masyarakat adat
614 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rendang Daging
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Rendang (bahasa Minang: Randang) adalah salah satu masakan tradisional Minangkabau yang menggunakan daging dan santan kelapa sebagai bahan utama dengan kandungan bumbu rempah-rempah yang kaya. Masakan dengan citarasa yang pedas ini digemari oleh seluruh kalangan masyarakat, dan dapat ditemukan di seluruh Rumah Makan Padang di Indonesia, Malaysia, ataupun di negara lainnya. Masakan ini kadang lebih dikenal dengan nama Rendang Padang, padahal rendang merupakan masakan khas Minang secara umum. Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International.     TEMPAT RUMAH MAKAN: Restoran Sederhana, Jl. Ampera Raya No. 99 Jakarta Selatan, +(021) 78840042 Restoran Sederhana, Pasar Bendungan Hilir Los H Blok A 47/51 Jakarta Pusat, +(021) 5736810 / 5705049 Restoran Sederhana, Jl. Dewi Sartika No. 238 Cawang - Jakarta T...

avatar
Noval Karom
Gambar Entri
sate Padang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Sama seperti daerah nusantara yang lain Sumatera Barat juga mempunyai masakan sate yang khas. Sate Padang adalah sebutan untuk tiga jenis varian sate di Sumatera Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman. Sate Padang memakai bahan daging sapi, lidah, atau jerohan (jantung, usus, dan tetelan) dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas.   Sate padang panjang dibedakan dengan kuah sate nya yang berwarna kuning sedangkan sate pariaman kuahnya berwarna merah (pedas). Rasa kedua jenis sate ini juga berbeda. Sedangkan sate Padang mempunyai bermacam rasa perpaduan kedua jenis varian sate di atas. Daging ayam segar dimasukkan dalan drum besar berisi air dan direbus dua kali agar lunak menggunakan drum dan air yang berbeda. Daging diiris-iris dan dilumuri dengan bumbu dan rempah-rempah. Sementara air rebusan digunakan sebagai kuah kaldu, bahan membuat kuah sate. Lalu kuah kaldu ini dicampur denga...

avatar
Noval Karom
Gambar Entri
Katan Durian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Selain makanan rendang, dendeng balado dan sate padang ternyata ada lagi makanan yang tidak kalah untuk dicoba saat berwisata ke Sumatera Barat yaitu Katan Durian. Siapa yang tidak tahu dengan buah durian, buah yang berduri tajam dengan isi yang sangat lezat menggoda seluruh orang untuk mencobanya. Ado katan ado lo durian tu baru sero ". Begitulah orang Minang menyebut tentang kuliner yang satu ini yang berarti "ada ketan ada juga durian ini baru nikmat". Ya, bagi masyarakat Sumatera Barat menikmati durian belum lengkap rasanya tanpa kehadiran ketan. Katan merupakan olahan beras ketan yang dikukus hingga matang. Dalam proses pengukusan beras ketan ditambahkan irisan daun pandan agar wangi. Dalam penyajiannya bersama durian, katan ditaburi kelapa parut yang telah ditambahkan garam halus secukupnya. Buah durian yang telah dikupas disajikan diatas piring dengan katan dan kelapa parut. Legitnya buah durian nan manis dan lembut dimakan bersamaan dengan gurihnya kata...

avatar
Noval Karom
Gambar Entri
Rumah Adat Gadang
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Masyarakat Minangkabau  Masyarakat Minangkabau berlokasi di Sumatra Barat, sebagian daerah pesisir Barat Sumatra Utara, sebagian daerah propinsi Riau bagian barat, dan sebagian daerah propinsi Jambi bagian Selatan Barat. Dari cakupan wilayah yang didiami oleh Bangsa Minangkabau tersebut, bisa dikatakan bahwa Bangsa Minangkabau menempati wilayah yang luas dan menyebar dari daratan sampai ke pesisir. Tapi asal Bangsa Minangkabau adalah dari daratan.   Rumah tempat tinggal Minangkabau  disebut sebagai Rumah Gadang (Rumah Besar/Rumah Buranjang). Dikatakan Gadang (besar) bukan karena fisiknya yang besar melainkan karena fungsinya selain sebagai tempat kediaman keluarga, Rumah Gadang merupakan perlambang kehadiran satu kaum dalam satu nagari1, serta sebagai pusat kehidupan dan kerukunan seperti tempat bermufakat keluarga kaum dan melaksanakan upacara. Bahkan sebagai tempat merawat anggota keluarga yang sakit. Ditinjau dari bentuk, ukuran, serta gaya pe...

avatar
Noval Karom
Gambar Entri
Tabuik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Festival Tabuik merupakan salah satu tradisi tahunan di dalam masyarakat Pariaman. Festival ini telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan diperkirakan telah ada sejak abad ke-19 masehi. Perhelatan tabuik merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Sejarah mencatat, Hussein beserta keluarganya wafat dalam perang di padang Karbala. Tabuik sendiri diambil dari bahasa arab 'tabut' yang bermakna peti kayu. Nama tersebut mengacu pada legenda tentang kemunculan makhluk berwujud kuda bersayap dan berkepala manusia yang disebut buraq. Legenda tersebut mengisahkan bahwa setelah wafatnya sang cucu Nabi, kotak kayu berisi potongan jenazah Hussein diterbangkan ke langit oleh buraq. Berdasarkan legenda inilah, setiap tahun masyarakat Pariaman membuat tiruan dari buraq yang sedang mengusung tabut di punggungnya. Menurut kisah yang diterima masyarakat secara turun temurun, ritual ini diperkirakan muncul d...

