Sirih adalah tanaman asli Indonesia yang merupakan tanaman khas provinsi Kepualauan Riau. Masyarakat Kepulauan Riau sangat menjunjung tinggi budaya upacara makan sirih khususnya saat upacara penyambutan tamu dan menggunakan sirih sebagai obat berbagai jenis penyakit. Walaupun demikian tanaman sirih banyak dijumpai di seluruh Indonesia, dimanfaatkan atau hanya sebagai tanaman hias. Sirih ada dua, ada sirih merah dan sirih hijau. Kedua sirih tersebut memiliki manfaat yang sangat banyak antara lain untuk kecantikan, kesehatan tubuh, dan lainnya. Berikut adalah manfaat dari sirih merah dan hijau, Daun dan buahnya biasa dikunyah bersama gambir , pinang , tembakau dan kapur Dapat digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka) Sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gu...
Indonesia sedang dirundung duka. Beberapa tahun belakangan ini Indonesia mulai akrab dengan yang namanya bencana. Belum tuntas bencana satu, sudah disusul oleh bencana lain. Rakyat Indonesia dipaksa bersahabat dengan bencana alam. Berbagai bencana yang terjadi di negeri ini disikapi beragam oleh masyarakat. Salah satu fenomena yang menarik yaitu dengan ritual tolak bala. Ritual tolak bala merupakan tradisi yang umumnya ada pada masyarakat Jawa yang tujuannya untuk menolak bencana atau meminta agar dilindungi dari maea bahaya. Ada berbagai macam tolak bala yang ada saat ini. Dari mulai upacara adat, larungan, atau penyembelihan hewan-hewan tertentu. Seperti yang terjadi di Gunung Sinabung, ketika beberapa saat yang lalu gunung berapi ini memiliki tanda-tanda akan meletus, warga sekitar melakukan tolak bencana dengan memberikan sesajen kepada arwah leluhur yang menjaga Gunung sinabung agar mereka dijauhkan dari bencana meletusnya Gunung Sinabung.
Jembatan ini merupakan jembatan pertama di Sungai Siak Pekanbaru, jembatan ini juga dikenal sebagai Jembatan Siak I, tetapi tak sedikit pula yang lebih mengenal dengan nama Jembatan Leighton, masyarakat sekitar juga lebih sering menyebutnya dengan Jembatan Lekton ataupun Leton. Jembatan ini menghubungkan Jalan Riau di Pekanbaru dan Jalan Yos Sudarso di Rumbai. Jembatan lekton ini didirikan karna terjalinnya kerjasama Indonesia dgn perusahaan minyak yaitu PT Caltex Pacific Indonesia dan sekarang dikenal dengan PT Chevron Pacific Indonesia. Jembatan ini diberi nama lekton karna awal selesai pembangunan terdapat spanduk besar dengan tulisan "PT Leighton Indonesia Construction Company" maka dari itu muncul lah nama Jembatan Lekton, dan nama jembatan baru ini hampir mirip dengan nama jebatan lama, yaitu Jembatan Ponton. Jembatan lekton ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 19 April tahun 1977, jembatan ini juga pernah menjadi jembatan terpan...
"Bumi Bertuah Negeri Beradat", itulah semboyan Riau. Kota yang ber-ibu kota-kan Pekanbaru ini terletak di tengah pulau Sumatera. Tanah Melayu yang kaya akan sumber daya alam dan terkenal akan keanekaragaman ikannya ini menjadikan Riau sebagai salah satu provinsi terkaya di Indonesia. Selain terkenal dengan kelapa sawit, karet, gas alam, dan minyak buminya, Riau juga terkenal dengan kain songketnya yang bukan hanya memikat masyarakat Indonesia, tetapi juga para wisatawan mancanegara. Songket Melayu memiliki daya tarik yang sangat terlihat pada motif dan warnanya yang mencolok. Pada kain songket terdapat simbol-simbol yang mengandung makna yang berbeda-beda, beberapa contohnya yaitu simbol bunga pada songket yang bermakna keindahan atau kecantikan, dan yang paling menarik adalah simbol semut yang bermakna walaupun berukuran kecil tetapi selalu bekerja sama dan mampu membuat sarang yang besar. Songket sebetulnya merupakan istilah dari cara pembuatannya yang dapat dibilang cuk...
Pacu Jalur merupakan sebuah perlombaan mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon. Panjang perahu ini bisa mencapai 25 hingga 40 meter dan lebar bagian tengah kir-kira 1,3 m s/d 1,5 m, dalam bahasa penduduk setempat, kata Jalur berarti Perahu. Setiap tahunnya, sekitar tanggal 23-26 Agustus, diadakan Festival Pacu Jalur sebagai sebuah acara budaya masyarakat tradisional Kabupaten Kuantan Singingi , Riau bersamaan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia . Pacu jalur biasanya dilakukan di Sungai Batang Kuantan . Hal ini tak lepas dari catatan panjang sejarah, Sungai Batang Kuantan yang terletak antara Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu dan Kecamatan Cerenti di hilir, telah digunakan sebagai jalur pelayaran jalur sejak awal abad ke-17. Dan, di sungai ini pulalah perlombaan pacu jalur pertama kali dilakukan. Sedangkan, arena lomba pacu jalur bentuknya mengikuti aliran Sungai Batang Kuantan , dengan panjang lint...
