Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur Flores Timur
Asal Usul Kerajaan Larantuka
- 30 Maret 2020

Kerajaan Larantuka semula didirikan oleh seorang tokoh perempuan bernama Watowele bersama suaminya Pati Golo Arakian yang berasal dari keturunan bangsawan dari pulau Timor dari kerajaan Wehale merupakan tokoh peranakan perempuan bangsawan Jawa danjuga bangsawan kerajaan Wehale. erajaan itu semula lebih dikenal dengani kerajaan Ata Jawa sebelum akhirnya bernama Larantuka. Watowele senduru merupakan tokoh keramat yang diyakini dilahirkan dari gunung Ilemandiri dan merupakan cikal bakal keturunan satu – satunya dinasti yang memerintah kerajaan Larantuka dan juga dihormati sebagai keturunan langsung dari gunung / keturunan Ile Jadi. Baru pada pemerintahan keturunan ke – 3, yakni raja Sira Demon Pagu Molang kerajaan Larantuka menemukan bentuk pemerintahan tradisional yang lebih teratur yang tetap dipelihara hingga berakhirnya kerajaan Larantuka.

Cerita rakyat versi lain Watuwele dan Lenurat dikatakan sebagai penduduk asli Larantuka yang di sebut Ile jadi. Pada mulanya penghuni lereng Gunung Ile Mandiri dua orang kakak beradik yakni Lenurat dan adik perempuannya Watuwele. Kedua saudara tersebut seluruh tubuhnya berbulu, mencari makan dengan cara berburu binatang di hutan dengan menggunakan kukunya yang panjang sebagai senjata. Pada suatu ketika kedua saudara itu berpisah, Watuwele pergi kearah timur menetap di Woto dan Lenurat menetap di Likat Lamaboting Awo Lama Bunuk. Sementara itu di pesisir muncul pendatang baru yang dikenal sebagai orang paji. Lenurat kawin dengan gadis paji yang bernama Hadu Boleng Toniba Duli. Keturunan meraka menjadi nenek moyang penduduk Larantuka yang di sebut baipito. Sedangkan Watuwele menika dengan seorang tokoh bernama Pati Golo Arakiang. Riwayat pertemuan mereka di sebutkan : pada waktu Patigolo Arakiang mendarat di Krong di teluk Oka, ia kemudian berjalan melintas di hutan sampai di tempatnya Watuwele.

Ernst Vatter (1984) mengungkapkan Lenurat tidak di lahirkan dari seorang wanita seperti saudara perempuannya Watuwele. Ia timbul dari gunung. Ia muncul sebagai orang liar dan buas berambut dari kaki hingga kepala. Di rambutnya bersarang ular dan kadal. Kakak beradik ini tinggal di hutan di gunung Ile Mandiri. Pada waktu itu di gunung belum ada manusia yang tinggal. Manusia yang ada ialah orang paji yang tinggal di pantai dan daratan. Orang paji awalnya tidak mengetahui tentang Lenurat dan Watuwele.

Pada suatu malam ada seorang anak perempuan bernama Hadubole Teniba Duli yang melihat ada api di puncak gunung. Ia menyiruh saudaranya Pati Golo Arakiang pergi melihat ketempat tersebut. Ia melihat sebuah tunggku api yang telah kosong dan tumpukan abu dan arang. Untuk menghindari bahaya Pati Golo memanjat pohon. Tidak lama kemudian Watuwele kembali dari berburu. Ia mempinyai naluri yang tajam bahwa di tempatnya kedatangan orang asing yang belum menampakan diri.

Akhirnya di lihatnya Pati Golo Arakiang di atas pohon. Watuwele berjanji tidak akan menggangu Pati Golo Arakiang, oleh karena itu ia turun dari pohon. Mereka berdua menyalakan api dan membakar daging binatang buruan. Pati Golo Arakiang kebetulan membawa arak dan diminum berdua. Karena Watuwele minum terlalu banyak sehingga mabuk dan tertidur. Kesempatan itu digunakan oleh Pati Golo Arakiang untuk memotong kuku dan mencukur bulu badan Watuwele. Setelah di cukur barulah ketahuan bahwa Watuwele adalah seorang perempuan. Ia kemudian di beri pakian dan pada akhirnya mereka setuju untuk menjadi pasangan suami istri. Mereka mempunyai keturunan empat orang putra yang menjadi nenek moyang Raja Larantuka dan anggota Pou suku lema. Keturunan mereka di kenal sebagai orang demon atau demon nara. Sedangkan Lenurat yang kawin sama orang paji mempunyai anak lima orang dan menjadi nenek moyang penduduk Ile Mandiri dan nenek moyang orang paji atau Paji nara.

Ada versi cerita lain yang menyebutkan bahwa Raja Larantuka diturunkan oleh burung garuda dari gunang Ile Mandiri. Raja Larantuka ke-9 yang bernama Raja Ola dibaptis sebagai raja Katolik yang pertama dengan nama Don Constantino pada tahun 1645. Dilihat bahwa raja ke-9 yang di baptis pada tahun 1645 berarti dari raja pertama sebagai pendiri kerajaan sampai raja ke-9 terdapat 9 generasi. Dengan asumsi setiap generasi berjarak 25 tahun, maka dapat di perkirakan Kerajaan Larantuka berdiri pada tahun 1420. Pada masa tersebut, di wilayah indonesia bagian barat Kerajaan Majapahit masih berkuasa.

Pada masa lampau Larantuka atau Flores Timur merupakan salah satu wilayah pengaruh Kerajaan Majapahit yang di kenal dengan Jawa Muhan. Cerita bahwa Raja Larantuka di turunkan oleh burung garuda mengindikasikan adanya unsur pengaru Hindu mengingat burung garuda adalah burung mitologis dalam agama Hindu. Oleh karena itu dapat diduga bahwa raja pertama Larantuka diturunkan burung garuda adalah terkait dengan adanya unsur kekuasaan hindu yang meneguhkan raja pertama Larantuka.

Kerajaan Larantuka yang menguasai wilayah Demon membangun struktur kerajaan dengan istilah "Demon Lewo Pulo". Sepuluh wilayah atau lewo tersebut dipimpin oleh Kakang atau dikenal dengan Kakang Lewo Pulo. Kesepuluh wilayah Demon tersebut antara lain yaitu Pamakayo (Lewolein), Lewoingu (Lewolaga), Mudakaputu, Lewo Leba, Tana Boleng, Horowura, Lama Lera, Wolo, Lewo Tobi, Lewotala. Sedangkan orang Paji mendiami 5 daerah dipesisir pantai, oleh karena itu disebut "Paji Watan Lema" yang kemudian dikenal dengan sebutan "Solor Watan Lema". Padamulanya ada 6 kerajaan dilingkungan wilayah pengaruh Paji, antara lain yaitu Lohayong, Lamakera, Adonara, Terong, Lamahala, Serbiti (tetapi kerajaan serbiti hilang sehingga tinggal 5 buah kerajaan).

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu