Konon kabarnya pada jaman Majapahit, terjadi suatu peperangan antara Kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Pajajaran yang terkenal dengan nama perang Bubat. Pada saat itu, diantara prajurit kerajaan Majapahit ada yang berjalan melalui daerah yang sekarang dinamakan Desa somongari. Barisan prajurit tersebut dipimpin oleh Adipati Singanegara, Pangeran Lokajaya dan seorang lagi Pangeran Purwokusumo. Rombongan tersebut beristirahat di daerah itu sampai beberapa saat lamanya. Karena dirasa enak beristirahat di tempat tersebut, maka Adipati Singanagara dan para prajurit diperintahkan untuk terus bermukim di situ. Dan pula diperintahkan untuk menebang hutan-hutan sedikit demi sedikit untuk tempat tinggal. Ternyata diantara prajurit yang menebang kayu banyak yang mati atau hilang karena perbuatan makluk-makluk halus. Setelah diketahui oleh Adipati Singanegara beberapa kali tentang kejadian tersebut, maka bersemedilah Adipati Singanegara. Beliau bersemedi dalam bulan Sura sampai dengan bula...
Pendeknya busana kebaya yang hampir tidak dimiliki oleh bangsa lain ternyata mampu membuat perempuan dalam ukuran apapun terlihat seksi dan elegan. Anda hanya perlu memperhatikan pemilihan bahan, model yang tepat dengan postur tubuh dan warna kulit. Kebaya yang dulunya hanya dipandang sebagai busana tradisional kini semakin mendapat tempat di hati kaum perempuan. Bukan hanya istri pejabat yang mengenakannya tapi juga kaum selebritis dan masyarakat awam. Bahkan banyak perempuan sekarang tidak hanya mengenakan kebaya sebagai busana formal tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kebaya tradisionalpun banyak diminati. Namun apapun bentuk dan modelnya, kebaya tradisional maupun modern , satu yang tidak boleh ditinggalkan dari kebaya yakni soal pakem atau sileut yang membentuk bagian tubuh. Siluet ini merupakan dasar dari kebaya dan ada tiga macam yang melegenda di kalangan masyarakat Indonesia yakni Jawa, Sunda dan Kurung. Konon b...
Ki Lurah Bagong adalah nama salah satu tokoh punakawan dalam kisah pewayangan yang berkembang di Jawa Tengah dan Jawa Timur . Tokoh ini dikisahkan sebagai anak bungsu Semar . Dalam pewayangan Sunda juga terdapat tokoh panakawan yang identik dengan Bagong, yaitu Cepot atau Astrajingga . Namun bedanya, menurut versi ini, Cepot adalah anak tertua Semar. Dalam wayang banyumasan Bagong lebih dikenal dengan sebutan Bawor . Ciri fisik Sebagai seorang panakawan yang sifatnya menghibur penonton wayang , tokoh Bagong pun dilukiskan dengan ciri-ciri fisik yang mengundang kelucuan. Tubuhnya bulat, matanya lebar, bibirnya tebal dan terkesan memble . Dalam figur wayang kulit, Bagong membawa senjata kudi . Gaya bicara Bagong terkesan semaunya sendiri. Dibandingkan dengan ketiga panakawan lainnya, yaitu Semar , Gareng , dan Petruk , ma...
Sirup Kawista merupakan minuman yang berbahan utama dari sari buah kawis lalu dicampur dengan gula dan air. Sirup ini rasanya sangat khas, ada campuran manis dan asamnya serta baunya wangi. Buah kawis tergolong cukup langka di Indonesia karena pohonnya hanya bisa tumbuh di daerah kering atau panas, seperti Rembang. Untuk mendapatkan rasa sirup kawista yang segar dan enak diperlukan proporsi yang pas dari bahan-bahan yang dicampur. Cara membuatnya : Pertama-tama daging buah kawis direbus bersama air. Selanjutnya air rebusan disaring dengan menggunakan kain halus agar sari buah dan seratnya terpisah. Sari buah yang dihasilkan lalu diendapkan selama seharian penuh (24 jam) dalam wadah yang tertutup. Setelah mengendap, pisahkan air sari lapisan atas dengan endapannya, dan tambahkan sedikit pengental. Kemudian diamkan kembali air sari tersebut selama 12 jam. Rebus kembali air sari yang telah didiamkan, dan tambahkan gula pasir dengan perbandingan 1 lite...
Prasasti Kayumwungan adalah sebuah prasasti pada lima buah penggalan batu yang ditemukan di Dusun Karangtengah, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sehingga lebih dikenal juga dengan nama prasasti Karangtengah. Prasasti ini ditulis dengan aksara Jawa Kuna, mempergunakan dua bahasa. Baris 1-24 ditulis dalam bahasa Sanskerta, baris selanjutnya ditulis bahasa Jawa Kuna. Masing-masing bahasa menunjuk pada angka tahun 746 Saka atau 824 Masehi.
