Tiap daerah memiliki jajanan khasnya sendiri, tak terkecuali Sumatera Barat. Salah satu jajanan yang legendaris dan khas di Sumatera Barat adalah karupuak kuah sate, atau dikenal juga sebagai karupuak mie, atau karupuak leak! Asal mula nama karupuak leak Tidak ada yang bisa memastikan panganan ini memiliki nama karupuak leak, karupuak mie, atau karupuak kuah sate. Ada banyak nama dalam banyak versi, sebab jajanan berupa kerupuk yang disiram kuah sate kemudian diberi mie pada bagian atasnya ini memang tersebar di berbagai daerah di Minangkabau, dan juga di banyak kota lain. Rasanya renyah dan gurih, tetapi kelamaan kerupuk akan lembek karena kuah sate yang disiramkan ke atasnya. Konon, dinamakan karupuak leak karena ketika memakannya, kemungkinan besar seseorang akan menjadi berantakan atau ketumpahan kuah sate. Tumpah dalam bahasa Minang disebut juga baleak. Karupuak leak merupakan salah satu jajanan masa kecil yang sangat legendaris di kalangan anak-anak Minangkabau...
Salah satu makanan asli Sumatera Barat adalah ale ale apam yang sangat terkenal di desa Silungkang Duo, Sawahlunto. Bentuknya sendiri hampir sama dengan serabi yang ada di Jawa, namun punya rasa yang berbeda. Rasanya yang enak membuat anak-anak hingga orang dewasa banyak menyukainya, bahkan para perantauan dari Sawahlunto kerap memesannya saat ada acara di kota perantauan mereka. Bahan yang digunakan untuk membuat makanan tradisional ini adalah beras putu, gula jawa, air kelapa, dan parutan pandan. Tidak main-main memang, karena untuk memasaknya saja bisa mencapai beberapa jam, yakni hampir sekitar 5 jam dengan alat khusus. Untuk mendapatkannya juga cukup mudah, karena setiap sore hari dapat dijumpai para pedagangnya di berbagai daerah di Sumatera Barat, seperti Solok, Muaro Sijunjung, dan Silungkang Sawahlunto. Makanan provinsi Sumatera Barat dengan aroma yang khas ini memiliki banderol harga yang murah, karena 5 ribu rupiah saja sudah bisa mendapat 4 ale ale apam. ...
Bahan-Bahan 1 sdm ikan teri medan 1 bombay 1 bawang putih 1 bawang merah secukupnya Daun bawang secukupnya Parsley secukupnya Gulgar 2 sdm mix vegetables 1 sdt margatin palmia garlic 1 sdt soy sauce 200 ml Kaldu ayam 3 cup beras masak Cara Membuat Cincang bawang2an serta ikan teri Tumis bawang putih, bawang merah, bombay dg margarin hingga harum Masukkan ikan teri, tumis hingga kecoklatan Masukkan sayuran lalu tambah air dan kaldu, gulgar dan soy sauce, masak hingga empuk. Masukkan nasi aduk rata, masak hingga meletup lalu matikan. Pindahkan k mangkok ambil 3 sendok sayur untuk makan anak. Alamat & Kontak Penjual: RM Nasi Kapau Uni Cah Jl. Raya Padang Luar, Taluak Ampek Suku, Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 26181 0752 628700...
Es katam atau juga ada yang menyebutkannya es tebak, merupakan jenis minuman es yang ada di Sumatera Barat. Es tebak ini, merupakan campuran kukusan es beku dengan susu putih, sirup merah, tapai, dan cincau. Uni berparas manis yang merupakan si penjual es tebak mengatakan, khusus di Kota Padang, es tebaknya cukup dikenal banyak orang, apalagi keberadaan es tebaknya berada dekat pusat kantor pemerintahan di Kota Padang. Selain menyegarkan, harga untuk satu porsi es tebak hanya dipatok Rp6.000. Untuk membuat es tebak tidaklah terlalu rumit, hanya perlu menyediakan es, tapai, cincau, agar-agar, dan susu. Jika semua itu telah ada, sudah bisa untuk menghasilkan es tebak. Bagi yang ingin menambah rasa, bisa dicampur dengan buah-buahan seperti nangka atau strawberry. Es tebak bisa dibeli setiap hari dari pukul 10.30 WIB hingga menjelang Magrib. Nama alamatnya sendiri berada di Jalan Abdul Muis atau yang juga dikenal jalan teduh. Jika Anda ingin mencicipi es katam atau es tebak...
S uatu hari, pasukan kerajaan Majapahit hendak menyerang kerajaan Pagaruyung, di Sumatera Barat. Tujuan mereka hendak memperluas daerah kekuasaan. Kabar itu terdengar oleh Raja Pagaruyung. Beliau segera mengumpulkan para pegawai istana untuk meminta pendapat. “Tuan-tuan sekalian, sebagaimana kita ketahui, prajurit Majapahit sudah sampai di Kiliran Jawo. Mereka sudah mendirikan tenda sebagai pusat pertahanan mereka di sana. Sebagai raja Pagaruyung, aku tidak ingin ada pertumpahan darah di kerajaanku. Apa yang harus kita lakukan?” tanya raja setelah semua pegawai istana berkumpul. Ruangan rapat yang dipenuhi beberapa orang laki-laki itu menjadi hening. Mereka semua terlihat berpikir keras. “Kita lawan saja menggunakan pasukan gajah dan kuda, yang mulia,” saran salah satu panglima. “Peperangan adalah kata terakhir yang harus kita lakukan. Apa kalian punya rencana lain selain peperangan? Aku ingin perdamaian. Tapi rasanya mungkin mereka tid...
