Kue Serupet adalah kue khas aceh yang terbuat dari tepung terigu, gula, garam dan santan. Bentuknya bermacam-macam seperti pipa dan kipas, sekilas kue ini mirip dengan kue semprong, namun rasa kue ini dengan kue semprong berbeda. Kue serupet biasanya dihadirkan pada saat acara perayaan keagamaan, acara adat, pernikahan dan acara-acara lainnya. Teknik pembuatan kue ini cukup mudah dan kue ini juga gampang ditemui di toko-toko kue. http://peutrang.blogspot.co.id/2013/07/kue-hari-raya-khas-aceh.html
Didong adalah sebuah kesenian rakyat Gayo yang memadukan unsur tari, vokal, dan sastra. Didong dimulai sejak zaman Reje Linge XIII. Salah seorang seniman yang peduli pada kesenian ini adalah Abdul Kadir To`et. Kesenian didong lebih digemari oleh masyarakat Takengon dan Bener Meriah. Satu kelompok kesenian didong biasanya terdiri dari para “ceh” dan anggota lainnya yang disebut dengan “penunung”. Jumlahnya dapat mencapai 30 orang, yang terdiri atas 4--5 orang ceh dan sisanya adalah penunung. Ceh adalah orang yang dituntut memiliki bakat yang komplit dan mempunyai kreativitas yang tinggi. Ia harus mampu menciptakan puisi-puisi dan mampu menyanyi. Penguasaan terhadap lagu-lagu juga diperlukan karena satu lagu belum tentu cocok dengan karya sastra yang berbeda. Anggota kelompok didong ini umumnya adalah laki-laki dewasa. Namun, dewasa ini ada juga yang anggotanya perempuan-perempuan dewasa. Selain itu, ada juga kelompok remaja. Malahan, ada juga kelompok did...
Pada ujung utara rangkaian Bukit Barisan di Pulau Sumatera, terletak dataran tinggi Gayo yang merupakan tempat orang Gayo bermukim. Selain sebagai nama sebuah etnis, Gayo juga merupakan nama ibukota Kabupetan Aceh Tengah. Di tempat ini orang Gayo terbagi dalam beberapa kelompok yaitu: Gayo Lut, Gayo Deret, dan Gayo Lues. Di kalangan mereka ada sebuah kesenian rakyat yang dikenal dengan nama Didong, yaitu suatu kesenian yang memadukan unsur tari, vokal, dan sastra. Kapan kesenian ini bermula, hingga kini belum diketahui secara pasti. Demikian pula arti kata didong yang sesungguhnya 1 . Pada awalnya didong digunakan sebagai sarana bagi penyebaran agama Islam melalui media syair. Para ceh didong (seniman didong) tidak semata-mata menyampaikan tutur kepada penonton yang dibalut dengan nilai-nilai estetika, melainkan di dalamnya bertujuan agar masyarakat pendengarnya dapat memaknai hidup sesuai dengan realitas akan kehidupan para Nabi dan tokoh yang sesuai dengan Islam. Dalam...
Bubur merupakan salah satu jenis masakan Indonesia yang banyak digemari semua kalangan, baik bayi, anak muda, dewasa, hingga tua. Bubur Manado adalah bubur beras dengan aneka bumbu dan sayuran seperti kangkung, kacang panjang, daun kemangi, ubi merah, jagung pipil dan daun khas Manado yaitu daun gedi. Dimakan dengan ikan tongkol atau ikan asin dan sambal bakasang atau dabu-dabu. Selain enak disantap, bubur ini lebih banyak memberikan asupan gizi karena bahan pelengkapnya bermacam-macam. Di daerah asalnya Manado, bubur bersayur atau Tinotuan, lazim disajikan panas di atas meja atau papan beralas daun pisang, dinikmati beramai-ramai usai kerja hajatan. Pada kesembatan kali ini, saya akan berbagi Resep Bubur Manado khas Manado untuk anda : Resep Bahan Bubur Manado : beras 250 gram, cuci bersih, tiriskan air 1,5 liter jahe 1 cm, memarkan serai 2 batang, memarkan garam 2 sendo...
Sate ini dinamakan Sate Matang karena awal mulanya sate ini diperkenalkan oleh penjualnya di kota Matang Glumpang Dua, sebuah kota kecamatan di kabupaten Bireuen. Bahan: 300 gram daging kambing Bumbu Untuk Membakar Sate: 1 sdt ketumbar 1 butir bawang putih 1 batang serai 1 ruas jari jahe 1 ruas lengkuas 2 cm kunyit 2 butir kemiri Garam secukupnya Gula merah secukupnya Cara Memasak: 1. Haluskan bumbu 2. Tumis bawang putih, masukkan halusan bumbu dan daging sampai bumbu meresap 3. Angkat, susun daging ditusuk sate, lalu bakar Bumbu Kacang: 2 ons kacang tanah, goreng lalu haluskan 1 butir bawang putih untuk menumis 2 lembar daun salam 1 lembar daun jeruk purut 2 lembar daun pandan 1 batang kecil serai 1 batang kayu manis 2 ons cabe kering 500 ml santan 1 sdm gula putih gula merah secukupnya Cara Memasak: 1. Tumis semua re...
