jawa tengah
2.310 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
5_Kembeng Malate
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Timur

kembeng malate pote beunah ro’om ngapencote gik buru e pettek deri taman sare ropana segger tor asre bennyak kembeng se sae tak seddep akadhi malate menangka kasogen kaator kapotre se seddep akadhi malate Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-jawa-timur.html

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Gai Bintang
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Timur

Gai’ bintang ya le’ gaggar bulan pagai’na janor konéng kaka’ elang ya le’ sajan jau pajauna e lon-alon liya lites, kembang ates, tocca’ toccer Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-jawa-timur.html

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Buah Jeruk Emas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Adalah seorang raja yang adil dan bijaksana. Ia dicintai oleh rakyatnya. Pada suatu hari raja memanggil rakyatnya menghadap. Maksudnya ialah, karena raja itu telah mendapatkan wangsit (=bi sikan gaib) dari dewa. Isi wangsit itu ialah, bahwa raja hendaknya mengadakan sayembara untuk mendapatkan buah jeruk emas se bagai tumbal penolak wabah yang akan melanda seluruh kerajaan. Mendengar pengumuman raja demikian, maka rakyatpun menjadi bingung. Ke mana buah jeruk emas gerangan harus dicari? Di pulau Jawa tidak ada. Tetapi ada seorang hamba datang meng hadap raja. Ia bernama Pak Sikir. Ia menyatakan sanggup mencari buah jeruk emas tersebut. Lalu ia pun berangkat. Ia membawa sebuah bakul besar. Karena kesaktiannya, maka tidak lama kemudian Pak Sikir pun berhasil mendapatkan jeruk emas tersebut. Jeruk itu dimasukkan dalam bakulnya. Pak Sikir sangat senang, karena ia akan memperoleh hadiah dari raja. Di tengah perjalanan Pak Sikir bertemu dengan seorang orang tua. Ketika ditanya apa...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Orang Desa Tihingan Tidak Boleh Berjodoh Dengan Orang Desa Kapal
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Kyai Tapiogo dulu adalah ”Begedhe” di desa Tingan. Ia ber asal dari Sendhang Darajat. Pada suatu hari Kyai Tapiogo bersedekah bumi dan mengun dang Begedhe desa Kapal. Setelah pertemuan berjalan beberapa lamanya, maka berakhirlah pesta itu dengan suatu perbantahan dan Begedhe desa Kapal kalah berbantah. Tetapi karena merasa kaya dan berperawakan tinggi besar ia mengeluarkan tantangan kepada Kyai Tapiogo yang berperawakan kecil. Isi tantangannya ialah, bahwa ia bersedia menyerahkan segala kekayaannya terma suk sawahnya kepada Begedhe Tingan, asal saja Begedhe Tingan kuat mengangkat dia sampai ke desa Kapal. Begitu Kyai Tapiogo mendengar tantangan Begedhe Kapal, begitu ia menggendong Begedhe Kapal dan disirep (dibius dengan mantra). Dengan demikian, selama digendong, Begedhe Kapal ter tidur. Di tengah sebuah sawah Kyai Tapiogo merasa lelah, maka gendongannya diletakkan untuk beristirahat. Begedhe Kapal masih tidur nyenyak. Di dalam bahasa Jawa dikatakan ”ngrin...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Asal Mula Kata "Babah"
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Le”, kalau kau membeli sesuatu di toko cina, kau sering berkata demikian : ”Bah, bah, mau beli beras sekilo.” Le, kuceri takan, ya, konon asal mula kata ”bah.” Adapun ceritanya begini: Kata orang tua-tua dulu, konon Kanjeng Nabi Adam itu berputera empat orang, dua orang laki-laki, dua orang perempuan. Yang laki-laki, seorang bagus, yang lainnya buruk rupa. Demikian pulas yang perempuan, seorang cantik, yang lainnya pun buruk rupa. Setelah dewasa Kanjeng Nabi Adam ingin memperjodohkan putera-puteranya itu satu dengan yang lain. Untuk adilnya, putera laki-laki yang bagus itu akan dikawinkan dengan anak perempuan yang buruk rupa, sebaliknyapun putera laki-laki yang buruk rupa itu akan dikawinkan dengan anak perempuannya, yang cantik. Tetapi yang bagus dan yang cantik tidak mau. Kata yang seorang : ”Aku bagus harus mendapat yang cantik.” Yang lain berkata : ”Aku cantik harus mendapat yang bagus.” Pada suatu malam yang bagus d...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Burung Gelatik & Burung Betet
