dongeng cerita rakyat
124 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Cerita Nogo Ema
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Siti Pol Mage Lio adalah nama sebuah desa di daerah Kabupaten Ende Lio. Di sana hiduplah seorang ibu dan seorang bapak. Si ibu bernama Ose Lango Ladju Burak, sedang si ayah bernama Pati Lae. Kedua suami-isteri mempunyai 8 (delapan) orang anak yang terdiri dari 7 (tujuh) orang putera dan seorang puteri. Nama ke tujuh putera tersebut masing-masing adalah Lalaku Lalo deng, Bala Karung, Kasarua Maring Badjo, Eko Kaen, Wewe Ame, Mabu Kaeng, dan Jawa Ama; Si wanita bernama Tonu Nogo Gunung Wudjo Ema. yang biasa disingkatkan menjadi Nogo Ema atau Nogo Gunug atau Tonu Wudjo. Pada masa itu orang belum mengenal makanan pokok seperti padi dan jagung. Makanan pokok mereka pada waktu itu ialah batu dan buah-buah. Minuman mereka adalah air yang berlumpur. Ketika Nogo Ema atau Nogo Gunung telah dewasa maka oleh saudara-saudaranya ia hendak ditukarkan dengan gading dan kambing. Ini berarti ia harus dibawa dan dijual kepada penduduk di pedalaman Lio. Cara semacam ini menurut istilah Lamaholot di...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Kolo Bian
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Dalam sebuah kampung yang bernama We-Kto-Talaka tumbuhlah sebuah pohon beringin besar tepat di depan istana dari raja Malaka. Daunnya sangat rindang. Pohon beringin itu biasa disebut dengan nama Hali Malaka. Suatu ketika hinggaplah seekor ayam betina pada salah satu cabang beringin itu. Ayam betina itu dikirim oleh Nai Maromak atau Yang Mahakuasa ke dunia ini. Bertepatan pula pada waktu itu raja sedang berjalan-jalan menghirup udara segar di bawah pohon beringin tersebut. Setelah dilihatnya ayam betina itu, raja Malaka langsung mengambil sumptnya untuk menyumpit ayam betina itu. Sementara raja mencari-cari tempat yang cukup baik untuk menyumpitnya, tiba-tiba raja mendengar suatu suara yang mengatakan: "Hai tuan raja Malaka, janganlah engkau membunuh saya dengan sumpitmu, sebaiknya marilah kita mengadakan perundingan lebih dahulu." Kemudian ayam betina itu menruskan pembicaraannya demikian. "Tuan raja jangan memubunh saya, oleh karena saya ini adalah utusan dari Yang Mahakuasa da...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Manalolo Banda
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Nusa Tenggara Timur

MANA LOLO BANDA ( Lagu Rakyat Pulau Rote ) Lagu ini menceritakan tentang pengembala sapi Ciptaan NN   Aua ia mana lolo banda Aua soda ele le le lele Ia au tataon mana lolo banda Au fali du dau ledoa tenaso Aua ia mana lolo banda Aua soda ele le le lele Ia au tataon mana lolo banda Au fali du dau ledoa tenaso   Reff   Fo banda fali aua fo Tungga dea Nahaka me e mana Lolo banda  sapi binaka bête Malinu oe ena leo ia tungga fali mana lolo banda     Aua ia mana lolo banda Aua soda ele le le lele Ia au tataon mana lolo banda Au fali du dau ledoa tenaso   Meraih Mimpi Mari berlari meraih mimpi Menggapai langit yang tinggi Jalani hari dengan berani Tegaskan suara hati* Kuatkan diri dan janganlah kau ragu Tak kan ada yang hentikan langkahmu   Re...

avatar
Roro
Gambar Entri
Sesando, Alat musik kebanggaan Rote #DaftarSB19
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Alat Musik tradisional Sasando memiliki kisah unik mengenai asal usul keberadaannya. Salah satu kisah yang terkenal adalah kisah pemuda Sangguana. Dahulu kala, diceritakan ada seorang pemuda bernama Sangguana yang terdampar di sebuah pulau bernama Ndana. Penduduk setempat kemudian membawa sang pemuda ke hadapan Raja Takalaa, raja penguasa di daerah tersebut. Bukannya ketiban sial, Sangguana malah jatuh hati kepada putri sang raja dan ingin mempersuntingnya. Raja pun memberi syarat untuk Sangguana bila ingin mempersunting putrinya. Raja meminta Sangguana untuk membuat alat musik yang belum pernah ada sebelumnya. Berbekal tekad kuat, pemuda tersasar itu pun menyanggupi keinginan sang raja. Sangguana terus berfikir alat musik seperti apa yang ingin dibuatnya. Hingga pada suatu malam, Sangguana bermimpi tengah memainkan sebuah alat musik yang sebelumnya tak pernah ia lihat. Suara hasil permainan alat musik tradisional sasando pun sangat merdu. Meski di sisi lain terasa begitu as...

avatar
Alyaalarssf
Gambar Entri
Nda NIngu Anda Monungu/Tidak ada Harapan
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Nusa Tenggara Timur

