monedas para FC 26 Visité Buyfc26coins.com. La mejor experiencia de compra de monedas ever..m71u
297 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Alas Bantal Watu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Pada saat Prabu Brawijaya bertahta di Kerajaan Majapahit, di daerah Jawa Tengah tumbuh kerajaan baru di Demak yang bercorak Islam. Kerajaan Demak ini semakin lama semakin besar dan pengaruh agama Islam meluas hingga ke pusat kerajaan Majapahit. Hal ini menyebabkan kekuasaan Kerajaan Majapahit menjadi terdesak dan memaksa orang-orang yang tidak mau diislamkan melarikan diri dari kraton. Salah satu kelompok yang melarikan diri adalah kelompok Prabu Brawijaya dan Permaisurinya beserta beberapa pengawalnya. Dalam kelompok ini Sang Prabu juga membawa anjing kesayangannya yang berwarna hitam. Kelompok kecil ini melarikan diri menyusuri pantai selatan Pulau Jawa, ke arah barat, hingga sampai di daerah Gunung Kidul. Agar pelariannya tidak diketahui oleh siapa pun, lebih-lebih oleh pasukan Kerajaan Demak, maka Prabu Brawijaya dan Permaisuri menyamar sebagai rakyat jelata. Pada suatu ketika, Sang Prabu dan Permaisuri menemukan sebuah goa, di tepi Sungai Maja. Setelah masuk ke dalam goa, Sang...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Prasasti Dawangsari
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Prasasti Dawangsari merupakan  utpala pra Å›asti  yang terbuat dari batu andesit dengan tinggi 68,5 cm, lebar 34 cm, dan tebal 13 cm. Prasasti ini tidak berangka tahun dengan menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuno sebanyak 23 baris. Bentuk Sloka terdiri atas 9 bait. Setiap bait terdiri atas 4 baris dan jumlah suku kata dalam satu baris ada 8 buah, jadi bermetrum  anustubh.  Secara keseluruhan, aksara masih jelas kecuali pada baris 16, 17, 18, dan 19 ada beberapa aksara yang kabur. Hurufnya bulat dan miring ke kanan besarnya tidak sama yang digolongkan ke dalam aksara Kawi Awal.   Prasasti ini ditemukan pada 16 November 1979 oleh Pak Wongsorejo ketika hendak mengolah tanahnya di Dukuh Dawangsari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Prasasti Dawangsari kini disimpan di Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta dengan nomor inventaris BG 355.   Se...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Pangumulan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Prasasti Pangumulan ditulis pada tanggal 26 Poça 824 Çaka atau 27 Desember 902 M. Prasasti Pangumulan A dan B terdiri dari tiga lempeng tembaga. Lempeng pertama berukuran 44,3 cm x 18 cm, ditulis pada satu sisi yang berjumlah 16 baris. Lempeng kedua yang berukuran 44 cm x 18,5 cm pun hanya ditulis pada satu sisinya yang berjumlah 18 baris. Lempeng ketiga berukuran 44,5 cm x 18,5 cm, ditulis pada kedua sisinya, sisi A berjumlah 20 baris dan sisi B berjumlah 13 baris. Sisi B terbagi atas dua bagian, baris pertama sampai pertengahan baris ke-8 merupakan sambungan dari lempeng pertama dan kedua yang berasal dari tahun 824 Çaka. Mulai pertengahan baris ke-8 sampai baris ke-13 memuat peristiwa dari tahun 825 Çaka.   Prasasti ini ditemukan di Desa Kembang Arum, Kecamatan Klegung, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Prasasti ini berisi tentang penetapan status sima bagi Desa Panggumulan di wilayah Puluwati (sekarang Puluwatu termas...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Candi Abang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Abang terletak di Dusun Candiabang, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bentuk candi ini sudah tidak utuh lagi, dan tertutup oleh tanah dan rerumputan sehinggu nampak seperti bukit. Dari bukit ini, kita dapat memandang Kota Yogyakarta dan sekitarnya.   Candi yang mirip piramida ini terbuat dari batu bata merah, bukan terbuat dari batu andesit yang biasa untuk pembuatan candi di Jawa Tengah maupun Yogyakarta. Karena terbuat dari batu bata merah, maka candi ini lebih dikenal sebagai Candi Abang.  Abang  merupakan kata yang berasal dari bahasa Jawa yang bermakna merah. Dari sejumlah temuan hasil ekskavasi pada tahun 2002, diperkirakan candi merupakan peninggalan Hindu, dan dibangun pada abad 9 dan 10 semasa Kerajaan Mataram Kuna.   Bentuk candi ini berdenah segi empat dengan ukuran 36 m x 34 m, yang sekarang ditumbuhi rerumputan sehingga dari kejauhan tampak seperti sebuah b...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Candi Sambisasri
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Sambisasri terletak di Dukuh Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara astronomis terletak pada 07° 45’ 48.13” LS dan 110° 26’ 46.43” BT. Candi Sambisari pertama kali ditemukan pada bulan Juli 1966, yakni ketika seorang petani yang sedang mencangkul sawahnya, tiba-tiba terbentur mengenai sebuah bagian batu candi yang berukir. Setelah melalui penelitian ternyata temuan tanpa sengaja tersebut merupakan bagian kecil dari sebuah gugusan candi yang terpendam hingga kedalaman 6,5 meter di dalam tanah yang merupakan endapan lahar vulkanik dari gunung Merapi.   Pada bulan September 1966 untuk pertama kalinya dilakukan kegiatan penelitian sistematis berupa ekskavasi arkeologis yang dilaksanakan oleh Kantor Cabang I Lembaga Peninggalan Purbakala Nasional di Prambanan dengan dibantu oleh para mahasiswa Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Tahun 1975 hin...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Aji Saka
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Cerita Mytos (sejarah legendaris) mulai dengan kedatangan Ajisaka dari Arab ke tanah Jawa (Mendang Kamulan). Kemudian kematian Dewatacengkar oleh Ajisakayang mengantikannya sebagai raja di Mendhang Kamulan bergelar Prabu Jaka. Teks berahir dengan peperangan para Adipati Bang Wetan (Pesisir Timur) melawan Prabu Banjarsari di Galuh. Menurut kolofon pada h.1r dan 144v, salinan naskah ini dimulai senin pon, 23 besar, Be 1800, “Musna Nir Esti Raja” (=4 Maret 1872) dan selesai jumat wage, 10 SAPAR, Wuwu 1802 (seharusnya 1801) (= 19 april 1872). Untuk cerita yang sama lihat juga pretelan II:90-97. Pupuh 2-46 Pada h.144 terdapat catatan tambahan yang berbunyi “Kagungan Dalem Pangeran Harja.” Dibawahnya terdapat cap yang tidak terbaca. Sebuah ringkasan naskah ini telah dibuat oleh M. Simone Moendisoera pada tahun 1940, beserta daftar gatra-gatra pertama dari tiap pupuh, sebanyak 10 halaman.

