Katong dimana pada batu gilang tersebut tertulis candrasengkala memet berupa gambar manusia, pohon...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Kota Magetan Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Pada tahun 1645 Sultan Agung Hanyokrokusumo Raja Mataram wafat. beliau digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Amangkurat I yang menduduki tahta kerajaan Mataram. tahun 1646-1677 berbeda dengan mendiang ayahnya Sultan Amangkurat I bersifat lemah terhadap VOC, bahkan mau bekerja sama dengan kompeni belanda itu, sehingga menimbulkan rasa kecewa dari banyak pihak, terutama kaum ulama’ serta daerah-daerah manca negara. di sana sini banyak pihak yang memberontak. Pada suatu ketika Basah Gondokusumo atau Basah Bibit, yakni kerabat keraton Mataram beserta pangeran Nrang Kusumo Patih Mataram diusir oleh sultan Amangkurat I karena dituduh bersatu dengan pemberontak. Basah Gondokusumo dijatuhi hukuman pengasingan di Semarang, di tempat kediaman kakeknya yang bernama Basah Suryaningrat. Sedangkan Pangeran Nrang Kusumo kemudian pergi bertapa ke daerah sebelah timur Gunung Lawu. Akhirnya Basah Gondokusumo bersama-sama dengan basah suryaningrat pergi ke sebelah timur Gunung Law...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Kota Madiun Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Madiun merupakan suatu wilayah yang dirintis oleh Ki Panembahan Ronggo Jumeno atau biasa disebut Ki Ageng Ronggo. Asal kata Madiun dapat diartikan dari kata "medi" (hantu) dan "ayun-ayun" (berayunan), maksudnya adalah bahwa ketika Ronggo Jumeno melakukan "Babat tanah Madiun" terjadi banyak hantu yang berkeliaran. Penjelasan kedua karena nama keris yang dimiliki oleh Ronggo Jumeno bernama keris Tundhung Medhiun. Pada mulanya bukan dinamakan Madiun, tetapi Wonosari. Sebelum berubah menjadi Madiun, nama yang dipakai ada beberapa versi: Pada sejarah Kabupaten Madiun disebutkan dua nama yaitu (desa atau kabupaten) Wonorejo dan Purbaya. Sementara di Wikipedia muncul dua nama yaitu Wonosari dan Purabaya    Lambang Kota Madiun Sumber: https://www.google.co.id/ Nama Madiun baru digunakan sejak tanggal 16 Nopember 1590 Masehi (untuk menggantikan nama (Purbaya atau Purabaya). Asal mula pemerintahan Kabupaten Madiun awalnya bermula dari Ng...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Kota Tulungagung Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Tulungagung dipercaya berasal dari kata "Pitulungan Agung" (pertolongan yang agung). Nama ini berasal dari peristiwa saat seorang pemuda dari Gunung Wilis bernama Joko Baru mengeringkan sumber air di Ngrowo (Kabupaten Tulungagung tempo dulu) dengan menyumbat semua sumber air tersebut dengan lidi dari sebuah pohon enau atau aren. Joko Baru dikisahkan sebagai seorang pemuda yang dikutuk menjadi ular oleh ayahnya, orang sekitar kerap menyebutnya dengan Baru Klinthing. Ayahnya mengatakan bahwa untuk kembali menjadi manusia sejati, Joko Baru harus mampu melingkarkan tubuhnya di Gunung Wilis. Namun, malang menimpanya karena tubuhnya hanya kurang sejengkal untuk dapat benar-benar melingkar sempurna. Alhasil Joko Baru menjulurkan lidahnya. Disaat yang bersamaan, ayah Joko Baru memotong lidahnya. Secara ajaib, lidah tersebut berubah menjadi tombak sakti yang hingga saat ini dipercaya "gaman" atau "senjata sakti". Tombak ini masih disimpan dan dirawat hingga saat ini oleh masyarakat s...

avatar
Deni Andrian