Dongeng Cerita Rakyat
550 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Situs Kabuyutan Nagaratengah
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Nama Nagaratengah sudah ada sejak jaman Kerajaan Galuh Hindu, ketika kerajaan berbentuk federasi. Mahaprabu Galuh membagi kerajaan yang salah satu diantaranya adalah Kerajaan Galuh Nagaratengah yang diperintah oleh Prabu Agung Danumaya dengan jumlah rakyat mencapai ± 1000 orang. Kemudian dilanjutkan oleh Prabu Wangsa Dedaha, lalu oleh Prabu Agung Ranggakusumah.  Ketika Cipta Sanghyang Permana naik tahta sebagai Mahaprabu Galuh, ibukota kerajaan (dayeuh) pindah ke Nagaratengah. Letak ibukota antara sungai Cihapitan dan Cibodas (Sayung Desa Karanglayung) Kemudian penggantinya adalah Mahaprabu Cipta Permana (sebelumnya berdiam di Cimaragas) yang sudah memeluk agama Islam dan membagi kerajaan menjadi 6 Kerajaan kecil (Kadaleman). Selanjutnya,  Kadaleman Nagaratengah dibangun pada 1583 oleh Pangeran Aria Panji Subrata. jarak lk. 25 km  dari pusat kota Tasikmalaya, luas 3 Ha,  berbagai situs yang ada :      1. Desa Nagaratengah a.  Du...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Situs Kaputihan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

 Situs Kaputihan terletak di Desa di daerah Karoman Desa Purwahayu Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya. Nama Kaputihan diambil dari perubahan agama hindu dan perilaku orang-orangnya waktu itu yang dianggap kotor menjadi agama Islam sekaligus dapat merubah perilaku dan cara beribadat yang dianggap bersih atau putih.Sebelum dinamai Kaputihan daerah ini biasa disebut Pamujaan orang-orang hindu di tata Sukapura, sedangkan yang berkuasa saat itu adalah Prabu Sanghyang Adegan dengan para pembantunya Prabu Kalang Jajar, Prabu Kalang Manafa, Prabu Puhun Mangkubumi dan Prabu Bentang, pada waktu itu semua rakyat disaerah tersebut memeluk agama Hindu.  Riwayat Singkat  Situs Kaputihan    Pada jaman kerajaan Hindu daerah Copo/Kaputihan berada dalam wilayah kerajaan Galuh yang konon dipimpin oleh seorang raja bernama CIUNG WANARA. Raja Galuh mengutus 3 penggawa kepercayaannya yakni PRABU SANGIANG ADEGAN dengan 2 (dua) orang hulu balang bernama PRABU KALANG JAJAR d...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Kuta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Nama Kampung Kuta ini mungkin diberikan karena sesuai dengan lokasi Kampung Kuta yang berada di Iembah yang curam sedalam kurang lebih 75 meter dan dikelilingi oleh tebing-tebing/perbukitan, dalam bahasa Sunda disebut Kuta (artinya pager tembok). Mengenai asal-muasal Kampung Kuta, dalam beberapa dongeng buhun yang tersebar di kalangan masyarakat Sunda sering disebut adanya nagara burung atau daerah yang tidak jadi/batal menjadi ibukota Kerajaan Galuh. Daerah ini dinamai Kuta Pandak. Masyarakat Ciamis dan sekitarnya menganggap Kuta Pandak adalah Kampung Kuta di Desa Karangpaninggal sekarang. Masyarakat Cisaga menyebutnya dengan nama Kuta Jero. Dongeng tersebut ternyata mempunyai kesamaan dengan cerita asal-usul Kampung Kuta. Mereka menganggap dan mengakui dirinya sebagai keturunan Raja Galuh dan keberadaannya di Kampung Kuta sebagai penunggu atau penjaga kekayaan Raja Galuh.   Pelapisan sosial yang didasarkan atas status dan peranan, telah menyebabkan dalam masyarakat terdap...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
seblak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Seblak adalah makanan khas Bandung berupa kerupuk mentah yang sengaja dibantatkan dengan cara direndam air panas terlebih dahulu kemudian diberi bumbu khas seblak yang pedas dan ada kencurnya lalu dimasak dengan cara ditumis basah atau kuah dan berkembang ke resep seblak kering , makaroni, mie dan sebagainya. Cemilan rakyat ini sedang populer di sunda Jawa Barat terutama di kota Bandung. Namun beberapa sumber seperti situs Wikipedia menyebutkan seblak berasal dari daerah Sumpiuh, Jawa Tengah, karena seblak sangat mirip dengan makanan rakyat kecil dari Sumpiuh yaitu Krupuk Godog yang sudah populer sejak tahun 1940an, sementara seblak baru populer sekitar tahun 2000an. Seblak menjadi makanan yang banyak penggemarnya terutama di Daerah Jawa Barat, seblak bertekstur kenyal dan pedas. kebanyakan penggemarnya adalah wanita, karena selain rasanya yang pedas dan segar, seblak juga memiliki banyak variasinya. Resep seblak terbuat dari kerupuk yang direbus, dan diberi bumbu Seperti Baw...

avatar
Nanda Putra Pratomo
Gambar Entri
Benjang
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

