Pasti kita semua sudah tidak asing lagi dengan hidangan yang disebut "bubur," kita makan bubur saat sarapan, saat sedang sakit, dan banyak kesempatan lainnya yang pastinya membuat kuping dan lidah kita ini tidak asing dengan hidangan yang satu ini, Namun, perlu diketahui darimana asal usul bubur di nusantara ini, seorang Guru besar sejarah Universitas Gadjah Mada berkata bahwa sebenarnya bubur ini tumbuh dari kelas ekonomi kalangan bawah yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan pangannya, Sampai sekarang sudah menjadi perjalanan panjang dan ternyata bubur ini diterima diseluruh kalangan di indonesia hingga akhirnya tumbuh berbagai hidangan bubur khas dari daerah di seluruh penjuru nusantara. Dan di kesempatan ini saya akan menjelaskan bagaimana untuk membuat bubur khas provinsi paling barat di indonesia. Bubur Kanji adalah bubur khas Nanggroe Aceh Darussalam, Mirip Dengan Bubur Ayam namun, bubur kanji memiliki citarasa unik khas Nanggroe Aceh Darussalam yang membuat siapapun yang...
Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing. Ciri khas tersebut bisa dilihat dari tradisi yang dimilikinya, tariannya, gaya bangunannya, dan yang selalu menarik untuk dicoba, makanannya. Begitu pula dengan Suku Alas. Suku yang terletak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ini memiliki berbagai macam kuliner yang patut untuk dicicip, salah satunya adalah Lepat Bekhas. Lepat Bekhas merupakan hidangan kecil khas Suku Alas yang keberadaannya wajib saat Hari Raya Lebaran tiba. Hidangan ini cocok untuk disajikan baik sebagai pelengkap saat sahur maupun sebagai makanan pembuka puasa. Kudapan yang mirip dengan wajik ini terbuat dari tepung beras ketan putih dan beberapa bumbu lainnya seperti gula, garam, dan santan. Rasa beras ketan yang ada makin legit dan enak dengan adanya penambahan daging buah durian sebelum adonan dicetak dan dibungkus dengan daun pisang. Bagi para pecinta durian, kudapan ini layak untuk dicoba. Berikut resep untuk Lepat Bekhas ...
Masjid Indrapuri Aceh adalah salah satu produk asitektur hasil dari alkulturasi Hindu-Islam di daerah Aceh. Masjid ini terletak di kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar yang mana kurang lebih 20 menit untuk menuju ke sana dari ibukota Provinsi Aceh, yaitu Kota Banda Aceh. Saya sering ke masjid ini sekaligus melihat tanah(blang) keluarga di dekatnya. Masjid ini berdiri di atas tembok dengan tinggi lebih dari lima meter, sehingga terdapat tangga dari tanah menuju masjid ini. Sekarang di sekitarnya sudah tumbuh bermacam pohon. Masjid ini berdiri di atas peninggalan hindu yang dulu pernah menyebar di Aceh, Kemudian setelah kejayaan Islam di Aceh, terjadilah pengalihfungsian tempat beribadah dari kuil hindu menjadi masjid. Masjid ini mempunyai bentuk atap yang unik, yaitu tiga limas segi empat yang tertumpuk di atasnya. Masjid didominasi oleh kayu-kayu yang menyusunnya. Terdapat banyak tiang kayu di dalamnya. masjid ini dihiasi oleh ornamen kaligrafi yang melekat di dinding.&...
Kabupaten Gayo Lues adalah salah satu dari Kabupaten yang ada di provinsi Aceh. Daerah ini juga dikenal dengan nama Negeri 1000 Bukit. Bukan tanpa alasan daerah tersebut diberi nama demikian. Kabupaten gayo lues adalah daerah yang dikelilingi oleh banyak bukit, oleh karena itu Kabupaten ini disebut dengan Negeri 1000 Bukit. Kabupaten Gayo Lues memiliki begitu banyak kearifan lokal yang masih dijaga oleh masyarakatnya. Salah satu kebiasaan unik disini adalah kebiasaan masyarakatnya menghisap rokok bakong. Rokok bakong merupakan rokok tradisional yang terbuat dari daun lante dan tembakau yang sudah dikeringkan. Rokok bakong ini banyak dijual di warung-warung, bahkan dibeberapa tempat rokok bakong sudah menjadi hal yang wajib ada di berbagai acara, seperti acara pernikahan dan lain-lain. Membuat rokok bakong sangat mudah, hanya dibutuhkan daun lante sepanjang kurang lebih jari tengah dan tembau kering yang sudah menjadi bubuk. Cara membuatnya pertama lenturkan daun lante terlebih dahulu...
