Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Nusa Tenggara Timur Flores
Soto Daging Khas Flores
- 31 Desember 2017
  1. Bahan-bahan :
  2. 1 kg daging sapi (yang saya pakai, tulang iga sapi)
  3. 4 buah labu siam (kupas, potong dadu)
  4. 200 gr kacang merah (rebus)
  5. 2 lembar daun salam
  6. 4 lembar daun jeruk
  7. 2 siung bawang putih
  8. Minyak goreng secukupnya (Untuk menumis bumbu)
  9. Bumbu-bumbu:
  10. 8 siung bawang putih
  11. 12 siung bawang merah
  12. 4 buah cabe keriting
  13. 5 buah cabe rawit
  14. 2 ruas kunyit
  15. 1/2 ruas jahe
  16. 4 cm lengkuas (geprak)
  17. 4 btg serai (iris halus)
  18. 5 buah kemiri
  19. 1 sdm merica bubuk
  20. 2 sdm ketumbar bubuk
  21. 2 lbr daun salam
  22. 4 lbr daun jeruk (robek-robek)
  23. secukupnya Air asam
  24. secukupnya Garam dan penyedap rasa
  25. Sambal :
  26. 1 sdm cabe rawit
  27. 1 siung bawang putih
  28. 1/2 buah kemiri
  29. secukupnya Garam dan penyedap rasa
  30. Bahan tambahan:
  31. Tauge dan kol yang sdh direbus sebentar
  32. Bawang goreng
     
    Langkah-Langkah:
    •    Potong kotak daging sapi (2 cm), cuci, lalu rebus sampai empuk.
    •    Setelah daging empuk, keluarkan daging, kaldu sapi jangan dibuang, tapi disaring untuk digunakan lagi.
    •    Rebus kembali daging dengan kaldu yang sudah disaring, tunggu sampai mendidih. (ukuran banyaknya air, sesuai selera).
    •    Sambil menunggu rebusan daging mendidih, haluskan bumbu-bumbu, kecuali lengkuas, daun salam dan daun jeruk.
    •    Di tempat berbeda, siapkan wajan, tuang minyak goreng secukupnya, setelah minyak panas, tumis bumbu yang sudah dihaluskan, tambahkan daun salam, daun jeruk dan lengkuas. Tumis bumbu sampai harum, lalu tambahkan air asam
    •    Jika rebusan daging sudah mendidih, masukkan labu dan kacang merah.
    •    Bumbu yang sdh ditumis, dimasukkan kedalam rebusan daging. Biarkan mendidih sampai labunya matang.
    •    Tambahkan garam dan penyedap rasa, kemudian koreksi rasa, jika sudah pas, dan labunya sudah matang, soto dagingnya sdh jadi dan siap disantap
    •    Sajikan Soto Daging dengan kol dan tauge (yang sdh direbus) dan taburan bawang goreng.
    •    Cara membuat sambal: rebus cabe, bawang putih dan kemiri, kurang lebih selama 3 menit.
    •    Ulek cabe, bawang putih dan kemiri sampai halus, lalu tambahkan garam dan penyedap rasa, koreksi rasa

    Sumber: https://cookpad.com/id/resep/3201980-soto-daging-khas-flores%F0%9F%98%98%E2%98%BA

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker