Ritual
Ritual
Tradisi Jawa Barat Sunda
Gusaran
- 12 Agustus 2018

Gusaran merupakan salah satu ritual adat yang berasal dari Jawa Barat, khususnya daerah Ciamis. Dipercayai bahwa ritual ini telah memasuki daerah Jawa Barat sejak keislaman mulai menyebar menggantikan kepercayaan sebelumnya.

Pada hakikatnya, gusaran ini awalnya dilakukan hanya oleh kaum perempuan dengan cara menggosokan batu gosok di gigi, dengan dalih untuk menggantikan prosesi khitanan yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Akan tetapi, zaman telah berubah. Sekarang, ritual ini dapat dilakukan oleh kaum laki-laki karena alasan sebenarnya ritual ini adalah untuk meratakan gigi susu yang baru tumbuh. Namun, dari segi mistis, gusaran dilakukan dengan tujuan mencari keselamatan diri dari segala gangguan dan kesengsaraan yang melingkupi permohonan masyarakat agar dalam menjalani kehidupannya senantiasa memperoleh keselamatan, jauh dari gangguan setan.

Gusaran ini biasanya dilakukan dengan hajatan. Acara hajatannya biasanya berisi kesenian seperti wayang golek, rempak gendang, atau jaipong.

Dalam gusaran akan dibacakan doa-doa yang dipimpin oleh sesepuh adat, yaitu membaca istigfar 3 kali kemudian syahadat dan sesudahnya membaca doa selamat.

Setelah gusaran selesai dilakukan ritual yang di dalam bahasa sunda disebut "nyawer". Nyawer adalah menaburkan uang di atas anak yang digusar dalam keadaan di payungi. Dalam baskom untuk nyawer di isi dengan uang logam, beras, dan permen. Orang yang menaburkan saweran itu adalah sesepuh di dalam keluarga. Saweran itu akan di ambil secara berebutan oleh anak-anak bahkan sampai orang tua yang berada di sana.

Sebelum hajatan gusaran dilakukan orang tua dari anak yang akan di gusar melakukan beberapa ritual adat, seperti nyekar ke makam dengan arti yaitu untuk meminta doa restu kepada leluhur yang sudah meninggal agar diberi kelancaran dalam acara itu. Membersihkan rambut-rambut kecil yang ada di kening dengan maksud untuk mensucikan diri, dimana rambut yang tumbuh di kening itu masih bawaan dari bayi, jadi harus di kerok agar tumbuh yang baru agar semua menjadi suci kembali. Terakhir yaitu ngagesrek atau membersihkan kerak-kerak gigi dengan uang logam dengan maksud untuk mensucikan diri agar gigi.

Makna gusaran bagi anak-anak adalah untuk mengingatkan anak-anak bahwa dia bukan anak-anak lagi, melainkan seorang remaja yang sudah menginjak usia dewasa yang harus selalu melaksanakan kewajibannya.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker