monedas para FC 26 Visité Buyfc26coins.com. La mejor experiencia de compra de monedas ever..m71u
281 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asal Mula Danau Laut Tawar - Gayo - Nanggroe Aceh Darussalam
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Puteri Pukes tinggal di Kampung Nosar, sebuah kampung di daerah Aceh bagian tengah. Dia baru saja menikah dengan seorang lelaki dari Samar Kilang, yang berjarak cukup jauh dari Kampung Nosar. Lelaki baik hati itu adalah keturunan saudagar kaya. Sesuai adat Gayo, setiap perempuan yang menikah harus ikut ke kampung suaminya dan tinggal di sana selama-lamanya. Hal ini sungguh menyiksa perasaan Puteri Pukes. “Anakku, Ibu tahu perasaanmu. Engkau pasti merasa berat untuk meninggalkan kampung kita ini, juga meninggalkan ibu dan ayahmu,” ucap ibu Puteri Pukes sambil mendekati puteri semata wayangnya. Diusapnya kepala Puteri Pukes dengan perasaan sayang. Perasaan Puteri Pukes mulai bergejolak. Sebelumnya Puteri pernah mengutarakan keberatannya apabila menikah dan harus meninggalkan keluarganya. Tetapi hal ini adalah adat-istiadat mereka. Siapa yang menentang adat konon akan celaka. “Ibu, kalau aku pergi, siapa yang akan menjaga Ibu? Siapa yang akan...

avatar
Oase
Gambar Entri
Dapur Umum - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Aceh

  Masyarakat Aceh membagi dapur ke dalam tiga tipe berdasarkan fungsi dan bentuknya. Ketiga tipe dapur tersebut adalah dapur rumah tangga, dapur umum dan dapur produksi.   Dapur umum  Dapur umum mempunyai cakupan yang lebih luas daripada dapur rumah tangga. Dapur umum digunakan untuk memasak berbagai keperluan dalam upacara bersama masyarakat Aceh. Keterlibatan para perempuan Aceh dalam dapur umum juga tidak terbatas pada hubungan keluarga atau kekerabatan. Semua orang boleh terlibat dalam aktivitas dapur umum. Oleh karena itu, selain sebagai tempat untuk memasak, dapur umum berfungsi sebagai ruang untuk membangun relasi sosial antaranggota masyarakat.        Sumber: http://melayuonline.com/ind/culture/dig/2612  

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Kanet - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Aceh

Kanet bagi masyarakat gayo disebut kuren, aneuk jamee menyebutnya pariuk, sedangkan di dalam bahasa Indonesia disebut periuk. Bentuknya bundar dan pada mulutnya lebih kecil serta  terdapat bibir sebagai tempat penahan tutupnya. Ukuran sebuah kanet tidak sama besarnya dari ukuran paling kecil sampai yang besar. yang didasarkan kepada muatan isinya. Untuk membedakan  ukuran maka disebutlah terdapatlah sebutan kanet asoe sikaj  (berisi lebih kurang satu kaleng susu beras), asoe sicupak (3  kaleng susu beras) dan kanet asoe siarae (berisi 1 bambu beras).  Karena kanet dipergunakan untuk kebutuhan dapur rumah tangga  maka ukurannya hanya terdiri dari 3 ukuran. Kanet dibuat dari  tanah liat dengan mempergunakan teknik putar di atas mal yang dipergunakan sebagai acuan. Setelah kering, kemudian dibakar  baru kemudian siap untuk dipakai. Kanet dipergunakan khusus  untuk menanak nasi. Sebuah kanet dapat dip...

avatar
Fachni
Gambar Entri
Jeu'ee - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Aceh

Satu-satunya alat yang dipergunakan untuk menampi beras dipakai jeu'ee. yang dalam bahasa Indonesia disebut niru. Di Gayo disebut niu dan di masyarakat Aneuk Jamee disebut  niru. Jeu'ee berbentuk lonjong yang pada pangkalnya lebih besar sedangkan pada bagian paling ujung lebih runcing. Sebuah jeu'ee mempunyai lebar pada bagian pangkal sekitar  50 cm. Pada bagian ujung sekitar 20 cm dengan panjangnya sekitar 60 cm. Untuk menganyam sebuah niru dipergunakan kulit dari batang bili, kulit rotan atau kulit bambu. Perkakas ini merupakan salah satu alat terpenting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Niru selalu dipergunakan setiap saat untuk menampi beras yang akan dimasak. Niru yang terdapat di setiap rumah tangga di Aceh diperolehnya dengan membeli di pasar-pasar. Pembuatan niru yang nampaknya mudah tetapi bila dikerjakan sulit. Tidak semua kampung yang terdapat di Aceh memiliki pengrajin niru. Niru tidak perlu dibersihkan sesudah dipakai, dan...

avatar
Fachni
Gambar Entri
Bruek Keukaraih - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Aceh

