Es sekemu ini adalah minuman khas Banten yang bahan utamanya terdiri dari buah kelapa muda dan buah sawo yang pastinya sangat cocok untuk dinikmati saat siang hari. Rasa dari Es ini sangat manis dan segar. Tak heran bila banyak yang suka dengan Es ini. Berikut cara membuat Es sekumu yang nikmat ini : bahan-bahan 1 buah kelapa muda, keruk lebar 5 buah sawo matang, kupas, potong-potong 1 sendok makan selasih, rendam 350 ml air kelapa 400 gram es batu Bahan sirop pandan 150 gram gula pasir 150 ml air 2 lembar daun pandan 2 tetes warna hijau tua Cara membuat Rebus gula pasir, air, daun pandan, dan pewarna hijau dengan api kecil sampai mendidih. Angkat dan dinginkan. Tuang sirop ke dalam gelas. Tambahkan kelapa, potongan sawo, dan selasih. Tambahkan air kelapa dan es batu. Sajikan. https://resepnusantara.id/resep-es-sekumu-khas-banten/
Persenjataan bagi masyarakat suku baduy merupakan keharusan, karena suku ini suka sekali berkelana dari satu pulau ke pulau lain, dari satu hutan ke hutan yang lain, sehingga dalam sebuah perjalanan tak akan mungkin pemuda baduy tidak mengikut sertakan. Suku baduy hingga kini masih menjaga berbagai elemen adat seperti halnya Bedog . [ ][1] Senjata Bedog baduy Ada dua kampung di Baduy Luar yang terkenal pembuatan perkakas tajam, yaitu kampung Batu Beulah dan Cisadane . Kedua kampung ini letaknya tidak berjauhan, dan berada di sebelah Selatan Baduy (Kanekes). Tukang membuat perkakas tajam ini dinamakan Panday Beusi . Yang dibuatnya antara lain Bedog , Kujang , dan Baliung . Kampung yang sangat populer bedognya yaitu dari panday beusi Batu Beulah dan Cisadane. Sejak dahulu kedua kampung yang berdekatan ini sudah terkenal buatan bedognya yang sangat hebat (karena kekuatan, ketajaman, dan pamornya). Bahkan tersebutlah nama seorang panday beusi Daenci (sekarang sud...
http httpKIKIPING Bahan : 300 gram beras ketan, cuci bersih 125 ml santan dari 1/2 butir kelapa 1 sdt garam 75 gram kelapa setengah tua, dikupas lalu parut kasar 5 sdm bawang goreng Daun pisang untuk membungkus Bumbu halus: 3 sdm bawang goreng 1 siung bawang putih diiris goreng 1 sdt ketumbar sangrai 1 sdt serai, diiris tipis 1 sdt garam 3/4 sdt gula pasir Bahan isi: 150 gram daging ayam rebus disuwir-suwir 50 gram kelapa setengah tua kupas, diparut kasar disangrai kering lalu dihaluskan 100 ml air CARA MEMBUAT : Kukus beras ketan 20 menit. Sementara itu rebus santan dan garam sampai mendidih. Masukkan ketan kukus dan kelapa parut dalam rebusan santan. Aduk sampai meresap. Kukus lagi sampai matang. Panas-panas ditumbuk hingga halus. Sisihkan. Isi: aduk ayam suwir, kelapa sangrai, bumbu halus, dan air. Masak sambil diaduk hingga kering. Ambil 2 sdm ketan tumbuk. Pipihkan lalu sendokkan isi. Bentuk lonjong. Tutup dengan daun pisang yang di letakkan melintang. Sendokk...
Pais Mentog Khas Banten ini sekilas mirip sekali dengan lontong mie. Bahan-bahan digunakanpun mirip. Makanan ini merupakan makanan khas Banten. Pais Mentog ini cocok digunakan untuk makan pagi apalagi untuk bekal makan setiap hari ke sekolah. Banyak orang banten yang lagi mengembara atau diluar daerahnya ketika membuat Pais Mentog ini pasti akan teringat masa kecil, teringat kampung halaman, dan teringat ibunya yang tentu sering membuat makanan ini. Bahan-bahan 2 bungkus mi telor (indomi, stidak pakai bumbunya) 50 gram daging yang sudah direbus dan empuk (potong kecil2) 3 siung bawang merah, dicincang halus 1 siung bawang putih, dicincang halus 1/4 sdt lada halis1/8 sdt pala halus (bisa diskip) 100 ml santan kental (bisa pakai kara) 1 sdt garam 1 sdt masako 1/4 sdt gula pasir 1 buah tomat (kecil dan iris kasar)1 batang daun bawang, diiris) Langkah Siapkan bahan dan bumbu. iris bawang merah dan bawang outih dan daun bawang. didihkan air lalu ma...
