HARI PAHLAWAN
197 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Mandai
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kalimantan Selatan

Bagi masyarakat Kalimantan, khususnya masyarakat Banjar, Mandai terdengar tidak asing dan bahkan sangat terkenal. Mandai adalah sebutan untuk kulit cempedak yang sudah melalui proses fragmentasi. Masakan olahan yang bahan utamanya adalah kulit cempedak ini bisa dijadikan lauk menemani makanan utama seperti nasi, rasanya sangat nikmat dengan tekstur berserat serta lembut, kelembutannya tergantung seberapa lama kulit cempedak di rendam. Pembuatan Mandai tidak terlalu sulit, berikut adalah tahap-tahap pembuatan Mandai hingga siap di hidangkan. Buah cempedak haruslah dalam keadaan matang, setelah itu daging buahnya di ambil dan dimakan atau diolah dan di hidangkan sesuai selera. Kulit cempedak kemudian dikupas hingga kulit bagian yang paling luar tidak ada lagi, dan kulit bagian dalamnya yang terlihat seperti gabus inilah yang akan di manfaatkan dan diolah menjadi Mandai. Setelah itu kulit dalam ini di potong-potong menjadi beberapa bagian sesuai selera....

avatar
Bayuandhini
Gambar Entri
Cabai Hiyung - Hiyung - Kalimantan Selatan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kalimantan Selatan

Cabai hiyung adalah salah satu varietas cabai di Indonesia. Cabai ini hanya tumbuh di Desa Hiyung , Kecamatan Tapin Tengah , Kabupaten Tapin , Kalimantan Selatan , sehingga cabai tersebut diberi nama Cabai Hiyung. Saat ditanam di tempat lain, rasanya menjadi kurang pedas, bahkan cenderung tidak pedas. Cabai hiyung diakui sebagai cabai rawit terpedas se-Indonesia. Cabai hiyung memiliki tingkat kepedasan hingga 17 kali dibanding cabai rawit biasa. Cabai ini memiliki tingkat kepedasan yang tinggi dengan kadar kapsaisin mencapai 94.500 ppm. Selain rasanya yang sangat pedas, cabai hiyung memiliki keunggulan lainnya yaitu mempunyai daya simpan yang cukup lama, yakni 10-16 hari pada suhu ruangan. Plasma nutfah ini telah resmi terdaftar pada Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia Nomor 09/PLV/2012 tanggal 12 April 2012 sebagai Varietas Lokal dengan nama "Cabai Rawit Hiyung". Cabai...

avatar
Oase
Gambar Entri
Batu Bini dan Batu Laki - Kalimantan Selatan - Kalimantan Selatan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Selatan

Di sebuah desa yang berada di sebelah Barat lereng Pegunungan Meratus, hiduplah anak laki-laki bernama Angui bersama ibunya yang bernama Diang Ingsun. Mereka hidup sangat miskin. Angui membantu ibunya menangkap ikan di sungai atau mengumpulkan umbi-umbian dari hutan agar mereka bisa tetap makan. Suatu hari, sebuah kapal merapat di pelabuhan kecil yang ada di desa itu. Menurut kabar, pemiliknya adalah seorang saudagar kaya dari kota yang menjual berbagai kebutuhan pokok. Penduduk desa boleh menukar kebutuhan pokok itu dengan rotan, lilin, atau damar. Mendengar kabar itu, Angui bergegas mencari sebanyak mungkin rotan, membersihkannya dengan cepat, lalu mengikatnya rapi. Dia ingin menukar rotan itu dengan beras, garam, dan gula merah. Dia sudah bosan makan nasi hambar. Dia juga sedih melihat ibunya hanya bisa minum kopi pahit karena mereka tidak pernah punya persediaan gula merah. Angui tiba di pelabuhan. Dia ikut mengantre bersama penduduk lain. Lalu, tibalah giliran...

avatar
Oase
Gambar Entri
Kain Tapih Banjar
Motif Kain Motif Kain
Kalimantan Selatan

Hampir terdapat di belantara budaya Nusantara istilah 'tapih' sudah dikenal secara luas karena semua masyarakat mengenakan tapih dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang digunakan sebagai selempang di bahu, ada yang dikenakan dalam ikatan di pinggang, serta selimut ketika tidur. Masyarakat di Banjarmasin mengenal tapih sebagai pakaian sehari-hari yang melekat di tubuh, digunakan untuk tutup kepala buat wanita, dijadikan selimut tubuh ketika duduk di warung pada subuh hari yang dingin, dijadikan kewajiban yang sakral untuk beribadah shalat maupun mengaji, malah dijadikan ayunan bayi tidur  bapukung  dan semboyan adat duduk bagi pengantin waktu akad nikah dan aqiqah anak. Sesuatu yang menarik adalah ketika para gadis mandi turun ke sungai, maka tapih akan diselimutkan pada tubuh dengan mengikat kedua ujung di bahu kanan. Sementara kaum ibu menutup tubuh dengan tapih di batas dada seraya melingkarkan handuk di bahunya. Tapih pun menjadi alat permainan re...

avatar
Deckytri
Gambar Entri
Kain Sasirangan Bayam Raja
Motif Kain Motif Kain
Kalimantan Selatan

