Naskah Kuno dan Prasasti
Naskah Kuno dan Prasasti
Manuskrip Nusantara Kementerian Agama RI Banten Banten
LKK_BANTEN2013_TBR04
- 23 November 2020 - direvisi ke 4 oleh Nicky Ria Azizman pada 23 November 2020

Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/

Logo Kemenag RI LKK_BANTEN2013_TBR04 HADIST

LKK_BANTEN2013_TBR04

Bhs. Arab

Aks. Arab

Prosa

HDS

480 hal/ 17-18 baris/hal

21.3 x 17 cm

Kertas Eropa

Naskah berjudul Misyk±t al-Ma¡±bih ini ditulis ulama hadis asal Irak Muhammad bin Abdullah al-Khatib at-Tibrizi (w.502 H/1109 M) milik Mas Ali asal Lampung. Naskah ini didapatkan di daerah Lempuyang Tanara Banten.Naskah ini memiliki halaman lengkap dari awal hingga akhir. Alas naskah ini adalah kertas Eropa polos bewarna cokelat. Naskah ini tidak memiliki watermark dan countermark.

Naskah ini tidak memiliki nomor halaman.Tinta yang digunakan untuk menulis naskah bewarna hitam dan merah.Pada tiap teks berisikan pointers atau pokok bahasan tertentu ditulis dengan tinta warna merah. Demikian juga dengan perubahan sanad pada perawi hadis kata ‘an ditulis dengan tinta merah. Ada kalimat yang diberi hasyiyah pada pinggiran halaman.Naskah ini ada rubrikasi tambahan kalimat-kalimat penting berupa tempelan-tempelan kertas sebagai penjelasan atau informasi terkait isi naskah.

Keadaan fisik naskah ini secara keseluruhan baik,namun ada beberapa halaman lembarannya sobek, bolong-bolong karena gigitan serangga, pinggiran kertas ada yang keriting dan ada juga halaman yang leber tintanya karena terkena air. Teksnya masih dapat terbaca dengan baik, namun ada beberapa tidak yang berbayang dan tintanya meleber.Naskah ini dijilid dengan ikatan benang pada tiap kuras. Sampul naskah bagian depan dan belakang sudah tidak ada langsung kepada lembar halaman dan itu sobek.

Isi naskah ini berisikan tentang kumpulan hadis Rasulullah saw terkait dengan beragam topik; akidah/tauhid, fikih/ ataupun adab sehari-hari. Naskah ini lebih tepat dikatakan kompilasi hadis dengan berbagai topik. Pada tiap bab terkait dengan topik tertentu dituliskan fasal-fasal hadis lengkap dengan sanad perawi hadis. Namun tidak dijelaskan atau disyarahkan makna hadisnya. Topik- topik yang tertulis adalah wika’ah kepastian adanya azab kubur,berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunah, keimanan, ilmu, hal-hal yang mewajibkan wudu, adab masuk kamar mandi, adab berpakaian siwak, interaksi sosial orang yang dalam kondisi junub.

Teks awal naskah berbunyi: alamat kitab Misyk±t al-Ma¡±bih iki milik mas Ali wong Lampung.

Teks akhir naskah berbunyi: Kit±b al-Ad±b B±b as-Sal±m(NV).

ROTASI GAMBAR 90�LKK_BANTEN2013_TBR04 1 / 292StartStop

Manuskrip Puslitbang Lektur - Kementrian Agama RI Copyright © 2020 Kementrian Agama RI. Supported By Web Design Jakarta

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker