Budaya Indonesia
1.693 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Prasasti Sanghyang Tapak
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Sanghyang Tapak (juga dikenal sebagai Prasasti Jayabupati atau Prasasti Cicatih ) adalah prasasti kuno perangka tahun 952 saka (1030 M), terdiri dari 40 baris yang memerlukan 4 buah batu untuk menulisnya. Keempat batu prasasti ini ditemukan di tepi Sungai Cicatih, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat. Tiga diantaranya ditemukan di dekat Kampung Bantar Muncang, sementara sebuah lainnya ditemukan di Kampung Pangcalikan. Prasasti ini ditulis dalam huruf Kawi Jawa. Kini keempat batu prasasti ini disimpan di Museum Nasional Republik Indonesia, Jakarta, dengan kode D 73 (Cicatih), D 96, D 97, dan D 98. Isi tiga prasasti pertama (menurut Pleyte): D 73: //O// Swasti shakawarsatita 952 karttikamasa tithi dwadashi shuklapa-ksa. ha. ka. ra. wara tambir. iri- ka diwasha nira prahajyan sunda ma-haraja shri jayabhupati jayamana- hen wisnumurtti samarawijaya shaka-labhuwanamandaleswaranindita harogowardhana wikra-mottunggadewa, ma- D 96: gaway tepek i purwa sanghyang tapak ginaway...

avatar
Roro
Gambar Entri
Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal atau Padrão Sunda Kelapa adalah sebuah prasasti berbentuk tugu batu (padrão) yang ditemukan pada tahun 1918 di Batavia, Hindia-Belanda. Prasasti ini menandai perjanjian Kerajaan Sunda–Kerajaan Portugal yang dibuat oleh utusan dagang Portugis dari Malaka yang dipimpin Enrique Leme dan membawa barang-barang untuk "Raja Samian" (maksudnya Sanghyang, yaitu Sang Hyang Surawisesa, pangeran yang menjadi pemimpin utusan raja Sunda). Padrão ini didirikan di atas tanah yang ditunjuk sebagai tempat untuk membangun benteng dan gudang bagi orang Portugis. Prasasti ini ditemukan kembali ketika dilakukan penggalian untuk membangun fondasi gudang di sudut Prinsenstraat (sekarang Jalan Cengkeh) dan Groenestraat (Jalan Kali Besar Timur I), sekarang termasuk wilayah Jakarta Barat. Padrao tersebut sekarang disimpan di Museum Nasional Republik Indonesia, sementara sebuah replikanya dipamerkan di Museum Sejarah Jakarta.  Sejarah...

avatar
Roro
Gambar Entri
Prasasti Rumatak
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Rumatak adalah salah satu dari prasasti peninggalan Kerajaan Galuh. Lokasi penemuan terletak di Gunung Gegerhanjuang, Desa Rawagirang, Singaparna, pada tahun 1877. Prasasti ini kini disimpan di Museum Nasional Indonesia dengan nomor inventaris D.26. Prasasti ini dipahatkan pada batu pipih berukuran 85 x 62 cm2. Isinya pendek, dengan tiga baris tulisan dalam aksara dan bahasa Sunda Kuno. Telaahan terhadap prasasti Rumatak dilakukan oleh K.F. Holle (l877), Saleh Danasasmita (l975; l984), Atja (l990), Hasan Djafar (l991), dan Richadiana Kartakusuma (l991). Transkripsi dari tulisan tersebut adalah sebagai berikut: tra ba I gune apuy na sta gomati sakakala rumata k disusuk ku batari hyang pun Maksud dari tulisan tersebut adalah mengenai pendirian pusat kerajaan (nu nyusuk) di Rumatak oleh Batara Hiyang. Pertanggalannya dituliskan dalam kalimat candrasangkala yang berbunyi gune apuy nasta gomati yang oleh Saleh Danasamita, juga oleh Atja, disebutkan b...

avatar
Roro
Gambar Entri
Cinta Nusa
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Barat

Indonesia gemah ripah loh jinawi Alam endah hejo ngemblok sugih mukti                 Subur tutuwuhan Beunghar pepelakan Daun hejo ngemploh karaharjaan lemah cai Kakayon tumuwuh Subur pajangkung-jangkung Petetan ngawujud sirung pagulung-gulung                 Piraku rek rela                 Piraku rek tega Alam anu ngemploh hejo pinareng Ngarangrangan teu kariksa Tutuwuhan nutup alas bandawasa Tatangkalan nutup gunung ngambah reuma                 Peryoga dijaga                 Diraksa diriksa Kakayon mangfaat sumber kahirupan bangsa Mamala tangah ngeb...