Sasirangan adalah kain yang menjadi  kerajinan khas Kalimantan Selatan  dan menurut tetua masyarakat setempat, merupakan cikal bakal dari kain pamintan. Untuk masyarakat Kalimantan Selatan, kain pamintan kerap dijadikan sebuah sarana untuk pengobatan. Selain untuk upacara adat, kain sasirangan juga sering dikenakan untuk aktivitas sehari-hari. Sejak dulu kain Sasirangan telah dikenal masyarakat Kalimantan Selatan dengan sebutan  kain calapan  atau  celupan  yang dihiasi motif tradisional khas Kalimantan Selatan. Sasirangan sendiri berasal dari kata  sirang  (bahasa setempat) yang berarti diikat atau dijahit dengan tangan dan ditarik benangnya atau dalam istilah bahasa jahit-menjahit disebut dijelujur. Sedangkan orang-orang Jawa menyebutnya dengan jumputan. Sasirangan dibuat dengan teknik tusuk jelujur yang kemudian diikat dengan benang atau tali plastik lalu dicelup ke pewarna. Kain Sasirangan biasanya menggunakan bahan kain mori, poly...

avatar
Deckytri
Gambar Entri
Legenda Awang Sukma dan Telaga Bidadari
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Selatan

Di pinggir hutan yang lebat, di pematang dirindungi pepohonan yang lebat dan rindang, terdapat sebuah telaga kecil yang tak seberapa dalam. Air nya jernih dan bening, meskipun musim kemarau tak pernah kering sekalipun. Di dekat telaga itu tinggallah seorang lelaki muda nan rupawan, Awang Sukma namanya. la hidup seorang diri dan tidak mempunyai istri. Ia menjadi seorang penguasa di daerah itu. Oleh karena itu, ia bergelar data. Selain berwajah tampan, ia juga mahir meniup suling. Lagu-lagunya menyentuh perasaan siapa saja yang mendengarkannya. Awang Sukma sering memanen burung jika pohon limau sedang berbunga dan burung-burung datangan mengisap madu. Ia memasang getah pohon yang sudah dimasak dengan melekatkannya di bilah-bilah bambu. Bilah-bilah bambu yang sudah diberi getah itu disebut pulut. Pulut itu dipasang di sela-sela tangkai bunga. Ketika burung hinggap, kepak sayapnya akan melekat di pulut. Semakin burung itu meronta, semakin erat sayapnya melekat. Akhirnya, bu...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Legenda Datu Pujung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Selatan

Pada zaman dahulu, di daerah Kuin pernah berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Banjar, yang diperintah oleh Sultan Suriansyah-Sultan Kerajaan Banjar I (1520 – 1550 M.). Konon, pada masa pemerintahaannya, Sultan Suriansyah pernah mendapat ancaman bahaya dari luar. Sebuah kapal asing yang tidak diundang berlabuh di Muara Sungai Kuin. Sikap angkuh para anak buah kapal itu menunjukkan bahwa kedatangan mereka tampaknya mempunyai maksud yang tidak baik. Hal ini diketahui oleh Sultan Suriansyah, yang segera mengumpulkan seluruh punggawa kerajaan untuk mengadakan musyawarah. Dalam musyawarah itu, seorang peserta musyawarah mengusulkan, bahwa untuk menghadang kapal para tamu yang tidak diundang itu, mereka harus membuat barikade dengan menanam pohon-pohon yang besar di dasar sungai. Namun, karena waktunya sangat mendesak, tidak satu pun punggawa kerajaan yang hadir dalam musyawarah mampu melakukan hal itu. Hanya orang sakti yang bisa melakukannya. Kebetulan, dalam rapat itu...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Kisah Datung Ayuh dan Bambang Siwara
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Selatan

Menurut versi cerita rakyat, bahwa terbentuknya sub-suku Banjar Pahuluan dan Banjar Kuala dikaitkan dengan sebuah cerita rakyat yang berkembang di kalangan masyarakat Kalimantan yang dikenal dengan kisah Datung Ayuh dan Bambang Siwara . Cerita rakyat ini mengisahkan tentang perbedaan pandangan antara dua orang bersaudara yang bernama Ayuh dan Bambang Siwara. Kedua orang bersaudara ini diturunkan oleh Ning Bahatara dari alam Patilarahan ke alam dunia. Konon, daerah Batu Bintihan yang terdapat di bagian sebelah Barat Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan diyakini sebagai tempat pendaratannya. Keyakinan ini diperkuat dengan sebuah batu sebesar truk gajah yang melintang di tengah Sungai Amandit yang di bagian atasnya terdapat puluhan pasang bekas telapak kaki yang masih tergurat. Di dunia, kedua orang bersaudara tersebut menjalani hidup mereka sebagai manusia di hutan belantara Kalimantan. Sebagai bekal, keduanya diberi buku yang berisi sejumlah ilmu. Lalu...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Musik Panting
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Kalimantan Selatan

Dengan bismillah kami ucapkan alah sayang 2x Panting di katik baandung tangan 2x Lagu di alun nang dibawakan alah sayang 2x Kisahnya nasib marista badan 2x Musik panting kita dangari alah sayang 2x Paninggal datu urang bahari 2x Patut dibina dipalajari alah sayang 2x Kita kembangkan disana sini 2x Mangatik panting dibulan tarang alah sayang 2x Duduk basila basangga wihang 2x Marista diri badan saurang alah sayang 2x Manunggu nasib  rajaki datang 2x Musik panting nang ditinggali alah sayang 2x Seni hiburan urang bahari 2x Panting dikatik dimalam hari alah sayang 2x Mahibur hati dikala sunyi 2x   Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/04/ampar-ampar-pisang-banjar-kalimantan-selatan.html  

avatar
Sobat Budaya