1
2.552 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Hantu Reng Tua Malem
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sosok Reng Tua Malem Sebenarnya, istilah Reng Tua Malem sendiri tidak dikhususkan untuk hantu saja. Reng Tua Malem adalah bahasa daerah Madura yang jika diartikan memiliki makna Orang Tua Malam. Konon, nama tersebut diambil dari ciri sosok pria tua yang memakai kopiah dan juga baju adat khas Madura. Konon Bagian dari Pesugihan dan Ilmu Hitam Menurut berbagai sumber, Reng Tua Malem mitosnya adalah bentuk dari praktek ilmu hitam yang dilakukan oleh masyarakat. Setidaknya, ada dua versi pandangan yang berbeda. Yang pertama berpendapat bahwa Reng Tua Malem adalah sosok dari seorang yang memiliki ilmu hitam yang berubah wujud ketika masuk waktu malam. Dipercaya jika Reng Tua Malem ini juga mencari tumbal saat ia berkeliling. Sementara sumber kedua mengatakan jika Reng Tua Malem adalah esensi ilmu hitam, namun tak lagi diinginkan oleh sang majikan. Ia pun dibuang dan keluyuran di jalan-jalan untuk menemukan majikannya. Mitosnya, Reng Tua Malem Bisa Memberi Kesakti...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Serat Wiridan Ngelmi saha Serat Kancil Amongpraja
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Naskah memuat 2 teks : 1.Teks berisi semacam wirid tentang ngelmu kesempurnaan,. Disamping teks pokok terdapat pula sketsa pelengkap yang mengambarkan secara grafik hubungan antara gagasan dan konsep yang diuraikan dalam teks. 2.Teks berisi tentang Kancil Among Praja. Untuk informasi korpus satra Serat Kancil, lihat keterangan bibliografis MSB/L180 dibandingkan L181-187.

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Wedhatama
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Serat Wedhatama  adalah sebuah karya  s astra Jawa Ba ru  yang bisa digolongkan sebagai karya moralistis-didaktis yang sedikit dipengaruhi Islam. Karya ini secara formal dinyatakan ditulis oleh  K GPAA   Mangkunegara IV . Walaupun demikian didapat indikasi bahwa penulisnya bukanlah satu orang. [1] Serat ini dianggap sebagai salah satu puncak estetika sastra Jawa abad ke-19 dan memiliki karakter mistik yang kuat. Bentuknya adalah  tem bang , yang biasa dipakai pada masa itu.  Serat ini terdiri dari 100 pupuh ( b ait ,  canto ) tembang  ma capat , yang dibagi dalam lima lagu, yaitu Pangkur  (14 pupuh, I - XIV)) Sinom  (18 pupuh, XV - XXXII) Pocung  (15 pupuh, XXXIII - XLVII) Gambuh  (35 pupuh, XLVIII - LXXXII) Kinanthi  (18 pupuh, LXXXIII - C) Isinya adalah merupakan falsafah kehidupan, seperti hidup bertenggang rasa, ba...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kitab Arjuna Wiwaha
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Arjuna Wiwaha adalah sebuah karya sastra kuno yang dibuat dan digubah pertama kali pada abad ke-11 masehi. Seorang empu bernama Kanwa menulisnya saat masa pemerintahan Prabu Airlangga yang menguasai Jawa Timur sekitar tahun 1019-1042. Sastra ini menjadi pusaka berharga karena menjadi bukti peradaban manusia zaman dahulu yang ternyata sudah maju. Bahkan mengenal baca tulis meski hanya kalangan tertentu saja. Kitab yang lagi-lagi berupa  kakawin  ini berisi syair mengenai perjuangan Arjuna. Sebuah tokoh pewayangan yang sangat hebat. Dikisahkan Arjuna sedang bertapa di Gunung Mahameru. Dewa mengujinya dengan mengirim tujuh bidadari yang sangat cantik. Bidadari itu disuruh menggodanya, namun Arjuna lulus godaan. Akhirnya Arjuna disuruh melawan raksasa yang mengamuk di kayangan. Karena berhasil ia boleh mengawini tujuh bidadari yang menggodanya tadi. Sumber: https://www.boombastis.com/kitab-kuno-indonesia/45752

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Tradisi Liwetan Saat Hamil
Ritual Ritual
Jawa Timur

Hampir di seluruh wilayah pulau Jawa, para ibu hamil ketika terjadi gerhana bulan akan melaksanakan sebuah ritual tradisi dengan keyakinan bahwa bila si ibu hamil tidak melakukan tradisi ini ketika terjadi gerhana bulan maka bayi yang lahir akan cacat. Dan salah satu tradisi menyangkut gerhana bulan yang cukup unik terdapat di wilayah Mojokerto dan sekitarnya.   Tradisi unik ini oleh warga di Kabupaten mojokerto di sebut sebagai tradisi liwetan yakni sebuah tradisi yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai tradisi menanak nasi, dan memang seperti namanya, pada malam menjelang gerhana bulan si ibu hamil dengan di bantu tetangganya akan menyiapkan perlengkapan menanak nasi di halaman seperti kompor, periuk, dan sebagainya. Disamping perlengkapan liwetan (menanak nasi) disiapkan juga perlengkapan lainnya seperti ranjang ukuran kecil sebagai salah satu perlengkapan yang akan dipakai dalam prosesi nanti.   Ketika perlahan-lahan bulan mulai m...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Ritual Mantu Kucing
Ritual Ritual
Jawa Timur

