Bahan: 2 bks tahu pong, potong dadu 2 cm ½ sdt garam 4 bh telur rebus, kupas 3 sdm bawang merah goreng Gimbal udang: 100 gr udang 125 gr tepung terigu 2 siung bawang putih, haluskan ½ sdt lada 1 sdt garam 200 ml air Saus: 2 siung bawang putih, haluskan 10 bh cabai rawit hijau, haluskan 4 sdm petis udang 2 sdm kecap manis 1 sdt gula merah ½ sdt garam 300 ml air Minyak goreng Cara membuat: Panaskan minyak, goreng tahu hingga kering, angkat, tiriskan. Goreng pula telur hingga kecokelatan, angkat, tiriskan. Buat gimbal udang: campur tepung terigu, bawang putih, lada dan garam, aduk rata, tuang air sedikit demi sedikit hingga adonan kental. Panaskan duabuah wajan, satu wajan anti lengket dan satu wajan dengan minyak banyak. Tuang 1 sendok sayu...
Bahan: 1 buah pare (250 gr) 1/2 papan tempe (250 gr) 1 bh telur 5 bh cabe rawit merah / hijau / campur, iris tipis 5 bh bawang merah, iris tipis 3 bh bawang putih, iris tipis 1 cm lengkuas, geprek, iris tipis 1 sdt terasi larutkan dengan sedikit air 2 lbr daun salam garam Cara Membuat: Belah pare membujur, buang isinya, iris melintang tipis. Beri 1 sdm makan garam kemudian remas-remas sampai lemas. Cuci bersih dan tiriskan. Iris tempe seperti bentuk korek api, goreng setengah matang, sisihkan. Kocok telur dan buat orak-arik, sisihkan. Tumis bawang merah, bawang putih, cabe rawit dan lengkuas sampai matang dan berbau harum. Masukkan larutan terasi kemudian aduk rata. Masukan pare dan daun salam, masak sampai layu sambil sesekali diaduk. Terakhir masukan tempe dan telur orak-arik, aduk rata. Cicipi dan tambahkan garam secukupnya sesuai selera.
Bahan-bahan: 3 sdm tepung beras (untuk biang) 1 sdt ragi instan 75 ml air 300 gram tepung beras 100 gram tepung terigu 250 gram gula pasir 250 ml air 75 ml air daun suji Areh: 350 ml santan dari ½ butir kelapa ½ sdt garam Cara Membuat: Biang (babon):campur 3 sendok makan tepung beras, ragi dan 75 ml air. Diamkan selama 30 menit. Campur tepung beras, terigu dan gula pasir. Tambahkan adonan biang, aduk selama 15 menit. Tambahkan air daun suji diaduk sampai adonan licin. Masukkan santan sambil ditepuk-tepuk. Tambahkan garam, diamkan selama satu jam. Panaskan cetakan, lalu tuang adonan. Kukus selama 25 menit, angkat. Keluarkan moho pandan dari cetakan.
Kawung diambil dari nama pohon kolang-kaling (buahnya). Artinya dalam kaweruh Jawi melambangkan ajaran sangkan paraning dumadhi. Atau ajaran terjadinya kehidupan manusia menurut Kejawen. Sedulur papat lima pancer. Pada awal Surakarta batik Kawung dipakai untuk kerabat Raja saja. Setelah mataram terbagi menjadi dua (Yogjakarta dan Surakarta) batik ini digunakan orang yang berbeda. Di Surakarta dikenakan kerabat Ponokawan (dalam pewayangan/abdi dalem). Sedangkan di Yogyakarta digunakan oleh abdi Sentana Ndhalem. Batik Kawung yang diambil dari ornamen buah pohon kolang-kaling mempunyai nilai filosofis mengisyaratkan supaya eling (ingat) kepada Tuhan Yang Maha Esa. Beberapa jenis Batik Kawung adalah Kawung Picis (diambil dari nama uang 10 sen), batik Kawung Bribil (uang pecahan 25 sen) dan batik kawung sen (uang pecahan 1 sen). Selain itu, secara umum, motif Kawung juga sering dikaitkan dengan filosofi bahwa keinginan dan usaha yang keras akan selalu membuahkan hasil, seperti rejek...
