×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Prasasti Kuno

Elemen Budaya

Naskah Kuno dan Prasasti

Provinsi

DI Jogjakarta

Prasasti Pangumulan

Tanggal 13 Jul 2018 oleh Arum Tunjung.

Prasasti Pangumulan ditulis pada tanggal 26 Poça 824 Çaka atau 27 Desember 902 M. Prasasti Pangumulan A dan B terdiri dari tiga lempeng tembaga. Lempeng pertama berukuran 44,3 cm x 18 cm, ditulis pada satu sisi yang berjumlah 16 baris. Lempeng kedua yang berukuran 44 cm x 18,5 cm pun hanya ditulis pada satu sisinya yang berjumlah 18 baris. Lempeng ketiga berukuran 44,5 cm x 18,5 cm, ditulis pada kedua sisinya, sisi A berjumlah 20 baris dan sisi B berjumlah 13 baris. Sisi B terbagi atas dua bagian, baris pertama sampai pertengahan baris ke-8 merupakan sambungan dari lempeng pertama dan kedua yang berasal dari tahun 824 Çaka. Mulai pertengahan baris ke-8 sampai baris ke-13 memuat peristiwa dari tahun 825 Çaka.
 
Prasasti ini ditemukan di Desa Kembang Arum, Kecamatan Klegung, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Prasasti ini berisi tentang penetapan status sima bagi Desa Panggumulan di wilayah Puluwati (sekarang Puluwatu termasuk Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman). Daerah ini dibebaskan dari pajak (status sima) karena harus memelihara bangunan suci di Kinawuhan.
 
Pada prasasti ini juga disebutkan beberapa pejabat di tingkat kerajaan, berturut-turut dari yang tertinggi, yaitu rakryãn mahapatih I hino, rakai halu, rakai sirikan, rakai wkadan rakai pagarwsi. Disebutkan pula pejabat keagamaan yaitu sang pamagat, baik di tingkat kerajaan maupun desa. Raja memiliki banyak pegawai yang termasuk dalam sang mangilãla drabya haji, dalam prasasti ini antara lain yang disebut adalah pembuat emban permata, seniman, pendenda orang yang melakukan pembakaran, pembaca dan penulis surat, pemelihara pertapaan, pengkoordinir pedagang, abdi di dalam istana, juru masak istana, penabuh gamelan istana, penabuh gendang istana, penyanyi kidung istana, serta budak para raja. Para pegawai tinggi juga memiliki juru tulis dan juru bicara.
 
Prasasti yang sekarang menjadi koleksi Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, telah dialihaksarakan dan diuraikan secara ringkas oleh F.D.K. Bosch (1925) dalam “De Oorkonde van Kembang Aroem”, OV Biljage B:41-9, dan diterbitkan kembali disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia oleh Titi Surti Nastiti, Richadiana Kartakusuma, dan Dyah Wijaya Dewi (1982) dalam Tiga Prasasti dari Masa BalituÅ‹. **
 
Sumber: kekunaan.blogspot.com

DISKUSI


TERBARU


Motif Batik Gan...

Oleh Wulan | 26 Sep 2022.
kain

Salah satu motif batik unik yang hanya bisa dijumpai di Desa Bakaran Wetan dan Desa Bakaran Kulon ini adalah motif gandrung. Motif gandrung berupa ga...

Motif Batik Gan...

Oleh Wulan | 26 Sep 2022.
kain

Nama motif batik ganggeng berasal dari kata ganggeng yang berarti ganggang laut atau alga. Oleh karena itu, dalam batik ini mengandung pengertian tum...

Cara Agar Kenar...

Oleh Evanurkalina | 23 Sep 2022.
Burung

Burung kenari yang mampu bersuara dengan durasi panjang tentu akan menjadikan penampilannya kian istimewa, khususnya pada saat dilombakan. Untuk menj...

Olahraga yang S...

Oleh Sakurrivaldo | 21 Sep 2022.
Budaya

Ada yang masih ingat macam-macam olahraga tradisional Indonesia? Sekarang, banyak permainan dan olahraga tradisional telah digantikan oleh modernis...

Kumpulan Suara...

Oleh Evanurkalina | 20 Sep 2022.
Burung

Pemilik burung kicauan tentunya yang menjadikannya tetap asyik untuk memeliharanya adalah mencapai hasil yang baik untuk kicauan yang bisa di keluark...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...