Sungai Cisadane dan Buaya Penghuninya Sudah menjadi rahasia umum bagi warga Tangerang bahwa Sungai Cisadane merupakan salah satu sungai yang menyimpan berbagai cerita mistis. Salah satunya adalah cerita mengenai buaya yang tinggal di dasar sungai itu. Yang membuat warga geger adalah ketika musim hujan, buaya buaya bermunculan dan pergi ke muara sungai, bahkan kadang buaya yang sedang berjemur menjadi tontonan warga. Ada salah satu mitos yang berkembang di sungai tersebut, konon katanya apabila orang yang bukan orang bantaran sungai berenang atau jatuh kedalam sungai tersebut, jasadnya tidak akan ditemukan. Namun apabila orang bantaran asli yang berenang atau jatuh, dia akan baik baik saja. Kisah ini dimulai dengan dirawatnya seekor buaya oleh salah seorang penduduk bantaran sungai yang sekarang bernama Gerendeng. Buaya tersebut setiap hari diberi makan, terus menerus, layaknya hewan peliharaan, setiap subuh hari penduduk tersebut mengeplakkan ayam, kemudian buaya buaya ter...
Budaya adalah suatu kebiasaan yang sudah mendarah daging dan diturunkan turun temurun melalui tiap daerah, suku, ras, dan lain lain. Indonesia adalah negara yang beragam dan majemuk. Ribuan suku dan ras yang berbeda berada dalam NKRI. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda beda tetapi tetap satu. Sunda, betawi, batak ada beberapa contoh dari ribuan suku lainnya. Tapi tidak semua suku itu bersifat lokal. Tionghoa. Ras Tionghoa merupakan salah satu ras yang sudah mulai meningkat jumlahnya di Indonesia, saya, salah satunya. Imlek adalah budaya dari Tionghoa yang sudah tidak asing lagi di telinga kita dan diadakan tiap tahun. Saya merayakannya setiap tahun bersama dengan keluarga besar dan tidak pernah melewatkan satu tahun pun Hari Imlek. Kami hadir di sebuah tempat yg sudah ditentukan dan mengadakan jamuan makanan chinese. Yang menjadi ciri khas dari acara ini adalah saat dimana anggota keluarga yang sudah bekerja dan berkeluarga bertukar amplop yang berisi uang, yang biasa disebut juga angpao...
Seni debus memerlukan keyakinan yang kuat serta kepercayaan yang tinggi terhadap keagungan Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu dapat ditempuh melalui latihan jasmani dan rohani, seni yang bernafaskan Islam ini tampak tumbuh dan berkembang sejak zaman Sultan Maulana Hasanuddin. Pada umumnya seni debus dimiliki dan di pelajari oleh para laskar tentara Kesultanan Banten, sehingga secara fisik tentara tersebut telah mahir menguasai ilmu debus. Dengan menguasai ilmu tersebut membuat para laskar tentara Banten menjadi berani dalam berjuang mempertahankan tanah airnya yaitu mengusir penjajah dari persada Nusantara. Pada tahun 1681 saat zaman Sultan Ageng Tirtayasa, kesenian debus digunakan untuk menghibur para raja di Istana Surosowan di Banten. Konon, kesenian yang disebut sebagai debus ada hubungannya dengan tarikat Rifaiah yang dibawa oleh Nurrudin Ar-Raniry ke Aceh pada abad ke-16. Para pengikut tarikat ini ketika sedang dalam kondisi epiphany (kegembiraan yang tak terhingga karena "berta...
Bahasa Jawa Serang adalah Bahasa Jawa yang telah mengalami akulturasi dengan kebudayaan Sunda Banten. Bahasa Jawa Serang sendiri tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh dari Bahasa Jawa. Bahasa Jawa serang memiliki perbedaan pada pelafalan huruf o pada Bahasa Jawa menjadi e seperti pada kata ‘peti’. Selain itu perbedaan Bahasa Jawa Serang dengan Bahasa Jawa terdapat pada logat, pada bahasa Jawa Serang terdapat logat yang lebih tegas dan sedikit lebih cepat dalam mengungkapkan kata katanya. Bahasa Jawa Serang atau sering di sebut jaseng juga memiliki tingkatan bahasa seperti pada Bahasa Jawa pada umumnya yaitu, tingkat tinggi atau halus ( bebasan ) dan tingkat biasa. Pada tingkat biasa atau rendah Bahasa ini digunakan sebagai bahasa sehari-hari seperti percakapan antar teman atau antar keluarga. Pada tingkat bebasan bahasa ini digunakan untuk percakapan dengan orang yang dihormati atau lebih tua dari penuturnya. Berikut merupakan beberapa kata yang terdapat pada...