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Pada jaman Nabi Sulaiman, seekor burung betet pergi ke pasar untuk menjual padinya. Waktu itu sedang musim paceklik. Pangan sulit. Penyakit banyak merusak tanaman. Di tengah perjalanan, betet bersua dengan burung gelatik. Gelatik bertanya kepada Betet : ”Hendak ke mana saudara memi kul padi? Tidakkah padimu dimakan penyakit?” Betet menjawab : ”Aku akan mengkhitankan anakku. Aku memerlukan uang untuk membeli sarung dan kopiah. Hanya padi yang kumiliki. Oleh karena itu padilah yang ingin kujual ke pasar. Sebenarnya memang berat, sebab sedikit sekali hasil panenku. Dimakan penyakit.” Gelatik menyahut : ”Berhentilah dulu. Aku pun memerlukan padi. Coba, ingin aku melihat padimu.” Padi diturunkan. Gelatik mengusep-usep dan membolak-balik padi itu seraya bersuara tik-tik-tik ...... padi ditawar tidak dibe rikan. Tawarannya sangat rendah. Tetapi sebenarnya gelatik tidak mempunyai uang. Ia hendak bermain curang. Peri-lakunya meng usep-usep dan...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Sandhekala
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Di tepi sebuah hutan hiduplah seorang janda. Mbok Randha, demikianlah panggilannya sehari-hari, mempunyai seorang anak laki-laki bernama Sentot. Hidup mbok Randha dan anaknya tam pak tenteram dan damai. Kambing piaraannya banyak dan gemuk gemuk. Pada suatu hari, waktu senjakala, Sentot masih bermain-main di tepi hutan. Ibunya memanggil-manggil : ”Tot, Sentot, pulang! Hari sudah senja!” Sentot menyahut : ”Apa, mak? Aku masih mencari belalang untuk makanan burung.” Ibunya berkata : ”Ketahuilah, nak. Kini saat Sandhekala (=senjakala). Pada saat-saat begini Den Bagus Sandhekala sering berjalan-jalan. Den Bagus (=gelar panggilan bagi orang muda yang dihormati) gemar makan kepala harimau atau kepala maling. Demikian juga kepala seorang anak yang suka bermain-main di luar di waktu senja.” Mendengar ucapan ibunya demikian, Sentot merasa takut dan berlari-lari pulang. Pada saat itu Sentot dan ibunya tidak mengetahui, bahwa di dekat situ ada see...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Benda Ajaibnya Kucing
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Tersebutlah ada orang bernama Pak Sabar dan Bu Sabar. Keadaan mereka sangat miskin. Pada suatu hari berembuklah ia dengan isterinya untuk meminjam uang buat makan kepada sauda ranya yang bernama Bu Mellas. Pak Sabar berkata : ”Coba dik, pinjam uang kepada Bu Mellas, untuk menyambung hidup kita. Keadaannya cukup!” Bu Sabar berangkat. Setelah sampai di rumah Bu Mellas ia pun berkata : ”Ada apa Bar, kau datang ke sini?” Bu Sabar menja wab : ”Dik, saya telah beberapa hari tidak makan, saya ingin pinjam uang seratus atau dua ratus saja!” Bu Mellas memberikan nya : ”Inilah, seratus saja!” Bu Sabar terus pulang. Di tengah jalan ia bertemu dengan orang membawa anjing diseret-seret. Orang itu ditegur oleh Bu Sabar, katanya : ”Ah, akan kau bawa ke mana anjing itu, mengapa kau Seret?” ”Ya, anjing ini akan saya buang karena tak dapat menjaga rumah. Ia hanya makan saja.” ”Aduh kasihan kak, akan...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
4_Keris Jawa Timur
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Timur

Awal mula munculnya senjata keris tidak ada kepastian. Namun pada jaman Pajajaran dan Majapahit (abad XI), senjata Keris sudah di kenal di kalangan masyarakat luas, khususnya di Pulau Jawa dan Madura. Dan sumber buku Babad di sebutkan bahwa pada jaman sudah ada beberapa orang Empu di Pulau Jawa. Di Pulau Madura, menurut berbagai informasi, banyak di jumpai Empu. Nama Empu yang di populerkan di Pulau Madura: Empu Keleng, Empu Pandhewu, Empu Luwih, dan Empu Sanung. Senjata keris ini berfungsi untuk alat menyerang, membela diri dan berburu. Keris adalah Senjata tikam yang ujungnya runcing dan pada kedua belah sisinya bermata tajam. Keris adalah salah satu senjata tradisional yang terdapat di Desa Lenteng Barat, Kec. Lenteng, Kab. Sumenep, Jawa Timur. Mengenai kapan munculnya senjata tradisional tersebut, tidak ada bukti jelas. Namun, sejata tradisional Keris yang ada di Pulau Jawa. Keris merupakan senjata tradisional yang di kategorikan untuk menyerang dan membela diri. Proses pemb...

avatar
Sobat Budaya