Udang ikan nanas masak kuning khas bangka Makanan kesukaan #TiketMasukGoldenApron3 Siti Mu'arifah Siti Mu'arifah Sleman yogyakarta 25 menit Bahan-bahan 4 porsi 3 kepala ikan laut 1/4 udang ukuran sedang 1 buah nanas Asam jawa secukupnya kira2 1 jempol aja secukupnya Garam Gula sedikit saja 2 buah Terasi abc 1 telunjuk Kunyit secukupnya Cabe Langkah Kupas nanas dan iris dadu Bersihkan udah dari rambut dan bersihkan ikan Uleg semu bumbu hingga halus Wadahkan air dalam wajan kemudian masukkan bumbu yang sudah d haluskan Aduk2 panas kan hingga mendidih Setelah itu masukkan udang ikan dan nanas serta garam dan gula Tunggu hingga matang yaaa. Lalau hidangkan. Pastikan rasanya asin manis asem
Martabak Red Velvet - Terang Bulan Bangka - Saus Keju Yuhuuuuu waktu nya semarak bareng Clover @cookinglover.id . Saya sukaaaa martabak, yang konon berasal dari daera...selengkapnya Alinett_cooknfood Alinett_cooknfood Yogyakarta 1 recook Bahan-bahan 250 gr tepung terigu 1 sdt Fermipan 3 sdm gula pasir 1 sdt garam 1/2 sdt baking powder 1 sdt soda kue 330 ml air 2 sdm mentega cair 1 butir kuning telur 1 sdt pasta red velvet (me: tofieco) Topping: Saus keju (200ml susu cair+50gr Keju parut+1sachet SKM+1sdm Maizena,larutkan sedikit air) Langkah Tuang air dalam wadah tambahkan fermipan dan 1sdm gula pasir. Tunggu 15menit hingga berbusa. untuk memastikan ragi bekerja dengan baik. Jika tidak berbusa/bergelembung, ganti dengan ragi baru. Martabak Red Velvet - Terang Bulan Bangka - Saus Keju langkah memasak 1 foto Dalam wadah. Masukkan terigu, Gula, telur, margarin, baking powder, garam. Tambahkan larutan ragi aduk rata hingga mulus tidak bergerindil. Tambahkan pasta red velvet, aduk rata. T...
Sambel tuk2 udang kering Mami Evriell Mami Evriell Yogyakarta Bahan-bahan 1 ons udang kering (bukan ebi dan tidak asin) 20 buah cabe rawit 2 siung bawang putih 3 siung bawang merah 1 ruas kencur Secukupnya garam Secukupnya gula pasir Langkah Cuci bersih udang dan rendam air hangat 3 menit Goreng udang jangan terlalu kering Haluskan semua bumbu setelah halus masukan udang dan uleg kasar. Siap pedas yaaa...
Bakpia yang merupakan cemilan identik terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula, yang dibalut dengan tepung, lalu dipanggang. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit ini dikenal dengan nama pia atau kue pia. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk),Yogyakarta. Lain Jogja, lain Bogor. Kota yang tidak begitu jauh jaraknya dari ibu kota Jakarta ini, menawarkan kue pia lainnya, tentunya dengan ciri khas dan rasa yang berbeda. Silmy Untsa dan Bayu Reza, merupakan salah satu pelopor kue pia talas, buah talas yang juga menjadi khas nya kota Bogor. Saat ini terdapat 6 variant rasa PapaPia, yaitu kacang hijau, kacang merah, coklat, keju, talas, dan durian. Range harga dari mulai 25.000/box hingga 30.000/box untuk rasa durian.“ Yang membedakan PapaPia dengan kue pia yang lain, yaitu PapaPia lebih kering, tipis, dan tidak terlalu banyak lapisan, tapi isinya lebih banyak. Rasanya ketika digigit benar-benar renyah,” ungkap Silmy Berikut in...
Makanan khas Kuningan ini mungkin bisa Anda coba. Nasi Kasreg identik dengan nasi bungkus, seperti nasi Kucing punya Yogyakarta. Biasanya, menu ini disantap dengan beraneka lauk pauk, seperti ikan parai, pepes, sambal, lalapan tauge, gorengan, dan lainnya Hidangan khas Kota kuda ini bisa Anda jumpai di daerah Kuningan, terutama Luragung. Harganya ekonomis dan banyak dicari. Cocok digunakan sebagai pengganjal lapar sementara. Bahan : Nasi putih Sambal terasi super duper pedas toge mentah sebagai Lalap bahan gorengan rebon (Udang kecil) menu makan lainnya sesuai selera Langkah : Nasi Putih Sambal terasi Super duper pedas Toge mentah sebagai lalap (Jangan lupa cuci dengan bersih yaaa teman - temaaan hihihi) Berbagai Macam gorengan hangat sesuai selera Dicampur taburan rebon (Udang kecil) Diatas nasi Dan selanjutnya bisa kalian tambahkan menu makan lainnya seperti Ayam goreng, Telur goreng, Tumis sayuran dan berbagai variasi menu makanan sesuai selera mas...
