Tari Kele (https://www.photo365.co) Tarian ini digarap oleh studio Titik Dua dari Ciamis, milik koreografer, Rachmayati Nilakusuma, atau yang akrab disapa Neng Peking itu. Tari Kele memiliki makna penyambutan dengan mensucikan tamu-tamu yang datang berkunjung. Istilah kele itu sendiri berarti bambu atau juga disebut lodong yang berfungsi untuk mengambil nira di kalangan masyarakat sunda. Jumlah penari dalam tarian ini biasanya tidak terbatas, tergantung tempat. Tapi biasanya berjumlah enam orang, biasanya para penari permpuan ini dipasangkan dengan empat orang pria yang membawa dongdong atau tempat untuk menyimpan hasil bumi. Ide tarian ini diadaptasi dari upacara adat Nyangku di daerah Panjalu Kabupaten Ciamis. Upacara Nyangku melibatkan sembilan perempuan berbaju adat warna putih. Di pagi hari mereka mengambil air dari sembilan mata air yang ada di sekitar situ di Panjalu. Air itu kemudian dimasukkan dalam satu ruas bambu. ”Bambu tersebut dibawa dan disimpan...
Konon, tari soja atau tari ajeng digunakan menak Karawang untuk menyambut kedatangan para gegeden (pengagung) yang datang pada acara pernikahan masyarakat Karawang. Tari soja disebut pula sebagai tari mengarak pengantin. Walaupun sudah berumur puluhan tahun, tarian ini oleh masyarakat Karawang tetap dipergunakan sebagai pelengkap pada upacara penyambutan tamu terhormat, baik di lingkungan pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, maupun masyarakat. Tari Ajeng dipakai juga pada upacara ngarak pengantin (soja). Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/09/tarian-tradisional-karawang-jawa-barat/
Tari Merak Priangan (https://astyulianti.wordpress.com) Tari Merak merupakan tarian kreasi baru dari daerah Pasundan, Jawa Barat. Tarian ini diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri, seorang koreografer tari Sunda pada tahun 1950-an. Pada tahun 1965, tarian ini kembali diperkenalkan dengan kreasi gerak baru oleh Irawati Urban, seorang wanita pecinta seni tari yang berasal dari daerah Bandung, Jawa Barat. Di daerah Pasundan, tari Merak seringkali dimainkan ketika menyambut kedatangan tamu kehormatan dalam sebuah acara. Dalam sebuah pesta pernikahan adat Sunda, Tari Merak seringkali menjadi tari menyambut kehadiran pengantin lelaki yang hendak berjalan menuju pelaminan. Dalam sebuah pertunjukan, tari Merak umumnya dimainkan oleh seorang atau beberapa orang penari wanita. Ketika pertunjukan, mereka mengenakan kostum yang penuh warna, seperti merah, kuning, serta hijau. Konon, warna itu menggambarkan pesona warna dari burung merak. Untuk menambah kesan menarik, mereka juga me...
Indonesia memang memiliki tradisi dan budaya yang sangat beragam disetiap kota maupun daerahnya. Setiap kebudayaan di daerah-daerah tersebut memiliki keunikannya masing-masing yang salah satunya adalah sebuah tradisi yang bisa ditemui di Kota Bogor, Jawa Barat yang bernama “Ngubek Situ”. Tradisi Ngubek Situ ini merupakan tradisi khusus yang biasanya dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan dan biasanya dilaksanakan Situ Gede yang terletak di kawasan Hutan Cifor. Menurut Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Situ Gede, Eman Sulaiman mengungkapkan jika tradisi Ngubek Situ ini sudah dilakukan warga sekitar Situ Gede sejak jaman Belanda. Biasanya tradisi ini dilakukan selama dua hari sebelum bulan Ramadhan tiba dan tradisi ini sendiri cukup menarik perhatian banyak warga sekitar bahkan dari hingga ke luar kota. Tidak hanya sekedar menjadi tradisi tahunan yang selalu diadakan menjelang bulan Ramadhan, kini Ngubek Situ juga telah menjadi sebuah pe...
Tak berbeda dengan daerah lain, tradisi leluhur juga dimiliki oleh warga Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Merlawu, nama tradisi yang diikuti oleh ratusan warga pada Jum’at (16/12/2016) kemarin itu. Seperti apakah tradisi Merlawu di Ciamis itu? Tradisi ini merupakan sebuah penghargaan terhadap Syeh Padamatang, sosk yang mendirikan Desa Wanasigra sekaligus utusan Sunan Gunung Djati. Meski digelar secara sederhana, ada makna yang tersirat dari tradisi ini. Ada pula larangan yang harus diindahkan ketika memasuki Situs Gandoang, lokasi di mana tradisi ini berlangsung. Misalnya tak boleh mengenakan alas kaki, meludah dan berbicara sembarangan. Dikatakan sesepuh Wanasigra, Suparman, situs Gandoang merupakan tempat disemayamkannya Syeh Padamantang, tokoh pendiri Wanasigra. Bukan hanya sebagai ulama, Syeh Padamantang juga ahli di bidang pertanian dengan mencetak areal pesawahan lengkap dengan irigasinya. “Tradisi Merlawu yang dilaksanakan pad...
