Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi berasal dari kepulauan Nusantara dan memegang tempat penting dari budaya nasional Indonesia. Secara umum dan hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu rempah-rempah dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan dan tradisi-adat. Hinasumba, salah satu makanan tradisional suku batak simalungun. Hinasumba ini merupakan makanan yang hanya bisa ditemukan dalam adat simalungun, yang artinya makanan ini lain daripada yang lain. Makanan daging ini memiliki resep khas yakni "sikam". Sikam merupakan daging dari sebuah kayu yang dapat melezatkan makanan. Daging dari kayu ini dikikis lalu diperas, air perasan inilah yang akan dicampurkan dengan daging yang dimasak setengah matang. Dagingnya akan dicincang hingga halus. Untuk menambah cita rasa, Hinasumba memiliki warna merah, warna ini didapatkan dari air perasan sikam ditambah darah hewan seperti darah ayam. Saat ini, sudah banyak orang simalungun yang...
Dalam adat Batak Toba, ada satu mata acara yang sering luput dari perhatian kita, yakni M andok Hata . Walaupun, dalam praktek hidup sehari-hari kita sering melihat bahkan mempraktekkan mandok hata . Yang menjadi persoalan ialah bahwa mandok hata dilihat sebagai peristiwa biasa yang disamakan dengan acara pemberian kata sambutan. Sebaliknya ada sebagian orang beranggapan bahwa mandok hata itu sulit. Secara harafiah, mandok hata dapat diartikan mengucapkan kata atau sabda. Acara ini merupakan bagian dari upacara adat. Misalnya saja, dalam acara perkawinan, upacara orang meninggal, pesta tugu dan upacara-upacara lain selalu dibarengi dengan mandok hata. Perlu disadari bahwa mandok hata bukanlah sekedar mengatakan atau berk...
Dalam adat Batak Toba, ada satu mata acara yang sering luput dari perhatian kita, yakni M andok Hata . Walaupun, dalam praktek hidup sehari-hari kita sering melihat bahkan mempraktekkan mandok hata . Yang menjadi persoalan ialah bahwa mandok hata dilihat sebagai peristiwa biasa yang disamakan dengan acara pemberian kata sambutan. Sebaliknya ada sebagian orang beranggapan bahwa mandok hata itu sulit. Secara harafiah, mandok hata dapat diartikan mengucapkan kata atau sabda. Acara ini merupakan bagian dari upacara adat. Misalnya saja, dalam acara perkawinan, upacara orang meninggal, pesta tugu dan upacara-upacara lain selalu dibarengi dengan mandok hata. Perlu disadari bahwa mandok hata bukanlah sekedar mengatakan atau berk...
Adat Manungkus adalah suatu adat/budaya batak Mandailing atau biasa disebut suku Mandailing. Bagi yang belum tahu, suku Batak sendiri ada bermacam jenisnya, yaitu batak Mandailing, Angkola, Toba, Karo, dan Simalungun. Suku Mandailing sendiri adalah suku yang mayoritasnya beragama islam dan banyak tersebar di Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara, dan biasanya daerah yang ditempati oleh suku Mandailing itu berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat. Jika dibagi lagi, terdapat 15 marga sah yang diakui dari suku Mandailing. Dikutip dari Wikipedia, 15 marga itu adalah yaitu Pulungan, Nasution, Lubis, Matondang, Rangkuti, Batubara,Marbun, Harahap, Dalimunthe, Hutasuhut, Siregar, Hasibuan, Daulay, Pane, dan Pohan. Kembali ke bahasan, adat Manungkus adalah adat dari suku Mandailing untuk merayakan kelahiran seorang anak yang dihadiri keluarga besar/sanak saudara. Adat Manungkus sendiri juga berarti menunjukkan bahwa kita ikut bergembira dan senang...
TULILA alat musik tradisional Batak. Mempunyai lubang penjarian yakni dua di sebelah kiri dan dua disisi kanan, sedangkan lubang tiup berada di tengah. Instrument ini biasanya memainkan lagu-lagu yang bersifat melodis dan juga bersifat ritmik. Klasifikasi instrument ini termasuk dalam kelompok aerophone, atau kumpulan alat muzik tiup. Tulila nyaris tidak dikenal oleh kalangan generasi muda Batak sekarang, tidak seperti seruling/suling yang lebih kita kenal. Padahal keduanya sama-sama alat musik tiup khas Batak. Mungkin sebagian kita pernah mendengar suara Tulila, ataubahkan secara gak sadar pernah melihat Tulila dimainkan bersama dengan gondang atau uninguningan di saat ada acara pernikahan adat Batak. Nah, Tulila ini adalah alat musik batak yang terbuat dari bambu. Dulunya alat musik ini dipakai untuk penyembahan dan pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Pencipta alam Semesta. Memang bentuk Tulila hampir seper...
