Siapa yang tidak kenal dengan tanah pasundan? Tanah dengan suku yang berasal dari bagian barat pulau jawa. Tanah yang sangat kaya akan adat dan istiadat sukunya. Tanah "bageur, cageur, pinter" yang tak lain ialah tanah pasundan. Sunda memiliki adat dan istiadat yang beragam, diantaranya ada adat pernikahan sunda. Dalam adat pernikahan sunda, ada yang dinamakan dengan istilah "numbas". Numbas biasanya dilaksanakan beberapa hari setelah acara pernikahan. Numbas sendiri diartikan sebagai hadiah dari sang suami untuk istrinya, karena ia dapat menjaga kesuciannya sampai akad nikah. Sang suami akan memberi hadiah seperti baju, peralatan untuk di dapur, dan alat rumah tangga lainnya. Untuk acara numbas biasanya membuat tumpeng yang isinya ayam goreng, telur balado, lalaban, dan rupa-rupa sambal. Sambal itu diletakkan dipinggiran tumpeng, ada 7 macam sambalnya seperti sambal terasi, sambal sereh, sambal kunyit, sambal kemiri, sambal jahe, sambal lengkuas dan sambal kencur. Macam-macam sambal...
Tunggul Kawung merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kota Bogor. Dahulu kala, Kota Bogor disebut dengan Tunggul Kawung. Kata Tunggul Kawung berasal dari dua kata yaitu Tunggul = Akar/Cikal bakal dan Kawung = Tanaman. Tarian ini menggambarkan jiwa semangat Kota Bogor, hal tersebut dapat dilihat dari gerakan penari yang cenderung aktif dan penuh semangat. Walaupun demikian, tarian ini dilakukan oleh dua orang wanita (atau boleh berkolompok dengan jumlah anggota lebih dari dua orang). Salah satu penari membawa bedug (alat musik yang dipukul atau biasa dipakai sebagai penanda waktu shalat) dan penari kedua membawa ceng-ceng (alat musik yang dipukul antara satu sama lainnya). Dengan tambahan instrumen bedug dan ceng-ceng ini, tarian Tunggul Kawung akan semakin meriah. #OSKMITB2018
Prosesi penyambutan pengantin Tradisional Nusanatara baik Jawa (Solo/Jogja), Sunda, dan daerah lain biasa disebut dengan “Kirab Pengantin”. Kesenian ini awalnya berasal dari kebudayaan dan tata cara keraton dan biasa dilakukan pada upacara-upacara besar seperti : Jumenengan, Penyambutan Tamu Agung, dan Arak-arakan Pernikahan Putri Raja. Pada Kirab Pengantin Tradisional Jawa yang lengkap biasanya Komposisi tariannya dipimpin oleh seorang penari pria yang biasa disebut “Cucuk Lampah” yang diikuti oleh sepasang gadis remaja yang membawa (Kembar Mayang) dan diiringi oleh para penari Badaya yang berjalan pelan dan teratur, dewasa ini pada sebuah perhelatan perkawinan yang menggunakan adat Jawa, setelah proses kirab selesai selanjutnya digelar sebuah tarian persembahan seperti misalnya, Srikandi & Arjuna, Badaya, atau Gambyong. Yang diiringi langsung oleh musik karawitan Jawa, sehingga keseluruhan kirab ini akan menghadirkan nuansa yang sakral dan agung....
Kopi Malabar atau yang sering disebut Kopi Preanger Pangalengan berasal dari Pangalengan, Provinsi Jawa Barat. Kopi Malabar merupakan salah satu kopi pertama yang ditanam dan dikembangkan di Indonesia. Kopi asli Indonesia ini ditanam di puncak Gunung Malabar yang termasuk ke dalam jenis kopi Arabika. Cita rasa kopi yang tinggi dengan kekentalan dan keasaman medium ke atas membuat kopi malabar sampai ke kanca dunia. Ini membuat Indonesia sebagai pengekspor kopi malabar ke beberapa negara di Eropa. Rasa coklat yang dominannya pun membuat para penikmatnya merasa ketagihan. Selain kopi Arabika, Kopi Luwak juga diproduksi di kawasan Gunung Malabar. Sering kali kopi luwak dari kawasan ini ditambahkan asupan madu. Sehingga biji kopi yang dihasilkan oleh Luwak pun terbilang cukup manis. Sama seperti kopi lainnya, kopi malabar juga memiliki banyak khasiat. Kopi malabar dapat membantu menghaluskan kulit bagi kaum wanita serta dapat menghilangkan rasa pusing yang ada di kepala. Selain...
Tasikmalaya merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang terkenal dengan hasil kerajinannya. Salah satu kerajinan yang terkenal dari Tasikmalaya adalah bordir. Seni hiasan bordir telah ditemukan sejak dahulu. Bordir atau sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung, dan payet. Menurut sejarah, industri Bordir di Tasikmalaya pertama kali muncul pada tahun 1925 di Desa Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Perintisnya adalah seorang wanita bernama Hj. Umayah, yang pernah bekerja di perusahaan luar negeri. Setelah mempelajari bidang bordir saat bekerja di luar negeri, ia memutuskan keluar dan kembali ke kampung halamannya dan membuka usaha bordir. Ia juga membagikan ilmu tentang bordir yang ia miliki kepada tetangga dan keluarganya. Pada masa lampau, peralatan yang digunakan unt...