Salah satu alat yang dipergunakan untuk memasak kue kiias Aceh disebut Bruek Keukaraih, orang Aneuk Jamee menyebutnya  tampuang karan-karan. Dalam bahasa Indonesia dapat disebutkan tempurung karan-karan. Bruek Keukaraih, dibuat dari tempurung kelapa yang pada bagian bawah diberi lubang besar atau sepertiga dari batok kelapa tersebut dipotong. Pada bagian bawahnya diberi lubang kecil-kecil berbentuk melingkar serta diberikan gagang yang dibuat dari kayu dan diikat pada bagian atas tempurung. Bruek keukaraih ini dipergunakan untuk kue khas Aceh yang dalam masyarakat Aceh dan Aneuk Jamee disebut keukarah. Seperti umumnya peralatan dapur ada yang diperoleh dengan membeli, meminta kepada orang lain untuk membuatnya atau  membuat sendiri, maka bruek keukaraih ini lebih banyak dibuat  sendiri. Untuk mempergunakan sebuah bruek keukaraih memerlukan ketrampilan apabila menginginkan hasil yang baik. Pada  prinsipnya cara penggunaan bruek k...

avatar
Fachni
Gambar Entri
Baju Meukeusah - Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam - Pakaian Tradisional
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Aceh

Baju meukeusah adalah baju yang terbuat dari tenunan kain sutra yang biasanya memiliki warna dasar hitam. Warna hitam dalam kepercayaan adat Aceh disebut sebagai perlambang kebesaran. Oleh karena itulah tak jarang baju Meukeusah ini dianggap sebagai baju kebesaran adat Aceh. Pada baju meukeusah kita dapat menemukan sulaman benang emas yang mirip seperti kerah baju China. Kerah dengan bentuk tersebut diperkirakan karena adanya asimilasi budaya aceh dengan budaya China yang dibawa oleh para pelaut dan pedagang China di masa silam.     Sumber:  http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/05/pakaian-adat-aceh-nama-gambar-dan.html

avatar
Fachni
Gambar Entri
Sangkar Emas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Ada seekor raja burung parkit yang hidup beserta rakyatnya di sebuah hutan di Aceh. Mereka hidup damai. Tetapi kedamaian itu terusik oleh kedatangan seorang pemburu yang berhasil menaruh perekat di sekitar sangkar-sangkar burung parkit. Mereka berusaha melepaskan sayap dan badan mereka dari perekat tersebut. Namun, upaya tersebut gagal. Burung-burung parkit menjadi panik, keculi si Raja Parkit. “Tenang, Bila pemburu itu datang, kita berpura-pura mati. Setelah melepaskan perekat, pemburu itu akan memeriksa kita. Kalau ia melihat kita mati, ia akan membuang kita. Tunggulah sampai hitungan ke seratus, sebelum kita bersama-sama terbang kembali,” pesannya. Keesokan harinya, pemburu itu datang. Setelah melepaskan perekatnya, ia mengambil hasi tangkapannya. Betapa kecewanya ia mengetahui burung-burung parkit sudah mati tidak bergerak lagi. Namun sebelum hitungan ke seratus, tiba-tiba pemburu tersebut jatuh terpeleset hingga mengejutkan para burung parkit. Karena terkeju...

avatar
dans suha
Gambar Entri
Tari Ratoh Jaroe
Tarian Tarian
Aceh

Minggu Sore itu (19/4) halaman Tugu Api Taman Mini Indonesia Indah ada yang berbeda. Ribuan orang penari yang terdiri dari para pelajar yang ada di Jakarta sudah berbaris membentuk formasi tertentu untuk menarikan salah satu tarian aceh, ratoh jaroe. Sekitar 1700 penari dengan pakaian khas penari aceh ini berbaris memenuhi seluruh area Tugu Api. Dengan baju beraneka warna, para penari terlihat antusias untuk bersama-sama menarikan tari ratoh jaroe, salah satu tarian khas dari Aceh. Begitu musik yang berisi syair-syair keagamaan yang dalam bahasa Aceh disebut Rapa'i mulai dimainkan, serentak seluruh penari melakukan gerakan yang kompak. Gerakan tangan yang bergerak ke atas dan kebawah dan sesekali kepala yang juga bergerak ke kanan dan ke kiri membuat pertunjukan tari ratoh jaroe begitu semarak untuk disaksikan. Kreasi-kreasi gerakan yang kompak serta formasi yang rapih menjadikan sajian pertunjukan sekitar 1700 penari yang digagas Rumoh Budaya serta mendapat dukungan...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Tari Cah Rimba
Tarian Tarian
Aceh

Cah rimba  merupakan tradisi masyarakat Aceh yang berkaitan dengan pembukaan lahan garapan. Lahan yang akan digarap tentu tidak dibuka secara liar, melainkan sudah diatur oleh adat yang berlandaskan agama Islam. Perangkat desa ( geuchik ) dan orang-orang yang mengerti masalah perhutanan atau yang biasa disebut  petua uten juga berperan aktif merundingkan dan memperhitungkan pemilihan lahan yang akan digarap. Sehingga, pembukaan lahan tidak mengganggu ekosistem dan merugikan masyarakat. Tradisi yang telah lama mengakar dalam kebudayaan Aceh ini kemudian menginspirasi lahirnya tari kreasi dengan nama sama. Tari  cah rimba  coba menggambarkan kembali proses pembukaan lahan, mulai dari persiapan hingga pembagian lahan garapan. Di awal, tari  cah rimba  menceritakan masyarakat  gampong  (kampung) yang hidup harmonis. Para pria kemudian digambarkan tengah sibuk mempersiapkan alat-alat yang digunakan untuk keperluan membuka lahan. Sementara, par...

avatar
Arum Tunjung