Lagu Katulampa Lagu berjudul Katulampa ini diciptakan oleh Bapak Ade Suarsa S.Sn di Sanggar Edas, Kota Bogor. Lagu ini dibawakan oleh seorang laki-laki dan diiringi oleh suara latar wanita. Alat musik yang digunakan di dalam lagu ini yaitu, gambang kentung, kencrong kecrek, jengglong awi, angklung kendang, kecrek, suling, kecapi, dan goong. Lagu ini menceritakan tentang Bendungan Katulampa yang ada di Bogor. Tentang aliran airnya yang mengalir melewati Kebun Raya Bogor dan menuju Kota Jakarta yang dalam lagu ini disebut dengan Batawi. Lagu ini juga menceritakan bagaimana indahnya Bendungan Katulampa itu sendiri dan keadaan sekitarnya yang menarik hati. Lirik lagu Katulampa sebagai berikut: Katulampa kamashur ka mana-mana Cihaliwung ti girang mipir kadinya Katulampa ngais gawir nyendak jungkrang Tuturubun cai turun ti Cipayung Endah mun usum katiga Cai cur cor estu matak narik ati Tirta ngalir ka jaladri Ng...
Masyarakat di daerah kampung Cikondang desa Lamajang selalu melakukan tradisi dalam rangka memperingati tahun baru islam yang diselenggarakan pada tanggal 15 Muharram pada tiap tahunnya. Tradisi ini dikenal masyarakat setempat dengan istilah "seleh taun mapag taun" yang bisa diartikan sebagai menutup tahun dan membuka tahun. Tradisi ini bertujuan untuk bersyukur kepada Tuhan karena dapat melewati satu tahun dengan selamat karena kuasa-Nya. Tidak hanya bertujuan untuk berterima kasih karena itu, biasanya tradisi ini juga sekaligus sebagai pengekspresian rasa syukur atas keberhasilan panen para petani. Dari tanggal 1-14 Muharram para warga biasanya melakukan persiapan seperti menumbuk beras dan memasak makanan tradisional. Dan sebelum perayaan upacara tradisional ini, biasanya benda-benda pusaka seperti kris, pisau, golok dan lain-lain dibersihkan. Dalam rangka menjalankan tradisi ini, para warga biasanya berkumpul bersama keluarganya masing-masing, saling menyumbang...
PERANG TOMAT TRADISI UNIK DI KABUPATEN BANDUNG BARAT “Hajat Buruan Rempug Tarung Adu Tomat” atau nama lain dari Perang Tomat merupakan kesenian atau sebuah tradisi di Kampung Cikareumbi RW 3, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tradisi ini merupakan acara tahunan saat awal bulan Muharam, yang sudah berlangsung sejak 2012. Perang tomat dilakukan sejak lima tahun lalu ketika harga tomat pernah anjlok sampai Rp 200/kg. Karena sayang jika dibuang, akhirnya warga menggagas mengadakan perang tomat. Tomat yang digunakan pun adalah tomat busuk. Hal itu sebagai simbol untuk melempar sifat kejelekan yang ada di tubuh manusia. "Ibaratnya seperti lempar jumroh yang dilakukan oleh jemaah haji di Tanah Suci yang sama-sama bertujuan mensucikan diri dari segala sifat buruk. Perang tomat ini merupakan pengembangan dari tradisi Hajat Buruan. Ialah suatu hiburan wujud syukur atau keberhasilan tanaman sayuran yang diungkapk...
Ketuk tilu adalah suatu tarian pergaulan cikal bakal jaipongan. Biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan suatu kegiatan atau diselenggarakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas. Istilah nama ini diambil dari alat musik pengiringnya, yaitu 3 buah bonang, kendang indung (yang besar), kulanter (yang kecil) , kecrek dan goong. Pada zaman dulu, ketuk tilu adalah upacara penyambutan panen padi sebagai rasa terima kasih kepada Dewi Sri. Upacara ini biasanya dilakukan pada malam hari. dan biasanya pada acara pagelaran ini ada seorang penari yang sedang menumbuk lesung. Gerakan dalam tarian ini adalah goyang, pencak, muncid, gitek, dan geol. biasanya diawali dengan alunan music dan lagu pengiring untuk mengumpulkan para penonton. Kemudian para penari memasuki panggung dengan gerakan jajangkungan dan dilanjutkan dengan gerak wawayangan yaitu saat penari menyanyi dan menari. kemudian dilanjutkann dengan tari berpasangan. Kostum yang dipaka...