Masyarakat adat Kampung Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis hingga saat ini masih teguh memelihara tradisi yang umurnya sudah ratusan tahun. Salah satu ritus yang sampai saat ini lestari yakni tradisi Nyuguh. Tradisi Nyuguh dan hajat bumi yang berlangsung Minggu, 12 November 2017 juga tidak berbeda dengan ritus-ritus sebelumnya. Ratusan warga antusias mengikuti kegiatan yang selalu diselenggarakan pada bulan safar, tidak melebihi tanggal 25. Kegiatan Nyuguh tersebut dimaknai sebagai ungkapkan rasya syukur terhadap Sang Pencipta. Berbagai kegiatan kesenian mengawali rangkaian Nyuguh. Mulai dari ronggeng atau seni ibing yang melibatkan tamu, sampai seni godang buhun yang juga masih bertahan di Dusun Kuta dan Gembyung. Selain itu ada juga kegiatan mengarak dongdang atau jampana yang berisi aneka makanan tradisional serta aneka hasil bumi lainnya. Di belakangnya, iring-iringan barisan warga. Ada yang memikul ikatan pari atau gabah...
DIIRINGI alunan musik tradisional Sunda berupa kecapi, suling, dan kendang, Bupati Ciamis Iing Syam Arifin memakaikan baju putih kepada Raden Latip Adiwijaya, juru pelihara situs Salawe, Desa Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Tradisi itu adalah puncak dari serangkaian ritual adat Misalin di Tatar Galuh yang digelar di hutan sisi Sungai Citanduy. Ritual Misalin ini diselenggarakan oleh komunitas adat Kawargian Galuh Salawe di situs Salawe Gara Tengah, Desa Cimaragas, yang terletak sekitar 10 kilometer timur pusat kota Ciamis, Senin (30/5/2016). Dalam bahasa Sunda, mi berarti melakukan kegiatan dan salin berarti mengganti. Baju putih adalah lambang kebersihan dan kejujuran yang harus dijalankan warga Sunda Galuh (Ciamis). Tradisi itu dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan sekaligus untuk membersihkan diri sebelum menunaikan ibadah puasa. ”Tradisi ini bermakna agar warga Galuh melakukan salin diri dari perilaku buruk menjadi baik,” ujar Abah Latip, panggilan akrab Raden...
Di Kabupaten Ciamis, ada tradisi Ngawide . Tradisi ini biasa dilaksanakan di Desa Karangampel, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis , Jawa Barat. Tradisi ini mirip dengan ngagubyag atau ngobeng. Dalam tradisi ngawide ini, ratusan warga turun ke Sungai Cimuntur, tepatnya di Leuwi Barengkok, Dusun Babakan. Masyarakat berlomba untuk menangkap ikan asli sungai dengan tangan kosong. Dulu, sebelum pelaksanaan, masyarakat terlebih dulu memasang pagar bambu di tengah sungai. Hal itu ditujukan agar ikan berkumpul di tengah Leuwi atau bagian sungai yang cukup dalam. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama, dan digelar saat musim kemarau atau saat volume air di sungai sedang surut. “Sebelum dilaksanakan Ngawide , kami menggelar doa bersama untuk keselamatan, supaya pada pelaksanaan tidak ada yang tenggelam,” kata tokoh masyarakat Karangampel, Ade Maksudin alias Ade Gondrong, Selasa (23/10/2018). Menurut Ade, ikan asli Sungai Cimuntur masih terjaga dan lest...
Jawa Barat menjadi satu provinsi di Indonesia yang memiliki sangat banyak seni budaya di setiap daerahnya. Beberapa tradisi yang cukup terkenal dari Jawa Barat salah satunya dalah kesenian angklung. Salah satu tradisi yang unik tersebut bernama Ngarak posong asal Cianjur. Ngarak posong merupakan tradisi yang dilakukan para pembudidaya belut di kabupaten Cianjur Selain unik dan menarik, Ngarak Posong rupanya juga memiliki filosofi yang mendalam bagi mayarakat Cianjur. Dimana, selain dimaksudkan sebagai rasa sukur atas hasil panen budidaya belut masyarakat kampung serta penggambaran proses budidaya, Ngarak Posong juga menggambarkan sebuah proses manusia menuju jalan yang lurus. Ngarak Posong ini sendiri pertama kali dilakukan oleh masyarakat warga Kampung Balengbang. Belut memang bisa dibilang salah satu komuditas khas yang banyak dibudidayakan di Cianjur khususnya di Cibeber. Sementara itu, Posong sendiri merupakan alat tradisional yang kerap digunakan mayarakat untuk menangk...