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Menak Sarehas
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Keterangan korpus Adabtasi jawa dari cerita Arab-Persi yang terkenal dengan judul Serat Menak terdapat dalam berbagai redaksi, sebagaimana diterangkan dalam Poerbatjaraka 1940. Diantaranya ada yang merupakan versi pesisiran, versi Kartasura maupun versi Yasadipura. Disamping versi ceritera Menak Amir Hamzah �pokok� ada lagi ceritera ceritera carangan, terutama Serat Dewi Rengganis. Penelitian dasar yang membeda-bedakan korpus sastra Menak ini dalam masing-masing redaksinya belum dilaksanakan. Bahkan hanya redaksi Yasadipura-lah yang biasanya dikenal oleh para sarjana sastra jawa. Versi ini rupanya dikarang oleh Yasadipura I pada ahir abad ke-18 atas perintah dari PB III. Didalam karangan ini, Yasadipura mengumpulkan serta memperluas versi-versi sebelumnya, sehingga Serat Menak Yasadipuran menjadi amat banyak jumlah episodenya. PB A.8 305 Bhs jawa Aks Jawa Macapat Rol 116 no.4

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Kempal Suluk Kaliyan Piwulang
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Naskah ini memuat 4 teks. 1.Serat Warah Hidayajati (bagian I). Teks prosa ini berisikan  ajaran para “wali wolu” ( Giri, Majagung, Benang, Muryapada, Kalinyamat, Gunung Jati, Kajenar) mengenai Islam, tasawuf, pantangan dan lain-lain. Pengarang teks ini ialah Ranggawarsita. Isinya persis sama dengan teks MSB/P82. Naskah bagian ini disalin pada 3 Jumadilahir 1833 (=26 Agustus 1903),di Surakarta, oleh Raden Mas Puspamurcita (h.130) 2.Serat Sujarah Jati (bagian II). Teks macapat, menjabarkan wejangan dari para pandita linuwih, Wali, serta ngelmu mereka masing masing. Naskah bagian ini disalin mulai hari ahad paing, 10 sura jimawal 1837, “Sapta Guna Ngesthi Nata” (=23 februari 1907). Yang penyalin lain dengan penyalin bagian I (buka puspamucarita) 3.Serat Budha Gutama (bagian III, h. 1-81). Teks prosa ini memuat piwulang agama Budha, bentuk tanya jawab antara A dan B 4.Serat Widyaprangan pada h. 82, dikarang oleh “Bengawan Yogiswara ing...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
SERAT MANIK MAYA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

SB 54  442  Bhs  Jawa  Aks  Jawa Macapat  Rol 7  no. 2 Dongeng historis mulai dari penciptaan dunia, Nabi Adam dan keturunannya sampai Prabu Sri Mahapunggung di Madhang Kamulan yang berputra Dewi Sri dan Raden Sadana. Kartu katalog Museum Sonobudoyo menggambarkan isinya sebagai berikut : Yasan Dalem Gusti Kangjeng Ratu Kancana, terang timbalaning raka dalem S.D.I.S.K. Sultan H.B. VI, nalika tahun jimakir 1794. Nyariosaken carios duk masih awang-awang. Gusti Allah nitahaken Nur-Muhammad, ingkang mahanani dumadosipun bumi langit saisinipun sedaya, lajeng tumitahipun K.N. Adam ingkang nurunaken para dewa sedaya, lajeng nyaritosaken tanah Jawi naliko taksih suwung dereng dipun dunungi manungsa, nunten ingisenan tiyang saking Rum, salajengipun, dumugi carios perjalanipun Prbu Makukuhan inggih Sri Mahapunggung ing nagri Madhang Kamulan, ingkang mutrakaken Dewi Sri lan Raden Sadana.   Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.i...

avatar
Arum Tunjung