Lalitavistara: Kitab yang menceritakan Kisah kehidupan Sang Buddha. Di dalam candi Borobudur, tepatnya di sekeliling lantai kedua, di panel bagian atas di sebelah dalam, diilustrasikan kisah lengkap Lalitavistara. Berikut ini adalah hasil dokumentasi yang dilakukan disertai dengan kisahnya terkait kitab Lalitavistara. Catatan : 1. Halaman ini memuat beberapa puluh gambar, tunggu beberapa saat untuk bisa me-load semua gambar 2. Keterangan tentang adegan yang digambarkan dalam relief terdapat dalam keterangan tiap gambar.
Kisah Manohara adalah kisah yang ada dalam 20 panel relief Candi Borobudur, di lantai kedua bagian dalam, panel bawah, tepat di bawah kisah dari kitab Lalitavistara . Berikut di bawah ini adalah dokumentasi lengkap dari kisah Manohara di relief Candi Borobudur berikut interpretasi tekstualnya. Catatan : 1. Halaman ini memuat beberapa puluh gambar, tunggu beberapa saat untuk bisa me-load semua gambar 2. Keterangan tentang adegan yang digambarkan dalam relief terdapat dalam keterangan tiap gambar.
Kisah Mandathar ini merupakan salah satu dari kisah dari kitab Avadhana yang digambarkan dalam 20 panel di lantai kedua bagian dalam Candi Borobudur. Tepat di atasnya adalah bagian dari kisah Lalitavistara (Kisah Hidup Buddha) dan berada pada satu deret panel yang sama dengan relief kisah Manohara . Berikut ini adalah hasil dokumentasi yang dilakukan disertai dengan kisahnya terkait kitab Mandathar. Catatan: 1. Halaman ini memuat beberapa puluh gambar, tunggu beberapa saat untuk bisa me-load semua gambar 2. Keterangan tentang adegan yang digambarkan dalam relief terdapat dalam keterangan tiap gambar.
Sosis Solo Makanan isi daging yang dibungkus dadar telur. Bahan-bahan Kulit/ Dadar Sosis Solo: 5 butir telur, 250 ml, Air / boleh diganti santan , 3 sdm tepung beras, 1/2 sendok, teh baking soda, 1 sendok teh garam, Minyak untuk menggoreng Resep Bahan Isi Sosis Solo: 300 gram daging cincang, 1 butir telur, 2 siung bawang putih, 1 sdt Merica, 1 sdt Garam, 2 helai Daun Bawang, garam dan gula sesuai selera, 100 ml Air, 2 sdm minyak untuk menumis. Cara Membuat Sosis Solo: Dadar : campur dan kocok rata semua bahan, buat 15 lembar dadar bergaris tengah kurang lebih 12 cm, sisihkan. Isi : campur rata semua bahan dan bumbu. Dengan 3 sendok makan minyak, tumis hingga kering dan harum, beri garam dan gula sesuai selera. Isikan adonan daging ke tiap lembar dadar, kemudian lem dengan putih telur. Goreng pada minyak panas. Hidangkan dengan cabai rawit.
Asal mula kesenian dolalak adalah akulturasi budaya barat (Belanda) dengan timur (Jawa). Pada jaman Hindia Belanda Purworejo terkenal sebagai daerah / tempat melatih serdadu / tentara. Sebagaimana tentara pada jamannya, mereka berasal dari berbagai daerah, tidak hanya Purworejo saja dan dilatih oleh tentara/militer Belanda. Mereka hidup di tangsi / barak tentara. Ketika mereka hidup di tangsi tersebut, maka untuk membuang kebosanan mereka menari dan menyanyi saat malam hari, ada pula yang melakukan pencak silat dan dansa. Gerakan dan lagu yang menarik kemudian menjadi inspirasi pengembangan kesenian yang sudah ada yaitu rebana (kemprang) dari tiga orang pemuda dari dukuh Sejiwan desa Trirejo Kecamatan Loano yaitu : 1. Rejo Taruno 2. Duliyat 3. Ronodimejo Ketiga orang tersebut bersama dengan warga masyarakat yang pernah menjadi serdadu Belanda membentuk grup kesenian. Awalnya pertunjukan kesenian tersebut tidak diiringi instrumen, namun dengan lagu-lagu vokal yang dinyanyik...