Ata Ratu lahir pada tahun 1963, dan keturunan Kanilu di dataran Desa Hangaroro, Sumba Timur. Dia adalah penyanyi yang paling dipuja di Sumba Timur dan ikon budaya wanita. Dalam Lagu ini, dia bernyanyi tentang hilangnya sumber air dan tanah yang dimiliki bersama di dekat rumahnya, karena perjanjian agrisbisnis penuh intrik oleh PT Muria Sumba Manis, dengan tanah seluas 52.000 ha di Sumba Timur. Dia menggambarkan cerita kehilangan dari sudut seorang Marapu (sosok leluhur) dalam bentuk sebuah ular, yang bergerak dari hutan ke hutan karena tanahnya selalu dipenuhi kobaran api. Dia menciptakan lagu ini untuk Ibu (ina), Bumi.

avatar
joseph lamont
Gambar Entri
Asal Usul Kerajaan Larantuka
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Larantuka semula didirikan oleh seorang tokoh perempuan bernama Watowele bersama suaminya Pati Golo Arakian yang berasal dari keturunan bangsawan dari pulau Timor dari kerajaan Wehale merupakan tokoh peranakan perempuan bangsawan Jawa danjuga bangsawan kerajaan Wehale. erajaan itu semula lebih dikenal dengani kerajaan Ata Jawa sebelum akhirnya bernama Larantuka. Watowele senduru merupakan tokoh keramat yang diyakini dilahirkan dari gunung Ilemandiri dan merupakan cikal bakal keturunan satu – satunya dinasti yang memerintah kerajaan Larantuka dan juga dihormati sebagai keturunan langsung dari gunung / keturunan Ile Jadi. Baru pada pemerintahan keturunan ke – 3, yakni raja Sira Demon Pagu Molang kerajaan Larantuka menemukan bentuk pemerintahan tradisional yang lebih teratur yang tetap dipelihara hingga berakhirnya kerajaan Larantuka. Cerita rakyat versi lain Watuwele dan Lenurat dikatakan sebagai penduduk asli Larantuka yang di sebut Ile jadi. Pada mulanya penghuni lereng Gu...

avatar
Widra
Gambar Entri
Bebing, Tarian Perang Kab Sikka
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

Bebing merupakan tarian perang yang mengisahkan tentang penyambutan prajurit dari medan perang. Tarian Bebing berasal dari kampung Hokor, Desa Hokor, Kecamatan Bola. Dalam tarian ini terdapat empat babak yaitu: Babak doa: Dalam babak ini, ada tiga unsur yang menjadi permohonan masyarakat. Yang pertama permohonan kepada Allah sebagai penguasa jagat raya, kedua permohonan kepada arwah leluhur untuk meminta dukungan agar dalam pertempuran, para prajurit bisa mendapatkan kemenangan, ketiga adalah permohonan keapda alam. Doa diucapkan agar alam dapat menyatu dengan para prajurit di medan pertempuran. Keseluruhan babak pertama ini diiringi musik gong waning yang disebut ‘plahi’. Babak pemilihan prajurit atau dalam bahasa Sikka disebut “li’i lahi”. Dalam babak ini, hulu balang sebagai pemimpin pasukan akan memilih prajurit-prajurit terbaik untuk turun ke medan pertempuran. Babak ini diiringi dengan gong waning yaitu, “‘le’ wawa”. Babak latihan. Sebelum berangkat ke medan p...

avatar
Widra
Gambar Entri
Baju Adat Sabu Raijua
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Nusa Tenggara Timur

Pakaian adat ini menggunakan motif bunga ros yang melambangkan kesucian hati. Pakaian adat ini dipakai semua kalangan mulai dari rakyat kecil sampai bangsawan yang ada di Sabu Raijua. Dibuat dengan menggunakan tenun khas Sabu yakni Ei atau sarung Higi atau selimut dan Naleda atau selendang tenun yang dibuat dengan menggunakan benang. Sumber: Belarminus, R. (2020, Aug 14). Kompas.com."Motif di Baju Adat NTT yang Dipakai Jokowi Melambangkan Kesucian Hati, Dipakai Rakyat Kecil hingga Bangsawan." Diakses dari https://regional.kompas.com/read/2020/08/14/14585391/motif-di-baju-adat-ntt-yang-dipakai-jokowi-melambangkan-kesucian-hati?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter .

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Cerita Rakyar Gasing Pencari Jejak
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Di sebuah dusun hiduplah sebuah keluarga petani kecil, dengan dua orang anak, yaitu seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Anak perempuan bernama Rambu Kahi dan anak laki-laki bernama Umbu Delu. Mata pencaharian mereka hanyalah berkebun. Ketika Umbu Delu berumur 1 tahun, ibu Umbu Delu pergi untuk selamanya mendahului mereka. Tinggalah ayah bersama kedua anaknya Rambu Kahi dan Umbu Delu. Tetapi, tiga bulan kemudian ayah mereka mengikuti jejak almarhumah, meninggalkan mereka. Rambu Kahi berumur tiga tahun dan adiknya Umbu Delu berumur satu tahun. Hari demi hari dilalui tanpa ada orang yang menghiraukannya apalagi menjenguknya. Makanan yang ditinggalkan oleh ayah dan ibu mereka hanyalah sebakul nasi yang ditumbuk oleh Rambu Kahi. Lama kelamaan padi itupun habis, Rambu Kahi bingung untuk minta pertolongan kepada siapa? Setiap malam jika sudah selesai makan malam Rambu Kahi mendengar piring yang dicuci, ia berdiri berdiri tepat di tempat pencucian piring, ia mengangakan mulu...

avatar
Widra