  Benjang adalah jenis kesenian tradisional Tatar Sunda, yang hidup dan berkembang di sekitar Kecamatan Ujungberung, Kabupaten Bandung hingga kini. Dalam pertunjukannya, selain mempertontonkan ibingan (tarian) yang mirip dengan gerak pencak silat, juga dipertunjukkan gerak-gerak perkelahian yang mirip gulat.   Benjang merupakan suatu bentuk permainan tradisional yang tergolong jenis pertunjukan rakyat. Permainan tersebut berkembang (hidup) di sekitar Kecamatan Ujungberung, Cibolerang, dan Cinunuk yang mulanya kesenian ini berasal dari pondok pesantren, yaitu sejenis kesenian tradisional yang bernapaskan keagamaan (Islam), dihubungkan dengan religi, benjang dapat dipakai sebagai media atau alat untuk mendekatkan diri dengan Kholiqnya sebab sebelum pertunjukan, pemain benjang selalu melaksanakan tatacara dengan membaca doa agar dalam pertunjukan benjang tersebut selamat tidak ada gangguan.   Adapun alat yang digunakan dal...

avatar
Novalprahara putra
Gambar Entri
Mapag Sri
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Mapag Sri merupakan ritual lokal yang unik. Keunikan yang akan Anda dapati adalah bahwa upacara ini menjunjung tinggi aturan agama Islam, tetapi percampuran adat tradisi Sunda kuno masih sangat kental terasa di setiap bagiannya. Upacara ini dilaksanakan setiap bulan Agustus dan merupakan pernyataan rasa syukur atas keberhasilan pertanian yang diperoleh. Selain itu, upacara ini juga diadakan sebagai upaya memelihara hubungan serta mendekatkan diri kepada Allah Swt.  Anda akan melihat bahwa upacara ini ini dilaksanakan dengan mengarak simbol Dewi Sri mengelilingi kampung, dengan diiringi berbagai atraksi kesenian. Setelah itu, diadakan pergelaran Wayang Kulit Purwa dengan lakon Sulanjana (cerita mengenai asal-usul padi). Usai pergelaran dilanjutkan dengan selamatan dan acara memperebutkan air yang berasal dari tujuh mata air yang dipercaya masyarakat sebagai obat untuk segala macam penyakit dan tolak bala – suatu acara yang sangat menarik untuk Anda ikuti.  ...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Pulo
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Merupakan suatu perkampungan yang terdapat di dalam pulau di tengah kawasan Situ Cangkuang. Menurut cerita rakyat, masyarakat Kampung Pulo dulunya menganut agama Hindu, lalu Embah Dalem Arif Muhammad singgah di daerah ini karena terpaksa mundur pada saat mengalami kekalahan sewaktu menyerang Belanda. Karena malu kepada Sultan Agung maka Embah Dalem Arif Muhammad tidak mau kembali ke Mataram. Pada saat itu beliau mulai menyebarkan agama Islam pada masyarakat Kampung Pulo. Sampai dengan beliau wafat dan dimakamkandi Kampung Pulo, beliau meinggalkan 6 orang anak dan salah satunya adalah pria. Oleh karena itu di Kampung Pulo didirikan 6 buah rumah adat yang berjajar saling berhadapan masing-masing 3 buah rumah di kiri dan di kanan ditambah dengan sebuah mesjid. Jumlah dari rumah tersebut tidak boleh ditambah ataupun dikurangi, serta yang tinggal di dalam rumah tersebut tidak boleh melebihi dari 6 kepala keluarga. Jika seorang anak laki-laki sudah dewasa dan menikah maka paling lamba...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Dukuh
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Berada pada ketinggian ± 390 m di atas permukaan laut dengan luas ± 5 hektar. Dalam kisah tradisi yang dipercayai masyarakat setempat bahwa yang berjasa sebagai pendiri Kampung Dukuh adalah Syekh Abdul Jalil.   Menurut cerita nama dukuh diambil dari bahasa Sunda yang berarti tukuh (kukuh, patuh, teguh), dalam mempertahankan apa yang yang menjadi miliknya, atau taat dan sangat patuh menjalankan tradisi warisan nenek moyangnya. Menurut penuturan (2006) Lukmanul Hakim, Juru Kunci (Kuncen) Kampung Dukuh istilah dukuh berasal dari padukuhan atau dukuh = calik = duduk. Jadi padukuhan sama dengan pacalikan atau tempat bermukim. Kampung Dukuh merupakan kesatuan pemukiman yang mengelompok, terdiri atas beberapa puluh rumah yang berjajar pada kemiringan tanah yang bertingkat. Pada tiap tingkatan terdapat sederetan rumah yang membujur dari arah barat ke timur. Letak antar rumah hampir berdempetan, sehingga jalan kampung terletak di sela-sela rumah penduduk berupa jalan s...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

1. Lokasi dan Lingkungan Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah kampung adat yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat yang tinggal di Kampung Ciptagelar disebut masyarakat kasepuhan. Istilah kasepuhan berasal dari kata sepuh dengan awalan /ka/ dan akhiran /an/. Dalam bahasa Sunda, kata sepuh berarti \\\'kolot\\\' atau \\\'tua\\\' dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan pengertian ini, muncullah istilah kasepuhan, yaitu tempat tinggal para sesepuh. Sebutan kasepuhan ini pun menunjukkan model \\\'sistem kepemimpinan\\\' dari suatu komunitas atau masyarakat yang berasaskan adat kebiasaan para orang tua (sepuh atau kolot). Kasepuhan berarti \\\'adat kebiasaan tua\\\' atau \\\'adat kebiasaan nenek moyang\\\'. Menurut Anis Djatisunda (1984), nama kasepuhan hanya merupakan istilah atau sebutan orang luar terhadap kelompok sosial ini yang pada masa lalu...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17