Bahan-bahan : 1 kg daging sapi (yang saya pakai, tulang iga sapi) 4 buah labu siam (kupas, potong dadu) 200 gr kacang merah (rebus) 2 lembar daun salam 4 lembar daun jeruk 2 siung bawang putih Minyak goreng secukupnya (Untuk menumis bumbu) Bumbu-bumbu: 8 siung bawang putih 12 siung bawang merah 4 buah cabe keriting 5 buah cabe rawit 2 ruas kunyit 1/2 ruas jahe 4 cm lengkuas (geprak) 4 btg serai (iris halus) 5 buah kemiri 1 sdm merica...
Tutu Mangge adalah sambal colek asam. Seperti namanya, sambal ini hanya berbahan dasar asam. Buah asam yang dipakai adalah buah yang masih muda, bijinya belum ada. Tutu Mangge berarti asam tumbuk. Cara membuatnya dengan menumbuk beberapa buah asam dan garam sampai halus seperti pasta, lalu tambahkan cabai, daun kemangi, sedikit bawang merah dan penyedap rasa atau gula. Ada juga yang menambahkan teri goreng. Diulek sebentar lalu tambahkan sedikit air. Sambal siap dihidangkan bersama lalapan terong kecil, timun atau bersama udang rebon. Sumber: http://citizen6.liputan6.com/read/2323697/7-sambal-khas-suku-mbojo-yang-tak-mainstream
Secara harfiah, Sia Dungga berarti garam jeruk, rasa dari dua bahan yang menonjol ini Dou Mbojo (Orang Mbojo) menamakannya Sambal Sia Dungga. Namun ada juga yang menyebutnya sambal bawang merah. Keunikan sambal merah ini adalah tidak berminyak. Cara membuatnya dengan mengiris tipis-tipis bawang merah dan kupas jeruk purutnya. Ulek garam dan cabai hingga halus lalu campurkan bawang dan jeruk. Sumber: http://citizen6.liputan6.com/read/2323697/7-sambal-khas-suku-mbojo-yang-tak-mainstream
Sambal ini istimewa karena cara menyantapnya juga istimewa. Mencelupkan lauk ke dalam kuah asam lalu airnya diseruput sedikit demi sedikit, mengikuti suap demi suap nasi. Secara harfiah, noro mangge artinya seruput asam, maksudnya kuah asam yang diseruput. Cara membuatnya adalah dengan meremas-remas asam mangge rebe dengan air hangat hingga airnya berwarna cokelat. Tambahkan hasil ulekan cabai, garam, dan penyedap rasa atau sedikit gula ke dalam kuah asam tersebut. Setelah itu tambahkan daun kemangi dan ikan teri atau ikan asin. Remas semuanya agar tercampur rata lalu siap diseruput. Sumber: http://citizen6.liputan6.com/read/2323697/7-sambal-khas-suku-mbojo-yang-tak-mainstream
Ubi Ndota Lauk Ikan Soa merupakan salah satu kuliner khas Nusa Tenggara Timur. Penyajian makanan ini tergolong berbeda pada umumnya yaitu makanan ini dinikmati dengan ubi atau singkong kukus. Berikut resep cara membuat Ubi Ndota Lauk Ikan Soak has Nusa Tenggara Timur untuk 4 porsi. Bahan-bahan: 500 gram singkong, dikupas, dicuci bersih 1/2 sendok teh garam Bahan Ikan Soa: 1 ekor ikan pari 3 cm kunyit, dibakar, diiris 2 cm jahe, diiris 300 ml air untuk merebus 5 butir bawang merah, diiris tipis 3 siung bawang putih, diiris tipis 3 buah belimbing wuluh, dipotong-potong 1 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan 3/4 sendok teh garam 1/2 sendok teh merica bubuk 1/2 sendok teh gula pasir 2 buah cabai merah besar, diiris 150 ml santan dari 1/4 butir kelapa Cara Membuat: Buang bagian tengah singkong. Potong-potong lalu cincang...
Bola bolelebo merupakan makanan khas Nusa Tenggara Timur yang memiliki bentuk mirip dengan jemblem. Makanan ini memang berbentuk bulat atau bola sesuai dengan namanya. Terbuat dari campuran kentang, jagung manis, kacang tanah dan juga daging sapi. Berikut resep cara membuat Bola Bolelebo khas Nusa Tenggara Timur untuk 33 buah. Sedikit tips saat membuat Bola Bolelebo, pada saat mengolah kacang pastikan sudah matang. Jika kurang matang akan mengakibatkan hasil bola bolelebo menjadi kurang istimewa. Rasanya juga pasti akan langu atau tidak enak. Bahan-bahan: 1 ½ ons kentang, rebus dan haluskan 1 ons daging sapi has dalam, potong kecil-kecil 2 buah jagung manis, rebus dan sisir ½ ons kacang tanah, sangrai dan haluskan ¼ ons tepung roti 1 sendok makan daun seledri, cincang halus 2 butir kuning telur Bumbu Halus: ¼ sendok teh merica ¼ sendok teh pala 1 &fr...
Sasando adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan dipetik. Instumen musik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Suara sasando ada miripnya dengan alat musik dawai lainnya seperti gitar, biola, kecapi, dan harpa. Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan di mana senar-senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung, dari atas kebawah bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando..[1](sumber : wikipedia)
Kata “Se’i” berasal dari bahasa rote yang artinya daging yang diiris tipis memanjang. Se’i atau daging asap adalah makanan khas dari suku Rote, Nusa Tenggara Timur. Awalnya daging se’i menggunakan daging rusa. Dalam perkembangannya, rusa menjadi hewan yang dilindungi pemerintah, sehingga masyarakat NTT menggunakan daging babi dan daging sapi. Dalam proses pembuatannya, daging sapi atau babi diawetkan melalui proses pengasapan dan panas yang dibuat dari pembakaran kayu yang banyak menghasilkan asap. Asap tersebut memiliki keunggulan karena mengandung beberapa komponen kimia yang mampu membunuh bakteri dan jamur. Komponen kimia tersebut akan membuat daging asapakan tampak mengkilap. Tidak semua jenis kayu bisa digunakan untuk daging se’i karna akan mempengaruhi citra rasa daging se’i makanya warga NTT mengunakan kayu kosambi. Kayu ini memiliki sejuta manfaat, karena juga memiliki sejumlah kegunaan bagi masyarakat NTT. Kayu kosambi bis...
UwiKaju/Uwi Ai Ga’u. Meskipun sama-sama berbahan dasar ubi namun uwi kaju ga’u belum sepopuler uwi ai ndota atau uwi ai punga. Ubi kayu atau juga disebut singkong, tentu sudah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Secara tradisional, ubi kayu/singkong sangat diminati karena singkong memang mengandung cukup tinggi kalori dan sumber energi yang baik. Dalam perkembangannya, singkong kini telah banyak dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam penganan, atau diambil patinya untuk berbagai macam keperluan. Di daerah Nusa Tenggara Timur pada masa sebelum orde baru makanan pokokya itu adalah jagung dan ubi. Namun dengan perubahan zaman, cara pandang masyarakat terhadap jenis makanan tersebut cenderung kurang bagus. Saat ini, makanan dari umbi-umbian maupun jagung sebatas hanya pelengkap nasi atau makanan selingan. Padahal itu semua juga memiliki kadar karbohidrat yang tinggi dan juga merupakan karbohidrat kompleks yang sangat baik untuk energy tubuh dalam melakukan a...