budaya
111 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
pakaian adat baduy dalam
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Banten

Provinsi Banten yang terletak di ujung Pulau Jawa telah berdiri pada awal tahun 2000. Kebudayaan yang berada di provinsi ini banyak dipengaruhi oleh kebudayaan sunda. Hal ini dikarenakan sebelumnya Banten adalah bagian dari Provinsi Jawa Barat yang kemudian memisahkan diri.  Suku baduy adalah salah satu suku yang berada di provinsi banten suku ini memegang teguh pada hukum adat dan menutup diri dari masyarakat luar lainnya dan menutup diiri dari kemajuan teknologi yang pesat. Suku ini terbagi menjadi dua, yaitu suku baduy dalam dan suku baduy luar. Kedua jenis suku ini memiliki banyak perbedaan salah satunya dalam hal pakaian adat. Pakaian adat baduy dalam berwarna putih polos dengan nama Jamang Sangsang. Nama tersebut sesuai dengan cara baju tersebut digunakan, yaitu disangsang atau digantungkan ke badan. Baju ini hanya memiliki lubang di bagian lengan dan leher tanpa kerah. Tidak terdapat kancing ataupun saku, dijahitnnya pun menggunakan tangan. Bahan yang digunak...

avatar
Fathiyah
Gambar Entri
Urang Kanekes
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Urang_Kanekes   Urang Kanekes, Orang Kanekes  atau  Orang Baduy / Badui  merupakan kelompok etnis masyarakat adat  suku Banten  di wilayah  Kabupaten Lebak ,  Banten . Populasi mereka sekitar 26.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang mengisolasi diri mereka dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan  tabu  untuk didokumentasikan, khususnya penduduk wilayah Baduy Dalam. Daftar isi 1 Sensus Penduduk tahun 2010 2 Etimologi 3 Wilayah 4 Bahasa 5 Kelompok masyarakat 6 Asal usul 7 Kepercayaan 8 Pemerintahan 9 Mata pencaharian 10 Interaksi dengan masyarakat luar 11 Rujukan 12 Lihat pula 13 Pranala luar Sensus Penduduk tahun 2010 [ sunting  |  suntin...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Batik Motif Kahuripan Baduy
Motif Kain Motif Kain
Banten

Unsur-Unsur Motif : 1. Kehidupan Baduy 2. Leuit Baduy 3. Pohon Aren 4. Rumah Baduy Filosofi Motif Batik Kahuripan Baduy : Melambangkan kehidupan yang bersahaja dengan alam dan kental dengan budaya https://multatulifm.lebakkab.go.id/2017/10/16/12-motif-batik-lebak-dan-filosofinya/

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Batik Motif Caruluk Saruntuy
Motif Kain Motif Kain
Banten

Unsur-Unsur Motif : 1. Pohon Aren 2. Bambu 3. Batu Kalimaya Filosofi Motif Batik Caruluk Saruntuy : Melambangkan kehidupan yang penuh kebersamaan meskipun berbeda-beda suku, budaya dan agama, namun tetap saling memberikan manfaat bagi sesama. https://multatulifm.lebakkab.go.id/2017/10/16/12-motif-batik-lebak-dan-filosofinya/

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Lenggang Cisadane
Tarian Tarian
Banten

Beberapa penari berjalan kesana kemari sembari menganyunkan tangan kanan dan kirinya secara bergantian. Tangan-tangan itu pula bergerak sesuai dengan langkah kaki mereka. Dengan busana berwarna cerah dan aksesoris pelengkap, mereka menari mengikuti iringan musik yang dimainkan dengan manisnya. Tari yang dibawakan ini merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Tangerang. Tari Lenggang Cisadane namanya. Nama Cisadane diambil dari nama sungai terkenal yang membelah dan membentang di sepanjang kota, yang juga merupakan ikon daerah ini. Makna penamaan Cisadane menyiratkan arti sebagai orang yang menginjakkan kakinya di Tangerang dan meminum air sungainya akan merasa betah berada di daerah ini. Diharapkan pula, nama Cisadane bisa dijadikan sebagai ciri khas yang mewakili daerah Tangerang. Kata Lenggang sendiri diartikan sebagai seseorang yang berjalan atau melangkah dengan cara berlenggang. Lenggang merupakan sebuah gerakan berjalan sembari menganyun-ngayunkan tangan kanan da...

