Diceritakan oleh informan bahwa ada seorang dalang dari Beber yang bernama Sabdani, yang mendalang dengan lakon cerita Bagus Rangin. Informan itu mendengar pada saat mereka menonton wayang ketika waktu kecil di klenteng-klenteng di daerah Jatiwangi. Tokoh Bagus Rangin muncul dalam cerita wayang Babad Bantar Jati, yang menceritakan Pangeran Kornel yang membantu ...Belanda dalam memberantas kaum pemberontak yang dikepalai Bagus Rangin. Bagus Rangin adalah pemberontak yang memihak kepada rakyat. Bagus Rangin memusatkan strateginya di Jati Tujuh di Bantar Jati yang sekarang sudah menjadi kecamatan. Desa itu dinamakan Jati Tujuh karena memang disana ada pohon jati berjumlah tujuh. Karena memihak rakyat inilah Bagus Rangin dianggap sebagai pemberontak. Pangeran Kornel memihak kepada Belanda berhadapan dengan Bagus Rangin. Karena terdesak, Bagus Rangin mundur dari Bantar Jati menuju Panongan, Wanasalam, Salawana, Cibogo dan sebagainya. Karena terdesak, ada salah satu p...
Demi tugas yang mulia ,Raden Wiralodra terpaksa harus bertarung mati-matian dengan Maharaja Budipaksa,maharaja jin hulu sungai cimanuk yang membawahi dua belas kerajaan gaib yang ada disepanjang aliran sungai terhitung dari sumedang hingga ke muara laut jawa atau pantai utara indramayu. Entah siapa yang memulai, namun, seiring dengan perkembangan zaman, dan ketika manusia juga mulai luntur keimanannya serta ingin hidup mewah tanpa mau bersusah payah, maka, makna persaudaran antara penghuni kerajaan gaib Pulomas dengan masyarakat Indramayu pun mulai mengalami penyimpangan. Kini tak ada lagi saling memberi dengan ikhlas, kecuali, jika manusia-manusia yang lemah iman dan datang dan berbegai penjuru negeri ini bersedia untuk menjadi budak di kerajaan gaib Pulomas sampai hari kiamat kelak. Ya ... belakangan, kerajaan gaib Pulomas lebih diyakini oleh banyak orang yang lemah iman sebagai tempat yang paling tepat untuk mendapatkan k...
HAMPIR semua daerah di pesisir utara Jawa yang dulu menjadi pelabuhan internasional terkemuka lekat dengan legenda tentang seorang saudagar dari Tiongkok, Dampu Awang. Legenda ini berkembang dan mempunyai jalan cerita sendiri dari mulai daerah Rembang, Kedu, Tuban hingga Cirebon dan Indramayu. Setiap daerah mempunyai versi sendiri-sendiri, akan tetapi intinya adalah Dampu Awang adalah seorang saudagar kaya dari Tiongkok yang ikut dalam pelayaran besar Laksamana Ceng Ho. Salah satu versi cerita Dampu Awang yang berkembang di Cirebon meyakini bahwa pedagang Tiongkok tersebut jatuh hati pada Nyi Mas Gandasari dari Panguragan. Nyi Mas Gandasari sendiri merupakan putri angkat dari Pangeran Cakrabuana, salah seorang putra Prabu Siliwangi yang menyebarkan agama Islam di Cirebon. Alkisah, cinta Dampu Awang tak berbalas. Nyi Mas Gandasari pun menolaknya tapi Dampu Awang selalu memaksakan kehendaknya tersebut. Akhirnya, atas saran ora...
Pada zaman dahulu, saat cerita Legenda Asal Mula Desa Sumuradem berlangsung, daerah sumuradem dan sekitarnya merupakan daerah yang belum terjamah oleh kecanggihan teknologi. Contoh konkret, sumur merupakan satu-satunya alat yang digunakan sebagai penanganan sir bersih. Tidak ada listrik, pam, dan sejenis alat yang digunakan untuk menghasilkan air bersih. Saat ini berbagai peralatan teknologi super canggih yang biasanya hanya ditemukan di daerah perkotaan, sudah mulai menyentuh salah satu daerah terpencil kabupaten indramayu ini, sebagai alat penunjang kehidupan. Jika pada zaman dahulu, penduduk indramayu termasuk desa sumuradem merupakan penduduk yang memiliki kestabilan ekonomi merata. Tidak ada penduduk sangat kaya atau sangat miskin, semuanya penduduk berpenghasilan hampir sama. Namun, pada saat ini, keadaan tersebut berbalik arah. Sebagian besar penduduk indramayu termasuk desa sumuradem adalah seorang petani dan nelayan, baik sebagai pemilik maupun pekerja (buruh). Petani yang...
Naskah ini berbahan kertas Eropa berjumlah 23 halaman berukuran 21,2 x 33, 9 cm. Berisikan tata cara berbahasa Sunda, ditulis tegak lurus dalam bentuk prosa menggunakan pena warna hitam dengan aksara Cacarakan (huruf Jawa – Sunda) dan berbahasa Sunda. Teks masih dapat dibaca dengan baik ditulis didalam ruang tulis yang berukuran 16,9 cm hurufnya berukuran 0,6 cm dengan jarak spasi 0,2 cm sebanyak 22 baris per halaman. Pada halaman awal ada angka 12. Keseluruhan naskah masih dalam keadaan baik, namun jilid disamping mulai copot, dijilid dengan jilid tali. Nama pengarang dan penyalin, serta keterangan tentang tempat, tanggal dan tahun penulisan belum banyak diketahui. Naskah ini sekarang tersimpan dan terawat dengan baik di Perpusnas, dengan nomor naskah SD 76 dan nomor roll film 492.19.
Pada prosesnya, naskah yang berjudul Babad Lombok; Babad Palawija kaliyan Palawose ini diperoleh dari mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Artati Sudirdjo, yang menjabat sekitar awal 1960an. Beliau mempersembahkan naskah ini kepada museum Nasional pada tahun 1978. Naskah ini awalnya merupakan koleksi Ir. J.L. Moens, seorang kolektor naskah kuno. Saat ini tersimpan di Perpustakaan Nasional RI dengan kode naskah AS 5 dan nomer Rol 132.02. Ditulis dengan aksara Jawa dan bahasa Jawa. Naskah ini memiliki 570 halaman dan berukuran 34 x 22 cm. Teksnya menceritakan asal mula cabe dan tanaman lainnya seperti kedelai, singkong, ubi, kacang, dan sebagainya, sehingga naskah ini termasuk ke dalam kategori naskah yang menceritakan tentang ilmu pengetahuan khususnya mengenai tanaman konsumsi. Di beberapa halaman terdapat ilustrasi lakon wayang. Sumber: http://aksakun.org/
Dari tinjauan kebahasaan, istilah munjung atau ngunjung memiliki arti mengunjungi, menghadiri atau dalam bahasa agama berziarah. Munjung secara bahasa berarti juga memuja atau melakukan persembahan. Istilah lain yang juga merupakan perkembangan makna dan memiliki arti sama adalah sedekah makam. Namun, bagi masyarakat Leuwimunding, Majalengka, istilah yang telah lazim penyelenggaraan ritual ini disebut munjung. Ritual munjung secara teknis dilakukan dengan melakukan ziarah ke makam para leluhur. Karena kondisi geografis pemakaman di desa ini memiliki lima area pemakaman, penyelenggaraan munjung dipusatkan di lima tempat tersebut. Istilah pemakaman di desa ini banyak juga yang menyebut maqbaroh, sebuah istilah serapan dari bahasa Arab yang memiliki arti sama dengan tempat kubur atau pemakaman. Kelima tempat itu adalah kompleks pemakaman Jagakerti, Cibatur, Caruy, Karamat, dan Pengkeur Masjid (di sebelah belakang masjid). Semua tempat yang men...
Ketuk Tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup kegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas. Pemunculan tari ini di masyarakat tidak ada kaitannya dengan adat tertentu atau upacara sakral tertentu tapi murni sebagai pertunjukan hiburan dan pergaulan. Oleh karena itu tari ketuk tilu ini banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan hiburan. Istilah ketuk tilu adalah berasal dari salah satu alat pengiringnya yaitu boning yang dipukul tigakali sebagai isyarat bagi alat instrument lainnya seperti ¿rebab, kendang besar dan kecil, goong¿ untuk memulai memainkan sebuah lagu atau hanya sekedar instrumentalia saja. Dilihat dari aspek pertunjukannya tari ketuk tilu terbagi ke dalam tiga bagian. Bagian pertama, sepengiring melantunkan irama gamelan, rebab dan kendang untuk menarik perhatian masyarakat. Pada bag...
Seperti diketahui, Pajajaran merupakan kerajaan hindu terbesar di Jawa Barat. Tidak begitu jelas siapa pendiri dan kapan berdirinya. Namun lokasinya diketahui di Bogor sekarang. Raja-raja yang pernah berkuasa diantaranya, adalah: Prabu Lingga Raja Kencana, Prabu Wastu Kencana, dan Prabu Siliwangi. Di antara raja-raja tersebut yang paling termashyur adalah Prabu Siliwangi. Raja yang terkenal amat bijaksana ini beristrikan putri bernama Dewi Kumalawangi. Dari rahim istrinya ini lahirlah tiga orang putra, yaitu: Raden Walangsungsang, Dewi Rarasantang dan Raden Kiansantang. Raden Kiansantang lahir di Pajajaran tahun 1315. Dia adalah seorang pemuda yang sangat cakap. Tidaklah heran jika pada usianya yang masih muda Kiansantang diangkat menjadi Dalem Bogor kedua. Konon, raden Kiansantang juga sakti mandraguna. Tubuhnya kebal, tak bisa dilukai senjata jenis apapun. Auranya memancarkan wibawa seorang ksatria, dan sorot matanya mengget...