BERBEDA dengan kampung lain yang mayoritas penduduknya beragama islam, jika sedang musim kemarau panjang yang selalu melaksanakan sholat Istisqo berjamaah di lapangan terbuka untuk meminta turun hujan, warga Dusun Curahjati, Kecamatan Puwoharjo, Banyuwangi punya tradisi unik tersendiri untuk meminta turun hujan yaitu dengan menggelar ritual adat mengawinkan kucing atau dalam bahasa Banyuwangi disebut dengan Mantu Kucing. Upacara tradisi mengawinkan kucing ini selalu di gelar rutin tiap tahun dan biasanya dilaksanakan pada hari Jumat di bulan November di mana curah hujan benar-benar tak lagi turun. Upacara ini di pusatkan di sumber mata air Mbah Umbulsari yang berada tepat di tepi hutan yang menjadi pembatas antara hutan milik perhutani dan persawahan warga desa Curahjati.   Ritual ini dimulai sekitar pukul 09.00 siang, di mana pertama-tama warga yang akan mengikuti ritual ini berkumpul di rumah orang yang dituakan di kampung tersebut untuk kemudian berjalan bersama seja...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Arjuna Wiwaha
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Arjuna Wiwaha berarti “Perkawinan Arjuna”. Syair epis ini ditulis oleh Mpu Kanwa yg menurut dugaan, hidup pada zamannya Raja Airlangga, raja di Jawa Timur sekitar th. 1019-1042. Airlangga merupakan seorang raja yg tersohor yg merencanakan peperangan. Untuk mempersiapkan diri secara mental ia mengundurkan diri dari masyarakat dan bertapa. Kemudian hari dia kembali dari pertapaannya dan mengabdikan diri kepada kesejahteraan kerajaannya. Umum berpendapat, bahwa Mpu Kanwa mempersembahkan karyanya kepada raja Airlangga. Untuk menghormati raja itu ia melukiskan kekuasaannya dgn mengambil arjuna sebagai contoh. Hal ihwal Arjuna mencerminkan kehidupan Airlangga…   Sebetulnya Arjuna itu salah satu tokoh dari Maha Bharata. Di situlah di ceritakan, bagaimana Arjuna menjalankan tapa brata di salah satu bukit di pegunungan Himalaya dgn maksud untuk memperoleh kesaktian lalu memerangi para gandarwa.   Dalam kakawin pun kita berjumpa dgn seo...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Babad Cirebon versi Naskah Klayan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Pupuh pertama Dangdanggula, 13 Bait Pupuh ini diawali oleh kalimat Bismillahi ya rakhman nirakhim. Pupuh ini menceritakan lolosnya Walangsungsang—putra Prabu Siliwangi—yang berkeinginan mencari agama Nabi Muhammad. Walangsungsang –yang juga putra mahkota Kerajaan Pajajaran—berkeinginan untuk berguru agama Nabi Muhammad. Lalu, ia mengutarakan maksudnya kepada ayahandanya, Prabu Siliwngi. Namun, Prabu Siliwangi melarang bahkan mengusir Walangsungsang dari istana. Pada suatu malam, Walangsungsang melarikan diri meninggalkan istana Pakuan Pajajaran. Ia menuruti panggilan mimpi untuk berguru agama nabi (islam)kepada Syekh Nurjati, seorang pertapa asal Mekah di bukit Amparan Jati cirebon. Dalam perjalanan mencari Syekh Nurjati, Walangsungsang bertemu dengan seorang pendeta Budha bernama Sang Danuwarsi.   Pupuh Kedua Kinanti, 24 bait Pupuh ini menceritakan perjalanan Rarasantang –adik Walangsungsang yang juga berkeinginan u...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Benteng VOC Kalimo’ok
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Benteng VOC Kalimo’ok merupakan salah satu benteng yang berada di Pulau Madura. Benteng peninggalan Belanda ini terletak di Jalan By Pass, Dusun Bara’ Lorong, Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, atau tepatnya berada di belakang SDN Kalimo’ok I No. 17.   Benteng peninggalan Belanda ini tidak berada di pinggir jalan, sehingga tidak mudah untuk ditemukan bila baru pertama kali mengunjunginya. Harus tidak malu untuk bertanya berkali-kali bila ingin mengetahui keberadaan benteng tersebut. Sebagai patokannya adalah lokasi SDN Kalimo’ok I, karena untuk menuju ke benteng tersebut, di sebelah selatan sekolahan tersebut terdapat gang atau lorong yang banyak ditumbuhi rerumputan menuju pintu gerbang benteng tersebut.     Berdasarkan catatan sejarah yang ada, benteng VOC ini dibangun pada tahun 1785. Pembangunan benteng ini sebenarnya...

avatar
Arum Tunjung