Budaya Silat Pengantin Indonesia merupakan negara yang sangat besar, terdiri dari ribuan pulau-pulau yang membentang dari Sabang sampai Marauke. Dimana berbagai ragam budaya menyatu menjadi budaya Indonesia. Disini saya akan mengulas secara singkat tentang budaya melayu “Silat Pengantin” atau yang biasa disebut oleh warga melayu sebagai "Silat Penganten", yang terdapat di tanah kelahiran ibu saya di kabupaten Lingga dengan ibukota bernama Daik di kepulauan Riau. Dalam acara perkawinan di tanah melayu terdapat satu tradisi yang disebut Silat Pengantin dan masih berlangsung hingga saat ini. Menurut saya tradisi ini sangat unik. Mempelai pria yang datang disambut dengan silat dari tuan rumah, biasanya rombongan pihak pengantin pria menampilkan silat juga. Pertarungan dengan gerakan-gerakan yang sangat artistik, istilah orang melayu Daik, permainan bunga-bunga silat, karena gerakannya lebih menyerupai tarian. Pertarungan kedua belah pi...
Lampu colok Bengkalis merupakan tradisi tahunan berupa infrastruktur yang diadakan setiap tahunnya secara turun menurun. Lampu colok berupa infrastruktur yang memiliki motif-motif tertentu yang dirangkai melalui penyusunan lampu-lampu yang terbuat dari botol/kaleng bekas yang diisi dengan bensin ataupun solar. Tidak hanya itu, lampu colok ini juga diiringi dengan pemasangan obor yang terbuat dari bambu yang dipasang di setiap pinggir jalan. Lampu colok ini biasanya diadakan serentak tiap tahunnya pada tanggal 27 Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini diadakan pada tanggal 27 Ramadhan karena pada hari itu merupakan waktu untuk menyerahkan zakat fitrah ke masyarakat. Oleh karena itu, lampu colok memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Bengkalis. Lampu colok ini berguna sebagai sarana penerang jalan bagi warga yang ingin membayar zakat fitrah ke rumah-rumah masyarakat. Hal ini bertujuan agar warga terhindar dari bahaya-bahaya ketika menyusuri gelapnya malam gulita.&...
Dulu Dumai hanyalah desa nelayan yang sepi, berada di pasir timur Provinsi Riau, Indonesia. Kini, Dumai yang kaya akan minyak bumi itu menjelma menjadi kota Pelabuhan minyak yang sangat ramai sejak tahun 1999. Kapal-kapal tangki minyak raksasa setiap hari singgah dan merapat di pelabuhan ini. Kilang-kilang minyak yang tumbuh menjamur di sekitar pelabuhan menjadikan kota Dumai pada malam hari gemerlapan bak permata berkilauan. Kekayaan Kota Dumai adalah keanekaragaman tradisi. Ada dua tradisi yang sejak lama berkembang di kalangan masyarakat Kota Dumai, yaitu tradisi tulisan dan lisan. Salah satu tradisi lisan. Salah satu tradisi lisan yang sangat populer di daerah ini adalah cerita-cerita rakyat yang dituturkan secara turun temurun. Sampai saat ini, Kota Dumai masih menyimpan sejumlah cerita rakyat yang digemari dan memiliki fungsi moral yang amat penting bagi kehidupan masyarakat, misalnya sebagai alat pendidikan, pengajaran moral, hiburan, dan sebagainya. Salah satu ceri...
Pada suatu masa, Kerajaan Indragiri mengalami zaman keemasannya. Ibukota kerajaan yang menjadi pusat pemerintahan berada di Japura. Semula Japura bernama Rajapura. Rakyat Indragiri hidup dengan sejahtera, tenteram, dan damai. Para datuk memimpin dengan baik dan menjadi teladan bagi seluruh penduduk negeri. Suatu hari, salah seorang datuk yang bernama Datuk Sakti, pergi menghiliri Sungai Indragiri. Saat itu Sungai Indragiri masih bernama Sungai Keruh. Datuk Sakti ingin melihat kehidupan rakyatnya yang hidup di sepanjang sungai tersebut. Menjelang sore, Datuk Sakti menaiki sebuah tebing untuk mencari tempat beristirahat. Datuk Sakti kemudian memasuki hutan di dekat sungai. Sampailah dia di tepi sebuah kolam. Air kolam itu sangat jernih, tenang, dan cemerlang bak loyang. Ketika Datuk Sakti sedang duduk beristirahat di bawah sebuah pohon besar, tiba-tiba ia dikejutkan oleh sekumpulan wanita cantik yang terbang turun dari angkasa. Datuk Sakti terperanjat bukan alang kepalang. &ld...