Wanita
192 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tradisi Prasah
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Dalam suatu upacara pernikahan ada kegiatan pemberian dari mempelai pria kepada mempelai wanita yang biasanya disebut mahar atau mas kawin. Umumnya mahar atau mas kawin dalam pernikahan berupa sejumlah uang, perhiasan, atau pakaian yang mewah. Namun di Desa Sidigede, Welahan,  Jepara, Jawa Tengah, ada sebuah tradisi unik  yang berkaitan dengan mahar yaitu memberi mahar berupa seekor kerbau besar oleh mempelai pria kepada mempelai wanita yang disebut "Prasah".   Proses pemberianya pun unik, tidak asal diberikan tetapi kerbau diarak dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, mula mulanya kerbau di mantrai oleh sesepuh desa agar kehilangan kendali dan merasa stres, dibantu warga yang juga berusaha membuat kerbau mengamuk dengan berbagai cara. Seperti melemparinya dengan berbagai macam jenis petasan dan juga lumpur yang basah, Meski sudah diikat di beberapa sisi dalam istilah desa “ Diberacut”, kemudian kerbau itu di arak oleh banyak...

avatar
OSKM18_16418066_Radifan Ahmad Surya Cendekia
Gambar Entri
Dodol Dawet
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Dalam upacara perkawinan adat jawa terdapat beberapa rangkaian ritual yang harus dilalui oleh pengantin didampingi orangtua mereka, salah satunya adalah ritual dodol dawet. Ritual ini dilakukan sehari sebelum upacara puncak perkawinan. Dodol dawet ini adalah sebuah ritual yang memberikan makna bahwa orangtua adalah teladan serta pendukung utama bagi keluarga yang baru tersebut. Ritual dodol dawet ini dilakukan oleh pihak orangtua mempelai wanita di halaman rumah mereka, di mana ibu mempelai wanita bertindak sebagai penjual dawet sebagai simbol wanita yang mengatur uang ekonomi rumah tangga, didampingi suaminya yang menggunakan payung sebagai simbol pengayom dan pelindung keluarga yang seiring sejalan berdua. Pembayarannya dodol dawet biasanya menggunakan kreweng yaitu pecahan genting sebagai tanda langit atau yang dari atas yang memberi rejeki pada keluarga tersebut melalui kedatangan para sanak saudara dan sahabat yang membeli dawet tersebut. Kreweng tersebut diterima o...

avatar
Oskm18_16518130_ian
Gambar Entri
Cowongan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Cowongan adalah ritual upacara untuk meminta hujan yang dilakukan oleh beberapa wanita. Ritual cowongan ini masih dilakukan oleh masyarakat Desa Plana, Kabupaten Banyumas. Menurut kepercayaan masyarakat ini, ritual cowongan diberkati atau dibantu oleh seorang bidadari yang bernama dewi sri. Dilihat dari namanya, cowongan berasal dari kata cowong yang diberi imbuhan -an yang mempunyai arti rai irus sing didandani atau dalam bahasa indonesia wajah dari irus yang dirias menyerupai manusia. Waktu dilakukanya ritual ini adalah pada musim kemarau sejak akhir bulan september pada malam jumat dengan hitungan ganjil.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16718299_KARIN RATNA VIVIAN
Gambar Entri
Tahok
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Tahok adalah kuliner tradisional tionghoa yang menjadi makanan khas solo, tahok adalah kacang kedelai yang dilumatkan hingga teksturnya menjadi sepert pudding lalu disiram dengan gula jahe. Kehangatan rasa manis dari makanan ini sangat pas digabungkan dengan teksturnya yang sangat lembut. Tahok sendiri terasa seperti tahu, namun tahok terasa lebih lembut. Tahok juga bermanfaat bagi kesehatan bila dikonsumsi secara rutin, beberapa manfaat nya antara lain adalah dapat menurunkan kolestrol, mencegah kanker prostat,dan menunda menopause bagi para wanita. Tahok dapat ditemukan di sekitaran kota Surakarta atau Solo dengan harga 4.000 sampai 5.000 rupiah per porsi. Jika ingin mencoba membuatnya sendiri, berikut adalah resep tahok : Bahan : 1 liter susu kacang kedelai tawar 1/2 bungkus bubuk agar plain 150 gram gula jawa (sisir) 1 buah jahe utuh (patahkan menjadi 4-5 bagian, memarkan jahe yang besar) 500 ml air 1 lembar daun pandan (simpulkan) Langkah Pembuatan pudding...

avatar
Daniwijdani
Gambar Entri
Siraman
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Siraman adalah salah satu ritual dalam proses pernikahan adat Jawa. Ritual ini biasanya diadakan sehari sebelum pernikahan berlangsung. Tujuan dari ritual ini adalah untuk membersihkan diri pengantin baik secara fisik maupun batin sebelum pernikahan. Ritual ini diawali dengan sungkeman oleh kedua mempelai kepada para tetua di kedua keluarga. Apabila terdapat kakek dan nenek, maka sungkeman akan dilakukan kepada mereka terlebih dahulu, lalu kepada orang tua. Siraman dapat dilakukan berbarengan antara mempelai pria dan wanita atau terpisah dengan menggunakan air yang ditaburi bunga. Mempelai wanita biasanya akan menggunakan terusan kain batik yang hanya menutupi sampai dada dan anyaman bunga melati yang menutupi pundak sampai dada. Mempelai pria biasanya akan bertelanjang dada dengan menggunakan kain batik sebagai bawahan dan anyaman bunga melati yang akan diselempangkan di badan. Biasanya yang melakukan penyiraman adalah pihak wanita dari masing-masing keluarga. Hal ini dilakukan...