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mitos , tidak lain adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah yang berlatar belakang masa lampau mengandung penafsiran alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya serta dianggap benar-benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya. Cerita-cerita berupa mitos itu sangat diyakini kebenaran oleh masyarakat, sehingga cerita itu terus diceritakan secara turun-temurun. Dan semua daerah dan suku di Indonesia, bahkan diberbagai suku di dunia, memiliki mitos-mitos. Tidak kecuali, mitos itu juga melekat pada masyarakat Serambi Mekah, Aceh. Mungkin Anda heran, Aceh yang terkenal kuat iman keislamannya itu, tumbu pula sejumlah mitos. Tetapi, itulah sosok masyarakat kita, bahwa meskipun di masyarakat itu tingkat iman keagamaanya begitu tinggi, entah masyarakat Aceh, Minang dan Bugis yang identik dengan iman keislamannya, Batak dan Menado yang identik dengan kekristenannya, atau Flores yang identik dengan iman kekatolikannya, tetap s...
Tarian Seribu Tangan atau Tari Saman merupakan tarian khas dari Aceh yang berasal dari suku Gayo. Tarian ini dilakukan dalam suatu kelompok yang terdiri dari belasan sampai puluhan laki-laki dalam jumlah ganjil. Lagu yang digunakan untuk mengiringi tarian ini biasa berupa syair mengenai dakwah dan dinyanyikan sendiri oleh para penari tanpa menggunakan alat musik. Tarian Saman dapat mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan ,dan kebersamaan. Mulai dikembangkan dari abad ke-14 oleh Syekh Saman, tarian Saman telah menjadi salah satu cara untuk menyebarkan agama Islam di Aceh melalui syair-syair yang berisi dakwah. Gerakan pada tarian Saman menggunakan 2 unsur utama yaitu tepukan tangan dan tepukan dada. Gerakan ini tergolong unik karena hanya terdiri tepukkan tangan para penari yang membentuk irama sesuai dengan lagu tarian. Pada jaman dahulu, tarian ini digunakan hanya untuk merayakan hari-hari adat keagaman seperti hari Maulid Nabi Muhammad. Namun dal...
Kata "kerewang" berasal dari dua kata yaitu " iker" yang berarti buah pikiran, dan "rawang" yang berarti ramalan. Jadi keraawang dapat diartikan ramalan sebuah pikiran pemagar adat. Penambahan kata Gayo merupakan bentuk identitas dari suku Gayo. Sejarah kerawang Gayo bermula saat nenek moyang suku Gayo. Kerawang merupakan hasil buah pikiran dari para pemangku adat. Pemangku adat memikirkan dan meramalkan sebelum menetapkan simbol - simbol yang tepat untuk dibuat yang kemudian menghasilkan motif-motif yang dianggap simbol-simbol yang kemudian disebut karawang. Sederetan simbol-simbol karawang terbentuk dalam ukiran pada kayu juga kemudian dituangkan dalam seni anyam. Kerawang kemudian menjadi makin berkembang, nilai seni yang cukup tinggi menjadikan kerawang semakin berkembang pada berbagai benda. Peralatan sehari-hsri seperti kenfi, prsgmen...
Dodaidi berasal dari dua kata dalam bahasa Aceh, yakni doda artinya bergoyang dan idi artinya berayun. Dodaidi ialah ritual bagi kaom Mak (kaum Ibu) bangsa Aceh dalam menidurkan anaknya dengan nanyian dan lantunan. Lagu-lagu pada Doda idi sendiri berasal dari syair-syair berstruktur mirip pantun yang berbahasa Aceh serta kalimat-kalimat thayyibah berbahasa Arab. Selain itu, dodaidi sering juga dilakukan dengan mengulang-ulang kalimat-kalimat thayyibah seolah-olah si Ibu sedang berdzikir untuk melelapkan si Anak. Keunikan dari kebiasaan masyarakat Aceh ini terletak pada makna senandung yang sangat filosofis sehingga kegiatan ini tidak sekedar meninabobokan anak hingga terlelap. Unsur utama dodaidi terletak pada nyanyian yang disenandungkan oleh sang Ibu, diantaranya: Nyanyian dodaidi Nyanyian dodaidi berasal dari syair berbahasa Aceh. Struktur dari syair dodaidi seperti pantun dengan bersajak a-a-a-a atau a-b-a-b. Secara umu...
Lembah Alas Lagu daerah Aceh Walo pe ... Kau ndauh di mate Tapi denoh ni ate Walo pe kau ndauh di mate Tapi denoh ni ate Bakasmu ni pulo Jawe Aku ni kutecane Kuharap kao manjage Kesucien cinte Semoge cinte abadi Soh ni wakhi pudhi Wakhi nggo meganti minggu Bulan meganti tahun Metahun-tahun ndah jumpe Namun aku tetap cinte Kau umpame bumi aku mate Wakhi nggo pasti kao aku sinakhi Begedi me ku hakhap Cintamu enggi Bage belin cinteku Belin atemu bangku Sekali cinte oh tetap cinte Sekali sayang oh tetap sayang Walo pe kithe jakhang jumpe