PERTUNJUKAN RAMPAK BEDUG Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhi Saya Naufal Riandi, saya berkuliah di Institut Teknologi Bandung, tepatnya di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara. Saya bertempat tinggal di Provinsi Banten. saya pernah bersekolah di SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School. Di provinsiku ada suatu pertunjukan musik yang terkenal yaitu rampak bedug. Rampak Bedug merupakan budaya asli dari Banten. Rampak bedug adalah salah satu kesenian memainkan alat musik khas dari provinsi banten, tepatya kabupaten pandeglang. Kesenian ini mengkombinasikan antar kekompakan pemain bedug dalam memukul bedug dan para penari yang sangat atraktif. Rampak bedug merupakan pengiring Takbiran, Ruwatan, Marhabaan, Shalawatan (Shalawat Badar), dan lagu-lagu bernuansa religi lainnya. Sejarah Rampak Bedug Tahun 1950-an merupakan awal mula diadakannya pentas rampak bedug. Pada waktu itu, di Kecamatan Pandeglang pada khususnya, sudah diadakan pertandingan antar kampung....
Salah satu kuliner yang terkenal dari Tangerang adalah Kecap Benteng. Ada beberapa Kecap Benteng yang telah berdiri sejak dulu, namun yang bertahan hingga era sekarang ini hanya dua, yaitu Kecap Siong Hin (SH), dan Teng Giok Seng. Kecap Benteng Teng Giok Seng lebih dikenal dengan merk Kecap Cap Istana. Kecap Cap Istana didirikan pada tahun 1882 oleh Teng Hay Soey, seorang pedagang keturunan Tionghoa yang tinggal di sekitar Pasar Lama, Tangerang.Lalu diteruskan oleh Teng Giok Seng. Dan kecap ini merupakan kecap tertua yang beroperasi di Indonesia. Pabrik kecap Teng Giok Seng terletak di sekitar wilayah Pasar Lama, Kota Tangerang. Berbeda dengan kecap Siong Hin (SH) yang lebih sering dijadikan tambahan pada masakan jadi, Kecap Teng Giok Seng lebih sering digunakan koki restoran, terutama restoran chinese food karena lebih legit dan kental. Pada masa kejayaannya kecap Teng Giok Seng terdiri dari tiga tipe. Tipe A adalah kecap manis yang paling kental dan harganya paling m...
Debus Sebelum membahas tentang debus, kalian pasti mengenal limbad bukan? Ya, limbad adalah seorang pesulap yang sangat berbakat, dengan aksi debus yang sangat terkenal. Mulai dar makan beling, makan paku, ditenggelamkan, menginjak injak paku, dan sebagainya. Sebenarnya, debus ini bukan pertamakali dipertunjukkan oleh limbad, namun ditenarka oleh limbad dalam acara acara sulapnya. Debus pertamakali dipentaskan di banten, dan dipercaya sudah ada semenjak abad ke 16. Sebenarnya debus itu adalah seni bela diri, namun pada saat itu, debus ini dikombinasikan dengan suara dan seni tari. Debus dipercaya mulai berkembang pada abad 18. Aksi yang dipertontonkan juga ada berbagai macam, seperti menusuk perut dengan pisau atau benda tajam lainya, mengiris badan dengan pisan, menusuk lidah denga pisau, membakar diri, dan aksi lainnya yang tidak kalah mnakjubkan. Debus juga identik dengan seni ilmu kekebalan, dan tidak aneh juga, jika seni bela diri ini membuat jantung para penontonny...
Seluruh penduduk Kota Tangerang pasti mengetahui Klenteng Boen Tek Bio, Pasar Lama karena berada di dekat pusat kota dan menjadi destinasi utama etnis tionghoa yang datang dariberbagai daerah di Indonesia. Namun, tak semua orang mengetahui tentang Prosesi YMS Kwam Im Hud Couw atau Arak-arakan 12 Tahunan Toapekong. Seperti nama sebutannya, arak-arakan ini dilaksanakan setiap 12 tahunan. Tradisi ini berawal pada tahun 1856, tahun Naga Tanah. Kelenteng Boen Tek Bio diperkirakan dibangun pada tahun 1684 baru dipugar untuk kedua kalinya, setelah pemugaran pertama tahun 1774. Selesai dipugar, kim-sin Yang Mulia dan Suci (YMS) Kwan Im Hud Couw, yang juga dikenal dan dimuliakan sebagai Guan Shi Yin. Pada waktu pemugaran disemayamkan sementara di Kelenteng Boen San Bio di Pasar Baru dan disambut kembali ke kelenteng yang selesai dipugar dengan arak-arakan yang sangat ramai. Sejak itulah peristiwa tersebut menjadi tradisi yang diulang kembali setiap 12 tahun sekali, yakni setiap tahun Naga....
