Ucing Jidar adalah sebuah permainan berasal dari dua suku kata yaitu ucing (artinya kucing) dalam hal ini artinya orang yang jaga dan jidar (artinya penggaris) tapi bukan berarti bermain menggunakan penggaris, melainkan menggunakan kayu, dahan atau benda-benda yang tipis dan panjang. Permainan ini dimainkan 3 orang atau lebih, menuntut anak-anak untuk melompati jarak dan langkah yang telah ditentukan oleh pemain pertama. Cara menentukan siapa yang jaga berbeda beda setiap daerahnya ada yang hompimpa dengan lirik: "Hompimpa alaikum gambreng Nya Ijah pakai baju rombeng " Selagi menyanyikan lagu hompimpa anak anak membolak-balikkan tangannya sampai lagunya selesai, dan ketika lagu berakhir setiap anak menentukan posisi telapak tangannya diatas atau dibawah. Jika beda sendiri dia yang jaga atau diambil yang posisi telapak tangannya sama dan jumlahnya sedikit, akan ditentukan lagi dengan cara hompimpa atau suit. Ada juga sebagian daerah yang menentukan ucing de...
Gusaran merupakan salah satu ritual adat yang berasal dari Jawa Barat, khususnya daerah Ciamis. Dipercayai bahwa ritual ini telah memasuki daerah Jawa Barat sejak keislaman mulai menyebar menggantikan kepercayaan sebelumnya. Pada hakikatnya, gusaran ini awalnya dilakukan hanya oleh kaum perempuan dengan cara menggosokan batu gosok di gigi, dengan dalih untuk menggantikan prosesi khitanan yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Akan tetapi, zaman telah berubah. Sekarang, ritual ini dapat dilakukan oleh kaum laki-laki karena alasan sebenarnya ritual ini adalah untuk meratakan gigi susu yang baru tumbuh. Namun, dari segi mistis, gusaran dilakukan dengan tujuan mencari keselamatan diri dari segala gangguan dan kesengsaraan yang melingkupi permohonan masyarakat agar dalam menjalani kehidupannya senantiasa memperoleh keselamatan, jauh dari gangguan setan. Gusaran ini biasanya dilakukan dengan hajatan. Acara hajatannya biasanya berisi kesenian seperti wayang golek, rempak gendang, atau jai...
Pareresan merupakan tradisi syukuran pasca panen raya masyarakat Desa Sunia Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka. Desa ini merupakan desa yang sedikit terpencil dan jauh dari pusat kota. Jarak dan waktu tempuh dari tempat lain : jarak tempuh dari pusat Kota Majalengka menuju Suniabaru ± 27 km, dengan waktu tempuh 2 jam. Jarak tempuh dari Kantor Kecamatan Banjaran ± 8 km, dengan waktu tempuh 1 jam. Jarak tempuh dari ibukota provinsi Jawa Barat ± 85 km, dengan waktu tempuh 3 jam. Waktu tempuh ke pusat fasilitas terdekat (ekonomi, kesehatan, pemerintahan) 30 menit. Tradisi ini biasanya dilaksanakan dua tahun sekali, tentunya pasca panen raya dan diadakan selama 7 hari 7 malam. Pareresan diisi oleh yang acara tablig akbar, wayang golek, dangdutan, seni adu domba, dan sesajen untuk para leluhur desa setempat. Inti dari acara ini adalah syukuran kepada Yang Maha Kuasa. Melihat sejarah dari Kecamatan Talaga itu sendiri, dahulu orang-orang yang berdomisili di...
Setiap daerah memiliki suvenir khasnya masing-masing, termasuk Purwakarta. Daerah ini punya banyak oleh-oleh kebanggaannya, salah satunya " menong". Menong memiliki arti perempuan cantik. Kulitnya kuning langsat, bibirnya kecil, beralis panjang, dan di kepala terdapat mahkota menyerupai sigar atau mahkota khas pakaian adat Lampung. Sesuai namanya, menong Purwakarta cantik dan lucu. Apalagi, pakaiannya yang didominasi warna hitam dan merah membuat patung kecil ini menggemaskan. Biasanya patung ini dijual per paket. Satu paket terdiri dari tiga menong, yakni menong ibu, dan kedua anak perempuannya yang besar dan kecil. Jika dilihat dari ukuran, tiga menong tersebut memiliki tinggi 25 cm, 16 cm, dan 12 cm. "Menong ini salah satu suvenir khas Kecamatan Plered," ujar Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, kepada Kompas.com, belum lama ini. Seperti diketahui, sudah beberapa generasi Plered menghasilkan kerajinan keramik yang luar biasa. Bahkan, produk-produkn...
Tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan oleh nelayan Indramayu setiaop dua mingu setelah lebaran idul fitri. Kata Nadran sendiri berasal dari kata Nadzar-Nadzaran. Nadran yang berarti kaul atau syukuran. Syukuran nelayan Indramayu perihal diadakannya tradisi ini sendiri adalah atas rejeki melimpah yang diberikan tuhan kepada mereka baik berupa keselamatan ketika berlayar di laut maupun hasil ikan yang melimpah sepanjang tahun yang lalu. Tradisi Nadran mula-mula diawali dengan diadakannya pagelaran tari-tarian dan hiburan rakyat tradisional seperti rego, jaipong, genjring, tari kerbau, dll. Semua warga nelayan Indramayu yang hadir hari itu tumplek-blek menikmati pesta tahunan ini hingga pesta ini menjadi begitu meriah. Kemeriahan pun tampak di dalam ruangan khusus dimana ibu-ibu dan bapak-bapak nelayan yang dianggap kompeten menyiapkan meron yang akan dilarung keesokan harinya. Meron sendiri merupakan sebuah miniat...
Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan budaya. Tidak akan habis jika mendengar kata budaya di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke terdapat berjuta-juta budaya namun belum tereksplor dengan baik itu dikategori lagu dan musik, makanan, seni beladiri, permainan, upacara adat, dan lain-lain. Dan yang menarik biasanya dalam kategori lagu dan musik contohnya Rajah. Apa dan seperti apa rajah itu? Mari kita kenal dan lestarikan bersama. Rajah merupakan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh juru kawih dan diiringi oleh musik kecapi dan suling yang tujuannya berdoa meminta perlindungan dan memanggil roh leluhur Sunda. Dalam memainkan rajah tidak bisa semabrangan melinkan terdapat aturan didalamnya. Tidak boleh merubah lirik lagu, irama lagu, dan musik lagu. Rajah ini juga merupakan sebuah ritual yang wajib dilaksanakan sebelum melaksanakan upacara adat di Tatar Sunda. Rajah terbagi menjadi dua yaitu Rajah Bubuka dan Rajah Pamunah. Rajah Bubuka adalah raja...
Upacara Adat Masa Kehamilan 1. Upacara Mengandung Empat Bulan Dulu Masyarakat Jawa Barat apabila seorang perempuan baru mengandung 2 atau 3 bulan belum disebut hamil, masih disebut mengidam. Setelah lewat 3 bulan barulah disebut hamil. Upacara mengandung Tiga Bulan dan Lima Bulan dilakukan sebagai pemberitahuan kepada tetangga dan kerabat bahwa perempuan itu sudah betul-betul hamil. Namun sekarang kecenderungan orang-orang melaksanakan upacara pada saat kehamilan menginjank empat bulan, karena pada usia kehamilan empat bulan itulah saat ditiupkannya roh pada jabang bayi oleh Allah SWT. Biasanya pelaksanaan upacara Mengandung empat Bulan ini mengundang pengajian untuk membacakan do’a selamat, biasanya doa nurbuat dan doa lainnya agar bayinya mulus, sempurna, sehat, dan selamat. 2. Upacara Mengandung Tujuh Bulan/Tingkeban Upacara Tingkeban adalah upacara yang diselenggarakan pada saat seorang ibu mengandung 7 bulan. Hal itu dilaksanakan agar bayi yang di dalam kand...
Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok, merupakan salah satu destinasi bagi para pecinta seni. Di kampung ini banyak seni seni yang dipamerkan kepada para pengunjung. Mulai dari Mural, Wayang, Sablon, Kerajinan Kayu, dan lain-lain. Kampung ini digagas oleh Rahmat Jabaril, salah satu penduduk dan merupakan seorang seniman. Pada awalnya kegiatan seni ini hanya sebuah hobi. Belum ada yang memiliki galeri khusus untuk mewadahi karya seni tersebut. Lalu, masyarakat sekitar berinisiatif menjadikan kampung ini menjadi lading pekerjaan dan mengembangkan karya seni ini lebih meluas. “Pada awalnya saya Cuma berdua dengan orangtua saya, kesini-kesini makin banyak. Kita ingin mempertahankan seni-seni yang ada. Bagaimana karya seni ini mau maju kalau perut senimannya lapar.” Ujar Nanang, salah satu pendiri kampung ini. Beliau fokus di bidang Seni Wayang. Dengan adanya kampung ini warga sekitar menjadi turut a...
Cirebon adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Kota ini berada di pesisir utara Pulau Jawa atau yang dikenal dengan jalur pantura yang menghubungkan Jakarta -Cirebon- Semarang - Surabaya . Namun tradisi arak-arakan masyarakat Cirebon ini berasal dari daerah Trusmi, tepatnya berada di Kabupaten Cirebon. Selain terkenal dengan batik khasnya, Cirebon juga memiliki berbagai seni pertunjukkan seperti tradisi arak-arakan yang diadakan setiap tahun di daerah Trusmi dan sekitarnya. Tradisi arak-arakan atau yang lebih dikenal dengan ider-ideran dalam bahasa jawa ini diadakan setiap tahun. Asal mula tradisi arak-arakan ini dimulai sekitar tahun 1950-an. Tradisi arak-arakan ini merupakan sebuah tradisi sekaligus seni pertunjukkan yang diadakan untuk menyambut musim hujan sehingga bulan diadakannya tradisi ini setiap tahun tidak sama, akan tetapi harinya akan selalu sama setiap tahunnya, yakni hari minggu. Selain dimaksudkan untuk menyambut musim hujan, tradi...