avatar
Lisna Vertyaningrum
Gambar Entri
Tari Gitik Cokek
Tarian Tarian
Banten

Kebudayaan Tari Cokek adalah seni pertunjukan yang berkembang pada abad ke 19 M di Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten. Tarian khas Tangerang ini diwarnai budaya etnik Cina. Penarinya mengenakan kebaya yang disebut cokek. Tarian Cokek mirip sintren dari Cirebon atau sejenis ronggeng di Jawa Tengah. Pembukaan pada tari cokek ialah wawayangan. Penari cokek berjejer memanjang sambil melangkah maju mundur mengikuti irama gambang kromong. Rentangan tangannya setinggi bahu meningkah gerakan kaki. Tarian ini kerap identik dengan keerotisan penari, yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat lantaran dalam peragaannya, pria dan wanita menari berpasangan dalam posisi berdempet-dempetan. Keistimewaan Tari Cokek terlihat pada gerakan tubuh penarinya yang bergerak perlahan-lahan, sehingga mudah untuk diikuti. Tarian diawali dari formasi memanjang, di mana antara satu penari dengan penari lainnya saling bersebelahan. Setelah itu, kaki para penari digerakkan melangkah maju mundur dengan diikuti...

avatar
Widra
Gambar Entri
6
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

" Benteng Kraton Pleret: data historis dan data arkeologi Alifah, Alifah and Priswanto, Hery (2012) Benteng Kraton Pleret: data historis dan data arkeologi. Berkala Arkeologi, 32 (2). pp. 109-224. ISSN 02161419 [img] Text 06.pdf Download (1MB) Official URL: https://berkalaarkeologi.kemdikbud.go.id Abstract Sebagai bagian dari bangunan kraton, keberadaan benteng merupakan salah satu komponen bangunan yang harus ada, demikian pula yang ada di Kraton Pleret. Data sejarah yang diperoleh dari catatan Belanda maupun babad menyebutkan bahwa kraton dilengkapi dengan bangunan benteng yang berbentuk persegi dan pada sisi depan bangunan benteng berbentuk semacam perisai (?). Dalam tulisan ini akan diuraikan data historis yang berkaitan dengan benteng Kraton Pleret maupun data arkeologi yang telah ditemukan. Kedua data tersebut kemudian diperbandingkan untuk mengungkap fakta bagaimana sesungguhnya bentuk, komponen, denah, maupun bahan dari benteng Kraton Pleret. ITEM TYPE:...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Prasasti Munjul
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

Prasasti Munjul ditemukan pada tahun 1947, di aliran Sungai Cidanghyang, Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang. Karena ditemukan di daerah Munjul, maka prasasti ini dinamakan Prasasti Munjul. Prasasti Munjul berhuruf Palawa dan berbahasa Sanskerta, dipahat pada sebuah batu andesit yang berukuran panjang 3,2 m dan lebar 2,25m. Prasasti Munjul ditulis menggunakan teknik tatah dengan kedalaman gores kurang dari 0,5 cm, sehingga antara permukaan batu asli dengan tulisan hampir sama. G. J. de Casparis bersama Boechari, dua tokoh yang terkenal di bidang epigrafi, berhasil membaca prasasti Munjul pada tahun 1950. Kemudian pada tahun 1954, Dinas Purbakala RI melakukan transkripsi prasasti tersebut, yang berbunyi sebagai berikut: “vikranto ‘yam vanipateh prabhuh satyapara (k) ra (mah) narendraddvajabhutena srimatah purnnavarmmanah“ yang berarti: “Inilah (tanda) keperwiraan, keagungan, dan keberanian yang sesungguh-sungguhnya dari raja dunia, yang mulia Purnawarman, yang me...

avatar
Ilham aulia
Gambar Entri
Tari Saman
Tarian Tarian
Banten

Tari Saman adalah tarian tradisional Aceh yang telah menjadi bagian dari budaya dan warisan seni Indonesia. Tarian ini memiliki gerakan yang dinamis dan energik, serta menggunakan irama musik yang khas dengan menggunakan alat musik berupa rebana, seruling, dan gendang. Tari Saman dilakukan oleh sekelompok penari yang terdiri dari pria dan wanita yang biasanya dipimpin oleh seorang kepala tari yang disebut Syekh. Sejarah Tari Saman Dikutip dari bogornews Tari Saman berasal dari daerah Gayo, Aceh Tengah, dan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Awalnya, tarian ini ditarikan oleh sekelompok pemuda yang sedang mengikuti sebuah upacara adat. Tarian ini dimaksudkan sebagai bentuk perayaan dan ungkapan syukur kepada Tuhan atas panen yang melimpah. Tarian Saman juga digunakan sebagai sarana untuk mempererat hubungan antaranggota masyarakat, karena tarian ini membutuhkan kerja sama dan sinergi yang kuat antara penari. Selain itu, Tari Saman juga memiliki nilai-nilai keagamaan dan...

avatar
Dandiarie