Seni Gotong Singa (Sisingaan) terlahir dari Subang sekitar tahun 1840. Kesenian ini dilaksanakan secara turun temurun dan seiring waktu, sisingaan tersebar sampai ke berbagai daerah termasuk Kabupaten Ciamis. Uned Junaedi Wiriasasmita adalah seniman yang pertama kali mendirikan Seni Gotong Singa di Kabupaten Ciamis, Pria pituin urang Salakaria (sekarang Sukadana) Kabupaten Ciamis ini menghimpun pemuda di lingkungan sekitar untuk belajar Seni Gotong Singa hingga kemudian pertama kali pentas dalam acara khitanan salahsatu anggota keluarganya pada tahun 1965. Antusiasme warga pada masa itu dalam menyambut seni Gotong Singa sangat luar biasa, sehingga kemudian Seni Gotong Singa yang diberi nama Lingkung Seni “Singa Lugay” ini menjadi salah satu seni yang menjadi favorit di Kabupaten Ciamis, hingga rentang waktu tahun 90 an. Tergabung dalam Persatuan Gotong Singa Indonesia (PERGOSI) sebagai bentuk upaya untuk terus mengasah dan mengembangkan seni Gotong Singa. S...
Gondong Buhun merupakan seni musik tetabuhan ( tutunggulan ) yang biasa disertai oleh nyanyian, dan satu set alat musik yang dikenal sebagai lisung dan alu. Asal mula seni musik tersebut berasal dari kebiasaan masyarakat Ciamis dalam mengolah hasil panen padi mereka. Gabah padi diproses menjadi beras pada wadah kayu yang berbentuk persegi panjang dinamakan lisung. Alat ini memproduksi suara dari hasil pemukulan ( nutu ) alat tersebut dengan penumbuk padi yang terbuat dari sebatang kayu, dikenal sebagai alu . Menurut adat Cirebon, seni musik ini dipentaskan oleh wanita yang berjumlah lima orang untuk memukul lisung- nya, dan seluruh masyarakat yang berminat menyanyikan lagunya untuk melepas rasa lelah. Namun terkadang pria pun berikut serta dalam proses permainan Gondong Buhun ini. Kesenian musik ini populer di kalangan pedesaan Cirebon, salah satu contohnya ada di Kampung Cikukang, Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis...
Lagu Katulampa Lagu berjudul Katulampa ini diciptakan oleh Bapak Ade Suarsa S.Sn di Sanggar Edas, Kota Bogor. Lagu ini dibawakan oleh seorang laki-laki dan diiringi oleh suara latar wanita. Alat musik yang digunakan di dalam lagu ini yaitu, gambang kentung, kencrong kecrek, jengglong awi, angklung kendang, kecrek, suling, kecapi, dan goong. Lagu ini menceritakan tentang Bendungan Katulampa yang ada di Bogor. Tentang aliran airnya yang mengalir melewati Kebun Raya Bogor dan menuju Kota Jakarta yang dalam lagu ini disebut dengan Batawi. Lagu ini juga menceritakan bagaimana indahnya Bendungan Katulampa itu sendiri dan keadaan sekitarnya yang menarik hati. Lirik lagu Katulampa sebagai berikut: Katulampa kamashur ka mana-mana Cihaliwung ti girang mipir kadinya Katulampa ngais gawir nyendak jungkrang Tuturubun cai turun ti Cipayung Endah mun usum katiga Cai cur cor estu matak narik ati Tirta ngalir ka jaladri Ng...
Pernikahan, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dianggap sebagai suatu hal yang sakral. Hampir seluruh suku bangsa di Indonesia memiliki adat pernikahannya sendiri dengan berbagai proses dan rangkaian acara yang cukup rumit. Masing - masing upacara adat pernikahan tentunya memiliki ciri khas tersendiri, yang membedakan satu suku dengan suku yang lain. Salah satunya ialah busana adat dari para calon pengantin. Busana Kepangeranan merupakan busana adat pengantin yang berasal dari daerah Cirebon, Jawa Barat. Sesuai dengan namanya, busana ini bergaya "kepangeranan" atau "mirip seperti pangeran (atau bangsawan)", karena diadaptasi dari pakaian para bangsawan dari Keraton Kasepuhan yang berada di Cirebon. Busana Pengantin Pria Pengantin pria menggunakan jas takwa berwarna hijau dengan corak keemasan, dan bawahan berupa kain batik khas Cirebon. Bagian kepala dihiasi dengan semcam mahkota atau blangkon dengan roncengan melati di satu sisi kepala. Untuk alas kaki, menggunakan...