Kuah Masam Keu eung merupakan salah satu masakan khas Aceh yang tampilan dan rasanya mirip-mirip dengan gulai asam padeh dari Padang. Walau bercita rasa pedas dan asam juga menggunakan porsi kunyit lebih banyak sehingga warnanya terlihat kekuningan. Asam keueng yang berarti asam pedas memiliki rasa asam, asin, dan pedas menjadi satu dalam kuahnya yang kekuningan. Bahan: Ikan tongkol 4 keping (bahan ini bisa diganti dengan ikan bandeng, kakap, dan teri) Belimbing wuluh (asam sunti) 8-10 atau tomat hijau 2 buah Jeruk nipis 2 buah Daun jeruk 2 lembar Bumbu tumis: Cabe rawit 7 biji (boleh ditambah bila suka pedas) Setengah bawang bombay Bawang putih 2 siung Jahe 1 ruas Daun jeruk 2 lembar Merica bubuk 1/2 sendok teh Lada putih 1/4 sendok teh Kunyit bubuk 1/2 sendok teh Garam secukupnya Minyak goreng 3 sendok makan Cara Membuat: Potong-potong ikan Taburi garam dan air jeruk...
Aceh punya beragam keunikan. Tak hanya dari segi adat dan kebudayaan, sederet makanan khas juga dimiliki oleh provinsi yang berada di ujung Sumatera ini. Sebut saja Mie Aceh. Dan rasanya memang tak lengkap jika bertandang ke wilayah ini tanpa mencicipi Mie Aceh. Di bumi Serambi Mekkah ini, Mie Aceh mudah didapatkan. Dalam satu porsi, Mie Aceh memiliki beragam rasa, seperti manis, asam, dan asin. Bumbu-bumbunya diracik dengan dengan berbahan cabai merah, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar merica, jahe, dan rempah-rempah lainnya yang kemudian digiling halus sehingga berwarna merah. Mie Aceh memang tersohor. Tapi, tak ada yang tahu persis bagaimana asal-usulnya. Dalam buku-buku sejarah Aceh, tak ditemukan ihwal mulanya Mie Aceh. Meski demikian, konon, Mie Aceh berasal dari Cina. Aceh dan Cina memiliki hubungan sejarah abad 13 M. Mie yang berasal dari Cina lalu diolah dengan citarasa Aceh. Dan jadilah ia disebut Mie Aceh. Berikut ini bahan dan cara membuat Mie Aceh....
Bagi penikmat kuliner, nama Ayam Tangkap tentulah tak asing lagi. Nama yang unik dan citarasa yang biasa menggoyang lidah membuat makanan Aceh ini dikenal luas. Karena itu, taklah lengkap jika bertandang ke ujung Pulau Sumatera ini tanpa mencicipi makanan khasnya. Ayam Tangkap kadang juga disebut ayam sampah atau ayam semak. Tapi jangan salah, nama "Sampah" ditabalkan karena ayam goreng ini bercampur dengan dedaunan yang dipakai tak hanya sebatas penambah aroma, tapi juga enak dimakan. Rasanya garing seperti kerupuk. Ayam Tangkap sudah ada sejak 1996. Bermula di Rumah Makan Cut Dek, saat itu orang menyebut Ayam Goreng. Adapun Ayam Tangkap ini berawal dari eksperimen. Koki rumah makan ini coba memadukan ayam dengan daging dan dedaunan, seperti daun tumurui dan pandan. Baru sekitar 2005, ayam goreng ini berganti nama dengan Ayam Tangkap. Entah siapa yang memulai menyebutnya demikian, yang jelas ayam goreng ini kemudian terkenal dengan nama "Ayam Tangkap". Bahan-bahan yang dip...
Kuah Pliek U adalah makanan khas Aceh. Pliek U kadang disebut patarana . Ia terbuat dari dari kelapa yang sudah diperam hingga membusuk dan kemudian diperas hingga mengeluarkan minyak kelapa. Ampasnya kemudian dijemur hingga kering dan berwarna merah kecoklatan. Di Aceh, Pliek U kerap digunakan untuk sejumlah upacara. Sebutlah ketika orang menggelar kenduri untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pesta perkawinan, hajatan orang meninggal, kenduri thon (kenduri tahunan untuk orang meninggal) atau kenduri blang (kenduri saat hendak turun ke sawah atau sesudah panen). Tradisi lain adalah memasak Pliek U secara bersama-sama untuk kemudian membagikannya kepada tetangga terdekat; selain untuk dimakan sendiri. Meski posisi kuah Pliek U cukup kuat di Aceh, hanya saja kuah Pliek U disebut-sebut berasal dari Gujarat india. Orang Gujarat sudah ada di Aceh sejak jaman dulu, bahkan ada yang menyebutnya sebagai nenek moyang orang Aceh. Konon, rempah-rempah...