Festival Culinary Night terletak di Pasar Lama Kota Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang akan menutup akses motor dan mobil di sepanjang jalan pasar lama ini. Kegiatan yang diadakan satu bulan sekali ini menawarkan berbagai macam aneka makanan dan minuman. Selain itu, daerah ini juga terkenal dengan kentalnya sejarah dan budaya tionghoa, seperti adanya vihara tertua di Kota Tangerang yaitu Vihara Boen Tek Bio. Dengan adanya Festival Culinary Night ini diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk menikmati akhir pekan dengan kuliner dan kebudayaan Kota Tangerang, serta menjadi daya tarik wisata baru bagi turis domestik maupun mancanegara.
Banten merupakan provinsi yang baru lahir pada tahun 2000 hasil pecahan dari Provinsi Jawa Barat. Sebagai provinsi yang baru terbentuk, tentu saja kebudayaannya merupakan hasil dari adaptasi kebudayaan Jawa Barat. Selain itu, budaya Banten pun juga dipengaruhi oleh daerah lain, seperti Sumatra. Hal ini dikarenakan, Banten merupakan sebuah kota pelabuhan yang sangat maju pada zaman dahulu sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran, asimilasi, dan akulturasi budaya. Baju tradisional Banten juga merupakan hasil adaptasi dari daerah lain, terutama Jawa Barat. Hal ini dapat diketahui dari motif dan corak dari pakaian adat Banten yang memiliki banyak kemiripan dengan Jawa Barat (Suku Sunda). Secara umum, busana adat Banten terbagi menjadi tiga berdasarkan fungsinya. Diantaranya adalah pakaian adat pengantin, baju pangsi, dan pakaian adat Baduy (salah satu suku yang mendiami wilayah Banten). Berikut ini penjelasannya: 1. Pakaian Adat P...
Masyarakat Tionghua yang sudah bergenerasi-generasi di Tangerang Kota sering disebut dengan panggilan Ciben yang memiliki kepanjangan Cina Benteng. Cina Benteng memiliki tradisi dan budaya yang merupakan gabungan dari tradisi Cina dan juga tradisi setempat, tradisi Betawi. Karena itu banyak budaya Ciben yang terlihat seperti campuran. Salah satunya adalah pakaian adatnya. Pakaian adat Ciben untuk pria berupa baju koko hitam dan celana panjang, juga di sertai topi yang menyerupai caping. Sedangkan untuk perempuan memiliki nama hwa kun (dari bahasa hokkien). Hwa kun merupakan blus, bawahan lengkap, hiasan kepala dan tirai penutup wajah. Selain Hwa Kun, Kebaya Encim juga sering digunakan oleh perempuan Ciben. OSKMITB2018
Festival Perahu Naga di Cisadane, Tangerang, Banten. Festival ini diikuti peserta dari seluruh Banten. Awalnya, festival ini merupakan perayaan etnis Tionghoa.Tapi kini telah berubah menjadi ajang bagi semua kalangan, tanpa memandang etnis dan agama. Bahkan dijadikan sebagai salah satu penarik wisatawan lokal. Penyelenggaraan awal, hanya sebuah lomba perahu naga, tapi sekarang sudah dibarengi dengan pertunjukan seni lintas etnis. Penyelenggaraan Festival Cisadane, selain menarik wisatawan, dan memelihara budaya leluhur, juga menjaga lingkungan sungai, serta memberdayakan usaha kecil dan menengah. Penyelenggaraan ini berlangsung dari 22 Juli sampai 29 Juli 2017. Lomba perahu naga asalnya dari Tiongkok, bertepatan dengan perayaan Peh Cun atau Festival Bakcang. #NirmalaPembangun Bangsa #OSKMITB2018 #BudayakanMengarsipBudaya
seperti yang kita ketahui bahwa negara Indonesia yang kita cintai ini terdiri dari berbagai suku, golongan dan ras yang berbeda-beda. salah satu faktor yang menyebabkan keberagaman ini adalah perbedaan daerah dari tempat tinggal masyarakat Indonesia itu sendiri. masyarakat Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke, maka tidak heran jika negara yang kita cintai ini memiliki berbagai budaya yang berbeda-beda dengan asal daerah yang berbeda pula. terkait dengan hal tersebut, saya akan membahas salah satu budaya yang ada di kota Tangerang yang menjadi tempat tinggal saya yaitu berupa makanan. mungkin dalam hal ini, ada sedikit perbedaan isi artikel saya dengan yang lainnya yang berkaitan dengan makanan, karena makanan yang akan saya bahas ini berupa penembah rasa yang kerap kali dipakai dan menjadi ciri khas dari masyarakat kota Tangerang. mungkin ada beberapa dari kita yang belum mengetahui kecap khas kota Tangerang yang sangat terkenal serta disukai oleh masyarakat setempat. s...