Pais Mentog Khas Banten ini sekilas mirip sekali dengan lontong mie. Bahan-bahan digunakanpun mirip. Makanan ini merupakan makanan khas Banten. Pais Mentog ini cocok digunakan untuk makan pagi apalagi untuk bekal makan setiap hari ke sekolah. Banyak orang banten yang lagi mengembara atau diluar daerahnya ketika membuat Pais Mentog ini pasti akan teringat masa kecil, teringat kampung halaman, dan teringat ibunya yang tentu sering membuat makanan ini. Bahan-bahan 2 bungkus mi telor (indomi, stidak pakai bumbunya) 50 gram daging yang sudah direbus dan empuk (potong kecil2) 3 siung bawang merah, dicincang halus 1 siung bawang putih, dicincang halus 1/4 sdt lada halis1/8 sdt pala halus (bisa diskip) 100 ml santan kental (bisa pakai kara) 1 sdt garam 1 sdt masako 1/4 sdt gula pasir 1 buah tomat (kecil dan iris kasar)1 batang daun bawang, diiris) Langkah Siapkan bahan dan bumbu. iris bawang merah dan bawang outih dan daun bawang. didihkan air lalu ma...
Bedog adalah perkakas harian yang sering digunakan di ladang atau sawah. Kegunaannya menebang pohon, menebang bambu, membelah kelapa, keperluan dapur dan masih banyak kegunaan-kegunaan lainnya. Senjata tradisional dengan nama Bedog ini merupakan salah satu peralatan senjata yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun pada pada jaman dahulu, senjata tradisional Bedog ini juga sering dipakai para jawara Banten sebagai sarana untuk melindungi diri.
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/ Logo Kemenag RI LKK_BANTEN2013_D01 Al-Muf³d LKK_Banten2013_D01 Bhs. Arab dan Jawa Aks. Arab Prosa TH 60 hal/7 baris/hal. 26 x 21 cm Kertas Eropa Naskah ini terdiri dari beberapa teks, yaitu teks bahajatul-ulµm, al-Mift?h, al-Muf³d, Nµr Nurman, Nµr ad-daq?, daq?iq, inna awla dan asy-Syarhu, dan lain-lain. Naskah merupakan naskah yang berasa dari daerah Gembong Jayanti kab. Tangerang, milik H. Dimyati. Naskah kurang lengkap, ada beberapa halaman awal dan akhir yang hilang, penulis dan penyalinnya tidak disebutkan. Naskah tidak memiliki nomer halaman, tidak memiliki kata alihan, ilustrasi, dan iluminasi. Naskah ditulis di atas kertas Eropa dengan watermark dan counter mark, namun agak sulit untuk mengidentifikasinya, karena tertutupi oleh tulisan. Naskah ditulis dengan tinta hitam dan merah, dan dijilid dengan benang. Kondisi naskah cukup baik, meskipun ada beberapa halaman yang bolong, sobek, dan terlepas dari jilidannya...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_BANTEN2013_TBR04 HADIST LKK_BANTEN2013_TBR04 Bhs. Arab Aks. Arab Prosa HDS 480 hal/ 17-18 baris/hal 21.3 x 17 cm Kertas Eropa Naskah berjudul Misyk±t al-Ma¡±bih ini ditulis ulama hadis asal Irak Muhammad bin Abdullah al-Khatib at-Tibrizi (w.502 H/1109 M) milik Mas Ali asal Lampung. Naskah ini didapatkan di daerah Lempuyang Tanara Banten.Naskah ini memiliki halaman lengkap dari awal hingga akhir. Alas naskah ini adalah kertas Eropa polos bewarna cokelat. Naskah ini tidak memiliki watermark dan countermark. Naskah ini tidak memiliki nomor halaman.Tinta yang digunakan untuk menulis naskah bewarna hitam dan merah.Pada tiap teks berisikan pointers atau pokok bahasan tertentu ditulis dengan tinta warna merah. Demikian juga dengan perubahan sanad pada perawi hadis kata ‘an ditulis dengan tinta merah. Ada kalimat yang diberi hasyiyah pada pinggiran halaman.Naskah ini ada rubrikasi tambahan kalimat-kalim...
SUMUR KERAMAT JATI HERANG Suasana sore ini begitu cerah, anak-anak di Kampung Tampeuyan yang sudah beberapa hari tidak dapat keluar rumah karena hujan terus-menerus mengguyur kampung yang subur itu, kini tampak bersenang-senang. Cuaca cerah seperti ini makin membuat anak-anak bersemangat dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bermain di luar rumah sore ini. Kosim berlari sekuat tenaga mengejar temanteman sebayanya agar bisa menangkap salah satu dari mereka. Bermain kejar-kejaran pada sore hari sudah menjadi kebiasaan bagi anak-anak kampung itu, sambil menunggu beduk Magrib. Sesekali terdengar jeritan mereka yang polos karena hampir saja tertangkap oleh Kosim yang larinya begitu cepat. Jika mereka tertangkap oleh Kosim, jadilah mereka. Artinya, yang tertangkap akan berganti mengejar yang lainnya. Mereka tidak akan lelah bermain sampai waktu Magrib tiba atau dipanggil oleh orang tuanya untuk berangkat mengaji ke sebuah langgar di Kampung Tampeuyan. ”Nyai..., kopinya sudah belum...