avatar
OSKM18_16718286_Aurelia Priscella Anggraini
Gambar Entri
Pengantin Semarangan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Halo teman-teman! Kali ini saya akan memperkenalkan budaya pernikahan yang ada di Kota Semarang atau lebih dikenal dengan nama "Pengantin Semarangan". Bukannya budaya pernikahannya sama dengan pernikahan adat jawa lain? Emang bedanya apa? Tentu ada perbedaanya dong, berikut akan saya jelaskan.   Semarang memiliki keunikan dalam menyebut nama pengantinnya. Pengantin wanita disebut "Model Encik Semarangan", yaitu istilah yang berasal dari perpaduan antara Bahasa Cina dan Arab. Sedangkan pengantin pria disebut "Model Pengantin Kadji".   Busana pernikanan "Pengantin Semarangan" juga memiliki kekhasan. Pengantin wanita pada "Pengantin Semarangan" menggunakan kebaya bludru hitam dilengkapi dengan perhiasan pada dahinya bernama "Pilis". Pilis yang dikenakan terdapat tiga macam yaitu pilis emas, pilis hitam, dan pilis perak. Sedangkan pengantin pria mengenakan gamis yang terbuat dari bahan berkilau. Di bagian kepala menggunakan surban yang dinamakan "Ko...

avatar
OSKM18_16418169_[Bima] Satritama
Gambar Entri
Budaya Gugon Tuhon
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Dalam kebudayaan Sunda kita seringkali mendengar istilah  pamali, layaknya kebudayaan Sunda, orang Jawa juga memiliki kebudayaan yang serupa. Orang jawa sendiri biasa menyebutnya dengan istilah  Gugon Tuhon yang dapat didefinisikan sebagai berikut,  kahanan kang ora oleh utowo ora kena dierak , yang dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak boleh dilanggar . Gugon Tuhon sendiri adalah suatu kekayaan dari kearifan lokal masyarakat Jawa sebagai suatu adat istiadat yang diturunkan secara turun-temurun dari orang-orang tua kepada generasi berikutnya dari mulut ke mulut dan dari wejangan yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa tetangga dan kerabat di desa dekat kota Surakarta, masyarakat Jawa percaya apabila larangan-larangan yang ada tersebut dilanggar maka akan memiliki konsekuensi tersendiri tak lepas dari percaya atau tidak. Pernah ada cerita warga yang menuturkan bahwa ada sepasang suami istri, sang suami...

avatar
Oskm18_16418165_gustamaamanusa
Gambar Entri
Pemujaan SIluman Naga di Gunung Slamet
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tidak semua lokasi di Gunung Slamet berbahaya bagi pendakinya. Gunung Slamet juga memiliki lokasi yang indah sebagai tempat wisata. Namanya Guci . Di sini terdapat air terjun yang sangat indah. Bukan hanya itu, Airnya juga berkhasiat menyembuhkan berbagai macam sakit kulit. Bahkan amat dipercaya bisa meningkatkan daya tarik seksual wanita. Cukup dengan berendam, maka organ sex wanita bisa kembali muda. Maka jangan heran bila Iebih banyak pengunjung wanita ketimbang pria. Guci juga menjadi tempat mencari pesugihan. Di balik gemuruhnya air terjun Guci, dipercaya sebagai sarang siluman naga bernama Naga Cerek. Meski royal memberi pesugihan, tapi berat permintaan Naga Cerek . Sebab yang diminta nyawa salah satu anggota keluarga. Boleh nyawa orang lain, tapi kalau meleset tetap harus diganti keluarga sendiri. Biasanya para pencari pesugihan ini membawa sesajen lengkap, seperti wewangian, kembang, dan tumpeng, untuk memancing siluman naga ini keluar. Tapi, ada ritual hitam yang di...

avatar
OSKM18_16818037_David Christopher
Gambar Entri
Braen
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Menurut Bapak Tri Atmo, seorang pemerhati sejarah di Purbalingga, dahulu kala Rajawana bersahabat erat dengan Kerajaan Pajajaran. Namun setelah Pakuan Pajajaran berkoalisi dengan Portugis untuk menyerang Sunda Kelapa, hubungan antara Rajawana dan Pajajaran melemah. Setelah itu, Sultan Demak yaitu Sultan Trenggono mengutus Fatahillah untuk merebut kembali Sunda Kelapa. Usaha Fatahillah membuahkan hasil, yakni berhasil merebut kembali Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527 yang sampai saat ini masih diperingati sebagai hari jadi Kota Jakarta.   Lalu prajurit-prajurit yang masih bersimpati kepada Pajajaran dikirim menuju Rajawana untuk menangkap pimpinan Rajawana, Syekh Machdum Kusen. Syech Machdum Kusen adalah salah satu penyebar agama Islam di Purbalingga. Beliau mempunyai pondok pesantren yang bernama Pondok Pesantren Cahyana. Beliau memerintahkan para santri wanita pondok pesantrennya untuk menabuh terbang/rebana. Bersamaan dengan bunyi rebana, datanglah Tawon Gung yang selanj...

avatar
OSKM18_16418116_Ozan Bagas Suseno