Wanita
2.366 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Dhandhanggula, Bagian V Serat Panitisastra
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Dhandhanggula   (1)  Sampun sampat neg manusya sami, barang katon sanepa sadaya, saniskara surahsane, sayogyanya  sang wiku , awan esah denya mabeki, den kukuh tapabrata, nira supayantuk, pakoleh mulyaken praja, lamun tuhu pangestuning  para resi , praja anut raharja.   (3)marang wadyatantranta sakyehing, miwah sekul ulam den aumrah, palane kedhep niitine, saparentahe  tinut , ajrihira pan ajrih asih, kukuh  prajane  karta, tekeng tepis dhusun, kawengan dana  sang nata , lau mungguh ing wanudya yen alaki, olehe anak lanang. (cuplikan tembang dhandhanggula bait 1 dan 3)   Artinya :   (1) sudah tersedia untuk semua manusia, semua yang terlihat hanyalah sebuah perumpamaan, semua artinya, bagaimana seharusnya sang pendeta pertapa, jangan mengeluh jika ingin berbakti, bertapa bratalah dengan kukuh, supaya mendapat apa yang kamu inginkan, mendapatkan kemulyaan dari rakyat, dan mendapatkan res...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Wulang Dalem
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Serat Wulang Dalem merupakan serat yang digubah oleh Paku Buwono (PB) IV, Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Serat ini menggunakan huruf Jawa, dan pernah diterbitkan oleh Penerbit Jonasportir di Surakarta pada tahun 1876.   Serat ini berisi ajaran PB IV kepada anak cucunya, tentang keselamatan, kesejahteraan dunia, dan akhirat. Nasihat tersebut antara lain: dalam bertindak harus ada tujuan, berbicara seperlunya, mempunyai tata karma, rukun dengan teman dan keluarga, harus beragama, tidak sombong, tidak lalai. Jangan lupa menjalankan perintah Tuhan, karena hidup di dunia ini adalah kehendak-Nya. Jika berbuat kesalahan, hendaknya cepat bertaubat. Waktu masih muda jangan lupa mengaji. Tuntutlah ilmu sejauh mungkin. Jika menjadi pemimpin jangan semena-mena terhadap bawahan.   Serat ini juga menekankan ajaran hidup yang utama, seperti mengaji, menjalankan perintah Tuhan, dan meninggalkan larangan-Nya. Mengaji adalah perbuatan terpuji. Jika mengaji tentu ada h...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Nitimani
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Naskah ini dikarang oleh RMH Sugonda pada tahun 1892 di Pasuruan, terdiri dari 384 halaman dan ukuran 33 x 21 cm.   Naskah ini memuat tentang erotik Jawa, bentuk muka wanita, mistik Islam yakni diskusi hidayat jati dan Muhammad Sirolah, juga pengetahuan Islam dan pertapaan lebih banyak mengenai ajaran tasawuf yang ditunjukkan pada ringkasan dialog  Sang Murweng-gita  dengan  Juru Patanya .   Sumber: Museum Radyapustaka Documentary Board   Sumber: Kekunaan.blogspot.com

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Legenda Gunung Kemukus
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