Upacara seren taun adalah ungkapan syukur masyarakat sunda terutama orang kuningan atas suka duka yang mereka alami terutama di bidang pertanian selama setahun yang telah berlalu dan tahun yang akan datang. Seren taun dilaksanakan setiap tanggal 22 Bulan Rayagung sebagai bulan terakhir dalam perhitungan kalender sunda. Selain ritual-ritual yang bersifat sakral, digelar juga kesenian dan hiburan. Dengan kata lain kegiatan ini merupakan hubungan antara manusia dengan tuhan, dan juga dengan sesama mahluk atau alam baik lewat kegiatan kesenian, pendidikan, dan sosial budaya. Upacara Seren Taun diawali dengan upacara ngajayak ( Menjemput Padi ), pada tanggal 18 Rayagung yang dilanjutkan dengan upacara penumbukan padi dan sebagai puncak acaranya pada tanggal 22 Rayagung. Ngajayak dalam bahasa sunda berarti menerima dan menyambut, sedangkan bilangan 18 yang dalam bahasa sunda diucapkan “dalapan welas” berkonotasi welas asih yang artinya cinta kasih serta kemurahan Tuhan...
Sunda merupakan salah satu budaya dari budaya yang beragam dari negeri kita, Indonesia. Tentu, setiap budaya Indonesia pasti mempunyai makanan, minuman, adat, dan sejarah tersendiri. Di artikel ini, kalian akan membaca cara memasak salah satu makanan khas Sunda yang lezat, yaitu acar gurame. Bahan-bahan 1. Ikan gurame (1 kg) 2. Gula pasir (1/2 sendok teh) 3. Cuka (1 sendok makan) Bumbu: 1. Bawang putih (7 biji) 2. Bawang merah (8 biji) 3. Kunyit (2 jempol) 4. Jahe (3 jempol) 5. Kemiri (4 biji) 6. Rawit (1/2 ons) 7. Laos (1 jempol) 8. Salam (2 lembar) 9. Sereh (1 batang) Cara: -Persiapan gurame 1. Gerus bawang putih (4 biji), jahe (2 jempol), garam (1 sendok makan) sampai halus. Setelah halus, lumurkan ke gurame. 2. Setelah dilumurkan, tunggu agar bumbunya meresap selama 1 jam 3. Gorengkan gurame &nb...
“Apa salah dan dosaku sayang Cinta suciku kau buang-buang Lihat jurus yang kan ku berikan Jaran goyang jaran goyang." Cinta ditolak, pelet pun bertindak . Ajian Jaran Goyang merupakan salah satu mantra kuno yang sudah melegenda di kalangan nenek moyang terdahulu. Keampuhannya dalam urusan percintaan, khususnya cinta yang bertepuk sebelah tangan, membuat kaum adam maupun kaum hawa melakukan salah satu ilmu pengasihan tingkat tinggi ini. Ajian Jaran Goyang sendiri diciptakan oleh seorang Mpu Sakti bernama Ki Buyut Mangun Tapa, dimana Ki Buyut Mangun Tapa banyak menciptakan ajian-ajian spiritual yang termasuk dalam ilmu pelet. Ki Buyut Mangun Tapa menyusun berbagai macam mantra pelet dan rahasia ilmu percintaan menjadi sebuah kitab yang diberi nama Mantra Asmara. Menurut legenda, Mantra...
Sayur Pindang Gombyang Khas Indramayu Sayur Pindang Gombyang adalah salah satu makanan khas dari Indramayu. Ya, namanya mungkin sedikit asing bagi anda pembaca sekalian. Karena memang kurang popular di mata masyarakat. Bila anda berkunjung ke Indramayu pun, cukup sulit untuk menemukan makanan khas yang satu ini. Makanan ini termasuk makanan rumahan, oleh karena itu jarang orang menemukannya di rumah makan di Indramayu. Sayur Pindang Gombyang ini memiliki cita rasa yang penuh rempah rempah, salah satu ciri dari kekayaan kuliner nusantara. Rasanya didominasi oleh rasa asam yang menyegarkan dari asam muda dipadu dengan rasa gurih dari santan segar membuat nafsu makan menjadi meningkat. Ikan yang dipakai di sayur ini adalah ikan Manyung, mungkin anda jarang mendengarnya dan lebih familiar degan ikan jambal roti. Pada dasaranya jambal roti adalah ikan manyung yang diasinkan. Bila sayur ini dimakan dengan sepi...
andung merupakan kota periang yang banyak memiliki sejarah. Kabupaten Bandung lebih dikenal dengan sebutan Kota Kembang. Wilayah Kabupaten Bandung saat ini telah terbagi menjadi beberapa wilayah kabupaten dan juga kota, namun yang masih menggunakan nama bandung hanya terdapat tiga, yaitu Kota Bandung (Kota Kembang), Kabupaten Bandung dan juga Kabupaten Bandung Barat, sisanya menggunakan nama daerah baru, seperti Kotif Cimahi dll. Kabupaten Bandung memiliki motif-motif batik yang menjadi ciri khas daerahnya. Motif batik Bandung ini mempunyai kaitan yang sangat erat dengan Kerajaan Pajajaran. Konon katanya di dalam naskah kuno yang berjudul Siksa Kanda Ing Karesian, sudah di kenal berbagai macam motif batik di Rakean Darma siksa (1175 sampai 1297). Motif-motif batik ini diantara adalah Motif Kampuh Jayati , Ragen Penganten , dan lainnya. Namun sayang motif-motif ini hilang bersamaan dengan lenyapnya kerajaan Pakuan Pajajaran sekitar pada tahun 1579. Sementa...