HARI PAHLAWAN
166 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Papeda Rajanya Makanan Indonesia Timur
Makanan Minuman Makanan Minuman
Papua

Papeda     Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini apalagi kalau bukan Papeda. Papeda sendiri sudah sangat populer sampai ke berbagai belahan nusantara. Hal ini dibuktikan oleh banyaknya penjual yang menjual Papeda, mulai dari di pinggir jalan, lingkungan sekolah, sampai di pasar-pasar tradisional. Tak jarang kita temukan tempat-tempat makan a.k.a restoran yang menghidangkan menu Papeda ini. Papeda merupakan bubur sagu yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit. Namun seiring perkembangan zaman, peneman Papeda semakin bervariasi, seperti ikan tuna, ikan kakap merah, dan ikan kue. Selain rasanya yang enak, Papeda juga sangat baik bagi kesehatan tubuh dikarenakan mempunyai banyka serat, rendah kolestrol, dan bernutrisi.  Papeda berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem.      Dengan bentuk yang kenyal dan lengket seperti lem, Papeda di...

avatar
OSKM_19718259_Alex ITB_2018
Gambar Entri
Papua Punya Koteka
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Papua

Koteka adalah pakaian untuk menutup kemaluan laki-laki dalam budaya sebagian penduduk asli Pulau Papua. Koteka terbuat dari kulit labu air, Lagenaria siceraria. Isi dan biji labu tua dikeluarkan dan kulitnya dijemur. Fungsi utamanya adalah untuk menutupi kemaluan pria. Koteka merupakan salah satu pakaian tradisional yang melegenda dan dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Sebagian besar orang mengenal koteka sebagai pakaian khas orang-orang pedalaman yang ada di Papua. Namun, sebenarnya tak semua orang-orang pedalaman di sini mengenakan koteka. Konon, banyak yang beranggapan bentuk koteka serta ukuran koteka tergantung status si pemakainya. Namun hal tersebut rupanya tak sepenuhnya benar. Ukuran koteka disesuaikan dengan aktifitas penggunanya. Misalnya untuk bekerja atau upacara. Para lelaki akan mengenakan koteka pendek pada saat bekerja atau berburu di hutan. Sementara koteka panjang lengkap dengan hiasannya akan dikenakan pada saar upacara adat. Namun, setiap...

avatar
OSKM18_19718229_Hedwika
Gambar Entri
Daun Bungkus Papua
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Papua

Masyarakat Papua memiliki daun bungkus yang ampuh mencegah ejakulasi dini dan dipercaya bisa memperbesar ukuran Mr P. Daun bungkus adalah daun yang sering digunakan dalam pembuatan berbagai macam obat dan ramuan tradisional. Namun, tanaman herbal ini hanya dapat ditemukan di daerah Papua. Daun bungkus memiliki berbagai macam manfaat dan khasiat alami untuk mengatasi berbagai macam gangguan penyakit. Terdapat 5 manfaat, diantaranya, yakni penambah stamina bagi kaum pria, meningkatkan aliran darah di sekitar organ intim pria, membesarkan dan memperpanjang Mr.P, mengobati dan mencegah gangguan penyakit ejakulasi dini, dan mengatasi berbagai masalah kesuburan pada pria, seperti memperbaiki kualitas produksi sperma. Bentuk daun bungkus mirip daun sirih. Reaksi yang diberikan dari daun bungkus ini terbilang cepat. Konon, ada sensasi gatal dan panas yang dirasakan. Ada dua cara menggunakannya. Pertama, daun dikerik bagian atasnya, kemudian diolesi minyak kelapa dan dibung...

avatar
OSKM18_19718204_Faza
Gambar Entri
Tradisi Ikipalin "Memotong Jari"
Ritual Ritual
Papua

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keragaman budaya terbanyak di dunia. Saking banyaknya, hanya sedikit tradisi dan budaya Indonesia yang kita ketahui. Salah satu tradisi yang jarang diketahui adalah tradisi yang satu ini saya tulis. Tradisi ini bernama  Ikipalin  atau tradisi memotong jari. Memang, tradisi ini merupakan tradisi yang tak lazim bagi masyarakat Indonesia. Namun, tradisi ini memiliki banyak nilai-nilai yang terkandung didalamnya.   Ikipalin adalah tradisi yang dahulu biasa dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat bernama Suku Dani. Mereka melakukan ini sebagai cara untuk menunjukan rasa duka cita dan kesedihan akibat kehilangan salah satu anggota keluarga dekat yang meninggal. Tradisi ini juga sebagai simbol betapa sakitnya rasa kehilangan anggota keluarga dan untuk mencegah malapetaka ini agar tidak terulang kembali sebisa mungkin. Makna jari sendiri bagi Suku Dani merupakan simbol kerukunan, kesatuan, dan kekuatan dalam di...

avatar
OSKM2018_16018230_Glenn Byan Vandyka
Gambar Entri
Obat Buah Merah khas Wamena
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Papua

