Hari Pendidikan Nasional
129 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Cerita Pendekar Sebay Ngembela Mengian (Cerita Zubaidah)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Sultan Abidin adalah seorang putra Raja yang disuruh ayahnya mencari jodohnya ke seberang lautan. Dalam perjalanannya Sultan Abidin singgah di sebuah pulau. Di pulau ini Sultan Abidin mendengar suara seorang putri yang sedang membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an di atas sebuah mahligai. Suaranya sangat merdu dan menawan hati, sehingga Sultan Abidin terpikat dan jatuh cinta pada putri itu. Sultan Abidin langsung menghadap Raja (ayah anda sang putri), dan mengatakan bahwa ia ingin melihat Batu permata raja yang elok dan besar. Sang Raja yang bernama Kurbi Pandita menjawab, "Ada memang saya simpan sendiri di tempat yang khusus, terpisah dari yang lainnya." Sesungguhnya Kurbi Pandita telah mengerti apa yang dimaksud oleh Sultan Abidin, Sultan Abidin langsung melamar putri Kurbi Pandita dan diterima oleh Kurbi Pandita tapi tanpa sepengetahuan putranya yang tertua, kakak putri tadi. Perkawinan segera dilaksanakan. Selesai perkawinan Sultan Abidin kembali ke negerinya membawa sang putr...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Legenda Raja Penabokh Menjelma Menjadi Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Menurut cerita rakyat nama-nama yang ada di Banjar Manis itu mempunyai riwayat sendiri-sendiri, disesuaikan dengan keadaan dan peristiwa yang terjadi, seperti Way Awi, karena sepanjang kali ini ditumbuhi Awi (bamboo), di sekitar kali inilah terletak pedukuhan Banjar Batin. Penduduk yang mula-mula mendiami daerah ini, pindahan dari Putih Doh, karena itulah mereka bernama Banjar Batin yang artinya sejajar dengan Sabatin, keturunan ini tidak lama mendiami Banjar Batin, mereka berpindah ke daerah lain di sebelah utara Way Tulung Kuya, yang sampai sekarang bernama Sukapura. Sedangkan penduduk Tanjung Manis datang kemudian dipimpin oleh Raja Penabokh. Tanjung Manis terletak di tempat yang agak tinggi. Manis merupakan harapan dari penduduk yang datang kemudian ini kepada penduduk Banjar Batin, agar dapat hidup berdampingan dan damai antara dua pedukuhan yang berdekatan itu, Selain itu ditujukkan pula kepada keluarga Raja Penabokh sendiri agar hidup rukun dan damai serta jangan melupaka...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Asal Usul Nama Pulau Tabuan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Pada zaman dulu, sebelum Islam masuk ke daerah Lampung pulau tersebut bernama pulau Langkeban Selangkapuri, artinya pulau yang indah tempat pertemuan dan permandian para bidadari yang turun dari Kayangan. Memang benar, sampai sekarang di pulau itu yaitu di Sawang Binuk ada sebuah sumur, yang disebut Sumur Putri, karena di sumur itulah tempat para bidadari mandi. Tempat itu yang didatangi orang, karena dianggap angker. Mula-mula tak ada orang yang tertarik untuk menjelajahi atau menguasai pulau Langkeban itu, karena letaknya jauh terpencil dan sangat berbahaya. Orang-orang yang berpindah dari Kota Agung, Way Ratai, lebih tertarik kepada daerah-daerah, Kaur Gading, Tirom, Way Nipah, Betung, Limau, Badak Putih, Pertiwi dan Kelumbayan, disebabkan daerah-daerah tersebut selain dapat ditempuh melalui laut dapat juga ditempuh melalui darat. Berapa lama pulau Langkeban itu dilupakan orang, tidak dapat diketahui dengan pasti, hanya dapat diperkirakan saja yaitu sejak adanya orang-ora...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Legenda Sakawira, Tara dan Kumbang Paya
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Zaman dahulu kala, semua manusia menyembah roh nenek moyang. Paya Kijing telah ada penghuninya yaitu Sakawira dengan anak buahnya. Pekerjaan mereka berburu dan mencari ikan di kali, Sakawira sebagai pemimpin, sangat disegani para pengikutnya, karena dia mempunyai pasukan syaitan di rawa Kijing ini dan juga pasukan buaya, kalau dia mau bepergian di darat, harimau adalah kudanya. Selain itu memang bentuk tubuhnya tinggi besar, tampan dan anggun kelihatannya. Untuk bertanding, ilmu kebal dan ilmu lainnya dimilikinya, sedangkan pengikutnya tak seorang pun yang memiliki ilmu yang demikian. Itulah sebabnya, dia diam di Rawa Kijing, karena disitu aman dan tenteram. Selain memiliki kegagahan, Sakawira memiliki hati yang lembut. Dia peramah dan pemurah. Istrinya delapan orang. Dia sangat kasih dan sayang terhadap istri-istrinya, terutama kepada istrinya yang termuda. Sudah menjadi kebiasaan bagi Sakawira dan pengikutnya setiap mereka meminta sesuatu kepada Eyangnya, maka dia mengorbankan...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Legenda Datuk Tuan Budiam
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Dia berdiri tegak dan megah tampak di kejauhan, merendam setengah tubuh dalam air laut. Tugasnya menahan tamparan ombak Teluk Semangka, warnanya putih sudah agak kelabu karena tuannya. Tubuhnya sudah pecah-pecah dan makin mengurus karena kikisan ombak kata orang, dia adalah karang putih yang berbentuk kapal. Karang putih merupakan tanda bagi juru mudi kapal motor boat yang datang dari arah Kota Agung/Trlukbetung dan lain-lainnya. Apabila telah kelihatan memutih menjulang di dekat pantai, para juru mudi segera memperhatikan kompas dan mengerahkan haluan motornya ke titik putih itu, karena berarti di arah itulah Putih Doh Ibukota Kecamatan Cukuhbalak. Karang Putih dan alam sekitarnya memiliki kisahnya sendiri. Dulunya Karang Putih itu adalah kapal dari luar negeri yang kandas di pantai Putih, lama kelamaan karena banyak ditempeli kerang, maka berubah menjadi batu karang yang berbentuk kapal yang disebut masyarakat batu kapal. Ada juga yang menceritakan, bahwa tatkala kapal itu lew...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Ninik Puyang Rya Menang Betanding
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Beberapa abad yang telah silam, konon terdapatlah dua orang bersaudara yang mengembara ke suatu daerah bagian utara tanah Lampung. Yang tua bernama Mensura Tuha dan yang muda bernama Rya Menang Betanding. Dalam pengembaraan itu akhirnya kedua orang bersaudara tersebut sampailah di suatu tempat yang masih merupakan hutan rimba yang belum dihuni oleh manusia. Daerah ini dialiri oleh beberapa anak sungai dan salah satu di antaranya terdapat sebuah sungai yang cukup besar. Pada suatu hari, Rya Menang Betanding berkata kepada kakaknya: "Menurut pandangan saya, di daerah ini terdapat kayu yang besai, bambu dan rotan yang besai serta tanah dan sungainya yang cukup besai. Mengingat di daerah ini segala sesuatunya serba besai dan belum dihuni oleh manuasia, maka sebaiknya kita berdua membuka pemukiman baru yang kelak diharapkan akan tumbuh menjadi suatu perkampungan," Mendengar ucapan adiknya itu, maka kakaknya yang bernama Mensura Tuha setuju saja dan sekaligus menamakan sungai yang ter...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Museum Negeri Provinsi Lampung ” Ruwa Jurai “‎
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Lampung

