Menikmati makanan kecil atau kudapan saat santai mungkin sudah menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia. Berbagai macam jenis makanan kecil seperti kue-kue biasanya menjadi pilihan untuk menikmati waktu santai bersama keluarga di rumah. Di Sulawesi Utara ada satu kue yang biasa dijadikan kudapan yakni kue gulung. Kue khas dari Kepulauan Sangihe dan Talaud ini memiliki rasa yang lezat, gurih, dan renyah saat digigit. Kue gulung terbuat dari sagu yang diproses melalui metode pemanggangan di dalam oven. Pemilihan sagu sebagai bahan dasar tidak lepas dengan budaya masyarakat Kepulauan sangihe yang sehari-harinya menggunakan sagu sebagai bahan utama makanannya. Nama kue gulung sendiri sesuai dengan bentuk kue yang digulung sebelum dimasukkan ke dalam oven untuk dipanggang. Setelah matang, tekstur kue gulung akan menjadi lebih keras dan renyah saat mulut kita mencicipi kue ini. Soal citarasa, kue gulung memiliki rasa yang agak manis. Sangat pas jika disajikan...
Kecamatan Kendahe, dulunya merupakan sebuah kerajaan Kendahe dengan memiliki Raja yang cukup dikenal yang bernama Raja Sjam Sjah Alam (Samansialang) memerintah tahun 1685 – 1711. Menurut cerita Kerajaan Kendahe runtuh / jatuh kedasar lautan pada waktu pemerintahan Raja Samansialang. Lokasi jatuhnya Kerajaan Kendahe dijadikan objek wisata bahari dengan sebutan ” Maselihe” Pantai / laut Maselihe memiliki kedalaman yang sangat dalam dan tidak memiliki pantai sehingga masyarakat menyebutnya Patahan Maselihe. Dilokasi ini telah juga dibangun Jembatan terpanjang dan terdalam di Kab. Kepl. Sangihe. Objek Wisata pantai Maselihe memiliki keindahan dengan panorama hutan tropis yang masih lebat dan tebing yang berdiri tegak lurus di tepih pantai dengan pemandangan aliran air yang jatuh dari ketinggian dan membentuk air terjun mini yang langsung jatuh ke laut. Source: http://wisatasangihe.blogspot.co.id/2014/09/kerajaan-maselihe.html...
Selain dikenal memiliki kuliner yang menggugah selera seperti bubur manado, mie cakalang, Manado juga dikenal memiliki aneka jenis kue yang terkenal akan rasanya yang enak. Nama-nama seperti klapertart dan halua kenari menjadi bukti jika ibukota Sulawesi Utara ini memiliki sajian kue yang khas. Selain dua kue di atas, ada satu nama kue khas yang tidak boleh dilewatkan yakni kue bangket sagu. Kue bangket sagu merupakan kue khas dari Kepulauan Talaud. Masyarakat di kepulauan yang terkenal dengan keindahan alamnya ini menjadikan sagu sebagai makanan utamanya. Tidak mengherankan, kue khas masyarakat di sini juga banyak yang terbuat dari bahan sagu seperti kue bangket sagu ini. Kue bangket sagu banyak ditemui di Desa Rainis, Kecamatan Rainis, Kabupaten Kepulauan Talaud. Di sini kita bisa melihat kue-kue ini sudah dikemas cantik dan sudah siap dijual kepada wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini. Kue bangket sagu sering dijadikan buah tangan bagi wisatawan yang ber...
Di daerah Pulau Jawa memang kelelawar atau biasa disebut codot ini tidak umum jika diolah untuk dikonsumsi manusia, tapi lain halnya jika di daerah Manado. Daerah yang terkenal dengan gudangnya makanan ektrim ini, menganggap kelelawar lazim untuk dikonsumsi. Kuliner dengan racikan bumbu jahe, laos, kecap dan aneka rempah lain ini dipercaya oleh masyarakat memiliki khasiat untuk menjaga stamina laki-laki maupun wanita. Di Manado, saya banyak dijumpai warung yang menjual panganan ini. Bisa dibeli di: Rumah Makan Tinoor Tomohon Tomohon, Sulawesi Utara
Resep Rintek Wu’uk Khas Sulawesi Utara – Apa nama makanan unik yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara? Ialah RW atau Rintek Wu’uk yang merupakan olahan daging anjing dari daerah tersebut. Rasanya nikmat dan cocok untuk santapan makan siang. Anda bisa mendapatkan hidangan ini ketika berkunjung ke Manado dengan mudah, karena beberapa warung makan menjualnya sebagai menu khas. Perlu diketahui, bahwa RW sendiri merupakan masakan dari daging anjing yang dicampur bumbu-bumbu pedas dengan rasa khas. Makanan ini biasa disajikan masyarakat Manado ketika ada acara pernikahan, ulang tahun dan acara-acara lainnya. Mereka juga mengolahnya menggunakan resep rintek wu’uk khas Sulawesi Utara agar kekhasan rasa yang tercipta bisa dinikmati siapa saja. Bahan: 1.000 gram daging anjing, cincang kecil-kecil Bumbu Halus: 3 ikat daun kemangi, potong halus 1 ikat daun bawang, potong halus 250 gram cabai rawit 4 ruas...