Picungan adalah suatu produk unik yang hanya dapat ditemukan di Provinsi banten. Picungan adalah produk ikan fermentasi tradisional yang diolah dengan menggunakan biji picung ( Pangium Edule ) yang dapat memberikan flavor spesifik terhadap produk. Tujuan utama dari pengolahan menggunakan biji picung ini untuk pengawetan dalam rangka menciptakan pasar produk yang lebih luas. Produk ini banyak dipasarkan di pasar-pasar tradisional di daerah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang. Daerah produsen utama ikan picungan adalah Labuan dan Saketi (Pandeglang), dan Binuangeun (Lebak). Semua jenis ikan, baik yang berukuran kecil maupun yang besar dapat digunakan sebagai bahan mentah pada pengolahan picungan. Biasanya bahan mentah yang digunakan adalah ikan laut, terutama ikan laying, ikan kembung, ikan bentong, teri, layur, tiga wajah, pari, dan cucut. Ikan harus dalam keadaan segar untuk menghindarkan terbentuknya flavor yang tidak dikehendahi pada produk. Bij...
Batik merupakan kain yang digambar menggunakan canting/cap, atau bisa juga dengan printing. Batik merupakan kain khas Indonesia yang sudah diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), yaitu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bidang keilmuan dan budaya pada tanggal 2 Oktober 2009, sehingga pada hari tersebut, kita merayakannya sebagai Hari Batik Nasional. Motif batik yang terkenal adalah motif batik dari kota Pekalongan, Solo, dan Jogjakarta. Ternyata tidak hanya kota tersebut, Banten juga memiliki motif banten sendiri yang menggambarkan ciri khas dari daerah banten itu sendiri, terutama dari motif, warna, dan filosofinya. Salah satu motif batik banten adalah motif kaibonan. Motif kaibonan diambil dari nama sebuah bangunan pagar yang mengelilingi Keraton Istana Banten, maka dari itu, motif batik kaibonan ini mirip dengan bangunan pagar tersebut. OSKMITB2018
Sekilas Sejarah Maulana Hasanuddin Banten Beliau dilahirkan di Cirebon pada tahun 1479 M. Beliau adalah anak kedua perkawinan antara Syarief Hidayatullah dengan Nyi Kawung Putri Ki Gendheng Anten. Kemudian pada tahun 1526 M, pangeran Hasanuddin menikah dengan putri mahkota Sultan Trenggana (Nyi Ratu Ayu Kiran), setelah menikah beliau dinobatkan menjadi Sultan Banten pertama oleh Sultan Trenggana (Demak III) Pada tahun 1552 M setelah beliau berusia 73 tahun. Pada tahun 1570 beliau wafat di Banten dan jenazahnya dimakamkan disamping masjid Banten dalam usia 91 tahun (1479-1570). Silsilah Waliyullah Pangeran Jaga Lautan Pulau Cangkir : Maulana Hasanuddin menikah dengan Nyi Ayu Kirana mempunyai 3 orang anak yaitu : Ratu Fatima Pangeran Yusuf Pangeran Arya Jepara Maulana Hasanuddin dengan Ratu Indra Pura, mempunyai 1 orang anak yaitu : Pangeran Sabrang Wetan Maulana Hasanuddin dengan Putri Demak, mempunyai 4...
Kota Tangerang adalah wilayah administratif yang baru dibentuk pada tahun 1993 dan dulunya Tangerang adalah bagian dari Provinsi Jawa Barat sebelum terbentuknya Provinsi Banten. Kebudayaan di Banten dan khususnya Kota Tangerang memang tergolong baru bermunculan ciri khasnya pada tahun 2000 an karena sebelumnya banyak mengadaptasi budaya Betawi dan Sunda. Tari Sangego adalah salah satu tari yang berasal dari Kota Tangerang. Tarian ini adalah tari ciptaan tim guru kesenian Kota Tangerang. Tari Sangego diciptakan pada dasarnya agar Kota Tangerang bisa menunjukan karya daerahnya. Nama Sangego sendiri berasal dari sebuah nama jembatan di Kota Tangerang yang menghubungkan beragam kegiatan, budaya,etnis di Kota Tangerang. Filosofi jembatan ini diartikan karena kemajemukan masyarakat Kota Tangerang dipisahkan Sungai Cisadane. Jadi, Sangego lah yang menghubungkan kemajemukan itu. Ge...
Idul Fitri atau yang biasa disebut Lebaran merupakan hari yang spesial. Selain sebagai penanda selesainya bulan Ramadhan, hari Lebaran juga identik dengan mudik (pulang kampung) dan makanan-makanan khas Lebaran, yang utamanya adalah ketupat. Berbeda dengan mayoritas daerah, di Pandeglang ketupat justru dimakan di pertengahan bulan Ramadhan, disantap dengan semur daging kerbau dan pepes ikan mas. Kalau begitu, apa yang menjadi kudapan istimewa Lebaran di Pandeglang? Jawabannya adalah Uli, semacam gemblong. Rakyat Pandeglang merayakan hari kemenangan dengan uli yang disantap dengan tapai ketan maupun semur daging kerbau. Tertarik? Yuk, datang ke Pandeglang saat Lebaran nanti!