Nyirih merupakan salah satu tradisi yang cukup terkenal di antara masyarakat Karo. Kebanyakan dari mereka menyebutnya "man belo". Frasa tersebut diambil dari bahasa Karo asli yaitu "Man" yang artinya makan dan "belo" yang berarti sirih. Kebiasaan man belo di Tanah Karo ini sekarang sudah mulai memudar . Hanya sebagian saja yang mengikuti kebiasaan ini, kebanyakan nenek yang berusia lanjut saja yang masih mengikuti kebiasaan ini. Sangat jarang sekali ditemukan anak-anak ataupun bapak-bapak yang melakukan kebiasaan tersebut. Mungkin bisa dibilang tidak ada. Bagi wanita berusia lanjut di daerah Karo, man belo ini merupakan sebuah ketergantungan yang tidak bisa ditinggalkan. Pagi, siang, malam pun pecandu sirih ini tidak pernah lupa memakan sirih nya . Biasanya mereka melakukan kebiasaan itu setelah makan nasi. Bahkan saat bepergian ke luar kota maupun ke luar negeri, perlengkapan sirihnya selalu dibawa. Mungkin ketergantungan pada sirih ini bis...
Halo semua! Buat kalian yang belum tahu Nias itu dimana, Nias itu ada di Provinsi Sumatera Utara. Kalau dilihat dari peta, Nias merupakan suatu pulau kecil yang berdiri sendiri diluar Pulau Sumatera. Nah, pastinya kalau yang tahu Nias pasti sangat tahu dengan ikon terkenalnya yaitu tradisi hombo batu atau fahombo. Hombo batu atau yang biasa dikenal dengan sebutan lompat batu adalah tradisi melompati tumpukan batu setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 sentimeter. Tradisi ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa seorang pria benar-benar pantas dinyatakan dewasa secara fisik. Sebenarnya bagaimana tradisi atau ritual lompat batu ini bisa ada di Pulau Nias? Jadi dahulu kala itu sering terjadi perang di Pulau Nias. Nah, karena banyaknya perang terutama perang antar suku terjadi, dibutuhkanlah kesiapan fisik agar siap saat berperang. Saat perang, biasanya akan dibuat tumpukan batu yang akan berfungsi sebagai benteng untuk melindungi wilayah pertahanan mereka. Maka dari itu, para pria harus...
Tradisi lompat batu adalah tradisi yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tradisi yang dilakukan para pemuda ini cukup terkenal dan sering menarik perhatian para wisatawan lokal maupun mancanegara. Tradisi yang biasa disebut 'fahombo batu' ini sudah dilakukan sejak lama, para pemuda melakukan ini ketika mereka sudah dianggap dewasa secara fisik. Tradisi ini hanya dilakukan oleh kaum pria karena fahombo batu juga bisa menjadi media untuk menguji ketangkasan dan kejantanan pria. Jika seorang pemuda berhasil melakukan dengan sempurna, ia akan menjadi kebanggaan keluarga karena tidak semua pemuda bisa melakukannya. Tradisi ini dilakukan ditempat tersendiri, yang digunakan secara turun temurun. Jadi, tradisi ini tidak terdapat di seluruh Nias, melainkan di kampung-kampung tertentu saja. Batu yang digunakan memiliki tinggi 2 meter dan tebal 40 cm. Pakaian yang digunakan dalam tradisi ini adalah baju pejuang Nias. Tradisi ini merupakan warisan budaya turun temurun yang m...
Borhat Ma Dainang Borhat ma dainang Tubuan laklak ho inang tubu sikkoru Borhat ma dainang Tubuan anak ho inang tubuan boru Horas ma dainang Rongkapmu gabe helanghi dongan matua Horas ma dainang Ditongan dalan nang dung sahat ro di huta Reff: Unang pola marsak ho Ai tibu do ahu ro Sirang pe ahu sian ho Tondinghi gumonggom ho Mengkel ma dainang Sai unang tangis ho inang martuk-tukian Ingot martangiang Asa horas hamu nalaho nang na tingga Arti Lagu Lagu ini menceritakan kisah orang tua yang melepas putrinya untuk menikah. Meskipun sang putri akan meniggalkannya dan menjadi bagian dari keluarganya sendiri, orang tuanya memastikan putrinya bahwa mereka akan tetap menyertai tiap tawa dan tangisnya. Lagu "Bonar Ma Daniang" sendiri sering dimainkan saat acara sesi " Mangolusi" . Tidak jarang lagu ini membuat para pendengar menitikan air mata karena nasihat dan wejangan dalam lagu ini. Meskipun l...