Kalau mendengar kain tenun dari Indonesia, rasanya yang terlintas adalah Ulos, Sarung Bugih, dan sebagainya. Tapi pernahkah mendengar Kain Tenun Lombok? Rasanya kurang dikenal di kancah mancanegara, bahkan di Indonesia. Ya, sayangnya kebudayaan ini mulai ditinggalkan, bahkan oleh penduduk aslinya. Memang banyak yang kita kagumi dari Pulau Lombok. Pantainya, makanannya, adat istiadatnya, dan lain lain. Kain Tenun Lombok merupakan salah satu kerajinan tertua di Pulau Lombok, namun tidak diketahui banyak tentang sejarahnya. Bahkan penduduk asli Lombok, yakni suku Sasak hanya mengetahui bahwa Kain Tenun Lombok sudah ada sejak dahulu kala dan menjadi tradisi bagi rakyatnya. Bayi yang baru dilahirkan akan dibuatkan sebuah kain tenun yang disebut Tenun Umbaq. Tenun Umbaq ini akan digunakan untuk membungkus tubuh bayi tersebut, dan akan disimpan hingga ia tumbuh besar, bahkan sampai ia meninggal dunia. Di beberapa daerah Lombok, kain tenun masih digunakan dalam upacara-upacara adat sepe...
Suling Loang Telu merupakan salah satu jenis alat musik tiup dari daerah Lombok Barat. Suling Loang Telu memiliki arti suling yang memiliki tiga lubang atau suling berlubang tiga. Loang yang memiliki arti lubang, serta telu yang memiliki arti tiga menjadi acuan pengartian kata tersebut. Suling Loang Telu termasuk alat musik aerofon tanpa lidah tipe whistle flute, yang memiliki pengertian suling bambu yang bercincin. Suling Loang Telu pada aslinya memiliki 3 lubang, dua lubang diatas untuk sistem penjaringan, dan satu lubang di bagian bawah untuk ibu jari. Seiring waktu sekarang Suling Loang Telu bertambah satu lubang lagi tanpa mengubah nama aslinya. Suling Loang Telu terbuat dari satu jenis bilok (buluh) yang disebut bilok gres (buluh pasir). Karena unsur musikal lebih dipentingkan daripada unsur estetis, maka Suling Loang Telu tidak diberi hiasan atau ornamen apapun. Pada zaman dahulu, Suling Loang Telu adalah suling yang khusus digunakan untuk memikat hati...
Upacara Peta Kapanca merupakan salah satu tradisi dalam proses perkawinan yang berasal dari kebudayaan adat Bima. Prosesi ini dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan akad nikah, lebih tepatnya pada malam hari di rumah calon pengantin wanita. Calon pengantin wanita akan didandani dengan pakaian adat dan didudukkan di antara tamu yang hadir. Upacara Peta Kapanca adalah acara melumatkan daun pacar atau inai berwarna merah pada kuku-kuku sang mempelai wanita yang dilakukan secara bergantian oleh para wanita yang hadir pada acara tersebut. Hal tersebut dilakukan sebagai tanda bahwa sang calon pengantin wanita akan segera menikah keesokan harinya. Selain itu, upacara ini juga memberikan pesan kepada para hadirin khususnya yang wanita. Bagi seorang ibu, upacara ini menjadi sebuah pengharapan agar putrinya bisa mengikuti jejak calon pengantin, sedangkan para gadis dapat menjadikan upacara ini sebagai contoh untuk segera mengakhiri masa lajang. Upacara Peta Kapanca diawali dengan aca...
Suku sasak merupakan salah satu suku yang ada di Pulau Lombok, suku sasak memiliki budaya yang sangat menarik, salah satunya dapat dilihat pada rumah tradisional suku sasak yang disebut dengan rumah lumbung. Rumah tradisional Suku Sasak memiliki bentuk yang menarik, atap rumah ini berbentuk seperti gunungan yang terlihat menukik kebawah dengan puncak membentuk sudut, yang terbuat dari susunan alang-alang. Rumah ini disangga oleh beberapa pilar bambu, dengan dinding rumah yang berupa anyaman bambu. Suku sasak memanfaatkan campuran tanah dengan batu bata, getah pohon serta abu jerami sebagai bahan pembentuk lantai rumah. Suku sasak merawat lantai rumahnya dengan cara mengoleskan kotoran sapi atau kerbau yang terlah dihaluskan, hal ini diyakini dapat menjaga lantai agar tidak mudah lembab dan retak. Pada rumah adat sasak terdapat tiga anak tangga pada pintu masuk rumah, ketiga anak tangga ini menyimbolkan tiga tahapan kehidupan di dunia. Anak tangga pertama melambangkan kel...