Bahan: 150 gr tepung sagu aren 50 gr tepung beras 500 ml air 150 ml air daun suji (30 lembar daun suji blender bersama 150 ml air, saring 3 tetes pewarna hijau Kuah gula merah: 250 gr gula merah, iris tipis 300 ml air 5 lembar daun pandan Kuah santan: 750 ml santan dari 1 butir kelapa 1/2 sdt garam 6 lembar daun pandan Cara membuat: 1. Dawet: aduk rata bahan dawet, masak sambil diaduk hingga meletup-letup. Angkat, panas-panas, tuang ke cetakan cendol, tekan cetakan cendol, tampung cendol yang keluar ke dalam baskom berisi air dingin. 2. Kuah gula merah: rebus kuah gula merah sambil diaduk hingga mendidih, saraing, dinginkan. 3. Kuah santan: rebus kuah santan sambil diaduk hingga mendidih, dinginkan. 4. Cara penyajian: Sendokkan cendol ke dalam gelas, tambahkan kuah gula merah dan santan, sajikan dengan es batu. Sumber: http://f...
Bahan-Bahan Ketupat5 buah Tahu putih, Goreng, potong kotak25 buah Kol Putih (Kubis Bunga Putih), Potong kasar, Goreng300 gram Tauge, Seduh dengan air panas250 gram Kacang Tanah, Goreng, cincang kasar250 gram Gula Jawa500 gram Daun Salam4 lembar Lengkuas (Laos)2 ruas Bawang Putihsecukupnya Cabai (Cabe) Rawit Hijausecukupnya Langkah Masak Langkah 1 Rebus gula jawa bersama lengkuas, daun salam, garam dengan 1,5 gayung air sampai menyusut menjadi sepertiganya. Langkah 2 Untuk penyajiannya, haluskan 1/2 siung bawang putih dan cabe rawit goreng langsung diatas piring, tata bahan2 utama dan pelengkap, siram dengan kuah gula jawa. Taburi bawang goreng Langkah 3 Tips : Untuk membuat kuah gula dibutuhkan kesabaran, masak dengan api kecil dan terus diaduk sampai mengental. Bila kurang kental rasanya menjadi hambar. RM/Toko yang Menyediakan: Ku...
Bahan-Bahan Daging Tetelan500 gram Soun, Rebus1 bungkus Wortel, Iris tipis2 buah Kol Putih (Kubis Bunga Putih), Iris tipis100 gram Daun Bawang, Iris tipis3 batang Tauge100 gram Bawang Merah, Haluskan4 siung Bawang Putih, Haluskan3 siung Kunyit, Haluskan1 ruas Kemiri, Haluskan3 siung Daun Salam3 lembar Lengkuas (Laos), iris 1cm2 ruas Lada (Merica), Haluskan1/2 sendok teh Ketumbar, Haluskan1/4 sendok teh Santan, Haluskan1 liter Garam, Haluskansecukupnya Gula Pasir, Haluskan secukupnya Langkah Masak Langkah 1 Rebus tetelan bersama bumbu halus, lengkuas, dan daun salam tanpa ditumis sampai empuk. Langkah 2 Masukkan santan, garam dan gula pasir. Aduk agar santan tidak pecah. Setelah mendidih masukkan sayuran, dahulukan yang keras, dan soun. Langkah 3 Cocok disajikan dengan sambal tomat goreng dan tahu tempe bacem. RM/Toko yang Menyediakan...
Tari klasik gaya Surakarta memiliki karakter yang khas, tari klasik semula meniru gerak alam semesta dan pertanda seperti mbanyu mili (sesuai dengan letak arah mengalirnya), posisi gerak tari seperti tanjak ndoran tinangi, angranakung, singkal, mager timun. Pada susunan kembangan sekaran) tari terdapat nama ngranggeh lung, merak kesimpir, gajah ngoling, menthokan, mucang kanginan, banteng nggambul. ombak banyu, ngalap sari. Berbagai gerak alam di stilir menjadi ragam gerak tari yang dilakukan oleh tubuh. Dasar gerak tari klasik gaya Surakarta berpegang pada dua aspek yaitu adeg dan solah. Untuk mencapai tingkat gerak yang berkualitas (estetik) diperlukan suatu metode latihan tari yang efektif, di dalam istilah tari gaya Surakarta disebut Rantaya yang meliputi pola dasar adeg, pola dasar lumaksana, susunan kembangan atau sekaran. Filosofi tari klasik gaya Surakarta adalan menggunakan konsep Dewa Raja Jejer, sedang mitosnya adalah kiblat papat lima pancer. Tari Klasik gaya Surakar...