Resep Pampis Cakalang Khas Sulawesi Utara – Pampis cakalang merupakan sajian khas Manado, Sulawesi Utara yang merupakan olahan dari cakalang fufu. Bentuknya mirip dengan abon dan rasanya nikmat tiada tara. Makanan ini biasa dibawa untuk perjalanan jauh. Biasanya masyarakat asli Manado yang melancong ke kota atau daerah lainnya membawa pampis cakalang ini sebagai bekal di perantauan. Bahan: Ikan cakalang fufu secukupnya Air jeruk nipis secukupnya Daun bawang secukupnya, dipotongi kecil-kecil Kunyit secukupnya Jahe secukupnya Gula pasir secukupnya Garam secukupnya Bumbu Halus: Cabai rawit secukupnya Cabai merah keriting secukupnya Bawang putih secukupnya Bawang merah secukupnya Cara Membuat: 1. Siapkan semua bahan dan bumbu yang diperlukan untuk mengolah pampis cakalang khas Sulawesi Utara 2. Setelah itu, kalau Anda menggunakan ikan laut segar, pan...
Resep Nasi Merah Bakar Khas Sulawesi Utara – Nasi bakar memang sudah booming di kalangan masyarakat sejak dulu. Ada yang menggunakan bambu sebagai pembakarnya, namun ada pula yang tidak. Rasanya unik dan lezat, apalagi kalau dicampur dengan aneka seafood, daging ayam, daging sapi dan lain sebagainya. Tak terkecuali dengan nasi bakar yang satu ini. Yang berbeda dari nasi bakar khas Sulawesi Utara adalah bahannya. Bukan nasi putih seperti biasa, melainkan nasi hitam atau nasi merah. Nasi tersebut kemudian diolah bersama daging ayam dan bumbu-bumbu lainnya lalu dibungkus dengan daun pisang. Setelah itu baru dibakar dan bisa disajikan sesuai dengan resep nasi merah bakar khas Sulawesi Utara. Bahan: ½ kg nasi merah atau nasi hitam Daun pisang secukupnya Bahan Isian: 4 ons daging ayam, buang kulitnya dan potong kecil-kecil 1 ½ ons daun melinjo, diiris tipis 75 ml air Minyak goreng secukupnya...
Resep Mujair Masak Woku Daun Khas Sulawesi Utara – Ikan mujair juga sering dijadikan bahan makanan yang lezat. Tekstur ikannya yang memang lembut serta memiliki kekhasan rasa itulah yang membuat para koki ingin mengolahnya menjadi berbagai hidangan, seperti mujair masak woku daun khas Sulawesi Utara ini. Di kota asalnya, makanan tersebut sangat terkenal dan bahkan menjadi menu makan siang yang istimewa. Rasanya yang pas dan cocok untuk makan siang tersebut dibuat dengan resep mujair masak woku daun khas Sulawesi Utara. Masyarakat sekitar tetap mempertahankan resep yang sudah lama ada karena hal tersebut memberikan sensasi rasa nikmat tersendiri. Bahan: 3 ekor ikan mujair 2 buah tomat merah, diiris tipis 2 batang daun bawang, dirajang kasar 1 ikat daun kemangi Minyak goreng secukupnya 1 sendok makan air jeruk nipis ½ sendok makan garam Daun pisang secukupnya Bumbu: 8 butir bawang me...
Kepulauan Talaud - Lihat dan bayangin kepiting yang 1 ekornya mampu memiliki berat 1 kg, begitulah kepiting kenari. Satwa jenis umang-umang ini ternyata masih disantap oleh warga Kepulauan Talaud. Padahal satwa ini sudah langka. Kepiting kenari ternyata masih banyak tersedia di Pulau Karatung, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. 1 ekor ketiping yang gede mampu memiliki berat hingga 1 kg. Disebut dengan nama ketam kenari oleh masyarakat sekitar, satwa sejenis umang-umang ini perlu waktu cukup lama untuk menjadi besar. Oleh karenanya, para pemburu umumnya menangkap yang sudah besar & sudah tua. Ketika masih hidup, warna cangkangnya berwarna kehitaman. Capitnya sangat besar dan kuat. Ditambah, mereka lincah dan sanggup naik ke atas pohon kelapa. Maklum ya, sebab hewan ini menyantap kelapa. Mereka dapat naik ke atas pohon kelapa dan memotong pohon kelapa biar dapat disantap di bawah. Bagaimana cara nya memakan...