Lombok, selalu memiliki ragam budaya yang unik, budaya inilah yang menjadi daya tarik bagi setiap wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Seperti halnya Upacara Rebo Bontong yang menjadi rutinitas tahunan masyarakat Pringgabaya di Lombok Timur. Biasanya upacara adat ini dilaksanakan di Pantai Ketapang Pringgabaya. Upacara Rebo Bontong bertujuan untuk tolak bala (menolak marabahaya). Tradisi ini menjadi andalan bagi masyarakat Pringgabaya, sebab selain untuk ritual, Tradisi Rebo Bontong juga dijadikan sebagai salah satu event wisata tahunandi Pantai Ketapang dan Pantai Tanjung Menangis yang ada di Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Upacara ini disebut dengan istilah Rebo Bontong karena puncak pelaksanaannya dilaksanakan pada hari Rabu terahir di bulan Syafar. Upacara ini dilaksanakan setiap tahun, tepatnya pada minggu terahir bulan Syafar (perhitungan tahun Hijriah dan tahun Sasak). Sebelum dilaksanakannya acara puncak Rebo Bontong, masyarakat Prin...
Nusa Tenggara Barat atau yang biasa kita kenal dengan Kota Lombok, mempunyai banyak sekali budaya-budaya warisan nenek moyang mulai dari tarian, pakaian tradisional, alat musik, hingga adat istiadat. Salah satu adat istiadat yang termasuk unik berasal dari desa yang terletak di kecamatan Pujut, Lombok Tengah yaitu desa Sade. Desa sade memang terkenal dengan budaya suku sasak yang sangat kental budayanya yang terus dilestarikan hingg di zaman modern ini. para penduduk di desa ini memiliki cara yang unik untuk membersihkan lantai rumah mereka. rumah para penduduk di desa sade ini bukan seperti rumah-rumah di perkotaan pada umumnya. Bukan terbuat dari ubin, melainkan tanah yang diperhalus hingga rata layaknya ubin. Karena trebuat dari tanah, maka cara perawatannya pun sangat berbeda, yaitu menggunakan kotoran sapi. Cara ini pun terbilang unik karena umumnya kotoran membuat apapun yang terkenanya menjadi bau. namun, kotoran sapi yang digunakan untuk membersihkan lantai ini sama seka...
Setiap daerah memiliki adat isitidat yang berbeda, salah satunya adat ketika ada warganya yang meninggal. Seperti halnya di Lombok, tepatnya di Desa Pelambik Kabupaten Praya. Di desa ini, bila ada penduduk yang meninggal maka keluarga yang di tinggalkan harus menyembelih sapi atau kerbau minimal satu ekor. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum/almarhumah. Daging sapi atau kerbau tersebut sebagian dibagikan mentah kepada para pelayat yang datang ke rumah duka. Sebagian lagi dimasak untuk dihidangkan ketika pengajian pada hari kematian ke 3, 7, dan ke 9 . Lamanya pengajian yaitu sembilan hari secara berturut turut.
Setiap daerah memiliki adat isitidat yang berbeda, salah satunya adat ketika ada warganya yang meninggal. Seperti halnya di Lombok, tepatnya di Desa Pelambik Kabupaten Praya. Di desa ini, bila ada penduduk yang meninggal maka keluarga yang di tinggalkan harus menyembelih sapi atau kerbau minimal satu ekor. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum/almarhumah. Daging sapi atau kerbau tersebut sebagian dibagikan mentah kepada para pelayat yang datang ke rumah duka. Sebagian lagi dimasak untuk dihidangkan ketika pengajian pada hari kematian ke 3, 7, dan ke 9 . Lamanya pengajian yaitu sembilan hari secara berturut turut.
Budaya Bejariq Minyak Toaq adalah budaya nenek moyang yang masih lestari hingga kini di kalangan masyarakat Desa Songak, sebuah desa di kabupaten Lombok Timur. Jika ditilik dari asal katanya, Bejariq artinya membuat. sedangkan, Toaq artinya tua. Sehingga, secara harfiah Bejariq Minyak Toaq artinya proses pembuatan Minyak Tua. Dinamai demikian karena dalam proses pembuatannya banyak melibatkan penoaq (sesepuh), terutama untuk memimpin ritual berdoanya. Nama lain dari minyak ini adalah Minyak Songak sesuai dengan nama desa pembuatnya. Proses ritual pembuatan Minyak Toaq ini cukup unik. Keunikan tersebut dapat dirinci sebagai berikut : ritual ini hanya dapat dilakukan pada tanggal 12 rabiul awal bertepatan dengan maulid Nabi Muhammad SAW seperti minyak pada umumnya, minyak ini juga terbuat dari kelapa. Dari ratusan kelapa tersebut, ada satu kelapa yang dijuluki sebagai "ibunya kelapa". kelapa yang berpredikat "ibu" ini menurut adat setempat tidak boleh m...