Di sini, keduanya bertemu dengan salah seorang yang sengaja hidup mengasingkan diri dari keramaian dunia, Ki Sidum.
“Andika telah tersesat. Beristirahatlah sejenak di sini, esok, kalian dapat meneruskan perjalanan kembali,” demikian kata Ki Sidum kepada Raden Wiralodra dan KiTinggil.
Tak lama kemudian, ketiganya telah terlibat dalam percakapan yang hangat. Esoknya, ketika hendak mohon diri, Ki Sidum pun berkata; “Bawalah Kijang Kencana ini, ia akan menunjukkan jalan bagi Andika berdua.”
“Terima kasih, jasa Andika tak pernah saya dapat lupakan seumur hidup kata Raden Wiralodra dengan santun.
“Itu sudah merupakan kewajiban manusia untuk saling tolong menolong,” kata Ki Sidum dengan senyum ramahnya.
Akhirnya, Raden Wiralodra dan Ki Tinggil kembali berjalan mengikuti Kijang Kencana pemberian Ki Sidum. Setelah melewati godaan dan perjuangan yang demikian melelahkan, akhirnya, keduanya pun tiba di Iembah Sungai Cimanuk. Setelah beristirahat beberapa waktu, keduanya pun mulai membabat hutan. Menginjak bulan yang ketiga, gangguan dan makhluk halus pun mulai dirasakan.
Sungguh tak disangka, ternyata, di hulu Sungai Cimanuk terdapat kerajaan gaib yang membawahi dua belas kerajaan gaib kecil-kecil yang tersebar di sepanjang aliran sungai sejak Sumedang sampai ke muara Laut Jawa yang terletak di pantai utara Indramayu.
Maharaja gaib yang mukim di hulu Sungai Cimanuk tak lain adalah Budipaksa dengan mahapatihnya Bujarawis, sementara, di antara dua belas kerajaan kecil yang ada di bawah pengaruhnya adalah Kerajaan Tanjungbong dengan rajanya yang bernama Kalacungkring, dan Kerajaan Pulomas dengan rajanya Raden Werdinata..
Pembabatan hutan yang dilakukan oleh Raden Wiralodra dan Ki Tinggil, sudah tentu membuat kehidupan bangsa gaib di tempat itu menjadi terusik. Karena teror yang ditebarkan tak juga membuahkan hasil, maka, mereka pun segera menghadap Maharaja Budipaksa. Mendengar laporan tersebut, tanpa membuang waktu, dengan didampingi mahapatihnya, Bujarawis, Maharaja Budipaksa pun mendatangi raden Wiralodra dan Ki Tinggil yang kala itu sedang benistirahat.
“Apa yang Andika lakukan di daerah kekuasaanku?” Tanya Maharaja Budipaksa.
“Siapakah Andika berdua? Aku dan Ki Tinggil diperintahkan untuk membuka tempat ini untuk dijadikan pemukiman,” jawab Raden Wiralodra.kumpulan kisah legenda
Setelah berdebat dan tidak mendapatkan kata sepakat, akhirnya, pertarungan sengit di antara mereka pun terjadi. Menurut tutur yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, pertarungan dua makhluk yang berbeda alam itu memakan waktu sampal dua bulan Iebih. Akibatnya, hampir seluruh penghuni gaib yang mukim di kawan tempat pertarungan menjadi amat ketakutan.
Cerita Rakyat Legenda Kerajaan Jin Pulo Mas
Sebagian besar Iebih memilih untuk menyingkir.Pada akhirnya, Maharaja Budipaksa berhasil ditaklukkan dan dikurung di dasar muara Sungai Cimanuk dan beberapa saat sebelum ditaklukkan, ia sempat meminta kepada Mahapatih Bujarawis untuk segera lari meminta bantuan kepada raja-raja yang lain nya. Semua yang datang berhasil dilumpuhkan, kecuali Raden Werdinata yang masih bertahan dan gempuran yang dilakukan oleh Raden Wiralodra, sementara, Mahapatih Jongkara maupun Panglima Kalasrenggi sudah Iari lintang pukang akibat dihajar ilmu pamungkas Ki Tinggil.
Kesaktian. keduanya benar-benar seimbang. Senjata andalan Raden Wiralodra berupa Cakrabaswara, berhasil diatasi oleh Raden Werdinata dengan tameng sakti Kopyahwaring yang merupakan pusaka turun temurun Kerajaan Pulomas. Tanpa terasa, pertarungan sengit itu telah berjalan selama sebelas bulan.
Sebelum jatuh korban, mendadak muncul penguasa gaib Kerajaan Tanjungbong, Kalacungkning, untukmenghentikan pertarungan.
“Hentikan pertarungan, akan lebih, jika Andika berdua menjalin persaudaraan.”
“Maksud Andika?” Tanya Raden Wiralodra dan Raden Werdinata hampir bersamaan.
“Renungkan baik-baik, Maharaja Budipaksa sudah ditaklukkan. Lalu, bagaimana jika para leluhur Raden Wiralodra sampai datang kesini ... seluruh rakyat kita bakal hancur karenanya,” ujar Kalacungkring membujuk Raden Werdinata.cerita legenda paling seru
Rupanya, saran Kalacungkning bisa diterima oleh Raden Wiralodra, Raden Werdinata, begitu juga dengan Ki Tinggil.
“Baik.. aku terima saran Andika,” ujar Raden Werdinata, “sebagai tanda persaudaraan sampai ke anak cucu, maka, kuserahkan Putri Inten, untuk dijadikan sebagai istri Andika Wiralodra,” imbuhnya dengan mantap.
Raden Wiralodra dan Ki Tinggil mengangguk tanda setuju. Ikatan persaudaraan di antara keduanya pun terjadi. Sejak itu, tugas membabat hutan dan mendirikan pusat pemukiman di Iembah Sungai Cimanuk, dengan cepat dapat terselesaikan. Bahkan, Raden Wiralodra tercatat sebagai pemim pertama kerajaan di Iembah Sungai Cimanuk yang sekarang Iebih dikenal dengan nama Indramayu.
Karena bangsa makhluk gaib diberi umur panjang, sampai sekarang, Raden Werdinata dengan didampingi Mahapatih Jongkara masih terus memimpin Kerajaan Pulomas, sementara, Panglima Kalasrenggi yang Iari setelah dihajar Ki Tinggil, menjadi raja di kerajaan.demikianlah semoga menambah wawasan kita.
Sumber: http://www.expobia.id/2017/01/kisah-legenda-kerajaan-jin-pulomas.html