Museum Negeri  Provinsi Lampung "Ruwa Jurai" Jalan H. Zainal Arifin Pagar Alam No. 64,Kelurahan Gulung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten/Kota Bandar Lampung Telepon : 0721-783688 Faks.     : 0721-701164 Website : museumlampung.org   Museum Negeri Provinsi Lampung "Ruwa Jurai" mulai dirintis pada tahun 1975/1976, dan sejak saat itu pembangunan fisik pun terus dilaksanakan di areal tanah seluas 17 .010 m 2 ini. Bersamaan dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang dipusatkan di Bandar Lampung pada tanggal 24 September 1988. Museum Negeri Provinsi Lampung diresmikan oleh Prof. Dr. Fuad Hasan.   UPTD Museum Negeri Provinsi Lampung "Ruwa Jurai" merupakan museum umum, dengan klasifikasi koleksi Museum Lampung terdiri dari 10 jenis yaitu : Biologika, Geologika, Keramologika, Filologika, Historika, Numismatika dan Heraldika, Etnografika, Seni Rupa serta Teknologika. Sampai pertengahan tahun 2008 seluruhnya berjumlah...

avatar
Roro
Gambar Entri
Senjata yang sering di gunakan di lampung
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Lampung

Di antara semua senjata tradisional Lampung, inilah senjata yang paling sering digunakan, bahkan hingga ketika ini. ya, candung sesungguhnya merupakan perkakas rumah tangga yang selalu dipakai ketika berladang, bekerja di dapur, maupun untuk melindungi diri ketika tengah berada di hutan. Candung yaitu sebilah golok biasa. Panjangnya sekitar 30 sd 50 cm dengan bilat terbuat dari baja atau logam lainnya, sementara gagangya terbuat dari kayu. Berdasarkan kegunaannya, candung dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu candung rampak alu (digunakan di dapur atau keperluan sehari-hari), candung kawik (digunakan laki-laki untuk bekerja), dan candung lancip (digunakan untuk keperluan khusus ibarat menyembelih binatang atau berperang). Di tempat Lampung pesisir, candung juga disebut dengan nama Laduk. Sumber :  http://ukuranlapangan-olahraga.blogspot.com/2017/12/4-senjata-tradisional-lampung-gambar.html

avatar
Roro
Gambar Entri
Makanan Seruit khas dari Provinsi Lampung
Makanan Minuman Makanan Minuman
Lampung

Makanan khas Lampung seruit ini sering dihidangkan saat perayaan hari besar ataupun hajatan keluarga. Bagi masyarakat Lampung pepadun, seruit merupakan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Makanan khas Lampung Barat ini terbuat dari ikan bakar dicampur dengan sambal terasi, tempoyak, dan ada pula yang menambahkan mangga. Ikan yang dipakai untuk membuat seruit beragam, mulai dari ikan balide, ikan layis, ikan baung, dan jenis ikan dari sungai besar lainnya. Seruit nikmat disantap dengan tambahan lalapan. Sumber :  http://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-lampung/

avatar
Roro