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Pakaian Sunda Untuk Acara Resmi Jawa Barat
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Pakaian adat Sunda untuk acara resmi Di dalam kekayaan budaya wilayah indonesia khususnya di Jawa Barat, kita sering melihat dalam ucara pemilihan mojang dan jajaka di jawa barat menggenakan pakaian adat tersendiri. Untuk Jajaka mengenakan jas tutup dengan warna hitam, celana panjang kain yang di ikat di pinggang, serta sandal selop. Dan untuk para mojang memakai pakaian dari kebaya yang dihiasi dengan sulam, kain kebat, beuber, kamisol, dan karembong. Juga untuk perlengkapan menghias agar lebih menarik para mojang memakai tususk konde cincin, giwang kalung peniti rantai dan bros. https://www.silontong.com/2018/07/27/pakaian-adat-jawa-barat/

avatar
Roro
Gambar Entri
Makna lagu Manuk Dadali dari daerah Sunda
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Barat

Siapa tak kenal lagi ini. Lagu dari Jawa Barat dan berbahasa Sunda yang begitu menasional. Kita sudah mengenal, dan hafal, lagu ini sejak masih di SD, sebelum saya mengenal lagu-lagu sunda yang lain. Mungkin kawan juga mengenalnya dengan baik, kan? Namun, bagi orang yang kurang fasih berbahasa Sunda, tentu tak sepenuhnya memahami makna lagu ini/ Manuk Dadali adalah lagu berbahasa Sunda ciptaan Sambas Mangundikarta yang populer di tahun 1960an dengan memuncaki tangga lagu-lagu baru di RRI Bandung yang pada saat itu merupakan “raja” di dunia broadcast Jawa Barat. Lagu ini menceritakan seekor Manuk (burung) Dadali yang di artikan sebagai burung Garuda yang dilukiskan sebagai burung yang gagah perkasa. Lagu Manuk Dadali memuat syair lagu yang bernafaskan nasionalisme, selain daripada itu, lagu ini sangat enak didengar, terlebih jika dinyanyikan menggunakan angklung, alat musik khas Jawa Barat yang masyhur itu. Lihatlah terjemahan berikut ini dalam Bahasa In...

avatar
Roro
Gambar Entri
Rumah Rengasdengklok
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Di sana Sukarno-Hatta yang kemudian menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia, singgah di sebuah rumah milik Djiauw Kie Siong, salah seorang dari pasukan Pembela Tanah Air (Peta). BBC Indonesia mengunjungi rumah yang menjadi saksi sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Di rumah Djiauw Kie Siong yang semula berada di pinggiran Sungai Citarum dipindahkan di lokasi yang berjarak sekitar 150 meter dari tempat asli di Kampung Bojong, Rengasdengklok, pada 1957. Menurut cucu Kie Siong, Djiauw Kim Moy, bangunan rumah dan bagian ruang tamu masih asli termasuk juga lantai ubin berwarna terakota yang biasa digunakan untuk rumah keturunan Tionghoa. Dua kamar yang sempat digunakan Sukarno dan Hatta juga masih dipertahankan bentuk aslinya. Bahkan ranjang tua dari kayu jati pun masih ada di kamar yang sempat digunakan Bung Hatta untuk beristirahat. "Ini ranjang masih asli, tetapi di kamar Bung Karno bukan, karena yang asli telah dibawa ke museum di Bandung," jelas Kim M...

avatar
Roro
Gambar Entri
Rumah Inggit Garnasih
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Sumber : (http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content)     Rumah bersejarah tersebut terlihat sangat bersih dan terawat, sebagaimana tempat tinggal di perumahan. Bahkan tak jarang ada tamu yang berkunjung ke rumah tersebut untuk mengetahui langsung sejarah perjuangan Inggit yang merupakan istri Presiden pertama Soekarno. Salah satu ruangan rumah Inggit Ganarsih memajang sejumlah foto kebersamaan Inggit dengan Soekarno. Ketika memasuki halaman rumah tersebut, seorang pria berkumis langsung menghampiri. Adalah Jajang Rohiat, 43, pria yang bertugas sebagai juru pelihara sekaligus guide bagi para pengunjung rumah bersejarah tersebut. Jajang begitu hafal mengenai sejarah rumah, termasuk perjuangan Inggit mendukung Soekarno saat melawan penjajah. Rumah tersebut dibeli oleh Inggit bersama Soekarno pada tahun 1926. "Dulu rumah ini dalam keadaan rumah panggung. Nah tahun 1934 karena Bung Karno harus diasingkan, sehingga rumah ini dijual...

avatar
Roro
Gambar Entri
Benteng Pasir Ipis
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Foto :  blogranselkeren.wordpress.com   Wargi Bandung yang tertarik dengan wisata sejarah, kali ini tim Infobdg akan ajak Wargi Bandung untuk mengenal salah satu benteng yang terdapat di Bandung. Bandung mempunyai tiga benteng peninggalan Belanda, pertama ada di Maribaya, Benteng Pasir Malang, yang kedua Benteng Gunung Putri dan terakhir ada Benteng Pasir Ipis di Lembang.Beberapa di antara Wargi Bandung mungkin sedikit asing dengan Benteng Pasir Ipis, karena memang benteng yang satu ini belum masuk ke dalam salah satu bangunan cagar budaya. Lokasi menuju Benteng Pasir Ipis ini pun cukup memakan waktu, berlokasi di kampung Pasir Ipis, RT05/RW06, Desa Jayagiri, Lembang, Wargi Bandung perlu berjalan kaki sekitar 45 menit untuk mecapai lokasi dimana Benteng Pasir Ipis berada. Dengan pemadangan dan hawa sejuk yang ditawarkan tentu perjalanan yang lumayan jauh ini tidak begitu menyulitkan, karena Wargi Bandung akan ditemani dengan deretan pepohonan besar dan suara...

avatar
Roro