OSKM2018-16418221-Uswatun KHASIAT BUAH MERAH KHAS PAPUA Tahukah kamu buah merah Papua yang diyakini mengandung berbagai macam khasiat bagi kesehatan? Masyarakat Wamena Papua menyebutnya buah kansu. Memang sekilas bentuknya mirip jagung. Namun, kansu ini berwarna merah marun dan berbentuk lebih besar dan buahnya memiliki panjang hingga 55 cm. Buah ini masih merupakan jenis tanaman pandan-pandanan. Oleh karenanya, nama latin dari buah ini disebut Pandanus Conoideus. Tanaman endemik ini tumbuh di sekitaran dataran tinggi dengan ketinggian 2.300 dpl seperti di lembah Baliem, Wamena, Arfak, Jayapura, dan pegunungan Bintang. Biasanya masyarakat papua menyajikannya di saat pesta adat dan juga sebagian menjadikannya obat untuk berbagai macam penyakit. Mereka mengolah kembali buah merah menjadi bubuk dan kapsul kemudian mengemasinya menjadi kemasan obat dan menjualnya ke masyarakat umum. Namun demikian, potensi utama dari buah merah ini secara tradisional digunakan untuk sumber minyak...

avatar
Usna56venus
Gambar Entri
Tepaisaka dan Kilipase
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Papua

Adalah seekor anjing dan seekor kanguru yang masing-masing bernama Tepaisaka dan Kilipase. Kedudukan keduanya masing-masing menjabat sebagai kepala kampung. Tepaisaka dengan rakyatnya berkediaman dipulau Obariyo dan Kensio, sedangkan Kilipase bersama rakyatnya bertempat tinggal di bukit-bukit Ibahele, di tempat yang bernama Koteluyo dan Wauheheye Elu. Setiap petang hari Tepaisaka berenang ke pantai Ibahele. Ia bermaksud akan menonton tarian adat dari rakyat kanguru yang dikepalai oleh Kilipase. Waktu pertunjukan sudah tepat maka pemimpin tarian memanggil rombongan penari masuk ke tempat tarian. Nama tempat tarian itu “ Emaho Wahuyau” ( bahasa daerah Sentani). Seluruh tubuh penari-penari itu dihiasi dengan bermacam-macam bulu burung seperti: Cenderawasih, Mambruk, Kakaktua, Kumkum dan bunga-bunga serta beraneka daun-daunan. Kilipase sendiri menggunakan seekor burung Cendrawasih yang utuh di atas kepalanya termasuk juga nokennya. Ketika rombongan penari tiba dide...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Aya Nende
Tarian Tarian
Papua

Tari Aya Nende terdapat di daerah Mimika bagian yang berbatasan dengan daerah Asmat, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Daerah ini didiami oleh suku Mimika. Tari ini memiliki empat urutan tari, sebagai berikut : Bagian 1 : Kepala adat memasuki pentas, kemudian memanggil istri-istri para pemburu dalam bahasa daerah : "Ajendei dendera suma waee". Bagian 2 : Sekelompok wanita sebagai istri para pemburu menyambut kedatangan para pemburu (suami mereka). Bagian 3 : Para pemburu menyerahkan hasil buruan kepada para istri. Bagian 4 : Inti upacara, ucapan terima kasih kepada nenek moyang mereka. Pertunjukan tari ini ditarikan oleh sekelompok wanita dan pria, yang dilakukan pada sore dan malam hari selama semalam suntuk. Para penari mengenakan pakaian yang terdiri dari : 1. Tauri, yaitu seperti rok yang bahannya terbuat dari daun kelapa atau pucuk sagu. 2. Tumii, yaitu gelang kaki dan gelang tangan yang terdiri dari pucuk daun kelapa atau pucuk sagu. Tari Aye Nende...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Falabea
Tarian Tarian
Papua

Tari Falabea terdapat di kalangan suku Sentani, Jayapura, Provinsi Papua. Falabea mempunyai arti perang, sehingga tari falabea ini menggambarkan sifat kepahlawanan. Pertunjukan tari ini dilakukan di tanah lapang pada petang atau malam hari. Sumber: https://www.gurukatro.com/2015/12/tarian-tarian-berasal-dari-papua.html

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Det Pok Mbui
Tarian Tarian
Papua

Tari Det Pok Mbui terdapat di tiga kecamatan yaitu Agats, Sauwa Ema, dan Pirimapun yang berada di kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Tari ini ada sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Adapun asal kata Det Pok Mbui adalah Det artinya topeng yang mirip setan, dan Pok Mbui artinya pesta atau upacara. Jadi, Det Pok Mbui adalah pesta topeng setan. Tarian ini ditarikan oleh sekelompok pria dan wanita yang dilakukan pada siang atau sore hari, setelah panen mencari sagu dengan lama pertunjukan 2 sampai 3 jam. Tempat pertunjukan adalah di tepi sungai, karena ada adegan menaiki perahu, ada beberapa perahu topeng yang dibawakan oleh beberapa orang penari. Para penari wanita mengenakan pakaian Awer yaitu berupa rok rumput, sedangkan penari pria aslinya polos atau menenakan rok dari bulu burung kasuari. Perhiasan yang dipakai berupa gelang-gelang kaki, gelang tangan dan gelang lengan. Pada bagian leher menggenakan kalung yang terbuat dari gigi anjing, babi,atau manik-manik. Untuk bagia...

avatar
Hamzahmutaqinf