akam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah, dianggap bertuah. Tiap hari makam ini didatangi banyak orang. Selain ziarah, Anda bisa mengukur kekuatan jantung dengan menapaki anak tangga menuju makam. Gunung Kemukus (GK) terletak di Kabupaten Sragen. Bisa dicapai dengan menggunakan bis, naik dari terminal Tirtonadi Solo, jurusan Solo-Purwodadi, lalu turun di Barong. Dari situ, tinggal naik ojek menuju puncak bukit. "Sekarang ini Waduk Kedungombo lagi kering. Jadi bisa langsung ke lokasi makam Pangeran Samudro. Tidak perlu menyeberang pakai perahu," kata Surti, penjaja bakso di areal parkir mobil kawasan objek wisata GK. Namun, bila datang ke sana pada musim penghujan dan air waduk sedang penuh-penuhnya, Anda harus menyeberang dengan perahu motor. GK sendiri merupakan kompleks makam Pangeran Samudro dan ibunya, Ontrowulan. Kompleks ini tepat berada di puncak bukit setinggi 300 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini terdiri dari bangunan utama berbentuk ruma...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Serat Darmo Gandhul
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Cerita berdirinya Negara Islam di Demak, hancurnya Negara Majapahit, dimana saat itulah awal mula masyarakat Jawa meninggalkan agama Buda [Shiwa Buddha] dan berganti memeluk agama Islam.) Prosa dalam bahasa Jawa kasar. Diambil dari catatan induk asli peninggalan K.R.T. Tandhanagara, Surakarta. Diterjemahkan dan diulas kedalam bahasa Indonesia oleh Damar Shasangka (DS, http://www.superkoran.info/content/view/2840/88888889/ ) Tergerak dan terdorong hati ini, setelah mengetahui cerita indah, dari Kyai Kalamwadi (Kalam = Ucapan, Wadi = Rahasia), yang dulu pernah berguru menimba ilmu kepada Raden Budi (Buddhi = Kesadaran), mentaati dan menuruti, apa yang selalu diperintahkan oleh guru, setia menjalankan petunjuk, tekadnya sudah tiada lagi keraguan lahir maupun batin, memuja guru bagaikan dewa itu sendiri. Apapun petunjuk Raden Budi (Buddhi = Kesadaran) sangat jernih, dijunjung dan diresapi didalam hati, benar-benar dihargai lahir maupun batin, tiada peduli walau harus ha...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Legenda Goa Lawa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Menurut cerita rakyat setempat, goa lawa mempunyai cerita legend tersendiri yang erat kaitannya dengan terciptanya nama Desa Siwarak. konon pada waktu Agama Islam mulai berkembang di Pulau Jawa khususnya, maka di wilayah Banyumas ini ada dua mubaligh dengan dua orang pengikutnya yang mendapat tugas mengembangkan Agama Islam, mereka itu bernama Akhmad dan Mohamad yang kakak beradik serta Bangas dan Bangis. di dalam bertugas mengembangkan Agama Islam, mereka mendapatkan tantangan hebat dari Pemerintah Kerajaan Majapahit. seorang panglima telah ditugaskan untuk membendung perkembangannya Agama Islam, yakni : Ki Sutargaga. di dalam utgasnya Ki Sutaraga, telah berhasil mematahkan usaha agama Islam, sehingga dalam menghadapi kekuatan Ki Sutaraga ini, Akhmad dan Mohammad terpaksa melarikan diri. secara kebetulan dapat bersembunyi di dalam Goa Lawa, untuk meohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa bagaimana caranya dapat menyelamatkan diri guna selanjutnya melaksanakan tugas mereka. ...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Mitos dan Legenda Nyai Rantansari, bumiayu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Sunan Amangkurat I dan wadya balanya memasuki suatu wilayah, dimana ia dan rombongannya dihadapkan pada suatu kejadian yang amat serius dan sangat membingungkan. Hal ini terjadi setelah rombongan masuk sebuah desa bernama “DAHA”.[3] Tanpa sebab musabab yang jelas, mendadak kuda penarik kereta kencana yang tidak lama telah melewati masa kritis, tiba-tiba terkulai lemas dan mati. Bukan main sedihnya hati Gusti Sunan, terlebih Kyai Pancurawis yang merasa telah menyatu dengan kuda tersebut. Beberapa prajuritnya juga hilang tak berbekas seperti lenyap ditelan bumi. Dengan penuh rasa haru, dikuburkannyalah kuda itu di suatu tempat yang sekarang bernama KARANGJATI. [4] Agak lama Gusti Sunan dan rombongan berada di tempat tersebut. Ia telah mengalami beberapa peristiwa yang mengguncangkan hatinya. Ia sadar, jika ia telah lalai dalam menjalankan amanat sebagai Sultan Mataram sesuai dengan pesan dan petuah ayahanda dan kerabat keluarga kasultanan Mataram. Ia tidak memiliki siapa...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda Sundel Bolong
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita ini bermula pada waktu penjajahan jepang di Indonesia, tersebutlah seorang wanita yang berasal dari keluarga petani miskin namun bernorma. Awalnya dia adalah gadis baik2 dann menikah dengan petani baik2 pula, tak ada hal istimewa dari kehidupan mereka selain diselimuti kelaparan dan ketakutan akibat penjajahan seperti halnya penduduk yang lain, hingga wanita itu mengandung anak pertamanya dan tanpa sepengetahuan siapapun dia sembunyikan oleh suaminya ke dalam hutan belantara demi keselamatan istri dan calon anaknya. Di dalam hutan sang istri dibuatkanlah rumah kecil berdinding gedhek(anyaman bambu), dan disana sang istri hanya dibekali sebuah tikar, 4 potong ubi mentah dan sepotong bambu berisi air minum, maka tinggallah dia sendirian sedangkan suaminya kembali ke desa agar tak dicurigai oleh pihak penjajah. Ketika ditanya para penjajah petani itu hanya mengaku istrinya minggat(kabur) kekota, sehingga penduduk menganggapnya sebagai wanita nakal/sundel (bahasa k...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Kuntilanak
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Barat

Kuntilanak (bahasa Melayu: Pontianak atau Puntianak, atau sering disingkat kunti) adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir. Nama "puntianak" merupakan singkatan dari "perempuan mati beranak"[1]. Mitos ini mirip dengan mitos hantu langsuir yang dikenal di Asia Tenggara, terutama di nusantara Indonesia. Mitos hantu kuntilanak sejak dahulu juga telah menjadi mitos yang umum di Malaysia setelah dibawa oleh imigran-imigran dari nusantara. Kota Pontianak mendapat namanya karena konon Abdurrahman Alkadrie, pendiri Kesultanan Pontianak, diganggu hantu ini ketika akan menentukan tempat pendirian istana. Umumnya, kuntilanak digambarkan sebagai wanita cantik berambut panjang dan berbaju panjang warna putih. Dalam cerita rakyat Melayu, sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik dengan punggung berlubang. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampun...

avatar
Deni Andrian