avatar
Farrihnabhan
Gambar Entri
Silat Kumango
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Barat

Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia. Di sana ada sukubangsa yang bernama “Minangkabau”1). Masyarakatnya sangat menggemari kesenian, termasuk seni bela diri (pencak silat), sehingga di provinsi tersebut terdapat berbagai aliran pencak silat2), seperti: Silat Starlak, Silat Bayang Buayo, Silat Buayo Lalok, Silat Harimau, dan Silat Kumango3). Tulisan ini hanya membahas satu aliran silat saja, yaitu Silat Kumango. Nama silat ini (Kumango) sangat erat kaitannya dengan tempat di mana silat itu tumbuh dan berkembang. Silat Kumango pada awalnya tumbuh dan berkembang di sebuah kampung yang bernama “Kumango” (di daerah Kabupaten Tanah Datar). Oleh karena itu, silat itu kemudian dikenal atau diberi nama “Silat Kumango”. Pencipta silat ini adalah Syekh Abdul Rahman Al Khalidi yang bernama kecil Alam Basifat. Syekh Abdul Rahman Al Khalidi adalah seorang ulama yang menyebarkan tarekat Samaniyyah dan Naksyabandiyah di...

avatar
Ressy vemialita
Gambar Entri
SIMBOL SUMATERA BARAT
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Hampir setiap di provinsi indonesia memiliki simbol tersendiri dan memiliki maknanya.tapi pernah kamu berpikir apakah ada makna dibalik simbol tersebut?dan apa yang diharapkan dari simbol tersebut?    berikut arti dari simbol diatas : 1. atas mesjid bertingkat tiga : lambang agama islam sebagai agama utama untuk rakyat sumatera barat 2. riak gelombang laut : dinamika kehidupan rakyat sumatera barat 3. tuan sakato : simbol musyawarah mufakat  4. rumah gadang : simbol demokrasi. karena disana masyarakat bermusyawarah 5. bintang lima : simbol ketuhanan yang maha esa  

avatar
Dwika Permata Sani
Gambar Entri
Dongeng Asal Mula Danau Maninjau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Di Sumatera Barat terdapat sebuah gunung sangat tinggi. Masyarakat setempat menyebutnya Gunung Tinjau. Di kaki Gunung Tinjau, terdapat sebuah perkampungan yang memiliki tanah subur. Penduduk setempat kebanyakan bermata pencarian menjadi petani. Masyarakat hidup makmur karena hasil panen selalu melimpah.   Di perkampungan tersebut tinggal sepuluh bersaudara dengan sembilan orang laki-laki dan seorang perempuan. Mereka adalah Kukuban, Kudun, Bayua, Malintang, Galapuang, Balok, Batang, Bayang, Kaciak dan yang perempuan bernama Siti Rasani. Kukuban menjadi kepala keluarga setelah kedua orang tua mereka meninggal. Kesepuluh bersaudara tersebut hidup bertetangga dengan keluarga Datuk Limbatang. Datuk Limbatang memiliki seorang anak laki-laki bernama Giran. Kedua keluarga tersebut biasa saling berkunjung. Suatu hari, Datuk Limbatang pergi berkunjung ke rumah keluarga Kukuban. Ia mengajak anaknya yaitu Giran. Saat itulah Giran bertemu Siti Rasani, adik bungsu Kukuban...

avatar
Bangindsoft
Gambar Entri
Sayur Pucuk Perancis
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Sayur Pucuk Perancis atau Sayur Pucuk Parancih adalah olahan dari Tanah Minang. Mengenai penamaan Sayur Pucuk Perancis ini, pada tahun 1834 ada seorang residen (gubernur) Sumatera Barat bernama Emanuel Francis yang berusaha mencari simpati masyarakat Minang dengan membawa ubi ketela pohon untuk dibudidayakan di Padang. Namun oleh masyarakat Minang ternyata daun ubi ketela pohon juga dimanfaatkan sebagai sayuran. Untuk mengingat bahwa tanaman tersebut dibawa oleh Francis maka masyarakat menyebutnya sayur "prancis" atau "parancih. Resep Sayur Pucuk Perancis Bahan-bahan: 200gr daun singkong muda 1 potong (50gr) kepala ikan asin 750cc santan cair 500cc santan kental 1 batang serai, dimemarkan 1/2 lembar daun kunyit 1 potong asam kandis Bumbu yang Dihaluskan: 50gr cabai merah 6 butir bawang merah 2cm kunyit 2cm jahe 1cm lengkuas garam secukupnya Cara Membuat: 1. Rebus daun singkong sampai lunak, kemudian angkat dan tiriskan sampai airnya habis betul. Kalau perlu boleh dip...

avatar
Dhika