Sanggul berasal dari daerah Sumatera Barat, tepatnya Kabupaten Tanah Datar Kanagarian Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Batu Sangkar, yang diberi nama Lipek Pandan. Sanggul ini dipakai oleh keturunan bangsawan maupun rakyat biasa sewaktu menjadi pengantin (Anak daro) dan juga sewaktu berkunjung pertama ke rumah mertua untuk mengantarkan nasi. Untuk keperluan lain sanggul ini tidak boleh dipakai, Sanggul Lipek Pandan ini masih dipakai untuk keperluan pengantin sampai akhir tahun1930, sesudah itu adalah masa transisi karena diwaktu itu orang-orang sudah mengenal sunting untuk penganten yang berasal dari Kabupaten Padang Pariaman. Semenjak tahun 1930 di Kabupaten Tanah Datar, orang juga sudah mulai memaki sunting ini untuk keperluan penganten. Untuk sanggul ini dibutuhkan rambut yang panjang, dimana waktu itu gadis-gadis Sumatera Barat pada umumnya mempunyai rambut yang panjang sampai kelutut malahan sampai menyapu lantai. Kalau tidak berambut panjang makaakan di...
Dayuang dayuang - 2x Dayuang sampan didayuang - 2x Didayuang anak Palinggam, Palinggam, anak Palinggam Didayuang anak Palinggam, Palinggam, anak Palinggam Elok-elok manyubarang Jan sampai titian patah Elok-elok di rantau urang Jan sampai babuek salah Ramo lah ramo sikumbang lah janti (sayang) Katik lah endah pulanglah bakudo Patah tumbuah hilang baganti, lagu lamo takana juo Patah tumbuah hilang baganti, lagu lamo takana juo Elok-elok manyubarang Jan sampai titian patah Elok-elok di rantau urang Jan sampai babuek salah Dayuang dayuang - 2x Dayuang sampan didayuang - 2x Didayuang anak Palinggam, Palinggam, anak Palinggam Didayuang anak Palinggam, Palinggam, anak Palinggam Elok-elok manyubarang Jan sampai titian patah Elok-elok di rantau urang Jan sampai babuek salah Pulau Pandan jauahlah ditangah (sayang) Dibaliak pulau si Angso lah Duo Hancua badan dikanduang tanah, budi baiak takana ju...
Dahulu kala, ada seorang pemuda tampan dan gagah bernama Datu Awang Sukma. Suatu hari, Datu Awang Sukma melihat ada 7 bidadari cantik sedang mandi di telaga. Para bidadari itu tidak tahu jika Awang Sukma sedang mengintip mereka dan membiarkan selendang mereka yang digunakan untuk terbang, bertebaran di sekitar telaga. Awang Sukma lalu mencuri salah satu selendang terbang milik bidadari itu. Selesai mandi para bidadari itu kemudian mengenakan selendangnya masing-masing dan bersiap-siap terbang pulang ke kayangan. Namun sayang, selendang milik Putri Bungsu sudah dicuri Awang Sukma, sehingga ia tak bisa terbang kembali ke kayangan. Dengan sedihnya keenam kakaknya pergi meninggalkannya sendirian di bumi. Datu Awang Sukma pun segera keluar menemui Putri Bungsu dan mengajaknya tinggal bersamanya. Karena tidak ada pilihan lain, maka Putri Bungsu akhrinya terpaksa menerima pertolongan Awang Sukma. Kemudian Putri Bungsu dinikahi Awang Sukma dan melahirkan seorang bayi...
Di sebuah desa nelayan. Hidup seorang ibu dengan seorang anak lelakinya bernama Malin Kundang. Hidup mereka sangat miskin. Ayah Malin sudah lama meninggal dunia. Ketika kecil, Malin senang mengejar dan suka memukul ayam-ayam tetangga. Suatu hari, ia jatuh terpeleset ketika mengejar-ngejar ayam. Lengannya luka dan meninggalkan bekas yang tidak dapat hilang. Ketika dewasa, Malin Kundang pergi bekerja ke negeri seberang. Setelah berhasil menjadi pedagan kaya, suatu hari Malin Kundang singgah di kampung halamannya. Dengan penuh suka cita, ibunya segera pergi ke pelabuhan menyambut Malin Kundang. Sampai di pelabuhan, ia melihat Malin keluar dari kapal besar dan mewah dengan pakaian yang sangat indah. “Ya Tuhan… Itu Malin...” serunya bangga dan bahagia. Tapi tidak disangka. Malin tiba-tiba mendorong ibunya sampai tersungkur ke tanah. Ibunya kaget, “Aku ibumu Malin. Biar kulihat apakah kau Malin anakku atau bukan,” si ibu segera menyingkap pak...