Cin Mleng atau Nok Nik adalah kesenian rakyat yang berasal dari Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Kesenian yang berkembang pada zaman Hindia Belanda ini mirip dengan Lenong dari Jakarta, Ludruk dari Surabaya, dan Ketoprak Mataram dari Surakarta dan Yogyakarta. Dialog yang dibawakan dalam kesenian tersebut merupakan cerita umum bertema mengenai kondisi sosial masyarakat. Kesenian ini merupakan salah satu alat perjuangan masyarakat setempat untuk menentang Belanda. Melalui kesenian itu, para pelaku menyampaikan pesan-pesan perjuangan melawan penjajah. Menurut Didik Indaryanto selaku ketua Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Tri Sala Salatiga dan pemilik Sanggar Seni Tari Bibasari, kesenian ini juga berkembang di wilayah perbatasan antara Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, yaitu Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Ada beberapa orang di daerah itu yang masih hidup dan dahulu pernah menonton pementasan Cin Mleng. Dia menjelaskan bah...
Kemiringan pulau Jawa mulai membuat khawatir para dewa di kahyangan. Mereka khawatir seisi pulau Jawa akan tenggelam ke laut selatan. Tidak hanya manusia yang akan tenggelam, tapi juga binatang-binatang liar. Para dewata akhirnya berunding guna mencari solusi permasalahan ini. Setelah sekian lama berunding, akhirnya para dewata sepakat untuk menggunakan Gunung Jamurdwipa sebagai pemberat pulau Jawa. Para dewa berencana untuk memindahkan Gunung Jamurdwipa ke tengah-tengah pulau Jawa agar kondisi tanahnya menjadi seimbang. Para dewa kemudian memberitahu mahluk-mahluk gaib penghuni Gunung Jamurdwipa untuk pindah, karena Gunung Jamurdwipa akan diangkat dan dipindahkan ke pulau Jawa. Begitu pula dengan wilayah pulau Jawa di bagian tengah, para dewa mengutus Dewa Panyarikan dan Batara Narada untuk memberitahu penghuni tempat tersebut agar pindah. Di bagian tengah pulau Jawa, yang berupa hutan belantara, tinggal dua orang empu ahli pembuat keris bernama Mpu Permadi dan Mpu Rama. Keduanya...
Srimpi Muncar merupakan tari klasik Keraton Yogyakarta Yasan Dalem (karya) Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1855-1877), diciptakan pada 1857, dan disempurnakan pada era Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939). ‘Muncar’ berarti gemilang atau bersina. Tarian ini dibawakan oleh empat penari putri, beksan ini mengambil cuplikan cerita dari Kagungan Dalem Serat Menak. Dikisahkan Dewi Adaninggar, putri Cina dari negeri Tartaripura berperang melawan Dewi Kelaswara dari negeri Kelan untuk memperjuangkan cinta Wong Agung Jayengrana. Kedua putri yang sepadan itu saling adu ketangkasan dan kekuatan hingga akhirnya Dewi Kelaswara memenangkan pertarungan. Karena adanya tokoh putri Cina ini, Srimpi Muncar juga dikenal sebagai Srimpi Cina. Dalam pementasan, kedua tokoh tersebut dibedakan terkait ragam gerak, tata busana, dan tata riasnya. Keduanya membawa senjata; keris untuk Dewi Kelaswara dan cundrik untuk Dewi Adaninggar. Dua senjata ini digunakan dalam adegan peperangan. Naskah Tari: Ca...
Beksan Kuda Gadhingan merupakan Yasan Dalem (karya) Sri Sultan Hamengku Buwono V (1823-1855). Diciptakan pada 29 September 1847, beksan ini terinspirasi dari karya Sri Sultan Hamengku Buwono I, seperti Beksan Lawung, Guntur Segoro, dan Tugu Waseso . Beksan Kuda Gadhingan merupakan salah satu karya unggulan Sri Sultan Hamengku Buwono V selain Srimpi Renggawati. Berikut ini sepenggal bait dari kandha (narasi) yang dibawakan sebagai pembuka beksan dan menggambarkan awal mula penciptaan Beksan Kuda Gadhingan. Punika pemut amemukti kala awit sinerat Kagengan Dalem Serat Kandha, Klangenan Dalem Beksan Kuda Gadhingan, Yasan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana, Senapati Ing Ngalaga, Ngabdurahman Sayidin Panatagama Kalipatullah ingkang kaping V, saha kumendur sangking bintang leyo Nendrelan, ingkang angrenggani kadhaton nagari ing Ngayugyakarta Hadiningrat, marengi ing dinten Rebo Kliwon wanci jam 11. Tanggal kaping 18 wulan sawal taun Dal 1775, mongsa kasa lambang l...